ALL My Love is For You ( Taeny fanfiction) chapter 1

ALL MY LOVE FOR YOU – Chapter 1

Tittle : All My Love for You
Author : Jullay
Cast : Taeyeon, Tiffany SNSD
Main Cast : SMTOWN FAMILY

Part 1

***

Cinta.
Cinta itu indah. Cinta itu kasih. Cinta itu pengorbanan. Cinta itu kesetiaan dan Cinta itu buta.
Tidak ada seorang pun dalam dunia ini yang dapat mendefinisikan Cinta dengan tepat. Karena mereka selalu tidak sependepat tentang esensi Cinta itu.
Jika kutanyakan pada diriku, apa itu Cinta ? Maka jawabanya Cinta adalah sebuah perasaan. Perasaan bahagia yang begitu besar ataupun perasaan sakit yang begitu dalam. Itu Cinta.

KREKK…
Suara kertas disobek terdengar. Tiffany yang merobek dan membuang kertas itu begitu saja. Dia merasa tulisanya mengenai cinta begitu buruk. “Itu bukan cinta, tidak seperti ini melukiskan cinta” pikirnya dalam hati.
Tiffany dia seorang penulis. Penulis Novel Cinta. Baginya pekerjaan ini lucu. Dia tidak pernah merasakan cinta. Tapi entah mengapa dia dapat menceritakan indahnya cinta itu dengan hebat. Awalnya dia mengira ini adalah bakat. Tapi lambat laun dia sadar tulisan mengenai cinta dalam setiap novelnya di inspirasi oleh kedua orang tua nya. Tiffany selalu menganggap cinta itu indah sebagaimana dia menyaksikan orang tuanya dalam cinta itu. Orang tua nya selalu terlihat bahagia dan penuh cinta. Ini menyebabkan Tiffany tumbuh dengan perasaan penuh cinta.
Begitulah indahnya kisah Tiffany. Seorang putri tunggal dari keluarga kaya yang penuh akan kebahagiaan.
Tapi kisah indah tidak akan pernah abadi. Orang tua Tiffany bercerai saat usia pernikahan mereka yang sudah sekian lama. Alasan perceraian ini karena jenuh. Tiffany kaget mendengarnya. Saat itu pula dia merasa bahwa cinta yang dianggap sebagai keindahan itu adalah tidak ada. Tidak ada yang namanya cinta itu. Tiffany, dia benci cinta. Kebencian akan cintanya ini berdampak pada pekerjaan nya sebagai Penulis Novel Cinta. Dia tidak bisa menuliskan cinta.
Karena itu, sekarang dia duduk di dalam sebuah pesawat. Dia akan terbang ke Spanyol dengan membawa harapan semoga negara itu dapat menumbuhkan inspirasi dan membantunya menuliskan cinta lagi.
“Nona, apa ini kertasmu?” sebuah suara muncul.
Tiffany menoleh melihat seorang pria memegang kertas nya.
“Buang saja aku tidak butuh” jawab Tiffany.
Pria itu tersenyum. Dia tidak segera membuang kertas itu. Dia justru membaca isinya dan akhirnya kembali tersenyum setelah membaca nya.
“Mau tau arti cinta bagiku?” kata pria itu tiba tiba berhasil mendapatkan perhatian Tiffany.
“Cinta itu seperti menunggu taxi di hari hujan. Ketika kau menunggu dia tidak akan datang, tapi ketika kau tidak menunggu dia akan datang” ungkap pria itu. Tiffany mendengus mendengarnya
“Konyol” kata Tiffany dalam hati.
Kemudian pria itu duduk di sebelah Tiffany.
“Apa kau sependapat denganku tentang cinta?” tanya pria itu. Tiffany diam tak menjawab.
“Orang mengatakan diam berarti iya. Itu artinya kau sependapat denganku” kata pria itu. Tiffany menoleh menatap pria itu.
“Ternyata benar kau sependapat” pria itu tersenyum lebar. Tiffany menatap pria itu tak percaya menganggapnya begitu aneh dan konyol.
“Nona, apa jangan jangan kau juga akan terbang ke Spanyol?” pria itu bertanya lagi
“Dae, kau diam lagi. Itu artinya benar lagi kan?” jawab jawab pria itu sendiri
“Aigoo, ini bagus ada orang Korea yang ku kenal disana” lanjutnya
“Siapa namamu nona? Aku Kim Taeyeon” Taeyeon mengulurkan tanganya. Tiffany menatap pria itu kesal kemudian dia berkata.
“Aku tidak ingin tau siapa namamu. Bisakah kau untuk diam dan tidak berisik” dengan ketusnya Tiffany berkata.
“Aigoo, kau gadis macam apa? Kenapa berkata kata seperti itu” Taeyeon kaget melihat reaksi Tiffany.
Tiffany tidak mempedulikan nya. Dia menoleh ke arah jendela. Berusaha untuk mencari ketenangan. Pria disebelah nya itu perusak suasana nya.

***

Pesawat yang ditumpangi Tiffany sudah terbang meninggalkan Korea begitu jauh. Jika Tiffany menengok ke luar jendela yang ada hanyalan hamparan langit luas yang seperti nya tak berujung.
“Nona, kau tidak makan makanan mu?” tanya Taeyeon.
Tiffany menghela nafas merasa tertekan duduk bersebelahan dengan pria cerewet disampingnya.
“Kalau kau mau, makan saja” kata Tiffany. Taeyeon tersenyum mendengar itu kemudian menjawab.
“Itu tidak akan dilakukan oleh pria sejati” katanya membuat Tiffany syok mendengarnya.
“Manusia menjijikan” batin Tiffany.
Tiffany kemudian memutuskan memakan makanan nya. Salah satu upayanya untuk menghindari percakapan dengan pria disebelahnya itu.
Setelah menyelesaikan makan nya Tiffany kembali memandang keluar jendela.
“Apa yang kau pandangi disana Nona? Apa kau bisa melihat Korea dari sini?” Taeyeon memulai percakapan lagi. Tiffany diam.
“Daebak! Ini pertama kalinya bagiku terbang sejauh ini. Apa kau sering terbang jauh Nona?” tanya Taeyeon lagi. Tiffany diam sambil berusaha menahan kesal.
“Karena aku tidak pernah terbang sejauh ini aku berlatih cara agar tidak mabuk. Kau mau lihat?” Taeyeon tak berputus asa berkata.
“Begini … ” kata Taeyeon sambil mempraktikan ucapanya tadi. Tiffany tidak memperhatikan.
Sedetik kemudian barulah Tiffany benar benar mempedulikan Taeyeon. Setelah praktik cara tidak mabuk Taeyeon membuatnya muntah dan mengenai baju Tiffany.
“Yaa!!!!” pekik Tiffany
“Kau ini!!!!” teriak Tiffany kemudian menampar Taeyeon begitu keras.
Pria disebelahnya benar benar merusak harinya.

***

Setelah sekian lama mengudara akhirnya Tiffany menginjakan kaki nya di Bandar Udara Internasional Barajas Madrid. Dia tiba di Spanyol. Tiffany tersenyum merasa bahagia. Rasa lelah setelah penerbangan jauh membuat Tiffany tak mau berlama lama di Badara. Dia segera menaiki Taxi, kendaraan terbaik pikirnya.
“Llévame al hotel” kata Tiffany dalam Bahasa Spanyol yang artinya ‘Antarkan saya ke Hotel’
“Puedes puede hablar español?” tanya sang supir Taxi. Arti pertanyaan nya adalah ‘Anda bisa berbahasa Spanyol?’
“Yo puedo hablar 5 lenguas exclusiva” jawab Tiffany. Artinya ‘Saya bisa bicara 5 bahasa’
“Itu hebat” komentar sang supir Taxi.
“Baiklah Nona, dimana anda ingin menginap? Bagaimana dengan Hotel Bintang lima?” tanya sang supir Taxi
“Mana yang terbaik menurut anda. Hotel dengan fasilitas yang baik tetapi dengan harga yang kurang baik atau Hotel dengan fasilitas yang baik dan dengan harga yang baik juga?” Tiffany bertanya kembali
“Aku kira pilihan kedua yang terbaik” jawab sang supir Taxi.
“Baiklah. Kalau begitu antar aku ke tempat seperti itu” perintah Tiffany.

***

Taxi yang ditumpangi Tiffany berhenti disebuah hotel bergaya Spanyol klasik. Hotel Adler namanya. Tiffany tersenyum suka akan Hotel pilihan supir Taxi itu. Dia memberi tips lebih sebagai ucapan terimakasih. Kemudian dia melenggang masuk ke dalam Hotel. Setelah selesai chek in Tiffany segera menuju kamarnya ingin menghilangkan jet lag yang dirasakanya.
“Kamar 94. Sepertinya akan sial” gumam Tiffany mengetahui bahwa nomor kamarnya adalah terdiri dari dua angka sial.
Beberapa menit kemudian Tiffany tiba di depan kamarnya. Ketika Tiffany hendak memasuki kamarnya, dia dikagetkan oleh sebuah suara.
“Kita bertemu lagi” dengarnya. Tiffany menoleh dan mendapati pria yang ditemuinya di pesawat berdiri persis di hadapanya. Kim Taeyeon.
“Aku tidak menyangka kau akan menginap di Hotel ini juga dan yang lebih mengherankan bagaimana bisa kamar kita bersebelahan” kata Taeyeon.
“Apa ini yang disebut takdir? Ataukah mungkin kita berjodoh” lanjut Taeyeon sambil tersenyum di sudut bibir.
Tiffany kesal mendengar semua ucapan Taeyeon dan tanpa membalas perkataan Taeyeon dia bergegas masuk ke kamar.
“Mianhe. Jeomal Mianheyo” kata Taeyeon lagi tepat sebelum Tiffany benar benar masuk ke kamarnya. Ucapan Taeyeon membuat Tiffany kembali menoleh ke arahnya. Taeyeon tersenyum lalu pergi menjauhi Tiffany.

***

Dua hari sudah Tiffany berada di Spanyol dan selama dua hari ini pula Tiffany tidak sekalipun beranjak keluar hotel. Jika tidak mengurung diri di kamar, dia akan duduk berjam jam di restoran untuk apalagi jika bukan menulis. Pagi ini seperti biasa Tiffany menuju restoran. Untuk sarapan pagi dan menulis tentunya. Dia duduk di tempat favoritnya selama dua hari disitu dan memesan menu yang sama lagi lalu memulai melanjutkan tulisan nya.
“Tiffany Hwang. Nama Korea Hwang Mi Young. Benar bukan?”
Lagi lagi sebuah suara muncul. Tiffany menoleh ke arah datangnya suara dan menemukan orang yang sama pula. Yang selalu tiba tiba muncul di hadapan nya. Kim Taeyeon.
“Kau seorang penulis. Penulis Novel tepatnya. Karya pertama mu berjudul Glas Shoes dan yang terakhir adalah Snow Angel” lanjut Taeyeon
“Kau menulis sejak SMA. Seorang putri tunggal dan orang tua mu bercerai 6 bulan yang lalu” Taeyeon berkata.
“Apa maumu?” kata Tiffany akhirnya, Taeyeon tersenyum.
“Ani. Tidak ada” jawabnya
“Kalau begitu pergilah. Jangan ganggu aku” usir Tiffany
“Kau tidak ingin tau aku mengetahui semua itu dari mana?” tanya Taeyeon Tiffany diam.
“Aku mencarinya di Google karena kurasa aku familiar dengan wajahmu” jawab jawab Taeyeon sendiri
“Sshi, bukankah kau tidak ada kepentingan denganku. Tidak bisakah anda pergi dan tidak menggangguku” pinta Tiffany.
“Ani. Itu tidak bisa dilakukan” jawab Taeyeon

(Theme song : Baek Ji Young – That Woman)

“Aku memang tidak ada urusan denganmu tapi aku datang ke tempat ini bukan tanpa alasan. Aku ingin makan juga, bukankah ini restoran” lanjut Taeyeon
“Kalau begitu kau bisa cari meja lain” kata Tiffany
“Kalau kau tidak menunduk terus disini dan mau memperhatikan sekitarmu. Mungkin kau akan tau bahwa semua meja di restoran ini sudah terisi” jelas Taeyeon
“Apakah menurutmu aku harus bergabung dengan mereka sedangkan disini duduk orang yang kukenal yang juga berbahasa sama denganku” kata Taeyeon. Tiffany diam tak menjawab, dia memperhatikan sekelilingnya dan benarlah bahwa semua meja telah terisi. Bagaimana dia bisa tidak tau? Dia selalu duduk disini selama dua hari.
“Kau tidak tau kan? Itu karena selama dua hari ini kau hanya duduk tertunduk dan sibuk dengan kegiatan menulismu” kata Taeyeon
“Terlalu mengherankan seseorang pergi begitu jauh hanya untuk pindah menulis saja” lanjut Taeyeon. Tiffany diam malas berkomentar. Taeyeon menatap Tiffany, sebelum akhirnya kembali berkata.
“Kau mau dengar saranku?” tawar Taeyeon. Tiffany menatap Taeyeon kesal. Orang itu benar benar menyebalkan baginya.
“Jika aku dirimu. Aku akan menghabiskan waktu ku untuk pergi keluar dan bersenang senang. Aku tidak hanya ingin pergi ke Spanyol hanya untuk duduk dan merenung. Aku akan pergi, bersenang senang, merasakan indahnya setiap tempat seperti yang dilakukan semua orang yang pergi kesini. Dengan begitu aku akan mendapatkan cerita yang menarik dari perjalananku yang menyenangkan” jelas Taeyeon panjang lebar. Tiffany menatap Taeyeon tetap tak berkomentar seperti biasanya.
“Bagaimana? Bukan kah saranku terdengar baik?” Taeyeon tak henti hentinya berputus asa mengajak Tiffany bicara.
Tiffany menghela nafas lalu tertawa kecil.
“Apa yang kau tertawakan?” tanya Taeyeon
“Ani, tidak ada. Apa aku tak boleh tertawa?” balas Tiffany
“Tidak, karena kurasa tidak ada sesuatu yang lucu” jawab Taeyeon serius. Tiffany mendengus tak mampu berkata kata. Dia bangkit berdiri, lalu pergi berusaha untuk menghindari Taeyeon.

***

Tiffany menutup pintu kamarnya dengan keras. Dia kesal.
“Bagaimana bisa ada orang seperti dia? Siapa dia? Tiba tiba muncul dan berkata hal hal yang menyebalkan” kata Tiffany. Yang dimaksudkan adalah Taeyeon.
“Ini menyebalkan” katanya mengehela nafas. Dia lalu menjatuhkan badanya ke ranjang dan berusaha memejamkan mata. Tapi Tiffany tidak bisa. Kata kata Taeyeon terus menghantui pikiranya.
“Apa dia benar? Apa aku harus pergi keluar?” Tiffany bertanya tanya
“Apa sebaiknya aku keluar? Mungkin dengan begitu aku bisa mendapat inspirasi” dia semakin bingung.
Tiffany bangun, dia berdiri dan berjalan menuju jendela. Dibukanya korden jendela dan terpampanglah kota Madrid yang indah di hadapanya.
“Kurasa aku memang harus keluar” putus Tiffany akhirnya.

———————————————-

chapter 1 part 2..

habis gini realese ..

sabar ya …

jangan lupa komennya ^^

19 thoughts on “ALL My Love is For You ( Taeny fanfiction) chapter 1

  1. suka…thor ppany karakterna dsni gmn ya??galak n cuek kah??
    taeng sbr ya ngadepin ppany pdhl dah dcuekin abis2 an..
    ppany ntar jg u yg jth cinta ma taeng dan ngejar taeng mati2an,,ia ga thor???hhe

  2. harusna taeng jgn trlalu gampang memaafkan tiffany biarin aj tuh ppany nyesel dan sadar dah jatuh cinta ma my taengo hahaha#evil laugh#
    itu mereka kbtulan ktmu ato taeng emank sengaja ngikutin ppany??

  3. Gw seneng banget baca nie epep, nyesek sih emang. Tpy feel ny ngena banget..hiks
    Meskipun udah berapa kali baca, ttep ajjh kereen..
    Authoor, hwaitiing ㄟ(≧◇≦)ㄏ

  4. Halo aku riders baru dsni🙂
    Saya suka sma ceritnya, dsni fany krakternya judes bnget sih, sdangkn taeng krakternya hangat, fany jgn gtu lah ma taengo ntar nyesel lho sprti yg dktkan taeng cinta tu sprti taxi, jd hati2 ntar lok kmu nungguin taeng dia g dteng nyesel dah pd akhirnya😉
    Taeng yg gencar ya ngluluhin hati fany semangat!!😉
    Buat authornya fighting ne^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s