All My Love is For You (special chapter)

ALL MY LOVE FOR YOU – Special Part

( yang penasaran sama kisah masa lalu taeny silahkan dibaca )šŸ˜‰

allmy

Tittle : All My Love for You
Author : Jullay
Cast : Taeyeon, Tiffany, Sooyoung SNSD dan Suzy Miss A – JYP ENT
Main Cast : SMTOWN FAMILY + JYP ENT

Jinan, 1997

Part 1

***

Seorang bocah laki laki berusia 10 tahun nampak sedang dihadang oleh segerombolan anak nakal yang berusia sama denganya. Bocah itu nampak nya dibenci karena sekarang mereka tengah mempermainkan dia sambil menghina nya.
“Ada apa kau mau menangis?” ledek anak laki laki tinggi berbaju merah
“Kau mau menangis? Kau mau mengadukan kami?” sambung anak berbaju hijau disebelahnya
“Mengadukan pada siapa? Dia tidak punya Ibu, dia anak yatim” seorang dari mereka berceletuk kemudian terdengar suara tawa menghina
“Diam kalian semua!” teriak bocah yang sedari tadi diganggu
“Hey anak baru, kau berani membentak ku? Baru pindah sebulan disini dari Busan saja kau sudah belagu, disekolah kau sangat sombong tidak mau berbaur, kau juga tidak mau mematuhi kami, bagaimana nanti nanti ha??!?” anak tinggi berbaju merah tadi balas berteriak
“Iya, kau akan semakin melunjak. Kita beri pelajaran saja dia!” kini giliran anak gendut berbaju biru berkata
Semua anak setuju untuk memberi pelajaran bocah kecil tak berdaya itu. Mereka mendorong dorong dan memukul bocah laki laki pendek itu. Si bocah sendiri sudah mencoba melawan tapi apa daya nya dia kalah jumlah dengan segerombolan anak nakal yang jumlah mereka mencapai 5 orang.
“Yaa!! Kalian hentikan semua!!” suara seorang gadis berteriak terdengar. Gadis itu datang mendekat dengan menaiki sepedanya.
“Yaa, kalian semua hentikan!!” teriaknya sambil turun dari sepeda.
“Siapa kau? Berani nya memerintah kami” teriak si tinggi baju merah
“Heyy, itukan ‘Gadis terkenal’ kau tak kenal dia. Dia Hwang Mi Young. Ayahnya Manager di pabrik tempat ayah kita bekerja. Kalau kita macam macam dengan dia, ayah kita bisa dipecat. Lalu nasib kita juga akan habis” bisik si gendut berbaju biru pada si tinggi baju merah
“Kau dengar kata teman mu bukan? Jadi sana cepat pergi, sebelum ku adukan kalian semua pada appa ku!!” teriak Mi Young.
Gerombolan anak nakal itu dengan pasrah akhirnya mematuhi perintah Mi Young karena takut ayah mereka dipecat. Mereka pergi menjauh.
Selepas gerombolan anak nakal itu pergi menjauh Mi Young segera berlari menghampiri bocah laki laki yang terpuruk kesakitan dengan luka luka nya.
“Kau tidak apa apa? Apa kau baik baik saja?” Mi Young tampak khawatir
“Pergilah, aku baik baik saja, aku tidak butuh bantuan mu” bocah pendek itu justru mengusir Mi Young
“Yaa, kau!” Mi Young menyundul kepala bocah laki laki itu, sang bocah terkejut.
“Lihat keadaanmu! Luka luka mu seperti ini kau masih mengatakan tidak apa apa. Kalau aku tidak datang tadi kau mungkin sudah mati” cerca Mi Young
“Aku tidak perlu, aku tidak menyuruh mu datang dan membantu ku. Kalau aku mati disini, apa urusanmu? Itu sudah nasibku, lagipula mati saat ini itu tidak buruk buat ku” balas bocah pendek itu
“Aigoo, apa kau bilang tadi? Kenapa kau bicara seperti itu?” Mi Young kaget
“Wae? Waeyo? Apa yang salah? Ini mulutku sesuka ku mau bicara apa” bocah pendek itu berteriak
“Yaa!! Kim Taeyeon kau tidak boleh bicara seperti itu! Aku tau kau sedih eomma mu meninggal tapi kau tidak boleh berpikiran kalau kau harus mati. Kau harus memikirkan masa depan mu dan pikirkan juga perasaan eomma mu disana, apa dia suka melihat anak nya terpuruk seperti ini apalagi berpikiran ingin mati” nasihat Mi Young, Kim Taeyeon bocah laki laki itu diam cukup lama sebelum akhirnya berkata
“Darimana kau tau namaku?” tanya nya
“Aigoo, tentu saja aku tau! Kita ini teman sekelas, kau tidak ingat? Omo, jangan jangan kau tidak tau siapa aku? Kau tidak ingat namaku” kata Mi Young
“Dae, aku tidak ingat memangnya siapa kau kenapa aku harus tau namamu?” kata Taeyeon
“Aku Hwang Mi Young gadis paling terkenal di daerah ini. Kau tidak tau?” tanya Mi Young balik
“Dae, aku tau. Kau terkenal karena siapa saja yang berani mengganggu mu akan kau adukan pada appa mu dan appa mu akan memecat appa mereka seperti anak anak tadi. Benar kan?” tebak Taeyeon
“Sudalah jangan bahas itu, kajja kita obati lukamu saja” Mi Young mengajak Taeyeon beranjak pergi dari tempat itu
“Andwe, aku tidak mau. Pergilah, aku tidak butuh bantuanmu!” usir Taeyeon lagi
“Baiklah, kau mau apa sekarang? Kau mau bunuh diri? Sana pergi bunuh diri” Mi Young mendorong dorong Taeyeon ke dekat sungai
Mereka sebenarnya dari tadi berada di dekat pinggiran sungai atau di bantaran sungai.
“Yaa, lepaskan! Pergi sana!!” Taeyeon menampik Mi Young
“Baiklah, aku pergi. Awas saja kalau kau masih hidup besok!!” teriak Mi Young membawa sepedanya menjauhi Taeyeon
“Dae, aku akan bunuh diri setelah ini. Dan laporkan saja aku pada ayah mu, aku tidak takut. Ayah mu takan bisa memecat ayahku!” teriak Taeyeon
Mi Young tidak menghiraukan ucapan Taeyeon.
“Menyebalkan” katanya mengayuh sepeda semakin cepat menjauhi Taeyeon
“Yaa!! Gadis terkenal asal kau tau ayah ku jauh lebih kaya dibanding ayahmu!” teriak Taeyeon membanggakan diri
“Jadi aku tidak akan takut padamu!!” tambahnya tertawa tanpa alasan jelas.

***

Kim Taeyeon berjalan terseret seret menahan sakit yang ditimbulkan dari luka lukanya menuju rumah.
“Aku pulang” katanya setiba dia di rumah
“Oppa” panggil seorang anak perempuan kecil yang usianya kurang lebih 6 tahun
“Suzy-aa” kata Taeyeon
“Oppa, ada apa dengan mu? Kenapa luka mu banyak sekali?” tanya Suzy khawatir
“Ani, tidak apa apa” jawab Taeyeon
“Tidak apa apa bagaimana, tunggu, aku ambil obat dulu” kata Suzy lalu lari menaiki tangga meninggalkan Taeyeon untuk mengambil kotak obat.
Taeyeon lalu mengobati luka luka nya sementara Suzy duduk di sebelahnya.
“Auw” rintih Taeyeon
“Apakah sakit?” tanya Suzy
“Ani, hanya sedikit perih” jawab Taeyeon
“Kenapa Oppa bisa seperti ini? Apa teman teman Oppa yang melakukan hal ini. Aku akan adukan ini pada Appa” kata Suzy
“Andwe, tidak usah” tolak Taeyeon
“Wae? Kenapa tidak boleh?” Suzy bingung
“Ini semua karena Songsaenim mengatakan Eomma sudah meninggal saat pertama kali memperkenalkan ku dikelas. Menyebalkan, karena itu aku terus terusan di ejek” cerita Taeyeon
“Yaa, ‘anak yatim’ ! Mereka semua memanggil ku seperti itu, aku marah dan berkelahi karena itu aku mendapatkan semua ini” lanjut Taeyeon menunjuk luka luka nya
“Apa semua orang memanggil mu seperti itu Oppa? Jahat sekali mereka, aku akan mengadukan nya pada Appa” kata Suzy serius
“Sudalah, lupakan pikiran mu untuk mengadu pada Appa. Lagipula tidak semua orang memanggil ku seperti itu” Taeyeon kembali mengobati lukanya
“Jinja? Nugu?” tanya Suzy penasaran
“Dia ingat nama ku dan memanggil ku ‘Yaa! Kim Taeyeon!'” terang Taeyeon sambil menirukan
“Seperti apa dia Oppa?” Suzy semakin penasaran
“Hemp” Taeyeon berpikir
“Dia sama seperti mu tukang mengadu’ atau memang semua wanita seperti itu” kata Taeyeon
“Aaa, araso jadi dia seorang yeoja’ apa kau menyukainya Oppa?” goda Suzy
“Michosso?” kata Taeyeon salah tingkah, Suzy tersenyum melihat tingkah Oppa nya itu.

***

Mi Young mengendarai sepedanya melintas di pinggir sungai sambil melamun, dia baru saja pulang dari sekolah.
“Kenapa dia tidak masuk sekolah hari ini? Apa dia benar benar bunuh diri. Andwe! Yaa, Mi Young-aa! Apa yang kau pikirkan. Berhenti memikirkan nya, itu bukan urusan mu” Mi Young memukul kepalanya untuk berusaha mengakhiri pikiranya tentang Kim Taeyeon.
Mi Young lalu menebarkan pandangan nya ke sekeliling, dia memandang sungai yang air nya gemerlapan terkena sinar matahari. Sedetik kemudian Mi Young menghentikan laju sepedanya. Dia melihat seseorang berdiri begitu dekat dengan sungai seakan akan orang itu ingin menjatuhkan diri ke sungai itu.
“Kim Taeyeon” kata Mi Young mengenali orang itu
“Dia benar benar ingin bunuh diri” lanjutnya
“Yaa!!! Kim Taeyeon!!!!” teriak Mi Young berlari menuju Taeyeon
“Kim Taeyeon andwe! Jangan lakukan itu! Andwee!!!” teriak nya sambil berlari lebih kencang lagi.
Sementara itu Taeyeon yang merasa namanya dipanggil berkali kali menoleh. Dan yang dilihatnya adalah Mi Young yang berlari dengan brutal ke arahnya sambil berteriak
“Kim Taeyeon andwee!!”
Taeyeon membelalak kan mata nya. Mi Young semakin dekat dengan nya, Taeyeon mundur beberapa langkah takut Mi Young menabrak dirinya.
“Kim Taeyeon andwe! Jangan bunuh diri” kata Mi Young langsung memeluk Taeyeon
“Yaa! Kau! Lepaskan!!” teriak Taeyeon
“Andwe! Kau tidak boleh bunuh diri Kim Taeyeon” tegas Mi Young
“Yaa! Lepaskan, lepaskan!!” Taeyeon berusaha melepaskan diri dari pelukan Mi Young.
Tetapi yang terjadi justru mereka berdua jatuh terjebur ke sungai setelah usaha melepaskan diri Taeyeon gagal.
BYUR…
Mereka terjatuh ke sungai, Mi Young menggapai gapai berusaha bertahan agar tidak tenggelam.
“Wuaahh, tolong aku tidak bisa berenang” teriak Mi Young.
Taeyeon yang bisa berenang segera berenang ke arahnya dan menarik Mi Young membantunya keluar dari sungai.

***

“Yaa!! Michoso?!? Apa yang kau lakukan ha?!” bentak Taeyeon setelah berhasil keluar dari Sungai.
“Mianhe” kata Mi Young terbatuk batuk karena dia terlalu banyak menelan air sungai
“Aku kira kau akan bunuh diri, jadinya seperti itu. Mian, aku hanya menghawatirkan mu saja” aku Mi Young. Taeyeon terdiam mendengar ucapan Mi Young.
“Sudalah” kata Taeyeon
Mi Young menunduk menyesal atas perbuatan yang dilakukan nya.
“Omo” kata Mi Young tiba tiba
“Buku ku” Mi Young panik membuka tas nya dan mencari cari sebuah buku
“Ketemu” katanya akhirnya mengambil buku yang kondisi nya rusak parah terkena air. Mi Young menghela nafas panjang berat.
“Buku apa itu?” tanya Taeyeon penasaran
“Ani, bukan apa apa” jawab Mi Young
Tapi seakan tidak puas mendengar jawaban Mi Young Taeyeon merebut buku itu.
“Tiffany” kata Taeyeon membaca tulisan yang tertera di sampul buku itu
“Yaa! Kembalikan” pinta Mi Young
“Tiffany? Siapa dia?” tanya Taeyeon seraya mengembalikan buku Mi Young
“Itu nama Inggris ku” jawab Mi Young
“Tiffany, Fanny, Fanny, Panny-ah” ucap Taeyeon
“Dae, itu namaku. Memangnya ada yang salah?” tanya Mi Young balik
“Ani, nama yang bagus” Taeyeon menggeleng, Mi Young malu mendengarnya
“Yaa, Panny-ah. Apa isi buku itu” lanjut Taeyeon
“Bukan sesuatu yang penting, itu hanya berisi ceritaku” jawab Mi Young
“Cerita?” Taeyeon bingung
“Aku suka menulis cerita dan aku menulisnya di buku itu” cerita Mi Young, Taeyeon mengangguk angguk.
“Yaa, Panny-ah” panggil Taeyeon
“Dae” jawab Mi Young
“Kau bilang tadi kau menghawatirkan ku, kenapa kau menghawatirkanku?” tanya Taeyeon
“Bagaimana tidak khawatir, kemarin aku menyuruh mu bunuh diri dan kau tidak masuk hari ini, aku kira kau sungguh bunuh diri. Dan tadi ku kira kau akan lompat ke sungai” jawab Mi Young, Taeyeon tertawa
“Yaa!! Kim Taeyeon kenapa kau tertawa apa ada yang lucu” Mi Young jengkel
“Ani, tidak ada. Kau bodoh sekali mengira aku ingin bunuh diri” kata Taeyeon
“Kim Taeyeon kalau kau tidak ingin bunuh diri kenapa tidak masuk sekolah tadi?” tanya Mi Young
“Apa perlu mu untuk tau” jawab Taeyeon
“Apa salahnya? Apa kau tidak masuk karena takut bertemu dengan anak anak yang mengganggumu kemarin” tebak Mi Young
“Ani, aku tidak takut” kata Taeyeon
“Hanya saja rasanya menyebalkan mendengar mereka terus memanggil ku ‘anak yatim’ semua orang di sekolah sama saja” ungkap Taeyeon, Mi Young diam cukup lama sebelum berkata.
“Eomma ku pernah berkata ‘jika tidak ada orang di dunia ini yang bisa kau percaya, kau hanya perlu mempercayai hatimu’ karena perkataan itu lah aku punya kekuatan di sekolah. Mereka semua sama saja tidak ada yang bisa kau percaya. Mereka bersikap baik karena ada alasan, berteman karena alasan, tidak ada yang dilakukan tanpa alasan, tidak ada yang tulus” cerita Mi Young panjang lebar
“Sebenarnya nasib kita tidak jauh berbeda, karena itu aku bisa mengerti perasaanmu, karena itu juga aku khawatir” aku Mi Young, Taeyeon tertegun mendengarnya.
“Bukan kah kau punya banyak teman? Apa yang sama dari kita” Taeyeon mengelak
“Bukan teman seperti teman” jawab Mi Young pendek
“Mereka berpura pura, karena Appa mu kaya. Karena itu kau menjadi ‘Gadis Terkenal’ ” tebak Taeyeon
“Dae, darimana kau tau?” Mi Young kaget
“Aku pintar menganalisis” Taeyeon memuji dirinya sendiri
“Yaa, Panny ah” kata Taeyeon
“Kau bilang tadi nasib kita sama dan asal kau tau Appa ku jauh lebih kaya dibanding Appa mu jadi, ‘Gadis Terkenal’ mau kah kau jadi temanku?” lanjut Taeyeon
“Mwo?” Mi Young kaget
“Shiro?” tanya Taeyeon balik
“Aniya, hanya saja sedikit mengejutkan” jawab Mi Young jujur
“Kau mau tidak?” tawar Taeyeon
“Dae, aku mau” Mi Young mengangguk sambil tersenyum ‘eye smile’

***

Sejak hari itu Taeyeon dan Mi Young berteman. Mereka begitu akrab, walaupun anak anak disekolah terus menggoda dengan menghina mereka ‘Gadis Terkenal berkencan dengan Anak Yatim’ tapi sepertinya mereka tidak peduli. Taeyeon dan Mi Young terlihat gembira. Di pagi hari Taeyeon menunggu Tiffany datang dengan sepedanya dan mereka bergoncengan sepulang sekolah pergi ke pinggir sungai.
“Sekolah Hantu, dulu di sekolah ini ada seorang anak yang pergi ke gudang dan mati disana. Sekarang gudang itu dibongkar menjadi kamar mandi. Kring Kring bunyi bel istirahat…
‘Hai, Min Ji tau tidak disekolah ini ada setanya lho’ kata Yeon Hee
‘Enggak itu cuma bohong’ kata Min Ji
‘Yasudah terserah kamu’ kata Yeon Hee
Lalu anak kelas 3 dibenci kelas 2. Tamat” Mi Young membacakan cerita nya pada Taeyeon dan alhasil Taeyeon tertawa terbahak bahak.
“Yaa!! Kenapa kau tertawa?” Mi Young marah
“Kau bilang itu tadi cerita hantu, cerita hantu macam apa itu. Sama sekali tidak seram. Mana ada anak datang ke gudang lalu mati, dan ceritanya lebih mirip dua anak yang sedang bergosip” kata Taeyeon sambil berusaha menahan tawa
“Ini kan baru permulaan” elak Mi Young
“Tapi sama saja” Taeyeon tidak bisa berhenti tertawa. Mi Young cemberut melihatnya. Tiba tiba tawa Taeyeon lenyap wajahnya berubah menunjukan mimik kaget ketakutan.
“Yaa!! Panny-aah” kata Taeyeon terbata bata
“Wae? Waeyo?” tanya Mi Young
“Be..belakang mu” Taeyeon menunjuk belakang Mi Young
“Wae? Ada apa?” Mi Young mulai ketakutan
“Se…se..setan!!” teriak Taeyeon ketakutan disambung teriakan histeris Mi Young yang tak kalah kaget. Reflek karena ketakutan Mi Young memeluk erat Taeyeon, sementara reaksi Taeyeon justru tertawa terpingkal pingkal. Ternyata dia menggoda Mi Young.
“Yaa!! Kenapa kau tertawa? Kau menggodaku!!” Mi Young memukul Taeyeon kesal
“Hahahaa, mianhe Panny-aah. Aku tidak tahan untuk tidak menggoda mu” aku Taeyeon
“Yaa!! Kau menyebalkan!!” Mi Young jengkel mau memukul Taeyeon tapi Taeyeon berhasil menghindar
“Tidak kena” ledek Taeyeon
“Awas kau!” balas Mi Young
Jadilah Mi Young mengejar Taeyeon, mereka seperti bermain kucing dan tikus bermain ‘kejar – kejaran’.
Beberapa menit kemudian Taeyeon berkata
“Aaah aku menyerah” katanya. Taeyeon terduduk lemas, nafas nya tak beraturan karena begitu lelah berlari menghindar dari Mi Young
“Yaa! Kim Taeyeon kau menyebalkan” kata Mi Young nafas nya tidak teratur pula
“Mianhe, panny-ah. Jebal, mianhe” Taeyeon memohon
“Sudalah” kata Mi Young akhirnya
“Yaa, kau marah?” tanya Taeyeon
“Tentu saja” jawab Mi Young jujur
“Panny-ahh jangan marah” Taeyeon merengek
“Ani, tidak bisa. Aku kesal padamu, kau menyebalkan” Mi Young bersikukuh
“Baiklah, apa yang harus kulakukan supaya kau tidak marah padaku lagi? Akan kulakukan apa saja” ucap Taeyeon
“Jinja? Kau mau lakukan apa saja?” tanya Mi Young
“Dae, apa maumu?” Taeyeon balik tanya
“Aku ingin kau jawab pertanyaanku” jawab Mi Young
“Baiklah akan kujawab” Taeyeon setuju
“Apa kau punya saudara? Kakak atau adik mungkin?” tanya Mi Young
“Kenapa bertanya hal seperti itu?” Taeyeon bingung
“Jawab saja, bukan kah kau janji mau jawab. Aku hanya ingin tau saja, kau tidak pernah cerita sedikit pun tentang keluarga mu” paksa Mi Young
“Hemp, aku punya adik perempuan namanya Kim Su Ji tapi aku biasa memanggilnya Suzy dan aku punya kakak laki laki, dia kembaranku” cerita Taeyeon
“Mwo? Kau punya saudara kembar?” Mi Young kaget, Taeyeon mengangguk.
“Seperti apa dia? Aku ingin bertemu, apa kalian sangat mirip” Mi Young penasaran
“Dia di Busan tinggal bersama nenek, sejak eomma meninggal nenek ku menyuruhnya tinggal bersama nya. Dia kesayangan nenek” cerita Taeyeon, Mi Young mengangguk angguk
“Kau pasti senang, tidak pernah merasa sepi dirumah” komentar Mi Young
“Kalau aku tidak punya saudara, aku anak tunggal. Karena itu Appa sayang sekali padaku. Tapi terkadang saat Appa kerja aku selalu merasa kesepian” lanjut Mi Young
“Tapi kau punya eomma, dia masih hidup” kata Taeyeon
“Dae, tapi … mungkin karena aku dan Appa begitu dekat jadi eomma saja masih terasa sepi” cerita Mi Young
“Kim Taeyeon, apa aku boleh bertanya lagi?” pinta Mi Young, Taeyeon mengangguk.
“Tanya saja” katanya
“Hemp… eomma mu, kalau boleh aku tau dia meninggal karena apa?” tanya Mi Young sedikit ragu
“Kanker Adrenal” jawab Taeyeon, Mi Young kebingungan.
“Itu seperti tumor ganas yang terdapat pada kelenjar adrenal, yang dibagi menjadi sub-kortikal adrenal adenoma, kanker adrenal kortikal dan tumor medula adrenal. Kelenjar adrenal adalah organ endokrin yang sangat penting, posisinya sangat berdekatan dengan ginjal” terang Taeyeon
“Itu yang aku baca di buku” akhiri nya
“Kau pasti merindukan nya” komentar Mi Young. Taeyeon diam cukup lama kemudian berkata
“Saat malam datang aku rindu padanya, saat pagi datang aku juga merindukan nya dan saat sore hari seperti ini aku selalu merindukan nya” cerita Taeyeon air mata nya jatuh. Taeyeon cepat cepat mengusapnya. Mi Young melihat Taeyeon menangis, dia berkata pada Taeyeon
“Kalau kau ingin pinjam pundak ku, aku akan meminjamkan nya. Kau bisa menangis sepuasmu” katanya dan Taeyeon pun melakukanya. Dia menyadarkan kepala nya dipundak Mi Young dan menangis
“Eomma…” panggilnya
“Bogoshipo, nomu nomu bogoshiposo eomma…” isaknya.
Taeyeon menangis semakin keras mengingat eomma nya, karena tak tega melihatnya Mi Young lalu memeluk Taeyeon berusaha menenangkan.
“Kalau kau mau, kau bisa menganggap ku eomma mu atau aku bisa menjadi eomma mu. Jadi setiap kau merindukan nya kau bisa memeluk ku” kata Mi Young. Taeyeon memeluk Mi Young erat
“Eomma…” isaknya keras.
Mi Young menepuk nepuk Taeyeon.
“Sudah” kata Mi Young berusaha menghibur.

Part 2

***

Taeyeon dan Mi Young duduk di sebuah bangku di bawah pohon besar nan rindang di halaman sekolah mereka. Saat itu waktu menunjukan ‘jam istirahat’.
“Ini” Mi Young menyerahkan kotak makan siang nya pada Taeyeon
“Apa ini?” tanya Taeyeon sambil menerima bekal itu
“Kimbap” jawab Mi Young.
Taeyeon membuka bekal itu dan langsung makan sepotong kimbap.
“Bagaimana enak tidak? Eomma ku yang membuat tapi aku juga ikut membantu” jelas Mi Young
“Enak” komentar Taeyeon dengan mulut penuh dengan Kimbap. Mi Young tersenyum kesenangan melihatnya.
“Panny-ah” panggil Taeyeon
“Dae” jawab Mi Young
“Bunga bunga sakura sudah mulai bermekaran’ di taman kota. Apa kau mau melihatnya?” ajak Taeyeon
“Dae, tentu saja” Mi Young mengangguk bersemangat
“Kalau begitu besok sepulang sekolah kita pergi melihat sakura” kata Taeyeon
“Dae” Mi Young mengangguk angguk tersenyum ‘eye smile’
Taeyeon membalas senyum nya lalu memakan sepotong kimbap lagi.

***

Mi Young nampak gembira memikirkan rencana nya pergi melihat sakura besok dengan Taeyeon. Dia sudah tidak sabar melihat bunga sakura yang begitu indah.
“Aku pulang” salam Mi Young ceria begitu tiba di dalam rumah
“Appa” katanya kaget melihat Appa nya duduk di ruang tengah, padahal biasanya jam seperti ini Appa nya masih sibuk kerja
“Kau sudah pulang?” tanya Appa Mi Young
“Dae” Mi Young tersenyum ceria
“Kau terlihat begitu gembira? Ada apa? Cerita pada Appa mu ini” kata Appa nya
“Appa kenapa sudah pulang?” Mi Young balik tanya
“Kau tidak senang?” tanya Appa nya
“Aniya, tidak biasanya saja” jawab Mi Young
“Jadi ceritakan hal apa yang membuat putri kesayangan ayah begitu gembira seperti ini” Appa Mi Young meminta
“Dae itu karena besok aku akan pergi melihat sakura” cerita Mi Young
“Sakura? Dengan siapa? Kim Taeyeon?” tanya Appa nya
“Dae” Mi Young tersenyum ber ‘eye smile’
“Aigoo, kau akan berkencan rupa nya” goda Ayah nya
“Aniya, bukan seperti itu Appa” elak Mi Young, Ayah nya tertawa.
“Hahaha Arraso” kata Ayah Mi Young
“Mi Young-aah” panggil Appa nya
“Dae” jawab Mi Young
“Sebenarnya ada yang ingin Appa bicara kan, tapi rasanya Appa batalkan saja karena hal ini akan mengganggu mu. Appa senang melihat mu ceria seperti ini” jelas Appa Mi Young
“Wae? Ada apa? Cerita saja Appa. Jangan membuatku penasaran” aku Mi Young
“Begini Mi Young-aah, Appa sudah lama sekali bekerja jadi Manager dan ayah ingin mengerjakan hal lain” cerita Ayah nya
“Appa bosan jadi manager?” tanya Mi Young
“Aniya, hanya saja Appa ingin pekerjaan yang lebih baik lagi” jawab Ayah nya
“Jadi…” Mi Young bingung
“Ada teman Appa yang menawari pekerjaan sebagai Direktur” kata Ayah nya
“Jinja? Itu bagus bukan” Mi Young senang
“Dae, tapi Appa akan jadi Direktur di Seoul bukan di Jinan” jelas Ayah nya
“Itu artinya Appa akan pindah ke Seoul, Appa akan meninggalkan ku dan eomma? Begitukah?” tanya Mi Young
“Aniya, bukan seperti itu. Mi Young-aah kita sekeluarga akan pindah ke Seoul” jelas Ayahnya
“Mwo?” Mi Young kaget
“Dae, besok minggu kita berangkat” tambah Ayah nya
“Andwe” kata Mi Young
“Aku tidak mau pergi” lanjut nya
“Mi Young-aah” kata Ayah nya
“Andwe!!” teriak Mi Young kemudian lari menaiki tangga menuju kamar nya.

***

Mi Young berdiri tepat di bawah pohon Sakura yang bunga nya sedang bermekaran. Dia sedang menunggu Taeyeon.
“Panny-ah” panggil Taeyeon
“Yaa! Kim Taeyeon kenapa kau datang lama sekali, aku sudah lama menunggu disini tauk” Mi Young cemberut
“Mianhe, Panny-ah” Taeyeon memohon
“Ani, tidak kumaafkan” kata Mi Young manja
“Hemp, kalau aku memberi mu ini kau mau maafkan aku tidak?” Taeyeon mengulurkan sebuah permen kapas (cotton candy) bewarna pink yang sangat besar
“Woww” guman Mi Young kagum sambil menerima uluran Taeyeon
“Gomawo” lanjut nya tersenyum, Taeyeon membalas senyum nya. Kemudian memakan permen kapas miliknya sendiri. Mereka lalu berjalan menyusuri jalan setapak yang ada di bawah pohon sakura sambil berbincang bincang.
“Panny-ahh” panggil Taeyeon
“Hemp” jawab Mi Young
“Kau tau biasanya aku, suzy dan eomma berjalan jalan melihat sakura sambil makan permen kapas seperti ini” cerita Taeyeon
“Kukira saat sakura mekar aku akan sedih karena tidak bisa melakukan hal itu lagi, tapi sekarang karena aku punya teman seperti mu hal itu tidak akan terjadi” akhiri Taeyeon tersenyum senang.
Mi Young justru sebaliknya, dia tertenduk sedih dan bahkan tidak menyentuh permen kapas nya sama sekali dari tadi.
“Kim Taeyeon” panggil Mi Young
“Dae” jawab Taeyeon
“Bagaimana jika aku tidak menjadi temanmu lagi” kata Mi Young
“Mwo? Kau bicara apa? Kau tidak mau berteman dengan ku lagi?” tanya Taeyeon
“Aniya, hanya saja…” Mi Young susah untuk menjelaskan
“Hanya saja apa? Katakan!” suruh Taeyeon
“Appa ku dia … dia bilang akan menjadi Direktur” kata Mi Young
“Daebak, bagus sekali” Taeyeon senang mendengarnya
“Dae, hanya saja Appa akan jadi Direktur di Seoul bukan di Jinan” kata Mi Young
“Kim Taeyeon, aku akan pindah ke Seoul. Aku akan pergi hari minggu ini” lengkapi Mi Young
Mendengar ucapan Mi Young Taeyeon yang sedari tadi riang berubah menjadi sedih. Permen kapas yang dipegang nya jatuh.
“Kim Taeyeon” ucap Mi Young kaget melihat permen kapas Taeyeon jatuh. Taeyeon tak berkata apapun cukup lama.
“Ahh…” katanya akhirnya
“Aku kaget sekali” lanjutnya tertawa dibuat buat
“Yaa!! Kim Taeyeon aku serius! Aku akan pergi ke Seoul, aku akan meninggalkan Jinan. Kau tidak sedih? Kau senang aku pergi?” kata Mi Young, Taeyeon tak membalas.
“Yaa!! Kim Taeyeon” ucap Mi Young keras
“Panny-ahh” kata Taeyeon
“Aku lupa, aku ada janji dengan Suzy. Aku harus segera pulang” lanjut Taeyeon lalu berlari meninggalkan Mi Young.
“Kim Taeyeon” teriak Mi Young, tapi Taeyeon tetap berlari tidak mempedulikan teriakan Mi Young.
“Kim Taeyeon” panggil Mi Young lari kali ini lirih. Mi Young hanya bisa melihat punggung Taeyeon menjauh. Air matanya menetes. Dia sedih.

***

Taeyeon duduk di sudut favoritnya di dalam kamar. Dia diam, tangan nya memegang foto seorang wanita. Foto eommanya.
“Eomma, ku kira dia malaikat yang kau kirim untuk menjadi teman ku tapi dia bukan. Dia akan pergi juga eomma, meninggalkan ku sama seperti mu” kata Taeyeon air matanya menetes.
Tiba tiba terdengar suara pintu kamar terbuka. Suzy yang membukanya.
“Oppa” panggil Suzy berjalan ke arah Taeyeon
“Kenapa kau menangis? Jangan menangis Oppa. Apa perlu aku menyanyi supaya kau tak menangis” hibur Suzy
“Andwe Suzy-aa, aku menangis karena merindukan eomma” aku Taeyeon
“Aku juga merindukan nya, terkadang aku berpikir ingin menemuinya di surga” cerita Suzy
“Mwo? Kenapa kau berpikiran seperti itu” Taeyeon marah
“Karena aku sangat rindu eomma” Suzy terisak
“Eomma….” tangisnya keras
“Bogoshipo eomma …… ” suara tangis nya semakin keras. Melihat adik nya menangis Taeyeon langsung memeluk menenangkan nya.
“Sudalah, kau jangan ikut menangis. Nanti eomma sedih melihat kita. Sudah tenang ada Oppa disini” hibur Taeyeon
“Aku tidak mau Oppa, aku mau eomma. Eomma…” tangis Suzy semakin keras
“Biasanya eomma selalu menemaniku, tapi eomma sekarang pergi” kata Suzy
“Appa sibuk kerja dan Oppa pergi sekolah kalau tidak main sama Mi Young eonnie. Hyoyeon Oppa juga tinggal sama nenek. Aku selalu sendiri dirumah, aku rindu eomma” adu Suzy tangis nya tidak berhenti
“Suzy-aah mianhe, mulai sekarang Oppa akan menemani mu di rumah” janji Taeyeon
“Oppa bohong, Oppa selalu pergi bermain dengan Mi Young eonnie” sangkal Suzy
“Ani, tidak lagi. Dia akan pergi ke Seoul, dia akan meninggalkan ku” cerita Taeyeon
“Benarkah?” tanya Suzy, Taeyeon mengangguk
“Oppa kau pasti sedih” tebak Suzy, Taeyeon mengangguk lagi
“Dae, aku tidak akan punya teman lagi” kata Taeyeon
“Kau bisa mencarinya lagi, mungkin ada yang lebih akrab daripada eonnie” komentar Suzy
“Tidak, tidak akan bisa” jawab Taeyeon tegas tersenyum.

***

Mi Young berdiri menatap jalanan. Hari ini Minggu dan sebentar lagi dia dan keluarganya akan berangkat ke Seoul. Mi Young masih berharap Taeyeon muncul setelah terakhir kali Taeyeon berlari meninggalkan nya di bawah Sakura. Memang Mi Young baru mengenal Taeyeon selama beberapa bulan saja tapi Mi Young merasa Taeyeon adalah teman yang tidak akan dia temukan lagi. Dia merasa senang bersama Taeyeon bahkan melebihi rasa senang ketika Appa nya seharian dirumah menemani nya dan tidak bekerja. Mi Young senang Taeyeon selalu mau mendengarkan cerita yang ditulisnya walau Taeyeon sering berkomentar bahkan mengejek. Saat Taeyeon meminjam pundaknya untuk menangis ketika teringat eomma nya Mi Young merasa senang dirinya bisa berguna untuk Taeyeon. Setiap kali Taeyeon menunggu nya datang di gerbang, setiap kali mereka pulang bergoncengan atau setiap kali dia berkejar kejaran dengan Taeyeon di tepi sungai perasaan hati Mi Young luar biasa. Seperti ada di atas perahu dan angin bertiup sepoi sepoi begitu bahagia. Mungkin Mi Young belum sadar atau belum bisa mengartikan perasaanya. Yang dia bisa artikan hanya Taeyeon teman yang selalu membuatnya senang tapi yang sebenarnya adalah dia menyukainya.
“Kim Taeyeon” panggil Mi Young lirih
“Hwang Mi Young” terdengar suara memanggil nama nya, Mi Young menoleh berharap itu Taeyeon tapi eomma nya lah yang memanggil nama nya.
“Dae” jawab Mi Young lemas
“Palli, kita akan berangkat jagi” kata eomma nya
“Cakaman, aku sedang menunggu seseorang” Mi Young memohon
“Mi Young-aa, teman mu itu tidak akan datang” kini Appa nya berkomentar
“Ani, dia pasti datang” Mi Young yakin
“Baiklah kita tunggu 15 menit lagi” kata Appa nya
Lima belas menit lebih beralalu dan Taeyeon tidak datang datang.
“Mi Young-aa, ini sudah lebih lima belas menit. Kita harus berangkat” kata Appa nya. Mi Young menyadari itu dan dengan berat hati dia berkata
“Dae, appa. Kajja” katanya
Tepat ketika Mi Young masuk ke dalam mobil Taeyeon muncul.
“Panny-ahh” teriaknya kencang sambil berlari
“Kim Taeyeon” kata Mi Young senang dan segera keluar dari mobil.
Taeyeon langsung memeluk Mi Young.
“Panny-aah, saranghae” ucap Taeyeon
“Kim Taeyeon” kata Mi Young kaget, Taeyeon melepas pelukan nya.
“Aku tau usiaku baru 10 tahun tapi aku tau kalau aku menyukai mu Panny-ahh” tegas Taeyeon
“Kalau kau pergi berjanjilah padaku kau akan kembali setiap tahun nya saat sakura mekar seperti saat ini” lanjut Taeyeon
“Dae, aku berjanji” sanggup Mi Young

Part 3

Seoul 1998

***

Sooyoung sedang duduk di meja belajarnya sambil membaca buku komik miliknya. Dia tertawa terbahak bahak sampai kegiatanya terganggu oleh seseorang yang mengetok jendela kamarnya.
“Sooyoung-aa, Youngie-aa” suara orang mengetok jendela memanggil manggil
“Yaa! Tiffany, sedang apa kau disitu?” kata Sooyoung kaget melihat Tiffany ternyata orang yang mengetok jendela kamarnya
“Ceritanya panjang” kata Tiffany melompat masuk kedalam kamar Sooyoung
“Yaa! Kenapa kau masuk seperti pencuri, kau pasti memanjat pagar juga” terka Sooyoung
“Youngie kau harus temanin aku” rengek Tiffany
“Menemani kemana?” tanya Sooyoung
“Jinan, sakura sudah mau mekar” jawab Tiffany ceria
“Aigoo, kau pasti mau menemui nya kan? Kim Taeyeon itu” komentar Sooyoung
“Dae” Tiffany mengangguk angguk ceria
“Kenapa kau tidak meminta Appa mu untuk mengantar?” tanya Sooyoung
“Sudah, tapi mereka tidak mau. Mereka tidak memperbolehkan” jawab Tiffany
“Jadi harapan terakhir ku cuma kau Youngie” Tiffany memohon
“Mwo? Michosso? Ani, bukan hanya orang tua mu saja yang marah padaku, orang tua ku juga” kata Sooyoung
“Youngie jebal. Kau tau kan aku ingin bertemu dengan nya, ini hanya sehari. Kita bisa naik kereta dan aku sudah ada uangnya. Kau hanya perlu menemaniku saja” rengek Tiffany
“Aku tidak bisa” kata Sooyoung tegas
“Baiklah, kalau kau tidak mau’ aku bisa pergi sendiri” kata Tiffany tidak kalah tegas.
Tiffany lalu berjalan ke arah jendela kamar Sooyoung dan melompat keluar. Sooyoung dia adalah teman dekat Tiffany begitu dia pindah ke Seoul. Melihat Tiffany menjauh Sooyoung tak tega membiarkan nya pergi sendiri.
“Yaa!! Tiffany” panggil Sooyoung
“Tunggu aku, aku akan menemanimu” katanya

***

Mereka akhirnya berangkat menuju stasiun. Tiffany merasa senang karena Sooyoung mau menemani nya dan lebih senang lagi karena sebentar lagi dia bisa bertemu Taeyeon. Tapi saat mereka tiba di stasiun sebuah kecelakaan terjadi. Tiffany tertabrak mobil begitu keras. Sooyoung menjerit melihat teman nya tergeletak dengan darah yang keluar begitu banyak. Dia berteriak minta tolong dan orang orang disekitar membawa Tiffany ke rumah sakit, Sooyoung ikut pula menemani. Sementara dalam penanganan dokter Sooyoung menghubungi orang tua Tiffany memberi tau kondisi Tiffany. Orang tua Tiffany datang satu jam setelah Sooyoung menelpon. Mereka menanyakan kejadian sebenarnya. Sooyoung menangis sambil menjelaskan’ dia merasa bersalah. Tepat ketika itu dokter keluar dari ruang penanganan dan mengatakan bahwa Tiffany berhasil diselamatkan hanya saja dia mengalami koma. Mendengar itu orang tua Tiffany tertunduk lemas begitu pula Sooyoung yang merasa bersalah atas kecelakaan yang menimpa Tiffany.

***

Mi Young berlari begitu ceria dibawah sakura yang bermekaran.
“Yaa!! Kim Taeyeon” panggilnya
Taeyeon menoleh kearahnya tersenyum.
“Kau datang” kata Taeyeon
“Tentu saja” ucap Mi Young
“Syukurlah kukira kau sudah lupa” kata Taeyeon
“Ani, aku tidak akan pernah bisa melupakanmu, aku tidak ingin melupakanmu” tegas Mi Young
“Tapi, aku harus pergi” kata Taeyeon
“Mwo? Kau mau kemana?” tanya Mi Young
“Keluar dari ingatan mu” jawab Taeyeon
“Waeyo?” Mi Young bingung
“Karena itu takdir nya” jawab Taeyeon
“Kenapa takdir ku seperti itu?” Mi Young bertanya
“Tidak ada yang tau akan takdir itu” jawab Taeyeon
“Kau tau, kau mengatakan nya padaku” kata Tiffany
“Itu sedikit pengecualian di tempat ini” jawab Taeyeon lalu dia memudar perlahan lahan tapi pasti
“Andwe, Kim Taeyeon kau mau kemana jangan pergi Andwe!!” teriak Tiffany.
Tapi Taeyeon memudar lalu lenyap begitupula sekeliling Mi Young. Taman kota yang penuh pohon sakura bermekaran lenyap. Semua hilang berganti hal lain. Mi Young melihat langit langit kamar yang tak dia kenal. Dan dia melihat seseorang pula didekatnya.
“Youngie” panggil Tiffany
“Tiffany” kata Sooyoung ceria
“Kau sudah sadar? Kau bangun?” pekik nya senang
“Aku kenapa? Kenapa ada disini?” tanya Tiffany lirih belum pulih benar
“Kau tetabrak di dekat stasiun saat kita mau ke Jinan” Sooyoung menjelaskan
“Jinan? Untuk apa kita ke Jinan?” Tiffany kebingungan
“Kau tidak ingat?” Sooyoung bertanya balik
“Apa aku pernah ke Jinan sebelumnya? Apa kita pernah kesana? Apa aku pernah tinggal disana?” tanya Tiffany beruntut
Sooyoung kaget mendengarnya tapi dia tidak bisa menjawab yang dilakukan Sooyoung kemudian adalah memanggil dokter mengatakan bahwa Tiffany telah bangun.
Dokter memeriksa keadaan Tiffany dan menyimpulkan bahwa Tiffany mengalami amnesia. Tapi tidak semua nya.
“Dia kehilangan beberapa memori di otaknya, entah apa alasan tertentu kenapa memori itu bisa hilang. Mungkin dia terlalu memikirkan nya dan tidak ingin melupakanya atau bisa jadi karena hal yang lain” ucap dokter.
Sooyoung memandang teman nya itu dengan iba. Dia sama sekali tidak ingat Kim Taeyeon namja yang selalu diceritakanya.
“Sooyoung” panggil eomma Tiffany
“Dae” jawab Sooyoung
“Kau tau kan Tiffany mengalami amnesia, dia tidak ingat kalau pernah tinggal di Jinan. Jadi aku mohon kau juga jangan mengungkitnya. Jangan beri tau kalau dia pernah tinggal di Jinan dan semuanya tentang Jinan. Kau bisa kan?” tanya eomma Tiffany
Sooyoung diam sejenak, dia masih merasa bersalah akan semuanya tentang Tiffany sampai Tiffany amnesia seperti itu. Tapi Sooyoung juga tidak bisa menolak permintaan eomma Tiffany.
“Dae, aku akan merahasiakan nya” putus Sooyoung akhirnya.

***

Taeyeon berdiri dibawah pohon sakura. Dia menunggu Mi Young.
“Yaa!! Kim Taeyeon” panggil seseorang, Taeyeon menoleh.
“Kau datang” kata Taeyeon
“Tentu saja” ucap Mi Young
“Syukurlah kukira kau sudah lupa” kata Taeyeon
“Ani, aku tidak akan pernah bisa melupakanmu, aku tidak ingin melupakanmu” tegas Mi Young tersenyum lalu secara perlahan tapi pasti Mi Young yang berdiri dihadapan Taeyeon memudar dan perlahan lahan mulai lenyap.
“Andwe! Panny-aah kau mau kemana? Jangan pergi, Panny-aah, andwe!!” teriak Taeyeon
“Oppa, oppa bangun oppa” suara lain muncul, Taeyeon menoleh ke arah suara
“Suzy-aa” katanya
“Oppa kau sudah bangun?” kata Suzy senang
“Aku kenapa? Harusnya aku sedang di taman kota di bawah sakura” terang Taeyeon
“Oppa kau pingsan, kau sudah menunggu seharian. Tidak, kau sudah kesana dan menunggu seharian selama dua minggu ini. Dia tidak akan datang Oppa, dia tidak akan pernah datang” tegas Suzy.

***

“Youngie” panggil Tiffany yang sedang berbaring di ranjang memandang keluar jendela
“Dae” jawab Sooyoung
“Apa sakura sudah mekar?” tanya Tiffany
“Sudah” jawab Sooyoung
“Youngie, aku ingin sekali melihat sakura” kata Tiffany
“Kau tau kenapa? Aku tidak bisa mengingat apapun” lanjut Tiffany
“Itu karena tahun lalu kita berjanji melihat sakura bersama sama” Sooyoung membohongi Tiffany
“Jinja? Kalau begitu nanti kita pergi melihat sakura” ajak Tiffany
“Dae” Sooyoung menyanggupi
Tiffany lalu memandang lagi keluar jendela melihat pohon sakura di luar sana Taeyeon pun sedang memandang pohon sakura.
“Panny-aahh” panggil Taeyeon
“Dae” jawab Tiffany
“Mwo? Ada apa? Kenapa kau berkata ‘Dae'” Sooyoung kebingungan
“Entalah, aku seperti mendengar seseorang memanggilku” jawab Tiffany ikut bingung
“Sudalah” kata Sooyoung. Tiffany tersenyum memandang teman nya itu ‘eye smile’

THE END

PS : akhirnya selesai juga T.T walau special part ini berbeda jauh dari bayanganku aku cukup puas. Semoga tidak mengecewakan dan terimakasih telah menunggu. Aku tunggu komen panjang lebar kalian. Dan kalau readers mau menunggu lebih lama FF saya selanjutnya berjudul ‘Paparazi’. Terimakasih – Jullay.

8 thoughts on “All My Love is For You (special chapter)

  1. Woah.. Seru + mengharukan u,u
    So.. Dah ngerti lah sekarang mah giman masa lalu TaeNy. Heheh
    O ya thor.. Next ff nya tetep TaeNy lagee? Atau laennya.
    Ditunggu banget lho thor. Moga.. Kagak lama yach?

  2. unyu2 bgt c mrk waktu kecil dah mulai tumbuh cinta ya??
    yg msh jd prtnyaan dsni yg negor ppany d pesawat ntu syp??kmbaran taeng hyeyeon
    ap taeng mank ga mnggal???pnsaran thor tlong djwb ya???dsni ga djlsin pas ppany k spnyol lg trz ktmu namja syp itu???

  3. Aaa, jadi cowo itu bukan taeng tpi kembaran taeng hyoyeon, wah, masa kecil taeny manis banget, unyu” kiyut. #apadeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s