ALL MY LOVE IS FOR YOU ( chapter 2 ,part 3)

 allmy

Part 3

***

(Theme song : Yo Te Amo – Chayane)

Barcelona adalah tempat yang dikunjungi Taeyeon dan Tiffany berikutnya. Tempat pertama yang mereka kunjungi di Barcelona yaitu Port vell franc de barcelona. Port vell franc de barcelona adalah nama sebuah tempat dekat pelabuhan dimana terdapat kereta gantung disana dan bila menaikinya, pemandangan Barcelona dengan bukit dan laut yang berkilauan terkena cahaya matahari akan menjadi suguhan utama. Disana Taeyeon dan Tiffany menaiki kereta gantung itu, melihat indahnya Barcelona dari atas.
“Woohhh!!” teriak Taeyeon senang di atas kereta gantung yang melaju
“Woohhhww!!” Tiffany ikut berteriak senang, Taeyeon tertawa melihat tingkah Tiffany. Tiffany ikut tertawa memunculkan eye smile.
“Barcelona, I’m here!” teriak Taeyeon, Tiffany tertawa.
Mereka lalu berbincang bincang dan bercanda sepanjang sisa perjalanan kereta gantung itu menuju tempat perhentian.
Tempat berikutnya yang mereka kunjungi adalah Casa Mila ” La Pedrera” dan Sagrada Familia. Sebuah karya arsitektur luar biasa dari salah satu Arsitek kebanggaan dunia Antonio Gaudi. Gaudi merancang kedua bangunan itu, baik Casa Mila ataupun Sagrada Familia dengan indah dan setiap detilnya begitu rumit. Casa Mila dengan dinding yang berkelok kelok seperti tebing sedangkan Sagrada Familia dengan tiang tiang batu yang kokoh. Taeyeon dan Tiffany menikmati kedua tempat itu. Saling bercakap cakap mengenai gaya arsitektur gaudi dan Sagrada Familia yang belum selesai 100% dikarenakan Gaudi meninggal sebelum pembangunan nya selesai.
Puas melihat hasil karya Gaudi, Taeyeon dan Tiffany beralih menuju Jalan La Rambla Barcelona. Jalanan paling terkenal di Barcelona. Bisa dikatakan ini seperti Myeongdong di Korea. Seluruh orang yang mengunjungi Barcelona pasti tidak akan melewatkan kesempatan berjalan di daerah itu.
“Apa yang akan kita lihat disini?” tanya Tiffany
“Ani, tidak ada. Kita hanya akan berjalan disini” jawab Taeyeon
“Untuk apa berjalan kaki disini? Apa bedanya dengan di tempat lain” komentar Tiffany
“Kau harus lebih peka, Nona. Lihat, disini begitu ramai kau bisa melihat seluruh orang dari penjuru dunia disini, itu sama artinya kau bisa melihat seluruh dunia disini” jelas Taeyeon. Tiffany menghentikan langkahnya menatap Taeyeon.
“Ada apa?” tanya Taeyeon kaget melihat Tiffany berhenti. Tiffany tidak menjawab tapi justru tersenyum dan tertawa kecil kemudian berjalan pergi meninggalkan Taeyeon. Taeyeon menatap Tiffany menjauh ikut tersenyum pula melihat tingkahnya. Kemudian dia berlari kecil mengejar Tiffany.
Plaza Catalunya adalah tempat berikutnya yang mereka kunjungi. Tempat ini adalah alun alun kota Barcelona. Selain banyak turis dan pedagang yang menjajakan barang dagangan nya baik berupa makanan, cindera mata atau yang lainya, banyak orang pula yang beratraksi disini. Mereka bisa dikatakan seperti pengamen atau pemain sirkus jalanan. Ada di antara mereka yang menggunakan kostum keluarga Simpson, ada pula yang mengubah dirinya menyerupai patung dengan mengecat dirinya bewarna seperti patung dan ada pula yang mengecat seluruh tubuhnya hitam. Tiffany tertawa tawa melihat mereka. Taeyeon ikut tertawa pula. Taeyeon lalu menawarkan Tiffany untuk di foto disana. Tiffany awalnya keberatan tapi akhirnya bersedia difoto dengan orang yang menyerupai patung.
“Gracias” ucap Taeyeon kepada orang patung itu.
“Kajja” Taeyeon menggandeng tangan Tiffany mengajaknya pergi.

(Theme Song : Yo Te Amo – Chayane)

Selain orang orang dengan banyk atraksi, para pedagang dan turis. Plaza Catalunya dikenal dengan banyak nya burung dara yang ada disana. Mereka dibiarkan terbang bebas dan bahkan ada beberapa orang yang memberi mereka makan. Bila dihitung populasi nya mencapai ratusan bahkan ribuan ekor.
Taeyeon yang menggandeng tangan Tiffany erat mengajak Tiffany ke tempat burung burung itu berkumpul. Dan sambil tetap bergandengan tangan mereka berlari bersama menembus kerumunan burung membuat burung burung itu kaget dan bertebangan. Taeyeon dan Tiffany saling tertawa bahagia dengan burung burung dara putih terbang di sekitar mereka.
“Apa itu?” tanya Tiffany menunjuk sebuah tempat air (keran) dimana orang orang antri meminum airnya.
“Ah itu, itu sebuah legenda disini” jelas Taeyeon
“Legenda?” Tiffany bingung
“Dikatakan orang yang meminum air itu akan kembali lagi ke tempat ini” terang Taeyeon
“Jinja?” Tiffany senang mendengarnya
“Kalau begitu, kajja kita coba” Tiffany menarik tangan Taeyeon menuju keran air itu.
Setibanya disana Tiffany segera meneguk air dari keran itu.
“Abasita~” kata Tiffany tersenyum eye smile
“Kim Taeyeon sshi, kau tidak minum?” tanyanya
“Ani” Taeyeon menggeleng
“Wae? Kau tidak ingin kembali ke tempat ini? Atau kau tidak percaya dengan legenda nya?” tanya Tiffany lagi.
“Justru karena itu, aku tidak mau merusak legenda nya walaupun minum aku tidak akan pernah bisa kembali ke tempat ini” jawab Taeyeon
“Wae? Apa salahnya mencoba, ayo minum. Coba sajalah, ayo minum. Palli” perintah Tiffany
“Tiffany sshi” kata Taeyeon tegas
“Waeyo?” Tiffany kaget melihat Taeyeon yang nada bicaranya berubah
“Jika aku meminum air itu, apa kau bisa menjamin aku akan kembali ke tempat ini?” tanya Taeyeon
“Tentu saja” jawab Tiffany
“Bagaimana jika tidak? Bagaimana jika aku tidak kembali walau aku sudah meminum nya? Bagaimana kalau sekarang adalah perjalanan terakhirku ke tempat ini?” tanya Taeyeon lagi
“Taeyeon sshi, kenapa kau bicara seperti itu?” tanya Tiffany balik
“Lupakan saja” jawab Taeyeon tersenyum dipaksakan. Kemudian berjalan menjauh dari keran air meninggalkan Tiffany yang menatapnya kebingungan.
“Ada apa dengan dia?” pikir Tiffany
“Yaa!! Taeyeon sshi tunggu aku” teriak Tiffany lalu berlari mengejar Taeyeon.

***

Malam hari tiba, ketika Tiffany tiba di kamar nya dia dikejutkan dengan adanya sebuah kotak kado besar berwarna burgundy dengan pita putih.
“Wow” kata Tiffany kaget, dia membuka kotak kado itu yang ternyata berisi gaun malam yang sangat indah.
‘AKU TUNGGU SATU JAM LAGI DI BAWAH. KIM TAEYEON’
Tiffany tersenyum membaca pesan yang tertera di kado itu.
Dengan senyum yang terus merekah di wajahnya Tiffany bergegas untuk mandi dan mempersiapkan diri untuk makan malam dengan Taeyeon.

***

Taeyeon berjalan mondar mandir di loby hotel. Sudah 15 belas menit berlalu dari batas waktu yang diberikan Taeyeon kepada Tiffany untuk bersiap siap.
“Kenapa wanita berdandan begitu lama sekali” gerutu Taeyeon.
Taeyeon sendiri sudah menggunakan Tuxedo hitam membuatnya terlihat lebih tampan lagi. Taeyeon mulai resah karena kesal menunggu pada saat itu juga Tiffany turun dari tangga. Taeyeon terpukau melihat Tiffany yang begitu cantiknya. Tiffany menggerai rambutnya dengan di tata sedikit bergelombang, dia menggenakan gaun malam pemberian Taeyeon yang berwarni pink soft yang cocok sekali dengan kulit Tiffany.
“Taeyeon sshi” sapa Tiffany sambil tersenyum eye smile, Taeyeon tak membalas. Dia terpukau sekali dengan memasang tampang takjub.
“Kau cantik sekali” puji Taeyeon, Tiffany tertunduk malu
“Ayo” Taeyeon menawarkan lengan nya untuk di gandeng Tiffany. Tiffany menggandengnya sambil tersenyum malu malu.
Malam ini Taeyeon mengajak Tiffany ke sebuah Restoran bernama Can Travi Nou. Restoran ini berbentuk seperti kastil kecil dengan tembok bata merahnya yang dipenuhi tanaman merambat yang sungguh indahnya bewarna burugundy. Interior restoran ini sungguh klasik dengan lampu lampu sedikit redup, seakan akan kunang kunang lah cahaya yang menerangi tempat itu. Ini semua nya membuat Restoran itu nampak begitu romantis.
“Woww” Tiffany kagum dengan keindahan tempat itu
“Indah sekali” lanjutnya ber eyesmile. Taeyeon membalas senyum nya sambil menarikan kursi untuk Tiffany.
“Gracias” kata Tiffany
“Denada Senorita” jawab Taeyeon, Tiffany tersenyum.
Mereka berdua kemudian memesan menu dan tak lupa anggur. Selain Prancis red wine milik Spanyol adalah wine terbaik yang ada di dunia.
Tak lama pesanan mereka tiba, sambil menyantap hidangan yang ada Taeyeon dan Tiffany bercanda ringan.
“Auw..” Taeyeon tiba tiba mengeluh
“Ada apa?” Tiffany khawatir melihat mimik Taeyeon yang berbeda
“Aku, sepertinya butuh ke toilet. Perut ku sakit” jawab Taeyeon cengigisan sambil menahan sakit. Tiffany mendengus. Tanpa persetujuan dari Tiffany, Taeyeon segera berlari ke toilet.
Taeyeon kembali tepat ketika pelayan menyuguhkan anggur untuk mereka.
“Abasita~” Tiffany memekik pelan setelah meneguk sedikit anggur.
“Begitu enak kah?” tanya Taeyeon, Tiffany mengangguk mengeluarkan aegyo nya. Taeyeon tersenyum.
Seorang pria bertubuh besar dengan bulu yang lebat dan sedikit tua tiba tiba muncul dan memainkan piano. Tiffany menoleh ke arahnya karena dia membawakan instrumen dari lagu favoritnya She – Elvis Costello. Tamu lainya yang berada di tempat itu turun untuk berdansa mendengar instrumen lembut nan merdu.
“Ini lagu kesukaanmu” kata Taeyeon, Tiffany terkejut Taeyeon tau.
“Maukah kau berdansa denganku?” Taeyeon memohon, Tiffany tersenyum
lalu mengangguk.

(Theme song : She – Elvis Costello)

Mereka pun mulai berdansa. Jarak di antara mereka begitu dekat dan mata mereka saling bertemu.Taeyeon menatap dalam mata Tiffany.

She maybe the face I can’t forget.
The treasure pleasure of regret.
Maybe my treasure or the price I have to pay.
She maybe the song the summer sing, maybe the chill the autumn brings.
Maybe a hundret different faces, within a measure of a day.
She maybe miror of my dream.
The smile reflected in a stream.
She maybe the reason I survive.
The way and where for I’m alive.
The meaning of my life is she.
She.

Tiffany membalas tatapan mata Taeyeon. Mereka saling menatap dengan tatapan penuh cinta. Lalu dengan begitu saja Taeyeon mengecup bibir Tiffany. Tiffany kaget melepaskan bibirnya dari bibir Taeyeon. Taeyeon terus menatap Tiffany lekat dengan tatapan yang meluluhkan hati. Dia kemudian mencium kening Tiffany dan Tiffany diam tak menolak. Taeyeon menatap Tiffany lekat lagi, secara perlahan lahan mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany dan kembali mengecup bibir Tiffany. Tiffany tidak menolak kali ini, dia justru membalas ciuman Taeyeon. Dan jadilah saat itu mereka berdua saling berpanggut bibir. Menikmati indahnya cinta dengan musik yang indah pula.

***

Matahari pagi Barcelona menembus kamar Tiffany menyebabkan Tiffany terbangun dari tidurnya. Dia mengusap ngusap matanya menguap karena belum sepenuh nya sadar. Sedetik kemudian dia berteriak begitu keras melihat Kim Taeyeon tertidur lelap disebelahnya. Taeyeon terbangun.
“Eottokhe? Apa yang telah terjadi? Eottokhe?” Tiffany bingung
“Waeyo?” Taeyeon menggaruk garuk kepalanya masih belum sadar seratus persen
“Yaa!! Apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan disini?!?” teriak Tiffany, Taeyeon lalu sadar kalo dia sedang berada di atas kasur Tiffany.
“Mungkinkah…” Taeyeon berpikir lalu melihat dirinya yang masih berpakaian lengkap. Dia menghela nafas lega.
“Yaa!! Katakan bagaimana bisa kau disini! Kau apakan aku ha?” Tiffany berteriak
“Kau lupa Nona? Semalam kita berciuman di restoran” goda Taeyeon
“Yaa!!” Tiffany kesal melempar bantal ke arah Taeyeon. Taeyeon menangkap bantal itu sambil tersenyum. Dia kemudian bangkit berdiri dan berkata.
“Tenanglah aku tidak menyetuhmu sedikit pun. Aku tidak akan melakukan hal yang kau pikirkan tanpa sepertujuan mu. Dan mengenai ciuman itu” kata Taeyeon berhenti sejenak
“Tiffany sshi sarangheyo” lanjutnya, Tiffany kaget
“Aku menyukaimu, aku sungguh menyukaimu” Taeyeon memantapkan lagi
“Taeyeon sshi” ucap Tiffany lirih, Taeyeon tersenyum.
Melihat reaksi Tiffany yang masih bingung mau berkata apa, Taeyeon memutuskan untuk izin diri pergi ke kamarnya dan berpesan agar Tiffany menemuinya di loby satu jam lagi untuk melanjutkan perjalanan mereka.

***

Tiffany berjalan dengan senyuman tergambar jelas di wajahnya. Dia sudah tak sabar menemui Taeyeon dan mengatakan kalau dia juga menyukai Taeyeon.
“Taeyeon sshi” panggil Tiffany ceria
“Kau sudah siap?” tanya Taeyeon, Tiffany mengangguk
“Kalau begitu, kajja” ajak Taeyeon tapi tepat ketika itu juga Taeyeon mendadak sakit perut lagi.
“Auw” katanya
“Waeyo?” Tiffany khawatir
“Sepertinya aku perlu ke kamar mandi lagi. Ini mulas dari semalam” jawab Taeyeon cengegesan dan segera berlari menuju toilet. Tiffany mendengus sambil tersenyum memperhatikan tingkah Taeyeon.
“Yaa! Taeyeon sshi tas mu jatuh” teriak Tiffany tapi Taeyeon tak mempedulikan nya.
Tiffany lalu memungut tas Taeyeon. Dia hendak menutup tas nya yang terbuka, tapi muncul keinginan yang entah timbul dari mana untuk membuka tas nya. Tas Taeyeon hanya berisi dompet, handphone dan air mineral. Tiffany lalu membuka dompet Taeyeon dan terkejut melihat fotonya terpampang disitu.
“Taeyeon sshi” katanya dalam hati
Dia tersenyum memandangnya dan melanjutkan aktifitas memeriksa tas Taeyeon. Tiffany merasa ada yang aneh. Taeyeon berkata kalau dia korban pencurian tapi uang tunai di dompet nya sangat banyak. Selain itu baik tanda pengenal dan kartu ATM, kredit nya masih tersusun rapi. Lalu apa yang dicuri darinya? Handphone nya juga masih ada. Tiffany bingung dan bertanya tanya.
“Mian, membuatmu menunggu” kata Taeyeon yang sudah kembali dari toilet
“Taeyeon sshi, katakan padaku yang sebenarnya. Apa kau benar benar korban pencurian?” tanya Tiffany, Taeyeon kaget mendengarnya tapi detik berikutnya dia sadar bahwa tas nya sudah berada di tangan Tiffany. Taeyeon diam cukup lama sampai akhirnya menjawab.
“Mianhe Tiffany sshi, aku berbohong. Aku tidak kecurian waktu itu” jawab Taeyeon. Seperti ada petir pagi itu hati Tiffany mencelos.
“Kenapa kau berbohong?” tanya Tiffany
“Mianhe. Jeomal Mianheyo, saat itu aku hanya ingin bercanda” jawab Taeyeon
“Kau kira bercanda mu itu lucu?” kata Tiffany
“Saat kau berkata seperti itu dulu aku memperlakukan mu dengan kasar. Kau mengatakan kecewa padaku karena perlakuan ku seperti itu. Kau tau aku memikirkan nya sampai tidak bisa tidur, menyesali perbuatan ku. Tapi kalau tau kau hanya bercanda seharusnya aku tidak perlu repot repot memikirkan ucapanmu” lanjut Tiffany
“Tiffany sshi” sela Taeyeon
“Aku merasa kasihan padamu. Bagaimana bisa seseorang bertahan tanpa uang sedikitpun. Kalau tau itu hanya bercanda seharusnya aku tak perlu kasihan” Tiffany melanjutkan
“Kau fans ku bukan? Kau tau aku paling tidak suka orang membohongiku. Saat orang tua ku mulai menunjukan ketidak harmonisan mereka. Mereka membohongi ku, berkata bahwa tidak terjadi apa apa tenanglah. Tapi mereka pada akhirnya justru bercerai” Tiffany mulai emosi
“Taeyeon sshi, kau mengajarkan banyak hal padaku. Hari hari yang ku lalui disini bersamamu tidak ada yang tidak menyenangkan. Kau membuatku bisa menuliskan cinta lagi itu karena sepertinya aku, yang sudah tidak percaya akan cinta itu mulai mempercayainya lagi setelah jatuh terhadapmu” bibir Tiffany bergetar mengucapkanya, Taeyeon kaget mendengarnya
“Tapi kau saat ini, dengan perkataanmu yang membuatku merasakan banyak hal. Kata katamu yang terdengar begitu hebat, semuanya aku mulai meragukanya. Apa itu semua tulus atau hanya salah satu leluconmu? Mana yang benar?” Tiffany menahan nafas mengatakan itu
“Ani, kau tidak perlu menjelaskan apa apa. Aku sudah tau semuanya. Kau sama sekali tidak mengerti aku, kupikir kau bisa memahamiku tapi ternyata aku salah. Kau benar benar mengecewakan Taeyeon sshi” air mata Tiffany jatuh. Air mata Taeyeon ikut jatuh pula.
“Panny ah, aku selalu tulus terhadapmu. Kau … tapi jika tidak ada orang di dunia ini yang bisa kau percaya, kau hanya perlu mempercayai hatimu” Taeyeon berkata kemudian pergi meninggalkan Tiffany berdiri sendiri dengan sejuta perasaan yang menyerangnya. Perasaan yang membuat dia ingin berteriak dan menangis.

To be continued~

PS : setelah ini chapter terakhir, di chapter 3 nanti akan ada 3 part + special part. Maaf baru bisa menulis sekarang dan terimakasih sudah mau membaca FF buatan saya. Tunggu kelanjutan FF ini banyak kejutan – Jullay.

15 thoughts on “ALL MY LOVE IS FOR YOU ( chapter 2 ,part 3)

  1. Annyeong thor,,reader baru^^
    Walah,nih gmna yach?Ntar baca lgi ja di wal chap.Jadinya,baru ketemu nih wap.Heheh
    Hemm,,tae kenapa sakit perut mulu nih?Ckck.Mules yach?Heheh
    Walah,Ppany beneran kecewa tuh.u,u jangan sampei berpisah TaeNy.
    Ditunggu banget thor,next chapny?^^

  2. sebenernya taeng itu fansnya fany atau mungkin taeng itu udah kenal fany hanya saja fany yg lupa sm taeng makanya taeng tau semua ttg fany trus kenapa harus boongin fany juga..

    figthing thor….

  3. jgn2 taeng ntu ad pnyakitna ya mkany sering k toilet buat nutupin pnyakitnya??
    akh seneng na ad kisseuan??
    taeng kmu jgn boongin ppany katakan yg sejujurna??
    yah dah mw ending aj lg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s