Day By Day ( oneshoot ) YULSIC fanfiction

Day by day – One Shot

YULSIC

spesial kado buat ultah yuri :’) #telat

Tittle : Day by day
Author : Frinsyo ( kali ini mimin berusaha bikin walaupun cuman bisa oneshoot semoga gak gagal wkwk)

Editor : jullay
Genre : Gender Bender, Romance
Cast : Yuri, Jessica, Sunny
Main Cast : SMTOWN FAMILY

Japan 2012

Author POV
“Will we forget each other, or will we live unable to forget, forever tormented” batin Yuri
Dua tahun sudah berlalu sejak Yuri meninggalkan yeoja chingu pertama nya dan mungkin akan menjadi yang terakhir baginya. Karena sekarang hati Yuri telah berubah sebeku ice.
Sebagai seorang pelukis terkenal, Yuri melampiaskan kerinduaan nya pada yeoja chingu nya itu, melalui karya karya nya. Karya Yuri hidup karena kerinduan nya pada yeoja chingu nya, setiap tetes tinta berwarna yang di torehkan Yuri adalah senyum wanita yang dicintainya, yang masih jelas dalam ingatan. Namun sayangnya Yuri lebih banyak melukis dengan warna hitam, karena air mata wanita itu jauh lebih jelas dalam hati Yuri. Air mata ketika Yuri pergi meninggalkanya.
Hari ini Yuri mengadakan pameran, sekaligus karya terbesar nya yang berjudul “ 4 seasons in my heart“.
Yang di lukiskan pada kanvas sepanjang 5 meter dan akan di tunjukan pada dunia.
Musim pertama yang di lukis Yuri adalah SPRING.
“No matter how long the winter , spring is sure to follow” keterangan yang tertulis pada lukisan itu.
Masih jelas dalam ingatan Yuri ketika dia bertemu dengan ice princess pertama kali. Musim Semi pertama dan terindah baginya.

*Flashback*

Yuri POV
Sepulang dari galeri lukis, aku mampir ke toko bunga milik sunny, sahabatku. Tak kusangka sahabatku tengah dicaci maki oleh seorang gadis cantik dengan aura dingin dan tatapan jutek . Tentunya aku sebagai sahabat yang baik berusaha membela sahabatku, tapi yang kudapat justru tubuhku membeku dan tak dapat berbuat apapun. Masih jelas dalam ingatan kata kata darinya yang membuat jantungku berhenti
“Yak, kalau kau membela tanpa mengetahui salah atau benar, wajar saja jika dunia menyepelehkanmu” katanya, dia wanita kedua yang dapat membuat jantungku berhenti selain eomma ku.
Yah, aku memang merasa disepelahkan oleh dunia, karena kegemaranku terhadap melukis dipandang sebelah mata oleh orang orang disekelilingku. Sejak saat itu aku mulai menyukainya, saat pertama kita bertemu dalam Spriny yang indah ini, terdengar aneh memang. Tapi sepertinya aku berjodoh dengannya.
Aku bertemu lagi dengan nya untuk yang kedua kalinya. Dia adalah partner di pekerjaan baruku sebagai desain grafis disuatu perusahaan asing, tapi tetap saja dia dingin padaku. Setiap tindakan dinginya padaku membuatku makin menyukainya, sepertin­ya aku menyukai ice effect yang diberikanya. Malam itu hanya tinggal aku dan Sica yang tersisa di kantor, dengan pekerjaan yang menumpuk.
“Sica ah, kau mau kemana?” tanyaku
“Aku ingin membuat kopi, kalau kau mau buat saja sendiri, jangan suruh aku“ jawabnya dengan nada ketus, lalu pergi meninggalkanku.
5 menit kemudian lampu kantor mendadak padam
”KYAAAAA !!!“ teriak Jessica
Aku yang mendengar hal itu langsung berlari menuju dapur. Aku terjatuh berkali kali karena menabrak berbagai macam hal yang tak dapat kulihat dengan jelas dan sempat pula aku menabrak kaca, rasanya hidungku mau patah saat itu, tapi aku terus berusaha berlari mencari Sica dan melupakan rasa sakitku sejenak.
“SICA AHHH~ dimana kau?“ teriaku
“Yul, aku takut“ isaknya sambil menangis dan tiba tiba memelukku, itulah pertama kali Sica memelukku erat, aku pun terus memeluknya hingga hanya ada hening diantara kami, aku memutuskan untuk duduk di lantai sambil mengenggam erat tangan nya. Sica bersandar di pundakku, dan aku tersenyum melihatnya terlelap. Walaupun tak dapat ku elakkan hidungku masih sakit tapi sejak saat itulah aku berhasil melelehkan ice princess itu.

*Flashback end*

Author POV
Yuri tersenyum mengingat masa lalu nya. Kemudian dia bergerak perlahan, kali ini memandangi lukisan keduanya SUMMER.
“A Live without Love is Like a year without Summer” kalimat indah yang menggambarkan lukisan itu.

*Flashback*

Yuri POV
Musim panas itu, aku dan Sica mendapat liburan dari perusahaan di pulau jeju. Betapa senangnya aku bisa menghabiskan musim panas bersama yeoja chinguku yang sangat aku cintai ini. Apalagi perusahaan memberikan aku dan sica kamar yang sama,
”Sepertinya aku akan menjadi suami Sica setelah ini” pikiran jahilku berkeliaran.
“Jagi, kenapa kau hanya membawa tas sekecil ini?“ teriak Sica
“Sica ah, aku tahu kau akan membawa koper besar, jadi aku mengalah“ jawabku sambil tersenyum lebar
“Hais bilang saja kau malas “ celetuknya, aku hanya tersenym.
Kemudian aku mendekatinya dan membantunya memindahkan barang dari koper ke lemari, setelah itu aku sengaja melompat ke kasur duluan dan memenuhi kasur itu dengan tubuh jangkung ku ini
“Jagiya, kau tidur di sofa saja ya, kasur ini sudah penuh olehku, hahaha“ kataku sambil tertawa
“YAKKK !!! enak saja“ jawab sica sambil melompatke kasur dan menimpaku
“Mwo,, sica ah ~ kau makan apa,sampai seberat ini“ aku menggodanya
“Aku ini hamil anakmu yul, makannya berat“ canda sica sambil tertawa, dan aku hanya tersipu malu dengan jawabanya.
Akhirnya aku dan sica terlelap bersama .
Keesokan harinya aku terbangun oleh aroma harum masakan dari dapur, ya benar saja, ternyata Sica sedang memasakan omurice kesukaanku. Aku pun memeluknya dari belakang dan berkata
”Good morning honey“ kataku
“Yul, lepaskan .. kau bau tau!” katanya
“Aishh” jawabku dengan manyun dan berjalan meninggalkan Sica kembali ke kasur.
“Yak!! Yul !! kaumau tidur lagi , cepat gosok gigimu dan makan“ perintah Sica
“Aku tidak lapar” jawabku sambil menutup mukaku dengan bantal tetapi perutku malah berbunyi karena lapar
“Jagi, kau ngambek.. ayolah jangan ngambek“ kata Sica
“Ne, suapin aku!” kataku, dan ternyata Sica mau melakukanya, sungguh cantik yeoja chinguku ketika menyuapiku.
Setelah mandi aku dan Sica bergegas ke pantai untuk menikmati hari. Sayangnya mobil yang ku kendarai tiba tiba mogok ditengah jalan “Habislah sudah aku” gumamku
“Sica ah~ bisa kah kau membantuku mendorong mobil“ pintaku dengan cemas
“Yak!! Apa kau gila“ teriaknya lalu turun dari mobil dan jalan kaki dengan kesal
“Sungguh susahnya memiliki kekasih gunung es“ gumamku
Akupun turun dan mengikuti Sica ,dan meninggalkan mobilku begitu saja. Untung saja aku menemukan sepeda (entah milik siapa), tanpa basa basi langsung kugunakan sepeda itu untuk mengejar Jessica yang sudah jalan lebih dulu.
“Jagiya, naiklah aku masih dapat mengantarmu menuju pantai “ rengeku, sica berhenti berjalan menatapku kesal tapi detik berikutnya dia naik di boncengan belakang sepeda yang ku kendarai dan memelukku erat, aku tersenyum dan mengayuh sepeda dengan kencang
”Yul, apa kau gila naik sepeda sekencang ini , pelan pelan !!” teriaknya sambil memukul mukul pundakku.
Aku dan Sica tiba di pantai tepat ketika matahari hampir terbenam. Aku menarik tangan Sica dan berlari menuju ombak, ku genggam erat tangan dan ku mencium kening nya. “Sica ah ~ nomu saranghae“ kataku sambil berlutut memberikan Jessica cincin dari mutiara hitam (blackpearl). “nado saranghae yul” jawab s
Sica sambil menerima cincin dariku ,
dan memasangkannya di jari manis nya. Sungguh bahagianya persaanku kali ini, penuh cinta dari orang yang sangat aku cintai.

*Flashback end*

Author POV
Mata Yuri berkaca kaca mengingat kenangan indah yang dia lalui bersama Jessica. Dia tertawa dan tersenyum mengenangnya. Yuri lalu menatap lukisan ketiga miliknya WINTER
“Winter is a faith” keterangan dalam lukisan itu.

*Flashback*

Yuri POV
Hari hari telah kulalui bersama kekasihku, semakin lama kami tampak seperti pasangan suami istri. Dimana ada Sica, disitu ada aku. Namun sepertinya kata kata itu harus dihapuskan sejenak, karena aku mendapat tugas di jepang, tepatnya ke gunung fuji. Betapa beratnya aku harus menikmati akhir tahun tanpa kekasih di gunung yang bisa membuatku mati membeku .

“Sica, jaga dirimu baik baik, aku akan rajin menelponmu “
From your lovely Blackpearl

Itu adalah memo yang kutinggalkan untuk Sica sebelum aku berangkat . Sica memang terlalu sibuk akhir akhir ini, yasudahlah aku pun juga akan sangat sibuk. Setibaku di Jepang, kuputuskan untuk menelponnya. Tetapi tak ada jawaban. Aku pun berangkat ke gunung fuji, kukira aku dapat menelponya disana ternyata tidak ada sinyal sedikitpun. Sepertinya aku benar benar akan mati membeku merindukannya.

Jessica pov
Aku terlalu sibuk sesaat dengan pekerjaanku. Saat tiba di apartment, aku meneteskan air mata membaca note dari Yuri
“Aku akan sangat merindukannya “ batinku
Aku membuka ponsel yang kutinggalkan di apartment – one missed call from blackpearl – aku senang sekali membacanya, segera kucoba menelpon Yuri, tapi tidak bisa terhubung.
“Yul, kau dimana? kau baik baik saja kan?“ ratusan kali aku mengirimnya pesan itu, namun tak satupun aku mendapat balasan, bahkan ku rasa pesanku tak terkirim.
Air mataku menetes merindukannya. Aku menggengam erat cincin darinya. Aku sangat cemas, sedih, dan tak tahu lagi. Semua perasaanku bercampur aduk.

Yuri POV
Aku memutuskan untuk kembali ke Seoul malam tahun baru ini, sungguh aku tak sabar bertemu dengan kekasihku. Aku kembali tanpa memberitahunya. Setibaku di seoul , aku segera menyalakan handphone ku, dan benar dugaanku handphoneku segera Hang karena sms dari sica masuk bertubi tubi. Aku tersenyum dan segera kembali ke apartment.
Aku melihatnya tidur terlelap sambil memeluk foto kami. Air mataku menetes terharu karenanya. Aku pun segera keluar apartment untuk membeli beberapa makanan dan bir untuk pesta malam tahun baru ini. Segera aku kembali ke apartment dan menata semuanya, sambil melihat yeoja chinguku tertidur dengan anggunnya. Pukul 00.00 pun tiba aku membuka balkon apartment dan menyalakan kembang api beserta membunyikan terompet untuk membangunkannya.

Jessica POV
“Hoaam..” gumamku
Kudengar suara terompet dan kembang api begitu keras. Perlahan lahan aku membuka mataku, sungguh rasanya seperti mimpi
”Apa benar itu Yuri yang meniup terompet di balkon apartment?“ pikirku dengan ragu.
Aku pun berjalan mendekatinya dengan mengusap usap mataku.
“Selamat tahun baru , Sica !“ teriaknya Aku yakin itu Yuri, aku segera berlari dan memeluknya, menangis tak percaya
“Nomu bogoshipo, Yul “ isakku dalam pelukknya
“Nado, bogoshipo“ jawabnya sambil mengusap air mataku
“Yul, ada apa denganmu? apa kamu terluka di jepang“ tanyaku
“Aku baik baik saja, tenang lah“ jawabnya

Yuri POV
Aku segera mengendong yeoja chingu ku, dan menidurkanya di ranjang
“Yul, jangan pergi lagi“ isaknya
“Ne“ jawabku kemudian mengecup bibirnya. Dia membalasku 
(bayangin sendiri ya reader bed scene nya wkwk)
dan malam yang indah pun terjadi dia seutuhnya menjadi milikku.

*Flashback end*

Author POV
Tanpa Yuri sadar air mata nya jatuh menetes membasahi pipinya. Kenangan indah anatara dia dan Jessica sangat menyiksanya. Yuri mengusap air matanya dan kali ini memandangi lukisan terkahir miliknya. AUTUMN.
“Autumn in my heart” kata Yuri membaca tulisan di lukisan autumn miliknya.

*Flashback*

Yuri POV
Aku terpaksa meninggalkan Jessica, mengurung semua impianku dengannya. Aku harus pergi.
“Sica ah, maafkan aku, kita akhiri semuanya sampai disini“ kataku kepada sica.
“Tapi kenapa yul?“ tanyanyaa sambil menangis.
Aku tak menjawab, dengan segenap hatiku aku justru pergi meninggalkanya dan segera menaikku mobilku. Sejak saat itu aku tak pernah bertemu dengannya. Hatiku membeku oleh rasa sakit, penyesalan, duka, semuanya menjadi satu.
Aku pun segera terbang ke Jepang untuk memenuhi janjiku pada seseorang disana. Seorang anak kecil yang pernah menolong hidupku di jepang. Dia menyelamatkan nyawaku ketika aku terjatuh dari tebing dan memberikan hidupnya untuk menyelamatkanku. Dan kini gilaranku untuk menyelamatkannya. Aku akan memberikan ginjalku untuknnya. Aku siap untuk menjadi lelaki lemah cacat hanya dengan satu ginjal, tapi aku tak siap untuk menemani Sica dengan kelemahanku, aku tak ingin menyusahkannya.
Mianhe Sica-ahh.

*Flashback end*

Author POV
Yuri tak mampu lagi menahan air matanya. Hatinya begitu perih. Jessica dia masih sangat mencintai wanita itu. Bahkan 2 tahun telah berlalu sejak dia pergi meninggalkan Jessica, tapi tak sedikit pun hati dan pikiranya berpaling dari Jessica.
“Nomu nomu bogoshiposo, Sica ahh” isaknya sambil memandangi ke empat lukisan. Lukisan Maestro nya.
“Yuri!!” seseorang memanggilnya. Yuri menoleh dan mendapati Sunny sahabatnya berdiri di depan matanya.
“Sunny ah” katanya kaget
“Yaak!! Dari mana saja kau!!. Dasar brengsek!! Aku tidak menyangka kau seperti ini, kenapa kau pergi meninggalkan Jessica selama 2 tahun ini. Kau pria macam apa haa??” Sunny berteriak emosi
“Mian, aku punya alasan” jelas Yuri
“Alasan apa yang membuat seorang pria meninggalkan wanita yang tengah mengandung anaknya pergi” Sunny tetap emosi
“Apa kau bilang?” Yuri kaget.
Sunny mendengus tak percaya. Dia lalu menceritakan semuanya. Semua yang dialami Jessica selama 3 tahun Yuri meninggalkanya.
Yuri terpukul mendengarnya, seperti petir yang menyambar membuatnya mati seketika. Kenapa dia dengan bodohnya meninggalkan Jessica. Pria macam apa dia.
“Ini” Sunny memberi secarik kertas berisi alamat Jessica
“Ini alamat nya, temui dia dan dapatkan maafnya. Jika tidak aku tidak akan menganggapmu sahabatku lagi” lanjut Sunny
“Gomawo Sunny ah” kata Yuri

Seoul 2012

Author POV
Yuri berdiri terpaku di seberang jalan. Matanya tak berhenti menatap seorang gadis. Gadis cantik dalam toko bunga. Gadis itu adalah Jessica. Wanita dan sebagian jiwa Yuri.
“Selamat siang mau bunga apa?” ucapan ramah Jessica terhenti ketika melihat Yuri berada dalam toko nya.
“Sica” ucap Yuri tergagap.
Jessica membelalakan matanya kaget.
“Sica aku bisa jelaskan semuanya” kata Yuri
“Jelaskan apa? Kau mau jelaskan padaku apa?” kata Sica air matanya menetes
“Kau jelaskan pada ku apa?! Kenapa kau muncul sekarang? Pergi!! Pergilah jangan muncul, pergi!!” teriak Jessica begitu keras
“Sica jangan seperti ini, tenang lah. Aku bisa jelaskan” Yuri berusaha menenangkan Jessica.
Jessica berpaling mengambil ember berisi air lalu menyiramkan nya ke Yuri.
“Pergi!! Jangan muncul disini. Pergi!!” teriak Jessica.
Yuri mengelap wajahnya, menatap sedih Jessica.
“Andwe, aku tidak akan pergi. Aku tidak akan meninggalkan mu lagi Sica” kata Yuri. Jessica tidak mempedulikanya.
Jadilah Yuri berdiri di depan toko bunga milik Jessica. Hujan turun dengan deras saat itu tapi Yuri tetap berdiri tegak dia yakin Jessica pasti mau mendengar penjelasanya.
“Ajjusshi, kenapa kau hujan hujan ‘an seperti itu?” seorang anak kecil mendekat dan bertanya ke Yuri
“Oma ku berkata kalau hujan hujan’an kita akan sakit. Ambilah payung ku ajjusshi” anak kecil itu mengulurkan payung miliknya untuk Yuri dan membiarkan dirinya kehujanan.
Yuri berjongkok agar bisa setara dengan anak itu, dia berkata.
“Terimakasih banyak anak manis. Tapi kalau kau beri payung itu pada ajjusshi bagaimana denganmu? Kau akan sakit” kata Yuri mengelus rambut anak itu
“Andwe, oma ku berkata aku ini anak yang kuat seperti appa. Lagipula rumahku disitu” anak kecil itu menunjuk toko bunga Jessica
“Sudah dekat kan, jadi payung nya untuk ajjusshi saja” kata anak itu.
Yuri tertegun melihat anak kecil dihadapanya, hati nya berdetak kencang dan aliran darahnya mengalir cepat. Apakah mungkin anak kecil ini, dia anaknya?
“Soo Yeon!” panggil Jessica
“Oma” Soo Yeon berlari senang memeluk Jessica
“Ayo masuk” Jessica buru buru mengajak Soo Yeon masuk
“Tunggu Sica, apa dia anak ku? Apa dia anaku?” tanya Yuri tepat sebelum Sica masuk. Jessica tak menjawab pertanyaan itu, dia masuk ke dalam begitu saja membiarkan Yuri dalam hujan begitu saja.
Di dalam rumah Sica merasakan perasaan luar biasa, tubuh nya berguncang hebat karena Yuri muncul setelah 3 tahun pergi tak memberi kabar.
“Oma, siapa ajjusshi diluar sana? Apa dia appa ku?” tanya Soo Yeon
“Sudalah Soo Yeon masuk kamar mu” kata Jessica
“Apakah dia Appa ku? Jawab Oma apakah ajjusshi itu Appa?” Soo Yeon merengek, Jessica diam.
“Kenapa Oma diam, jawab Oma. Benarkah dia Appa ku? Aku ingin bertemu Appa. Aku ingin Appa mengendongku seperti Appa teman teman ku Oma. Katakan Oma” Soo Yeon menangis. Jessica tak tahan melihat anaknya menangis. Dia memeluk Soo Yeon, menenangkan nya dan berkata.
“Kwon Soo Yeon, dengar kan Ibu pria di depan itu dia Appa mu sayang” jelas Jessica
“Appa” Soo Yeon kaget, dia lalu berlari ke depan sambil berteriak mau menemui Yuri – appanya. Tapi yang ditemukan nya Yuri justru pingsan.
“Appa, bangun appa. Appa bangun” Soo Yeon menangis. Jessica kaget pula melihatnya.
Jessica lalu membawa Yuri ke rumah sakit, dan dari situ Jessica tau kalau Yuri hanya punya satu ginjal. Jessica kaget mendengarnya. Ketika Yuri siuman, Jessica datang menghampirinya.
“Karena itu kau meninggalkan ku? Karena kau tidak ingin menyusahkan ku karena kau hanya punya satu ginjal?” tanya Jessica
“Sica ah” Yuri berkata
“Kau kejam! Aku tidak akan merasa terbebani bila tau semuanya, seandainya kau mengatakan nya dari dulu. Kita bisa hidup bahagia bersama Soo Yeon” isak Sica.
Yuri memeluk Sica dan berkata
“Mianhe sica ah” katanya
“Sicaa ah, apa Soo Yeon dia anak ku?” tanya Yuri, Jessica mengangguk. Yuri tersenyum.
“Sicaa ah? Kau, maukah kau menikah dengan ku?” lamar Yuri
“Dae, aku bersedia” jawab Jessica, Yuri mengecup keningnya dan memeluknya lebih erat. Akhir bahagia untuk mereka.

Special Part

Wedding day

Yuri POV
“Kwon Yuri, bersediakah engkau menemani Jessica jung,dalam suka dan duka hingga mau memisahkan?“ tanya pastur
“Ya, saya bersedia“ jawabku

Jessica POV
“Jessica jung, bersediakah engkau menerimakwon Yuri dalam suka dan duka hingga maut memisahkan? “ tanya pastur
“Ya saya bersedia” Jawabku.
Kemudian Yuri memasangkan kembali cincin blackpearl yang dulu pernah melingkar di jariku , Yuri mencium bibirku, sungguh aku sangat bahagia. Aku akan memulai kehidupanku dengan sempurna bersama dua lelaki yang sangat berarti dalam hidupku , Kwon Yuri dan Kwon Soo Yeon.

*end*

ayooo ayoo komennya …

yang pada nungguin all my  love is for you .. keep calm for the last chapter😀

11 thoughts on “Day By Day ( oneshoot ) YULSIC fanfiction

  1. aihhh ~ slam kenal yah tor baru nemu jadi ini pertama aku komen …hihihi daebbaak..😀
    jjang deh , yulsic dapet bngt feelnya meski singkat jelas …yey ksh autor jempol yg banyak .. bikin yulsic yg begini lg yah thor klo bsa yg chapteran ..aahaha

  2. Haiii thorr salam kenal saya new reader ^_^ thor berhubung aku baca ff nya dari list jadi, komennya loncat-loncat(?) Hehehehe
    Tak kirain anaknya itu yoong ternyata bukan… untung gak sad endingggg. Happy endinggg!!^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s