Genie chapter 2 ( taeny )

fix

Tittle    : Genie – Tell me your wish. Chapter 2

Author : Frinsyo & jullay

Editor  : Jullay

Genre  : Gender Bender, Romance – Comedy

Cast     : All SNSD members

 

Author POV

Taeyeon dan Tiffany lebih mendekatkan wajah mereka ke wajah anak nya. Ketika Yoona menghitung 1 2 3 memberi aba aba untuk mereka mencium bersamaan ke pipi Yoona masing masing. Dalam hitungan ke 2 Yoona menarik kepalanya mundur, dia tidak jadi meniup lilin. Dan terjadilah sesuatu antara Taeyeon dan Tiffany yang membuat Yoona membelalakan matanya melihat kejadian itu.

Kepala Taeyeon berbenturan dengan kepala Tiffany. Tiffany yang saat itu menggunakan High Heels super tinggi pun kehilangan keseimbangan. Dia mulai goyah. Tiffany hampir terjatuh jika Taeyeon tidak dengan sigap menangkap Tiffany tepat dipinggang. Tiffany kaget melihat Taeyeon berhasil menyelamatkanya. Dia menatap mata Taeyeon dan Taeyeon membalas tatapan mata itu. Mata mereka berdua saling beradu. Tapi Romantic Scene itu hanya berlangsung sementara karena Taeyeon juga kehilangan keseimbangan karena satu tanganya tak mampu menahan tubuh Tiffany terlalu lama, dan

BRUK …..

Taeyeon jatuh tepat diatas Tiffany. Bibir mereka saling bertemu dan keduanya saling menatap kaget. Yoona yang melihat kejadian itu tidak membuang kesempatan langka itu. Dia memberi aba aba pada Sunny yang dari semula bertugas memotret Appa dan Umma nya jika rencana nya sukses.

CEKRIK …..

Momen tersebut berhasil diabadikan. Taeyeon yang menyadari adanya blitz kamera segera tersadar apa yang terjadi pada dirinya dan Tiffany. Dia berusaha bangkit berdiri. Tapi sepertinya usaha Taeyeon untuk bangkit salah adegan karena dia bangkit dengan tangan yang bertumpu pada tubuh Tiffany, lebih tepatnya berada di boobs milik Tiffany. Tiffany kaget melihat yang dilakukan Taeyeon, sementara Taeyeon dengan tampang bodoh ikut kaget mengapa Tiffany melototinya seperti itu.

“Yaak!!! Yoona Appa” teriak Tiffany

PLAK …

Tiffany menampar pipi Taeyeon begitu keras sehingga cap jari jari tanganya berbekas merah pada pipi Taeyeon yang berkulit putih.

“Paboo!!” pekik Tiffany sebelum akhirnya dia bangkit berdiri turun dari atas panggung  meninggalkan Taeyeon yang masih diam memegangi pipinya.

Taeyeon POV

Aku menatap Tiffany berjalan meninggalkanku sambil memegang pipi ku yang masih merasa sakit bekas di tamparnya.

“Yaak!!! Yoona Appa”

Sudah lama aku tidak mendengar dia memanggilku seperti itu. Tapi heyy, apa salahku? Kenapa dia menamparku, padahal aku sudah menolongnya.

“Dasar Hwang Mi Young, kau yang pabo” gumamku

Tiffany POV

Aku berjalan menuruni panggung meninggalkan Kim Taeyeon pabo dan mengakhiri atraksi mempermalukan diri ini.

“Kau tidak apa apa?” Yuri menghampiri ku menanyakan keadaanku, aku lupa dia ada disini untuk sesaat.

Aku mengangguk mengatakan baik baik saja. Yaah, aku memang baik baik saja. Walau Taeyeon dengan tingkah bodohnya itu baru saja mempermalukanku.

“Apa dia tidak punya otak? Bagaimana jika wartawan tau aku bertingkah konyol disini. Kim Taeyeon kau luar biasa pabbo!” gerutuku lirih menatapnya di panggung masih memegang pipi bekas tamparanku dengan tampang bodohnya itu.

Dia memang bodoh dan tingkah konyolnya yang membuatku malu tadi. Tapi kurasa kupu kupu dalam perutku kembali terbang keluar setelah sekian lama mati suri. Dan itu terjadi saat bibir kita bertemu dan matanya menatapku.

“Aniya, aniya” aku menggeleng gelengkan kepalaku berusaha menghentikan pikiranku

Tiffany bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu.

Yoona POV

Omo ….

Apa yang barusan terjadi tadi? AHHH!!!! Tuhan terimakasih. Tak kusangka Appa dan Umma justru melakukanya lebih keren dibanding rencana ku.

“Bwahahahahaa….” tawaku yang tak tertahankan pun keluar.

“Yoong” aku menoleh tersenyum pada Sunny yang memanggilku

“Aku berhasil mendapat fotonya. Lihat ini” Sunny menunjukan hasil jepretan nya padaku

“Ahh, Sunny Bunny gomawo” aku memeluknya

“Cheon Yoong” dia membalas pelukan ku

“Aku tidak kau peluk juga” suara Hyoyeon terdengar. Kudapati dia datang bersama Sooyoung dan Seohyun.

“Ahh, Hyoyeon” aku memeluknya senang.

“Kau senang sekali” Seohyun berkomentar

“Tentu saja” jawabku antusias

“Heyy,Yoong. Jangan lupa kau ajak Umma mu menginap dirumah bersama malam ini. Kau ingatkan ‘Romantic Journey’ nya” Sooyoung mengingatkan, aku mengangguk.

“Bagaimana mungkin aku melupakanya Youngie” balasku. Sooyoung tersenyum mengacungkan jempolnya padaku.  Dan kami semua tertawa untuk alasan yang tidak jelas.

Orang berkata 17 tahun adalah usia yang sangat istimewa dan siapapun orang yang mengatakan itu kurasa dia orang yang benar.

Author POV

Acara sweet seventeen Yoona berakhir. Seusai acara, semua tamu undangan segera beranjak pulang. Yuri mengajak Tiffany untuk pulang tapi Yoona berhasil mencegah niatan Yuri mengajak Tiffany pulang.

“Yuri ajjusshi, bagaimana jika kau mengantar Jessica ajumma. Bukankah apartement kalian sama sama berada di kawasan Gangnam. Aku merasa kasian ajumma Jessica pulang sendirian, dia kan wanita” kata Yoona

“Yoong, appa yang akan mengantarnya nanti” kata Taeyeon, Tiffany mendengus tak percaya mendengarnya.

“Sudalah Tae, kau tidak perlu repot repot mengantarku. Kurasa Yoona benar” kata Jessica

“Yuri sshi, tidak keberatan kan jika aku menumpang mobilmu?” pinta Jessica

“Aniya, tentu saja tidak. Kajja” ajak Yuri, Jessica mengangguk meminta izin untuk undur diri.

“Dadaa …..” Yoona melambaikan tangan

“Hati hati dijalan ajusshi ajumma” teriaknya tersenyum senang

“Yoong, kenapa kau berkata seperti itu pada Sica. Kau seperti mengusirnya saja” Taeyeon mulai mengomeli Yoona

“Yaa!! Kim Taeyeon, kenapa kau marah pada Yoona, haa? Dia memang seharusnya pulang” Tiffany justru yang membalas ucapan Taeyeon.

“Sudalah Umma Appa jangan mulai lagi, aku memang menyuruh mereka pulang. Karena ada yang ingin aku katakan” kata Yoona

“Katakan saja Yoong” Tiffany tersenyum membelai rambut anak nya

Yoona POV

Aku menarik nafas dalam dan berdoa dalam setiap hembusannya. Semoga aku bisa mengutarakan nya.

“Dae, aku ingin kita sekeluarga jalan jalan ke pulau Jeju. Ini hanya 2 hari saja, aku sudah meminta Sooyoung membantu mempersiapkan semua. Kalian mau kan?” pinta Yoona

“Tapi, Yoong Appa … “ Appa mulai mengeluarkan ribuan alasan menolak permintaan ku begitu juga Umma.

Tapi ini sudah sesuai dugaanku, maka aku mulai melancarkan jurus meyakinkan mereka. Aku mulai berakting. Untung saja aku dilahirkan dengan bakat akting terpendam seperti ini dan dalam 30 detik aku berhasil meneteskan air mata yang membuat kedua orang tuaku merangkul ku.

“Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama kalian di usia ku 17 ini seperti dulu” aku mulai akting mengisak sedih

“Ne…ne…” kata Umma menghapus air mataku

“Umma bersedia, ayo kita pergi ke Jeju” katanya yang langsung membuatku melonjak senang. Aku memeluk Umma kemudian mencium pipinya.

“Saranghae Umma, kau juga Appa” kataku pada mereka

Kulihat Appa tersenyum lega melihatku gembira lagi begitu pula Umma.

“Oya Umma hari ini Umma tidur dirumahku ya, kita kan akan berangkat besok pagi ke Jeju. Lagipula aku ingin Umma menemaniku tidur. Mau kan?” aku memasang tampang anak kecil memelas dihadapan Umma.

Umma mencubit pipiku dan berkata.

“Dae, apapun mau mu” katanya tersenyum.

 

Tiffany POV

“Umma, aku lelah aku tidurya” kata Yoona dengan manisnya.

Aku pun segera mengecup kening putirku dan memeluknya. Aku merindukan memeluknya di tengah malam seperti ini. Peri kecilku ini sudah berubah jadi dewasa. Aku berusaha menyusul Yoong ke alam mimpi tapi susah rasanya. Sayup sayup kudengar suara TV menyala. Entah mengapa aku memutuskan bangun dan pergi menuju suara TV itu. Rupanya Taeng yang menyalakan nya. Dan dia masih tetap sama, hobinya menonton Baseball sambil minum Bir kaleng tiap malam hingga tertidur di depan TV. Aku tersenyum memandang Taeng tertidur pulas seperti itu. Kuputuskan, entah kenapa lagi pergi ke kamarnya. Kamar ku juga, dulunya untuk mengambil selimut. Aku berhenti melangkah di depan pintu kamar. Melahap habis kamar itu dalam satu pandangan mataku. Kamar ini penuh kenangan manis antara aku denganya. Aku tersenyum mengingatnya. Dia masih memajang foto pernikahan kami di meja sebelah tempat tidur di bawah lampu tidur disisi dimana dia tidur. Kuambil foto itu dan menatapnya. Ternyata 19 tahun telah berlalu sejak hari dimana aku mengikat jani suci denganya.

Aku beranjak keluar kamar lalu memakaikan Taeng selimut yang kuambil dari kamarnya. Kudengar dia bergumam memanggil namaku

“Panny-ahh” gumam nya

Hal itu membuat kupu kupu diperutku kembali terbang keluar. Aku mengecup keningnya.

“Bogoshipo” kataku lirih.

Jujur aku memang merindukanya tapi semuanya sudah serumit ini dan dia sudah bersama wanita itu Jessica. Aku mematikan TV yang menyala, kembali ke kamar Yoong dan tertidur.

Author POV

Yoona bangun, dia melihat jam yang berada meja kecil samping tempat tidurnya. Jam 4 pagi. Dia melirik Umma nya yang sedang tertidur pulas. Yoona lalu bangkit dari ranjangnya, dia membuka lemari mengambil jaket dan memakai sneakers favoritnya. Dia lalu berjongkok untuk mengeluarkan koper dari bawah tempat tidur nya tepat ketika itu HP nya bergetar. Yoona menekat tombol hijau dan berkata

“Yeobseyyo” katanya

“Yoong cepat, palli!! Di luar sangat dingin” suara Sooyoung terdengar.

Yoona tersenyum, dia berjalan mendekati jendela kamarnya membuka sedikit tirai. Dia melihat Sooyoung, Hyoyeon, Seohyun dan Sunny melambai lambai ke arahnya yang berada di lantai dua.

“Jhakamman, sebentar lagi” katanya

Yoona menyeret kopernya keluar kamar menuruni tangga. Dia mampir ke dapur untuk sebentar sebelum akhirnya keluar rumah.

Yoona POV

Aku menyeret koper ini keluar rumah berusaha untuk tidak menimbulkan bunyi sedikitpun. Mereka – teman temanku tentunya sudah menunggu di depan rumah tepatnya di dalam mobil Sooyoung.

“Kau lama sekali” protes Sooyoung

“Mianhe” kataku

“Sini kubantu” Seohyun membantuku memasukan koper ke bagasi mobil

“Bagaimana?” Sunny dan Hyoyeon bertanya hampir bersamaan ketika aku masuk ke dalam mobil.

“Kau tau aku yakin mereka masih saling menyukai, aku lihat kemarin Umma ku dia yaah masih jelas menyukai Appa” aku berusaha menjelaskan pada mereka tentang kejadian yang kulihat semalam

“Lihat matamu” Sunny menyodorkan kaca padaku

“Omo…” pekik ku melihat wajah ku dikaca

“Mata panda” kata Hyo dan Sunny tertawa kecil kompak kali ini

“Well, kau melakukan dengan baik usaha pura pura tidur Yoong” komentar Sooyoung yang duduk di sebelahku di belakang kemudi. Sementara Sunny, Hyoyeon dan Seohyun dibelakang cekikian mengejek mataku.

“Sudalah, Youngie bisa buka bagian atas kurasa kita udara pagi sangat bagus” aku meminta Sooyoung membuka bagian kap atas mobilnya dan Sooyoung mengangguk melaksanakan perintahku.

“Kurasa kita butuh musik juga” saran Seohyun ketika Sooyoung memulai menyalakan mesin.

“Well, lets do it” kataku menyalakan radio yang ternyata sedang memutar lagu favorit kami semua dan kami langsung bernyanyi sepanjang perjalanan menuju rumah Sooyoung

Author POV

A-yo! GG

Yeah Yeah

Shijakhae bolka ?

Sooyoung mengawali sambil tetap menyetir

Omoo

Sahut Yoona, Seohyun, Sunny dan Hyoyeon kompak

Yae jom Bwara yae,

meseun iri isseottgillae meoril jallattdae? Eung?

Lanjut Sooyoung

Omoo

Sahut yang lain nya

tto yae jom borago!

meoributeo balkkeukkaji seutali

bakkwieosseo

wae geuraettda?

kunggeumhae juggettne

wae geuradaettda?

malhae bwabwa jom

Hyoyeon mengambil bagian, dan kini mereka tiba di di rumah Sooyoung.

Keempat gadis itu turun dari mobil dan segera berlari memasuki rumah Sooyoung

Hahaha

Let me introduce my self!

Yoona meneruskan nyanyian nya sambil bergaya

Here comes trouble!

Hoo ttara hae!

Ketiga teman nya membalas nyanyianya

O .. oo weyoo …

O .. oo weyo  …

Teriak keempat gadis ini menaiki tangga menuju kamar Sooyoung

Neo Jalnasseo jeongmal!

Sooyoung bernyanyi sambil membuka pintu kamarnya. Yoona, Hyoyeon, Sunny dan Seohyun masuk ke dalam kamar. Mereka meneruskan nyanyian nya sambil menari.

Jiga mwonde? eutgyo

Neomu kotdae sen geo ani?

Nabogo pyeongbeomhandanda yae

Oohh

Yoona mengawali nya

Geu namja wanjeon mame deureottna bwa!

Hyoyeon mengambil suara

Maldo andwae! Maldo andwae!

Sunny mengambil bagian nya

Neomu yeppeojigo sekshihae jyeosseo

Geu namja ttaemuniji?

moreobol ppeon haettdanikka neo bakkun

hwajangppumi mwonji

Seohyun kini yang menyanyi

sashil na, cheoeum bwasseo

sangcheo ibeun yasu gateun gipeun nun

Sunny melanjutkan

yaegiman haedo eojil haettdanikka?

Seohyun mengambil alih lagi

Neo jalnasseo jeongmal!

Jalnasseo jeongmal!

Yoona dan Sooyoung menyanyi bersamaan

O.. oo weyoo ..

Mereka berempat menyanyi bersamaan lagi

Here comes trouble, hey girls listen

Yoona mengiringi dengan sedikit Rap nya

O.. oo weyoo…

Keempat gadis ini bernyanyi menari begitu kompak

Neo jalnasseo jeongmal!

Yoona

Jalnaseo

Seohyun

O.. oo weyoo.. (hey)

O.. oo weyoo.. (na na nan a heyy)

Suara nyanyian dan teriakan gadis gadis ini begitu keras. Mereka begitu semangat dan gembira.

Neo jalnasseo jeongmal!

Sunny

A-yo! Stop!

Yoona menghentikan

LET ME PUT IN DOWN ANOTHER WAY

Taeyeon POV

Aku terbangun saat jam menunjukan pukul 6 pagi. Kurasa aku bermimpi indah semalam. Kuputuskan untuk pergi ke kamar Yoona mengecek keadaan nya, apa dia sudah bangun atau belum. Tapi yang kutemukan disana hanyalah  Tiffany yang nampak tertidur pulas. Aku mulai khawatir, perasaanku mengatakan ada yang terjadi.

“Yoong,Yoong” teriaku mencari carinya

Kuketuk pintu kamar mandi yang berada dalam kamarnya.

“Yoong, kau di dalam. Jawablah, ini Appa” panggilku dan tidak ada jawaban.

“Yaa!! Kim Taeyeon, kenapa kau berteriak teriak di pagi hari seperti ini, ha??” aku menoleh melihat Tiffany marah padaku dengan tampangnya yang kusam karena baru bangun tidur.

“Yoong menghilang, aku tidak bisa menemukannya” kataku memberi taunya

“Kau sudah cari dia ke bawah, di dapur mungkin” dia menyarankan, aku menggeleng.

“Aku akan mencarinya” kataku beranjak keluar kamar

Tepat ketika aku melangkah kan kaki keluar kamar Yoona HP ku berdering kudengar HP Tiffany juga berdering. Aku segera mengambil HP ku ternyata ada sms masuk.

Appa Umma mianhe, aku berangkat dulu ke Jeju. Kuharap Appa dan Umma tidak membatalkan niat ke Jeju karena aku berangkat duluan. Aku menaruh tiket pesawat di meja dapur dan pesawatnya akan take off tiga jam lagi. Kurasa kalian harus segera bersiap siap.

Oya, Appa aku sudah menyiapkan barangmu. Coba cek bawah tempat tidur mu aku sudah memasukan semuanya ke koper dan Umma kurasa kau tidak keberatan untuk membeli baju saja di Jeju😀 Kutunggu kalian berdua di Jeju.

saranghae

Yoona ^^

Aku segera menoleh ke Tiffany begitu selesai membaca SMS dari Yoong. Dia menatapku balik, sepertinya dia mendapat pesan yang sama sepertiku dari Yoona.

Author POV

Tiffany dan Taeyeon tengah berada dalam pesawat yang sebentar lagi akan lepas landas menuju Jeju. Hening dan kesunyian yang mewarnai kebersamaan mereka sejak tadi. Baik Taeyeon ataupun Tiffany keduanya tidak berniat mengawali perbincangan satu sama lain.

Kring ….

HP Tiffany berdering. Ada panggilan masuk, Tiffany tersenyum menatap nama yang tertulis dilayar

“Yuri-ah” katanya lirih. Taeyeon langsung menoleh ke arahnya.

Tiffany menekan tombol hijau di layar HP touch screen nya itu. Dan berkata

“Yeobsseyoo” katanya

“Kau kemana aku tidak bisa menghubungi mu dari tadi” suara Yuri di seberang membalas

“Ah, mianhe Yuri-ah. Aku mematikan HP ku tadi” balas Tiffany.

Taeyeon menyingkirkan rambut yang menutupi telinganya. Dia bergeser sedikit mendekat ke Tiffany ingin mencuri dengar pembicaraan mereka.

“Gwenchanayo, kau dimana sekarang? Bagaimana jika kita keluar untuk minum kopi” ajak Yuri

“Ah, mianhe Yuri-ah. Aku akan ke Jeju” jawab Tiffany menyesal

“Jeju?” Yuri mengulangi

“Dae, Jeju. Kau tidak marah kan? Aku tidak bisa menemanimu?” tanya Tiffany, Taeyeon berdehem.

“Aniya, siapa disebelahmu?” tanya Yuri penasaran

“Bukan siapa siapa. Hanya seorang pria tua yang bodoh” Tiffany menoleh ke Taeyeon melototinya karena mengganggunya tadi. Taeyeon membalas pandangan mata itu.

“Oke, oya Panny ah. Bagaimana jika aku menyusulmu ke Jeju kau tidak keberatan kan?” tanya Yuri.

Tiffany diam tak menjawab karena sebenarnya dia tidak begitu mendengar ucapan Yuri dia terlalu sibuk beradu pandangan meledek dengan Taeyeon.

“Panny-ahh. Yeobseyyo” ucap Yuri memastikan Tiffany belum menutup teleponya

“Dae, Yuri-ah” jawab Tiffany akhirnya setelah dia selesai bertarung tatapan mata dengan Taeyeon

“Jadi, bagaimana? Kau tidak keberatan?” tanya Yuri lagi, Tiffany bingung sesaat karena dia sebenarnya tidak mendengar ucapan Yuri sebelumnya tapi akhirnya dia memutuskan untuk berkata

“Dae, tentu saja tidak” jawabnya

“Baiklah” Yuri tersenyum

“Sampai jumpa” lanjutnya

“Dae” Tiffany menutup teleponya dan langsung menoleh sengit menatap Taeyeon.

“Waeyo? Kenapa kau menatapku seperti itu? Ada masalah dengan matamu?” tanya Taeyeon, Tiffany mendengus tak percaya

“Yaa, panny ahh! Kau seharusnya mematikan telephone mu kita mau lepas landas” nasihat Taeyeon

“Bukanya bermesraan di telephone” lanjut Taeyeon

“Waeyo? Kau cemburu?” tanya Tiffany, Taeyeon kaget mendengarnya dia mendengus tak percaya

“Aku cemburu?” kata Taeyon

“HAHAHAHAHA….” lanjut Tayeon tertawa renyah menutupi salah tingkahnya

Tiffany POV

Dia tertawa? Aku menanyakan dia cemburu dan dia hanya tertawa. Kim Taeyeon Pabbo! Mengaku saja kau cemburu kan? Kau masih suka padaku kan?

“Sama sekali” katanya dan itu membuatku merasa kesal

Aku yakin dia cemburu dan dia masih menyukai ku.

“Tuan, nyonya silahkan menggunakan sabuk pengaman. Kita akan terbang dalam beberapa menit lagi” seorang pramugari menghampiri ku dan Taeyeon

“Dae, Arasso” jawab Taeyeon

“Berapa lama kita akan mengudara Nona?” Taeyeon bertanya pada pramugari muda itu

“Ini sekitar satu jam sshi” jawab Pramugari itu tersenyum, lalu mohon diri meninggalkan kami

“Yaa! Kim Taeyeon, kau menggodanya?!??” pekiku kesal. Kentara sekali Taeyeon melakukan itu. Matanya dan tampangnya itu. Yaa kau pabo Taeyeon! Kau seperti pria tua menjijikan.

“Waeyo? Kau cemburu?” tanyanya

“Aku cemburu?” aku kaget mendengar pertanyaanya

“HAHAHAHAHA ….” tawaku tak tertahan lagi

“Sama sekali” akhiriku, dia hanya menatapku kemudian mendengus tertawa kecil.

“Kenapa kau tertawa, haa?” aku tidak suka melihatnya tertawa seperti itu

“Aniya, tidak apa apa” jawabnya dan aku meragukan jawabanya itu

Author POV

Setelah sekian waktu mengudara akhirnya Taeyeon dan Tiffany tiba di Jeju. Mereka segera menuruni pesawat dan berjalan menuju ruang ‘kedatangan’. Tapi disana mereka dikejutkan oleh seseorang yang membawa papan bertuliskan nama mereka.

Taeyeon dan Tiffany berdecak tak percaya, mereka mendengus tak percaya pula dan dalam frekuensi serta detik yang selisih sepersekian saja. Mereka bersamaan berteriak

“YOONAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!”

To be continued . . . . .

hayoooooo siapa yang makin penasaran ?????

comment + like nya dulu dong…

baru lanjut

hehehehe

author butuh semangat kalian nih xp

27 thoughts on “Genie chapter 2 ( taeny )

  1. Lanjut thor. Jangan pake lama kalo bisa. Heheh
    Yoong jailnya. Ckck
    TaeNy nih gak saling ngaku kalau cemburu dan masih saling menyukai.😦
    Okay Yul nyusul. Nanti Sicca nyusul juga lagi. Ckck
    Ditunggu banget thor lanjutannya😀

  2. hihi suka thor tpi pendek..
    haha kocak2 yoong jahil bgt plg kocak yg sunny fto taeny kisseuan??haha bkan na dbantu malah d abadikan???
    taeny ayo mengaku klo kalian msh saling mencintai???pasti seru nie d jeju
    sica n yul bkan pacar dri taeny kan??cuma sbtas teman???

  3. Wah… Aku mulai paham nieh keadaan mereka #lirik taeny.
    Dasar ckckc #nyanyi kalo sayang ya? Bilang sayang kalo cinta ya bilang cinta jangan di pendem? Pendem nanti jadinya suka #plak ngarang.

  4. hahaha yoong oppa dkk bener2 gila yahh .. aku suka ..

    yoong oppa fighting!!!! kembalikan kemesraan eomma appamu .. hehe

    yul appa ngga usah nyusul fany . mending yul appa d seoul aja bereng sica eomma ..

  5. yoong emang brilian tmen2nya jg g klah brilian kkk^ smoga ntar byk TaeNy moment dan lok bs spulang dr jeju mreka ngasih oleh2 yoong litle baby kkk…
    Lanjut thor!! Semangat!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s