All My Love is For You chapter 3 (end)

allmy

***

Taeyeon POV

Page 1 – Mar, 27th.
“Ini adalah yang pertama bagiku. Menulis. Suatu hal yang disukainya, mungkin rasa suka nya menulis lebih besar dari rasa suka nya padaku. Ani, dia mungkin melupakan ku karena terlalu sibuk menulis. Karena itu aku memulai ini, menulis. Supaya aku bisa merasakan perasaan bahagia nya ketika menulis dan alasan lainnya adalah penyakit ini”

Page 2 – Mar, 30th
“Penyakit ini sama dengan penyakit eomma. Ini menyebalkan ketika dia pergi dan meninggalkan penyakit sama yang dideritanya untuk ku. Kanker Adrenal”

Page 3 – Apr, 12th
“Aku mulai menikmati ini. Penyakit ku dan menulis buku harian ini”

Page 4 – Apr, 26th
“Kurasa, aku harus pergi menemuinya”

Page 5 – Mei, 18th
“Menemui nya berarti aku harus menemukanya. Tapi sepertinya sulit”

Page 6 – Mei, 20th
“Orang tua nya bercerai bulan lalu”

Page 7 – Mei, 29th
“Aku menemukan nya tapi hanya bisa melihat dari jauh. Kurasa keberanian ku masih kurang. Hanya menghawatirkan seandainya dia tidak mengenaliku”

Page 8 – Jun, 7th
“Seperti 007 rasanya, selalu melihatnya dari jauh belakangan ini”

Page 9 – Jun, 15th
“Dia menghilang lagi”

Page 10 – Jul, 2nd
“Masih belum bisa menemukan nya”

Page 11 – Jul, 7th
“Dreaming. Sepertinya itu Perancis atau mungkin Spanyol”

Page 12 – Aug, 1st
“Bogoshipo”

Page 13 – Aug, 17th
“Haruskah aku menyerah?”

(Theme Ost : Bogoshipo OST stairway to heaven)

Page 14 – Aug, 26th
“Aku menemukanya. Dia terbang ke Spanyol. Kupikir ini kesempatan terakhirku, karena itu aku memutuskan terbang mengikutinya. Kami satu pesawat, tapi seat kami berbeda. Karena itu aku meminta orang yang duduk di sebelahnya untuk bertukar seat denganku. Kurasa aku bisa mengarang cerita ini tidak sengaja kalau dia mengenaliku. Aku berdiri cukup lama memandanginya dari belakang sebelum duduk, kulihat dia sedang asyik menulis. Tapi tiba tiba dia merobek kertas nya dan membuangnya. Kuambil kertas itu.
“Nona, apa ini kertasmu?” tanyaku, berharap dia menoleh dan melihat aku.
“Buang saja aku tidak butuh” jawabnya tapi aku justru membaca isi kertas itu.
“Mau tau arti cinta bagiku?” kata ku
“Cinta itu seperti menunggu taxi di hari hujan. Ketika kau menunggu dia tidak akan datang, tapi ketika kau tidak menunggu dia akan datang”
Andai dia tau maksud perkataan ku itu, kalau dia bertemu denganku orang yang mencintainya pada saat yang dia kira.
Aku duduk disebelahnya, masih berharap dia menoleh, memandangku dan mengenaliku. Tapi dia tidak melakukanya. Kuajak dia berbicara tapi tak satupun dibalas.
“Siapa namamu nona? Aku Kim Taeyeon” kataku dan dia menoleh. Kukira waktu itu dia mengingat namaku, mengenalinya tapi tidak.
“Aku tidak ingin tau siapa namamu. Bisakah kau untuk diam dan tidak berisik” katanya dengan ketus
Apa dia sudah lupa? Apa dia tidak ingat? Benarkah?
Pertanyaan itu menghantui pikiranku. Aku berusaha mengajaknya bicara lagi tapi reaksinya sama ketus.
Dia yang duduk di depanku saat itu berbeda dengan dia lima belas tahun lalu dalam ingatanku. Yang sama hanyalah aku selalu menyukainya.
Makan malam dalam penerbangan itu. Seafood, ada udang, kepiting dengan lada. Penyakit ini melarangku memakan itu, tetapi kumakan. Aku tidak ingin dia curiga kenapa aku tidak makan, tapi dia justru tidak menyentuh makanan nya. Aku mulai melucu dengan mengajari nya cara tidak mabuk tapi aku justru muntah di bajunya. Memalukan. Bukan karena mabuk tapi itu karena penyakit ini. Dan dia menamparku tapi menerima tamparan itu entah mengapa membuatku sangat bahagia. Aku mengikutinya turun dari pesawat dan sengaja menginap di hotel yang sama dengan nya. Aku tidak ingin tau lagi apa dia mengingatku atau tidak. Aku, akan membuatnya mengingatku dan tidak akan pernah melupakan ku lagi”

Page 15 – Aug, 28th
“Dua hari dia hanya duduk di restoran hotel dan menulis. Dia seperti orang bodoh melakukan itu. Tapi dibanding dia aku jauh lebih bodoh. Duduk dan memandanginya selama dua hari di meja yang bersebrangan denganya. Dia cantik. Lima belas tahun berlalu dan dia semakin cantik.
“Yaa, panny ah. Kau tidak mengenalku? Sungguh kau tidak mengenalku? Apa kau lupa padaku? Atau kau melupakanku?” kataku seorang diri sambil menatapnya saat itu. Aku memutuskan untuk memulai pembicaraan denganya. Kusuruh dia pergi keluar tapi reaksi nya sama. Aku mulai putus asa ketika melihatnya, tapi tidak disangka dia menuruti nya. Dia pergi keluar dan aku kembali menjadi 007, mengikutinya dari belakang. Dia hampir saja dicopet di burgundy street tapi aku bisa mencegahnya. Aku berbohong padanya mengatakan bahwa aku korban pencopetan supaya dia tertawa karena bual’an ku tapi reaksinya tidak seperti itu. Dia, bukan hanya tidak mengenalku dan berubah dia mengecewakanku”

Page 16 – Aug, 29th
“Kim Taeyeon mungkin kau yang pabo. Lima belas tahun itu waktu yang lama kenapa dia harus mengingatmu selama itu, kenapa sekarang kau berharap dia mengenalimu. Janji lima belas tahun lalu itu hanya permainan anak kecil kenapa kau mempercayainya. Kenapa kau berharap dan menunggunya. Kenapa kau harus memikirkan dan merindukanya. Kau pabo Kim Taeyeon, pabo sekali”

Page 17 – Aug, 29th
“Apa dia mulai mengenaliku? Ani, dia bahkan tidak mengingat namaku. Dia memintaku menjadi tour guide nya. ҉(‾▿‾҉) ҉(‾▿‾)҉ (҉‾▿‾)҉ ”

Page 18 – Aug, 31th
“Dia bertanya untuk apa aku ke Spanyol? Aku pergi untuk menemui mu, untuk mengejar hidup ku, yaitu kau”

(Theme Song : Insa – Kim Jaejong)

Page 19 – Sep, 1st
“Aku rasa aku cukup hebat. Aku bisa menyembunyikan semua rasa sakit ku di depan nya dan aku bisa membuatnya jatuh padaku. Aku masih ingat rasa bibirnya, manis. Wajahnya yang begitu dekat indah, serta lagu favoritnya itu kukira mewakilkan perasaanku
She maybe the face I can’t forget.
She maybe the song the summer sing, maybe the chill the autumn brings.
She maybe miror of my dream.
She maybe the reason I survive, the way and where for I’m alive.
The meaning of my life is she.
She
Tapi seperti yang pernah dia tulis, selalu ada akhir dalam sebuah kebahagiaan dan inilah akhirnya untuku.
Miahanda, Saranghanda”

Page 20 – Dec, 2nd
“Times Up, waktu ku habis, ini tinggal sebentar lagi, aku merasakan nya. Mencapai hari ini kulewatkan lagi menjadi 007, mengikutinya dari belakang, dia tidak tau dan tidak perlu tau. Kurasa aku salah menginginkan dia selalu mengingatku, aku ingin dia melupakanku tanpa bekas, tapi seandainya dia berhasil. Aku, akan selalu menunggu di keabadian sana. Sarangheyo Tiffany”

Taeyeon POV end

***

Sooyoung keluar dari lift berjalan menuju apartement Tiffany. Dia terheran heran kenapa pintu apartement Tiffany terbuka. Sooyoung masuk dan berteriak
“Tiffany” teriaknya
Sedetik kemudian Sooyoung berhenti berteriak karena menemukan Tiffany tersungkur menangis histeris begitu pilu, Sooyoung segera berlari memeluknya.
“Kau kenapa? Tenanglah” kata Sooyoung tapi Tiffany semakin keras menangis, menjerit.
Sooyoung memeluk lebih erat berusaha menenangkan tapi Tiffany terus meronta ronta menjerit pilu, membuat Sooyoung mersa sedih melihatnya.
“Tiffany, katakan ada apa? Kenapa kau seperti ini?” air mata Sooyoung menetes tak tega melihat sahabatnya seperti itu, tapi lagi. Tiffany tak menjawab, Sooyoung semakin khawatir sampai akhirnya dia menemukan sebuah buku yang dipegang erat Tiffany. Sooyoung merebut buku itu, membukanya.
“Kim Taeyeon” katanya kaget

***

Sooyoung membantu Tiffany untuk duduk di ranjangnya.
“Minumlah kau akan tenang” Sooyoung menyuruh Tiffany meminum air, Tiffany meminumnya.
Sooyoung memandangi Tiffany penuh iba.
“Aku…” Tiffany berkata akhirnya
“Aku marah padanya karena dia berbohong” air mata Tiffany kembali menetes
“Aku kira dia sama seperti eomma dan appa, pembohong dan berpura pura” isak Tiffany mulai terdengar
“Tapi aku….” Tiffany berhenti sejenak mengatur nafas karena sesenggukan
“Aku yang salah, aku yang salah” katanya disusul isak yang pilu.
Sooyoung kembali meneteskan air mata melihat Tiffany.
“Aku yang salah, aku” teriak Tiffany tercekat
“Aku tidak mengingatnya, aku melupakannya, aku mengecewakanya, aku kejam, aku salah” Tiffany semakin keras menangis.
“Aku salah” suara tangis pilu Tiffany terdengar.
“Ani, ani. Kau tidak salah. Tidak” kata Sooyoung sambil mengelap air matanya.
“Panny ah, kau tidak melupakan nya. Kau tidak melupakan Kim Taeyeon karena sengaja itu semua karena kecelakaan” jelas Sooyoung
“Apa maksudmu?” tanya Tiffany
Sooyoung diam cukup lama, dia mengambil nafas dalam kemudian berkata
“15 tahun yang lalu, saat kau pindah ke Seoul tak butuh waktu yang lama untuk kita menjadi seperti saat ini. Kita sangat akrab, kau tau kan? Dulu kau sering bercerita tentang Kim Taeyeon, kau selalu mengatakan ‘kau menyukainya’ dan saat kau besar nanti kau hanya ingin menikah denganya” cerita Sooyoung
“Hari itu kau datang ke rumah ku. Kau bilang orang tua mu melarang pergi ke Jinan padahal kau harus pergi untuk menepati janjimu pada Taeyeon. Karena itu aku, membantu mu untuk pergi. Kau dan aku, kita kabur dari rumah untuk pergi ke Jinan. Tapi, kau kecelakaan. Kau tertabrak mobil di dekat stasiun” Sooyoung berhenti cukup lama kemudian melanjutkan cerita nya
“Kau tidur cukup lama setelah kecelakaan itu, 2 minggu kurasa. Saat itu aku terus menunggu mu karena merasa bersalah atas kecelakaan yang menimpamu. Saat kau bangun, kau lupa akan pria itu. Kau lupa pernah ke tinggal di Jinan. Dokter mengatakan kau amnesia, tapi hanya beberapa ingatan saja yang hilang. Entah karena ingatan itu terlalu berharga dan kau pikirkan terus atau karena hal lain. Tanpa kau sadar kau melupakanya, Kim Taeyeon” kata Sooyoung
“Tiffany, mianhe. Aku tidak menceritakan dan bercerita apa apa selama ini. Aku rasa kau akan terluka bila aku memberi tau mu, karena itu aku menyimpanya dan tidak pernah mengungkit tentang Kim Taeyeon lagi begitu pula yang dilakukan appa dan eomma mu. Mianhe, mianhe Tiffany” Sooyoung menangis merasa bersalah.
Tiffany diam mematung mendengarnya, dia tidak tau harus berkata apa, air matanya menetes.
“Kim Taeyeon” panggil Tiffany dalam hati.

Part 3

***

2 tahun kemudian

Tiffany berada di Incheon Airport saat ini. Dia duduk dan menunggu pesawatnya lepas landas. Saat dalam keheningan dia menunggu HP berbunyi.
“Suzy” kata Tiffany melihat nama yang tertera dalam HP nya
“Yeobseyo” katanya
“Eonnie” balas suara dari seberang suara Suzy
“Aku sudah selesai membaca buku mu ‘All My Love is For You'” lanjut Suzy
“Benarkah?” kata Tiffany tersenyum
“Dae, dan kau tau aku suka kata kata terakhir dalam buku mu ‘even if you leave me far away, if I close my eyes, your heart will be near. All my love is for you, nothing left to lose, because I know the meaning and strength of your love than anybody else’ sangat indah” jelas Suzy
“Gomawo, Suzy-aa” Tiffany tersenyum
“Aku masih tidak menyangka eonnie kita menjadi akrab seperti ini sekarang” kata Suzy
“Tidak ada yang tau akan takdir itu” balas Tiffany
“Dae. Eoonie, mianheyo” kata Suzy
“Waeyo? Kenapa kau meminta maaf?” tanya Tiffany heran
“Ani, aku hanya ingin mengatakan itu. Tidak boleh memangnya?” tanya Suzy balik
“Ani, hanya saja terdengar aneh” jawab Tiffany
“Kau jadi pergi eonnie?” Suzy bertanya lagi.
Tiffany mengangguk lalu menjawab
“Dae, aku di Incheon sekarang dan sebentar lagi berangkat”
“Apa tidak apa bagimu ke Spanyol lagi?” Suzy sedikit khawatir
“Ani, aku merindukan tempat itu” Tiffany menenangkan
“Baiklah kalau begitu, nikmati perjalanan mu eonnie. Have fun” ucap Suzy sebelum menutup telepon nya.
Tiffany tersenyum senang mendapatkan telepon dari Suzy. Setelah kejadian yang kurang mengenakan di awal pertemuanya lagi dengan Suzy setelah 15 tahun berlalu, lama kelamaan Suzy dan Tiffany menjadi akrab.
Sementara itu Suzy menutup teleponya. Dia yang duduk di meja belajar dalam kamarnya memandangi buku Tiffany yang sekarang menjadi bestseller nomor 1 sambil tersenyum. Lalu Suzy mengambil sebuah foto dari dalam lacinya, dia tersenyum menatap foto itu lalu bicara kepadanya
“Oppa, dia pasti akan terkejut” katanya kemudian tertawa dan mencium foto itu. Foto dirinya diantara dua orang pria.

***

Ketika datang kepadaku sebuah pertanyaan seperti apa cinta itu?
Cinta adalah …
Ketika mata ini terus menatap mu menghilang di ujung jalan.
Ketika kau menjawab semua pertanyaan dihatiku dan jawabanmu selalu mengusik pikiranku.
Pengetahuan mu yang terlalu dalam tentangku dan keinginan ku yang begitu besar untuk mengenalmu.
Ketika aku dan kamu sama sama ingin mewujudkan keingin kita di tempat itu.
Saat aku berpikir kalau aku ini tidak waras dan hanya kau yang menganggap itu wajar.
Cinta adalah …
Sebuah bejana waktu di mana aku dan kamu berjalan di dalamnya membuat banyak kenangan bersama.
Tapi sepertinya aku belum tau banyak apa itu cinta, mungkin sebuah kelengkapan yang masih terbawa olehmu saat kau terbang pergi.

KREKK…
Tiffany merobek kertas itu. Mengangkatnya, membacanya sekali lagi lalu tersenyum senang. Dia merasa cukup baik, dia menuliskan cinta dengan jujur. Tiffany saat ini duduk di dalam pesawat yang akan terbang landas menuju Spanyol. Tiffany kemudian meletakan kertas yang berisi tulisan nya di seat sebelahnya. Tapi kertas itu jatuh, ketika Tiffany mau mengambilnya seseorang berhasil memungut kertas itu dari pada dia.
“Nona, apa ini kertasmu?” tanya pria yang memungut kertas Tiffany. Tiffany diam tak menjawab karena terpaku melihat pria dihadapanya. Sementara itu pria itu tersenyum melihat Tiffany lalu dia membaca isi kertas Tiffany.
“Mau tau arti cinta bagiku?” kata pria itu.
“Cinta itu seperti menunggu taxi di hari hujan. Ketika kau menunggu dia tidak akan datang, tapi ketika kau tidak menunggu dia akan datang” jawab Tiffany masih terpaku. Pria itu tersenyum mendengarnya.
“Kau benar, Tiffany sshi” kata pria itu tersenyum. Tiffany lalu membalas senyuman nya. Mereka berdua tersenyum sambil menatap satu sama lain.

FIN

Note : terimakasih sudah mau menunggu dan aku harap kalian mau menunggu lagi untuk Special Edition ‘kisah masa kecil Taeny dan jawaban pertanyaan kalian’, terimakasih. Jullay.

kalau mau special partnya cepet komen yang banyak :p

23 thoughts on “All My Love is For You chapter 3 (end)

  1. Walah thor,, qu bener tersentuh lho.Kekek
    So, cwok ntuh sapa? Kembaran TaeYeon? Heeh. Cuman nebak lah. Kekek
    Okelah,, thor aku bener-bener udah gak sabar nunggu special partnya.
    So, jangan lama-lama yach? Heeh

  2. kyaaa… itu Taeng idup lagii… huaaa kok bisaa???hehe

    New reader… Maap baru comment di part ini… but semua ff.nya keren😀

  3. thor ntu mksdna gmn??taeng emnk hidup n suzy boong klo taeng mnggal pa taeng pny kmbarn??tp klo taeng pnya kmbran org yg dsukain ppany bda dund??
    pnsaran sangat….

  4. Ya..knpa bgitu sdih dngan cerita ini…:'(
    Disaat pany ingat taeng, taeng malah prgi huah…pling g tahan lok taeny pisah😥
    Trus tu cow siapa? Bkin pnsran ja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s