ALL MY LOVE IS FOR YOU chapter 2

allmy

Tittle : All My Love for You
Author : Jullay
Cast : Taeyeon, Tiffany SNSD
Main Cast : SMTOWN FAMILY

Part 1

***

Pagi ini Tiffany terbangun karena pintu kamar nya diketuk ketuk berkali kali hingga membuat gaduh oleh Kim Taeyeon.
“Yaa! Nona, bangunlah. Palli kita harus bergegas” teriak Taeyeon berkali kali sambil terus mengetuk pintu kamar Tiffany.
Tiffany berjalan sempoyongan karena belum 100% bangun. Dia membuka pintu kamar dan berteriak marah pada Taeyeon.
“Yaa kau!! Kau tau ini jam berapa? Ada apa kau mengganggu ku sepagi ini!” teriaknya.
Taeyeon tersenyum melihat penampilan Tiffany setelah bangun tidur. Penampilan asli wanita.
“Palli, siapkan barangmu kita akan chek out satu jam lagi” kata Taeyeon.
“Mwo?” Tiffany kaget
“Palli. Aku tunggu satu jam lagi di lobi” Taeyeon berkata lalu pergi meninggalkan Tiffany yang sedang berada di antara perasaan kaget, bingung dan tak tau harus mengatakan apa.
“Dasar!!” gumam nya sambil menatap punggung Taeyeon yang mulai menjauh.

***

Satu jam berlalu, Tiffany telah selesai merapikan semua barangnya dalam koper. Dia keluar kamar dan bergegas menuju lobi, ternyata Taeyeon telah menunggu disana.
“Tepat waktu” komentar Taeyeon, Tiffany tak membalas komentar nya. Dia menuju Receptionis chek out, mengurus segala adminitrasi untuknya dan Taeyeon.
“Kita kemana sepagi ini?” tanya Tiffany
“Vallencia. Kita ke Vallencia” jawab Taeyeon tersenyum.
“Mwo?” Tiffany kaget, Taeyeon tersenyum lalu menggandeng tangan Tiffany, menyeretnya pergi.

***

Taeyon dan Tiffany menuju ke Valencia menaiki kereta. Sejenis kereta ekspress. Sepanjang perjalanan Tiffany lebih banyak diam membaca buku sementara yang dilakukan Taeyeon sepanjang perjalanan adalah tidak berhenti memandangi Tiffany sambil tersenyum.
Mereka tiba di Valencia kurang lebih 3 jam kemudian. Setelah menemukan Hotel yang cocok tempat mereka menginap. Taeyeon segera mengajak Tiffany untuk pergi ke tengah kota.
“Untuk ini kita ke Vallencia, ini hanya terjadi setahun sekali. Ayo, palli” kata Taeyeon. Dengan setengah hati Tiffany mengikuti Taeyeon.
Tak sampai setengah jam Taeyeon dan Tiffany tiba di tengah kota. Tiffany kaget melihat banyak orang berkumpul di tempat itu. Ada warga asli Spanyol ataupun para turis asing dari berbagai negara.
“Apa yang terjadi? Kenapa banyak orang disini? Apa ada pertunjukan Matador?” tanya Tiffany.
“Ani” jawab Taeyeon
“Lalu apa?” tanya Tiffany lagi.
“Kau pernah dengar Festival Tomat? Kau tau maksudnya?” tanya Taeyeon balik.
“Hemp, mungkin para petani yang berkarnaval bersyukur karena panen tomat mereka melimpah” jawab Tiffany, Taeyeon terkekeh mendengarnya. Dia mendengus kemudian berkata
“Kau benar benar tidak tau” katanya
“Kalau begitu cepat katakan” perintah Tiffany
“Ani, kau akan mengetahuinya sebentar lagi” kata Taeyeon tersenyum.
Tepat saat itu semua orang yang berkumpul disitu berteriak. Sebuah, salah beberapa buah truk melintas secara perlahan. Truk besar yang membawa ratusan, ribuah, puluhan ribu tomat segar. Ada pula truk yang mengangkut tomat yang sudah berbentuk jus. Truk truk itu berhenti dan …
“Ini dia” kata Taeyeon
Truk yang membawa jus tomat menyemprotkan seluruh jusnya kepada semua orang yang berkumpul disitu. Tiffany kaget ketika dia terkena siraman jus tomat. Tapi Taeyeon berteriak senang. Tiffany mengelap wajahnya yang penuh dengan tomat dan sekarang pemandangan di hadapanya. Orang orang yang berkumpul tadi berlari ke truk yang membawa tomat tomat segar. Mereka mengambil nya dan saling melempar satu sama lain.
“Jadi ini, perang tomat” kata Tiffany terkekeh menyadarinya. Dia jadi teringat akan tradisi unik warga Spanyol ini di akhir bulan Agustus tiap tahunya.
Dan brug…

(Theme song : You and I – MBLAQ)

Tiffany terkena hantaman buah tomat segar. Dia menoleh melihat Taeyeon tertawa tawa karena berhasil melempari nya tomat.
“Awas kau!” pekik Tiffany, dia mengambil tomat yang sudah berserakan di sekelilingnya dan melemparkan ke arah Taeyeon, membalas perbuatan nya. Tapi Taeyeon berhasil menghindar.
“Tidak kena” ledek Taeyeon
“Awas, liat saja” Tiffany melempar lagi dan meleset lagi. Taeyeon tertawa.
“Kau payah, seharusnya seperti ini” Taeyeon melempar dan persis mengenai wajah Tiffany. Dia tertawa. Tiffany mengelap wajahnya. Dia mengambil tomat lagi dan pluk…
Kali ini dia berhasil mengenai Taeyeon yang sedang lengah.
“Yeah! Aku berhasil” pekiknya kesenangan, Taeyeon ikut tertawa. Lalu kembali melempar, Tiffany berlari berusaha menghindari lemparan. Mereka sekarang seperti anak kecil yang sedang asyik berlari kejar mengejar sambil melempar tomat satu sama lain. Baju dan tubuh mereka penuh dengan tomat tapi mereka tidak peduli. Taeyeon dan Tiffany justru tertawa tawa senang melakukan perang tomat. Mereka benar benar bergembira dibawah hujan tomat yang melanda.

Part 2

***

Taeyeon dan Tiffany kembali ke hotel dengan tubuh berlumuran tomat. Sepanjang perjalanan pulang menuju hotel, mereka tertawa riang saling meledek satu sama lain mengenai perang tomat tadi.
“Jadi apa rencanamu besok? Kita akan pergi kemana?” tanya Tiffany sesampai nya di depan kamar.
“Kita akan mengunjungi gereja tua yang terkenal disini” jawab Taeyeon
“Ide yang bagus” komentar Tiffany tersenyum
“Kalau begitu, sampai jumpa besok pagi” lanjut Tiffany sebelum dia memasuki kamarnya.
Di kamarnya Tiffany tersenyum mengingat hari nya. Benar benar menyenangkan bermain perang tomat. Dia bisa bebas berteriak dan mengeskpresikan dirinya seperti anak kecil tidak perlu merasa malu ataupun risih.
“Ini hebat” gumamnya tersenyum

***

Pagi hari tiba. Tiffany menuju lobi dengan penuh semangat. Dia sudah membayangkan bahwa hari ini pasti lebih hebat dari kemarin. Seperti biasanya Taeyeon sudah menunggu dengan senyum khas yang terkembang di bibirnya.
“Buenos días” sapa Tiffany yang artinya Selamat Pagi
“Pagi” balas Taeyeon
“Kau sudah siap?” lanjutnya bertanya. Tiffany mengangguk
“Dae” jawabnya bersemangat.
“Kalau begitu, kajja” ajak Taeyeon, Tiffany mengikutinya.
Hari ini mereka akan mengunjungi sebuah gereja tua yang cukup terkenal disini. Gereja ini juga pernah menjadi lokasi syuting salah satu drama Taiwan yang fenomenal yaitu Meteor Garden II. Beberapa waktu berlalu dan mereka tiba di gereja itu. Suasanya sangat ramai sekali, banyak orang berkumpul disana.
“Apa akan ada festival lagi disini?” tanya Tiffany
“Ani, seharusnya tidak” jawab Taeyeon ragu sebenarnya karena merasa heran dengan banyak nya orang yang berkumpul disana.
“Kim Taeyeon sshi” panggil Tiffany
“Iyye” jawab Taeyeon
“Bisakah kau tunggu aku sebentar disini, aku mau ke belakang” kata Tiffany. Sebenarnya dari tadi Tiffany sudah ingin kebelakang, tidak bisa lagi menahan hasratnya untuk buang air kecil.
“Dae” Taeyeon mengangguk mengerti maksud Tiffany.
Setengah berlari Tiffany bergegas menuju toilet. Setelah mencari cari akhirnya Tiffany menemukan toilet. Begitu urusan nya di toilet selesai Tiffany segera bergegas kembali menuju tempat Taeyeon berada. Namun tak disangka dia berpapasan oleh dua orang wanita. Mereka sepertinya berasal dari Rumania.
“Kurasa dia modelnya” kata bule bermata biru
“Iya, kurasa juga begitu. Ayo bawa dia” komentar bule bermata hijau.
Tiffany walau bisa berbicara dalam 5 bahasa dia tidak mengerti bahasa Rumania. Yang dia tau sekarang kedua wanita Rumania itu menyeretnya pergi menuju kedalam ruangan.
“Let me out!” teriak Tiffany, tapi tidak dihiraukan.

***

Di tempat lain Taeyeon yang sedang menunggu Tiffany berusaha menyelidiki alasan mengapa banyak orang berkunjung ke gereja itu.
“Akan ada peragaan busana pengantin wanita. Desainer nya sangat terkenal di Eropa dan dia memilih gereja ini untuk tempat show nya karena kebetulan dia menikah di tempat ini” terang salah satu orang yang diajak bicara oleh Taeyeon. Kebetulan dia juga orang Korea.
“Dae, Arraso. Gamshamnida” kata Taeyeon berterimakasih. Orang itu membalas senyum Taeyeon lalu beralih pergi.
Taeyeon kemudian kembali pada kegiatanya menunggu Tiffany. Tapi wanita yang ditunggu tunggunya itu tidak kunjung menampakan diri.
“Kemana dia pergi?” Taeyeon bertanya tanya.
Acara fashion pun dimulai. Orang orang bertepuk tangan meriah ketika para model mulai berjalan di catwalk. Taeyeon mau tak mau memperhatikan model model tersebut karena mereka begitu mencolok. Sampai akhirnya perhatian Taeyeon tertuju pada seorang model. Model itu begitu cantik tersenyum dengan eyesmile dan balutan busana pengantin putih, simple tapi terlihat lux khas Spanyol. Model itu adalah …
“Tiffany” kata Taeyeon kaget sekaligus terpukau melihat Tiffany ada di catwalk dengan wedding dress nya.
Ya memang Tiffany lah yang berada di catwalk itu sekarang. Dia berjalan dengan baik sekali sesuai dan dapat dapat mengimbangi model model lainya. Tapi ketika dia tiba diujung catwalk sebuah insiden terjadi. Tiffany terjatuh karena terjerat oleh gaun nya yang begitu panjang. Gereja itu yang tadinya ramai dengan suara tepuk tangan ataupun kamera seketika itu juga berubah sepi, kaget melihat Tiffany yang tiba tiba jatuh persis di ujung depan catwalk. Tiffany sendiri merasa malu ketika semua mata menatapnya dengan tatapan yang membuatnya risih. Rasanya semua orang di tempat itu ingin menertawakan nya.
“Kau tidak apa apa?” tanya seseorang. Tiffany menoleh dan mendapati Taeyeon berdiri disampingnya mengulurkan tangan.
Taeyeon yang tadi melihat Tiffany jatuh spontan berlari dan naik ke atas catwalk.
“Tidak” jawab Tiffany menerima uluran tangan Taeyeon, dia berusaha bangkit berdiri tapi …
“Auw” keluh Tiffany kesakitan kaki nya terkilir. Tanpa pemberitahuan apa apa Taeyeon dengan begitu tiba tiba langsung menggendong Tiffany membuatnya membelalak kaget.

(Theme song : All my love for you – snsd)

“Pegangan” kata Taeyeon. Tiffany mengangguk dan segera melingkarkan tanganya di leher Taeyeon.
Taeyeon membopong Tiffany sambil berjalan menuju belakang catwalk. Tiffany menatap Taeyeon. Dia merasakan sesuatu perasaan yang aneh.
“Apa yang kau lihat?” tanya Taeyeon
“Ani, tidak ada” elak Tiffany
“Kau baru sadar bahwa aku tampan juga, bukan?” tanya Taeyeon, Tiffany mendengus.
“Gomawo, Taeyeon sshi” kata Tiffany, Taeyeon membalasnya dengan senyuman.
Sementara itu aksi dari Taeyeon dan Tiffany mendapat sambutan luar biasa dari penonton. Mereka tak henti hentinya bertepuk tangan. Melihat adegan pangeran datang menghampiri tuan putrinya.

***

Tiffany sudah mengganti bajunya dengan pakaian nya semula.
“Thank you Tiffany” kata seorang wanita, dia desainer show ini.
“Forget it” kata Tiffany
“Aku sungguh tidak tau kalau asisten ku salah mengira kau model. Karena model kami juga berasal dari Asia” lanjut wanita itu
“Tidak apa apa, itu pengalaman yang mengesankan buatku” komentar Tiffany.
“Sekali lagi terimakasih banyak Tiffany” kata wanita itu tersenyum kemudian pergi dengan tangan melambai ke Tiffany. Tiffany membalas lambaian nya sambil tersenyum.

***

“Jadi mereka salah mengenali orang” kata Taeyeon menanggapi cerita Tiffany mengenai yang terjadi sehingga dirinya bisa menjadi model dan berjalan di catwalk.
“Ya kurang lebih seperti itu” timpal Tiffany.
Mereka saat ini sedang berjalan jalan disekeliling halaman gereja yang luas dengan pemandangan indah.
“Taeyeon sshi” panggil Tiffany
“Dae” jawab Taeyeon
“Gomawo” ucap Tiffany
“Untuk apa?” Taeyeon bingung
“Semuanya” jawab Tiffany tersenyum.
“Kurasa keputusanku memilih mu sebagai tour guide adalah keputusan terbaik yang kubuat. Kemarin kau membuatku bebas berteriak dan berekspresi dengan perang tomat. Sekarang kau membuatku merasakan pengalaman yang luar biasa. Ini hebat” terang Tiffany
“Rasanya benar benar luar biasa sudah lama aku tidak merasakan sesuatu yang menyenangkan seperti ini. Kau tau perasaanku kali ini sama seperti ketika pertama kali berhasil menerbitkan buku. Luar biasa” lanjut Tiffany tersenyum senang. Taeyeon ikut tersenyum mendengarnya.
“Baguslah, kau mendapat banyak hal yang bisa kau tulis” komentar Taeyeon
“Dae, aku sudah menuliskan banyak” kata Tiffany bersemangat
“Jinja? Berikan padaku, biar kubaca” kata Taeyeon.
“Andwe” Tiffany berkata
“Wae?” Taeyeon bingung
“Kau baca saja jika sudah terbit” kata Tiffany
“Wae? Kenapa harus menunggu nanti” tanya Taeyeon lagi
“Ani, hanya saja aku tidak percaya diri seseorang membaca tulisan ku dihadapanku sendiri. Rasanya aku mau mati penasaran menunggunya selesai membaca menanyakan komentar dan melihat reaksinya” jelas Tiffany
“Tiffany sshi, sepertinya kau benar benar menyukai menulis” komentar Taeyeon
“Dae, itu hidupku” jawab Tiffany tersenyum
“Karena demi menulis pula lah aku kesini. Spanyol” lanjut Tiffany
“Kau butuh inspirasi? Atau riset?” Taeyeon menyelidiki
“Keduanya. Sangat bagus bisa aku bisa mendapatkan keduanya” jawab Tiffany
“Lalu bagaimana denganmu Taeyeon sshi, mengapa kau pergi kesini. Spanyol?” Tiffany sekarang bertanya balik ke Taeyeon.
Taeyeon terhenti mendengar pertanyaan Tiffany. Dia diam cukup lama, dia menatap Tiffany. Kemudian tersenyum sambil menjawab
“Aku mengejar hidupku” jawabnya
“Hidupmu? Maksudnya?” Tiffany bingung
“Apa perlu untuk kuceritakan?” tanya Taeyeon
“Tentu saja” jawab Tiffany mantap
“Dan apa perlumu untuk tau?” tanya Taeyeon
“Apa salahnya untuk mengetahui itu” jawab Tiffany.
“Ani, itu salah. Karena kau tidak akan percaya jika mendengarnya”
“Cobalah, aku akan berusaha percaya” tantang Tiffany

(Theme song : I’m going to meet you – Kim Bum)

“Tiffany sshi alasanku datang ke Spanyol adalah untuk menemui mu” kata Taeyeon.
Tiffany kaget mendengarnya, dia diam sesaat kemudian tertawa kecil dan berkata
“Kau bercanda” katanya
“Ani, kau tidak percaya bukan” elak Taeyeon
“Kenapa kau ingin menemuiku? Apa kau mengenalku? Atau aku mengenalmu?” Tiffany bertanya.
Taeyeon diam sejenak, dia hanya menatap Tiffany. Mata Tiffany menunjukan bahwa dia sangat ingin mengetahui jawaban Taeyeon.
“Panny ah” kata Taeyeon dalam hati
“Palli. Cepat katakan!” perintah Tiffany
“Aku” kata Taeyeon
“Dae” Tiffany penasaran
“Aku fans mu. Fans nomer satu mu. Karena itu aku ingin bertemu denganmu” aku Taeyeon
“Yaa!!! Kau jangan bercanda!” Tiffany marah
“Sungguh. Aku fans mu. Apa perlu ku buktikan?” Taeyeon menantang
“Dae, silahkan coba” Tiffany mengangguk.
“Dari setiap novel yang kau tulis ucapan terimakasih selalu untuk orang tua, selalu menggunakan sudut pandang orang ketiga sebagai seseorang yang tau segalanya karena kau hanya menguasai hal itu. Dan yang terakhir dari semua buku yang kau tulis. Bila dirangkai sesuai huruf depan nya maka akan terbentuk kata ‘sarang – cinta’ itu karena kau selalu menuliskan cinta ditulisanmu” jelas Taeyeon.
Tiffany kembali terdiam, tidak percaya mendengarnya. Belum pernah ada yang berkomentar seperti itu. Bahkan pembaca setianya pun tidak.
“Taeyeon sshi, terimakasih kau mau datang. Terimakasih telah menemuiku. Aku sangat senang” kata Tiffany tersenyum menunjukan eyesmile nya. Taeyeon menatap Tiffany, menatap eyesmile nya yang begitu indah.
“Sama sama, Tiffany sshi” katanya

(Theme song reff That Man – Hyun Bin)

ayo komen..

gada komen ga lanjut

15 thoughts on “ALL MY LOVE IS FOR YOU chapter 2

  1. wah taeng trnyata fans ppany??tpi sekedar fans aj ato ad perasaan yg lain??yah thor kok next chapna dah epsde terakhir??jgn buru2 ending thor bkn yg pnjg chap na???

  2. wow ngebayangin adegan pas pany jatoh trus digendong taeng itu bikin senyum2 sendiri pasti sweet bgd deh hehehe

  3. Wah pany akhirnya mau nrima khadirn taeng jg, sweet bnget deh momnt mreka brdua wktu taeng ulurin tngan buat bntu pany and tiba2 gendong tiffany aish<"
    Gantle taeng!!🙂

  4. Gantle taengg hadirrrr ahahhahha
    Tae fans paling baikkk dehh dia gak benci sama tiff ya walaupun agak kecewaa tapii keren lah tetep jadi fans nya tiff biasanya kalok fans di cuekin kek tae gitu kan langsung jadi heaters
    Salut deh buat taeee ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s