Genie Part 7 – Taeny Fanfiction

Image

PS : Genie part 7 relase. Happy reading dan tinggalkan banyak jejak kalian. Terimakasih😀
P.PS : Happy 10.000 viewers and once again SAENGIL CHUKAE – HAPPY BIRTHDAY to JESSICA

Tittle    : Genie – Tell me your wish. Chapter 7
Author  : Frinsyo + Jullay
Editor    : Jullay
Genre     : Gender Bender, Romance – Comedy
Cast         : All SNSD members

Author POV

Di dalam kamar Tiffany meronta meminta Taeyeon melepaskan tangan nya. Tapi Taeyeon tidak mengindahkan. Merasa kesal Tiffany menarik tangan nya paksa sehingga berhasil terlepas dari pegangan Taeyeon. Tiffany lalu mendorong Taeyeon menjauh darinya.
“Kka, kau bau” kata Tiffany lalu berpaling menjauhi Taeyeon.
Tetapi Taeyeon jauh lebih gesit walau dia dalam keadaan mabuk. Dia menyusul Tiffany dan menarik tangan nya, mendekatkan Tiffany ke dirinya.
“Waeyo?” tanya Tiffany.
Taeyeon diam, dia tak segera membalas pertanyaan Tiffany. Dia menatap Tiffany walau kesadaran nya tak 100% karena mabuk. Kim Taeyeon dia tidak bergeming memandang mata milik Tiffany. Kedalam matanya itu Taeyeon ingin menyampaikan sesuatu.
“Saranghaeyo” satu kata yang diucapkan Taeyeon
Tapi entah mengapa mengucapkan kata itu sangat sulit untuk Taeyeon. Seakan bibirnya terkunci bahkan terjahit. Sangat sulit mengatakan kata yang mewakili perasaanya itu. Karena itulah Taeyeon hanya bisa memandang mata itu dan mengatakan kata itu dalam hatinya.
“Wae?” Tiffany bertanya lagi karena Taeyeon tak memberikan reaksi setelah beberapa saat berlalu.
Taeyeon tersenyum akhirnya memberi jawaban atas reaksi yang ditunggu Tiffany. Dia lalu menghela nafas dan mengelus kepala Tiffany sedikit merapikan rambutnya sambil berkata
“Selamat malam” katanya beranjak pergi
Tiffany terharu mendengar ucapan dan tingkah Taeyeon. Dia memutar tubuhnya, menatap punggung Taeyeon yang berjalan menjauh dari nya. Dan tanpa Tiffany sadari dia berlari  memeluk erat punggung Taeyeon dari belakang, Taeyeon kaget.
(Theme song : Lost in Love – Taeny)
“Tetaplah seperti ini” kata Tiffany
“Sebentar saja” lanjutnya
Taeyeon menuruti, dia diam dan membiarkan Tiffany memeluknya seperti itu. Tiffany mempererat pelukan nya. Membenamkan wajahnya dalam punggung itu, menghirup aroma dan menemukan kehangatan. Dalam dadanya dipenuhi perasaan sesak tetapi juga membahagiakan. Sudah lama sekali dia merindukan memeluk Taeyeon seperti ini. Dia merindukan Taeyeon, punggungnya yang hangat dan tingkahnya seperti tadi yang membuat hatinya bergetar. Tiffany sangat merindukan Taeyeon.
Tak lama kemudian Tiffany melepas pelukan nya. Taeyeon segera berpaling menoleh ke arahnya dan mendapati Tiffany tertunduk.
“Panny ahh” panggil Taeyeon
Tiffany mengangkat kepalanya, dia tersenyum dipaksakan dan berkata
“Mianheyo” ucapnya dengan tidak jelas
Tiffany lalu melangkah pergi menuju ranjang. Menutupi dirinya dengan selimut, menyembunyikan semua perasaan dan ekspresi miliknya dari pandangan Taeyeon.

Tiffany POV

Yaa, pabbo-yya!!!
Kenapa kau memeluknya seperti itu!! Kau pabbo Mi Young aah~
Tapi, kenapa punggung nya masih terasa hangat? Jantung ku mencelos dan berdebar dengan cepat, apakah dia mendengarnya?
Tidak, dia tidak menyukai mu lagi Mi Young. Berhentilah berpikir seperti itu.
Kau lihat dia dan wanita itu, dia memperlakukan nya dengan baik? Lalu bagaimana dia memperlakukanmu?
Dia memang mengelus rambutmu, tapi itu tidak berarti apapun.
Tapi kenapa dia menciumku? Apa dia masih menyukai ku?
Ah, aniya dia hanya berlagak di depan Yuri.
Taeyeon ahh…
Kau, apakah kau masih mencintaiku?
Tapi seandainya masih, apakah kita bisa kembali seperti dulu?

Taeyeon POV

Kim Taeyeon kau benar benar pabbo. Harusnya kau mengatakan nya.
Maaf karena membuatmu terluka dan memperlakukan mu dengan buruk.
Dan, nan saranghaeyo.
Bahkan saat dia memeluk mu, saat kau bisa mendengar suara detak jatung nya dan detak jantungmu.
Saat dia berpaling dan meminta maaf seharusnya kau menarik tangan nya dan mencegah nya pergi.
Katakan kau masih mencintainya.
Dan tanyakan apakah dia masih menyukaimu.
Dae, benar seharusnya begitu.
Tapi jika semuanya berjalan seperti itu? Apakah bisa aku dan dia kembali seperti dulu?
(Theme song end)

Author POV

Jarum jam menunjukan pukul dua dini hari. Tiffany terlelap dikasurnya setelah semua kejadian melelahkan kemarin. Sementara Taeyeon yang tidur di teras depan mengalami hal sebaliknya. Dia merasa kedinginan walaupun sudah memakai baju berlapis lapis dan selimut tebal. Karena memang ini musim dingin dan Taeyeon sedari awal salah mengambil keputusan untuk menghabiskan malam di luar ruangan.
Taeyeon terus menurus menggigil kedinginan, ketika tiba pada batas kemampuan nya. Taeyeon memutuskan untuk memasuki kamar. Dia berlari memasuki kamar dan segera lompat ke atas ranjang menarik selimut menutupi dirinya, mengurangi rasa dingin yang di alami.
Beberapa saat berlalu dan Taeyeon mulai bisa tertidur dengan lelap. Tetapi keadaan berganti pada sisi Tiffany. Dia merasa sekujur tubuhnya mulai dingin dan seperti akan membuku. Udara musim dingin seakan berhempus, mengganggu tidurnya. Tiffany akhirnya membuka mata tak tahan mengalami kondisi seperti itu. Dia terkejut melihat jalan akses menuju teras terbuka, Taeyeon lupa menutupnya tadi. Tiffany lebih terkejut lagi melihat Taeyeon terlelap disebelahnya dengan selimut yang tadi dia kenakan sekarang berpindah menutupi Taeyeon.
“Yaak!!!” teriak Tiffany bangkit berdiri
“Yaak!! Kim Taeyeon!!” teriaknya, Taeyeon hanya bereaksi dengan menggaruk garuk telinganya
“Kim Taeyeon!!!” jerit Tiffany keras tapi Taeyeon justru memutar posisi tidur membelakangi Tiffany
Tiffany mendengus tak percaya. Dia menutup jendela kaca besar sekaligus pintu ke teras yang tadi lupa ditutup Taeyeon. Setelah itu dia menarik selimut yang dikenakan Taeyeon dan menggoncang goncang tubuh Taeyeon.
“Yaa!! Kim Taeyeon bangun kau!!” teriak nya kesal tak ada reaksi
“Kim Taeyeon!!” teriaknya lagi, suara dengkur Taeyeon terdengar
“Yakk!! Kau!!!” Tiffany mendorong Taeyeon membuatnya terjatuh dari ranjang, menimbulkan bunyi hantaman yang keras.
“Auww!!!” pekik Taeyeon langsung terjaga karena merasa sakit
Taeyeon masih merintih kesakitan sambil bangkit berusaha untuk kembali ke ranjang. Tapi niat nya gagal karena kaget melihat Tiffany memandanginya kejam dengan tampang akan menerkam nya.
“Yaak!! Kau!! Bagaimana kau ada di atas kasurku? Haa?!!?” tanya Tiffany marah
“Kau! Jadi kau yang mendorongku!!” Taeyeon tanggap kondisi
“Yaa, michoso?” tanya Taeyeon heran
Tiffany menggigit bibir bawahnya, memandang Taeyeon kesal, dia mendengus. Dia lalu berjalan menghampiri Taeyeon.
“Wae?” tanya Taeyeon mengangkat sedikit dagunya
Tiffany diam tak menjawab masih menatap Taeyeon dengan sorot mata mau memangsanya. Detik berikutnya Tiffany terkekeh memalingkan mukanya lalu
BRUGGG!!!!
Dengan teramat keras Tiffany menendang, menghantam junior Taeyeon. Membuat Taeyeon mendengok, membelalak kesakitan dan tersungkur lagi.
Tiffany tertawa penuh kemenangan melihat Taeyeon tersungkur merintih kesakitan. Kemudian dengan segenap tenaga Tiffany menyeret Taeyeon yang masih meringkuk kesakitan menuju kamar mandi. Tak lama setelah bersusah payah Taeyeon telah berhasil dibawa Tiffany. Taeyeon tetap kesakitan ketika tepat Tiffany melempar bantal dan selimut ke Taeyeon.
“Kau tidur disini!!” teriak Tiffany
“Yaaakkk!!!!” teriak Taeyeon berusaha berlari keluar saat Tiffany ingin menutup pintu tapi juniornya masih saja terasa sakit membuatnya tak bisa mengeluarkan tenaganya.
Tiffany menutup pintu sangat keras. Dia tersenyum penuh kemengan dan kembali ke ranjang melanjutkan tidurnya. Di dalam kamar mandi Taeyeon masih meringkuk kesakitan. Taeyeon merangkak menuju pintu kamar mandi dan mengetok ngetok pintu itu berkali kali.
“Yaa!! Hwang Mi Young buka pintu nya!!!” teriak nya
“Mi Young, buka pintunya” lanjut Taeyeon
“Auww…” Taeyeon masih merasa sakit
“HWANG MI YOUNG BUKA PINTUNYA!!!” teriaknya keras
Tapi Tiffany tak bergeming seperti tidak ada suara sama sekali pada saat itu. Tiffany hanya tersenyum bahkan tertawa mendengar Taeyeon berteriak teriak meminta keluar.
Setelah beberapa waktu berlalu Taeyeon menyerah memohon pembebasan. Dia meringkuk di balik pintu menahan sakitnya.
“Yaa, Mi Young jinja…” geramnya
“Michoso?” ucapnya kesal
Setelah rasa sakit yang dirasakan nya berkurang, Taeyeon yang sudah pasrah akan keadaan memutuskan melanjutkan tidur. Dia mengambil bantal dan selimut yang tadi dilempar Tiffany dan memutuskan untuk tidur di dalam bathup kali itu. Taeyeon mengatur posisi nya dan mulai tidur tapi susah sekali untuk tidur. Karena bathup itu dingin dan sangat tidak nyaman. Taeyeon bangkit menggerutu mencoba menemukan posisi tidur yang nyaman untuknya. Dia lalu mencoba berbagai posisi. Dimulai dari tidur di atas lantai hingga atas closet dengan menekuk kaki dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Semuanya tidak ada yang membuatnya nyaman tapi justru membuatnya merasa kesal. Taeyeon bangkit dan kembali mengetuk ngetuk pintu dengan keras sekali lagi.
“Hwang Mi Young buka pintu nya!!!” teriak Taeyeon
“Yaa, Panny ahh` Michoso? Aku bisa mati di tempat ini!!” lanjutnya
“Buka pintunya!!!” pekik Taeyeon
“TIFFFAANNNYYYY!!!!!” jerit nya

Yoona POV

Aku terbangun hari ini dengan perasaan sangat teramat baik. Perutku sudah tidak terasa sakit lagi. Ini semua berkat Sunny dan ketiga sahabatku lainya yang berbaik hati memanggilkan dokter dan mau merawatku. Aku terharu dan bersyukur sekali atas mereka.
Dan sakit perutku ini sangat mengganggu semua rencana rencana ku untuk menyatukan orang tuaku. Untunglah teman teman ku juga bisa menghandle masalah itu. Ahh, aku benar benar beruntung memiliki teman seperti mereka. Seandainya tidak, aku tidak tau berakhir seperti apa aku sekarang.
Aku bangkit bangun dari kasur dan melakukan peregangan otot. Seharian berbaring dan seharian berkali kali ke toilet membuat semua otot ku terasa kaku dan keram. Ketika aku sedang melakukan sedikit senam pagi, yaah bisa dikatakan seperti itu. Sunny datang, dia menyapaku dengan senyumnya yang seperti Sunny – matahari.
“Yoong, kau sudah baikan?” tanya nya
“Seperti yang kau lihat. Aku bahkan sudah 100% merasa sehat kembali” jawabku antusias
“Syukurlah” dia tersenyum
“Dimana yang lainya?” aku menanyakan keberadaan Hyoyeon, Seohyun dan Sooyoung
“Ahh, mereka sedang menjalankan misi melanjutkan rencana mu” terang Sunny
“Jinja?” tanyaku tak percaya, Sunny mengangguk
“Gomawo, kalian memang benar benar baik” aku terharu kesekian kali
“Sudalah berhentilah bersikap terharu seperti itu, menjijikan” Sunny menggoda, aku menggeleng
“Shiro, nan nomu nomu gamshaeyo” kataku, Sunny memeluku
“Dae, dae, dae. Cheon ne chingu” katanya terkikik melepas pelukanku kemudian
“Sooyoung, Seohyun dan Hyoyeon akan mengatur dan melanjutkan semuanya. Jadi sekarang mandilah dan pergi sarapan. Tenang sajalah” Sunny memberi tahu, aku mengangguk
“Dae” jawabku tersenyum
“Tapi apa yang mereka lakukan?” tanyaku penasaran
“Aah, kau akan tau” Sunny tersenyum

Author POV

Tidur Tiffany terganggu lagi. Bukan karena ulah Taeyeon kali ini tapi karena seseorang menekan bel pintu kamar berkali kali. Dengan enggan Tiffany bangkit dan menuju pintu. Dia membuka pintu mencari tau siapa tamu nya pagi itu.
“Anneyong hasseyo” sapa seorang pria sedikit tua membungkuk
“Anneyong” Tiffany menguap mengacak acak rambutnya
“Nuguya?” tanya nya
“Selamat pagi, maaf kami mengganggu kenyamanan anda Nyonya” jawab orang itu
“Dae” Tiffany mengangguk
“Kami dari pihak hotel ingin menyampaikan bahwa pemanas ruangan dalam kamar ini sedang dalam kondisi buruk. Dengan kata lain nya sedang mengalami kerusakan. Karena itu kami meminta izin untuk memperbaiki nya hari ini. Jika tidak diperbaiki diperkirakan malam hari suhu ruangan akan mencapai minus tiga puluh derajad” jelas petugas hotel
“Dae, Arraso” kata Tiffany
“Dan sebagai ucapan permintaan maaf kami. Pihak hotel telah menyediakan paket Hiking musim dingin untuk tamu dalam ruangan ini. Semuanya ditanggung pihak kami dan dengan kata lain nya gratis” petugas hotel itu tersenyum menjelaskan
“Gratis?” tanya Tiffany insting wanita muncul mendengar kata itu
“Dae” orang itu membenarkan
“Kalau begitu saya permisi” lanjut orang itu membungkuk meminta izin untuk pamit
Tiffany hanya mengangguk angguk sambil menatap petugas hotel itu berlalu.
“Gratis?” tanya nya sendiri
“Gratis?” ucapnya lagi
“Gratis” kali ini disusul senyuman lalu tawa, nampak jelas dia bahagia.
Tiffany kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk mempersiapkan diri sambil bersenandung senang. Dia membuka pintu kamar mandi dan sejurus kemudian berteriak
“AAAAAA!!!!” teriaknya kaget melihat Taeyeon yang tiba tiba muncul di hadapanya dengan tampang berantakan begitu pintu terbuka
“Yaak!!! Sedang apa kau disini?!?” tanya Tiffany
“Yaa! Michoso? Apa kau lupa? Kau mengurungku semalaman disini” Taeyeon mengingatkan
Tiffany diam nampak berpikir, seperti nya dia lupa telah mengurung Taeyeon di kamar mandi semalaman.
“Kka!! Aku mau tidur!! Sebaiknya kau menjauhi ku hari ini. Aku ingin istirahat” Taeyeon menerobos Tiffany yang sedang berdiri di ambang pintu dan segera merebahkan dirinya di atas kasur.
“Yaak!! Kim Taeyeon. Kau tidak boleh tidur” teriak Tiffany
“Bangunlah!!” lanjutnya
“Shiro!!” teriak Taeyeon bersamaan dengan menarik selimut menutupi tubuhnya
“Yaa!! Bangunlah, palli!!!” Tiffany berteriak, Taeyeon tak bereaksi
“Yaa!! Kim Taeyeon” teriak Tiffany dan Taeyeon masih tetap diam
“Aihss, jinja ….” gerutu Tiffany kesal
Tiffany lalu mendekat ke ranjang. Dia menarik selimut Taeyeon, menggoyang goyang kan tubuhnya.
“Yaa, Yoona Appa bangunlah!!” teriak Tiffany
“Shiro!!” Taeyeon menarik selimut yang tadi dibuang Tiffany menutupi tubuhnya lag
“Jinja, yak!! Palli, bangunlah!!” Tiffany mulai kesal karena itu dia berteriak sambil memukul mukul Taeyeon
“Bangun!!!” Tiffany terus memukul
“Yaak, appo! Appo” Taeyeon berjingit kesakitan
“Kalau begitu bangunlah” kata Tiffany
PLAKK!!!
Tiffany memukul pantat Taeyeon sangat keras, membuat Taeyeon terbangun sambil menjerit kesakitan.
“Yaak, Appo, appo” runtuk nya sambil berjingit mengelus pantat nya yang kesakitan atas pukulan Tiffany
“Yaak!! Hwang Mi Young jinjaa!!” Taeyeon terheran heran melihat perbuatan Tiffany
“Semalaman kau mengurung ku di kamar mandi dan sekarang kau mengganggu ku lagi. Jinja, yak!! Apa kau tidak bisa berhenti mengganggu ku. Pergilah aku butuh tidur” Taeyeon berkata cepat sekali tanpa menambahkan jeda
“Kau tidak boleh tidur” larang Tiffany
“Wae? Wae? Waeyo?!!!??” tanya Taeyeon dengan pengucapan seakan orang berteriak
“Hiking. Kita akan pergi hiking” kata Tiffany
“Mwo???!?!??” teriak Taeyeon membelalakan mata nya tak percaya, Tiffany membalas dengan
senyuman “eye smile”.

Yoona POV

Sunny terus berkicau mengeluhkan buruknya sarapan pagi di Hotel ini karena tidak menyediakan menu Korea sama sekali, sehingga beberapa hari terakhir ini dia terpaksa makan pagi dengan Amerika Style.
“Aigo, aku benar benar sudah bosan memakan sosis” katanya sambil menusuk nusuk sosis di piring nya dengan garpu
“Berikan padaku” ucapku mengulurkan piring kepada Sunny
Sunny menaruh semua Sosis yang seharusnya dia makan keatas piring ku.
“Gomawo” aku tersenyum senang
“Ne” katanya menghembuskan nafas kemudian
Aku menatap piring ku yang penuh dengan sosis. Jinja mashitaa!! Aku sudah tidak sabar memakan nya. Tepat ketika aku mengunyah sosis kedua ku Seohyun, Hyoyeon dan Sooyoung datang bergabung bersama kami (aku dan Sunny) untuk sarapan.
“Bagaimana?” tanya Sunny antusias, Sooyoung hanya mengangguk angguk
“Semua nya beres” jawab Hyoyeon
“Jinjayo?” tanya Sunny lagi, Hyoyeon mengangguk mantap
“Yaak!! Kalian membicarakan apa?” aku bertanya dengan mulut yang penuh sosis
“Habiskan dulu makanan mu Yoong” saran Seohyun
Aku mengunyah lebih cepat, menelan lalu meminum air. Kemudian melanjutkan pertanyaan ku
“Pali katakan, apa yang kalian bahas?” paksaku
“Ini mengenai visi dan misi mu” jawab Hyoyeon
“Appa dan Umma?” tanyaku memastikan
“Yup” Sooyoung mengangguk membenarkan
“Jadi apa yang kalian lakukan pada mereka?”  aku memulai mengintrogasi
“Sesuai rencana mu, kami menyuruh pihak hotel mengatakan bahwa pemanas ruangan di kamar orang tua mu rusak, dan memberi mereka hadiah hiking gratis” jelas Sooyoung
“Terus?” aku memintanya melanjutkan
“Tapi mereka berdua tidak akan pergi hiking. Kami akan membuat mereka tersesat di hutan dan terpaksa menginap berdua semalaman di pondok dalam hutan” lanjut Sooyoung setelah sebelumnya menelan ludah
“Daebak!!” pujiku
“Ini hebat sekali. Kalau mereka terjebak dalam pondok di hutan berdua. Di tengah musim dingin seperti ini. Kurasa mereka bisa memberikan ku seorang adik” ucapku tertawa nakal membayangkan yang tidak tidak
“Bagaimana jika tidak seperti itu?” komentar Seohyun
CEMPRIANG …
Bayanganku langsung pecah berkeping keeping mendengar ucapan Seohyun
“Yaak!! Seo kenapa kau berkata seperti itu?!!!?” hardiku kesal
“Ani, aku tidak bermaksud. Hanya saja bagaimana kalau mereka tidak mau pergi Hiking” Seohyun menghawatirkan
“Hmmm, dia benar juga. Bagaimana kalau Umma mu menolak” komentari Sunny
“Ani, dia tidak akan menolak” jawab Yoona yakin
“Wae?” tanya Sunny penasaran
“Umma ku dia tidak akan menolak sebuah hadiah, apalagi itu mengandung kata ‘Gratis’. Yaah, walaupun dia seorang penyanyi terkenal, tapi pada dasarnya dia hanya seorang wanita, dia jauh dalam dirinya dia hanya sudah menjadi ibu – ibu” terangku dengan tekanan intonasi
Sooyoung, Seohyun, Hyoyeon dan Sunny membentuk mulut mereka ‘O’ dan mengangguk angguk paham.
“Baiklah kita tinggal melanjutkan sisanya” kata ku menepukan kedua tangan bersemangat
“Sisanya?” tanya Seohyun nampak bingung
“Yuri ajusshi dan Jessica ajumma. Kita harus membereskan mereka secepat mungkin supaya mereka tidak mengganggu rencana ini dan kali ini kita tidak boleh gagal lagi” ucapku menggebu gebu.
Yahh!! Kali ini aku tidak boleh gagal. Aku harus menjalankan misi ini dengan sempurna. Yoong kau pasti bisa. Yoona fighting!!

Author POV

Taeyeon dan Tiffany tengah berjalan menelusuri hutan di tengah dingin nya udara musim dingin. Tiffany memimpin perjalanan ini sementara Taeyeon mengikuti di belakang. Kesunyian meliputi mereka. Tidak ada pembicaraan apapun, masing masing dari mereka telah saling berbicara satu sama lain saat pertengkaran hebat yang berlangsung tepat sebelum pergi melakukan perjalanan ini. Tiffany terus memaksa Taeyeon pergi karena tanpa Taeyeon dia tidak bisa pergi, itulah syarat yang diajukan pihak hotel. Taeyeon menolak, dia terlalu lelah. Dia tidak tidur semalaman dan merasa kedinginan akibat ulah Tiffany mengurung nya di kamar mandi. Taeyeon juga mempersalahkan cara berpakaian Tiffany. Dia berkata Tiffany lebih mirip seseorang yang akan melihat Winter – Paris Fashion Week daripada seseorang yang akan pergi mendaki gunung. Karena semua alasan itulah mereka bertengkar.
“Yaak, Tiffany, jhakamanyo” Taeyeon menghentikan perjalanan itu
“Wae?” Tiffany memutar tubuhnya mendapati Taeyeon sedang duduk menyandar di bawah pohon
“Yaak!! Kim Taeyeon berdirilah! Kita harus melanjutkan perjalanan, sudah hampir sore sekarang” Tiffany menggerutu
“Jhakaman, kita istirahat sebentar saja” Taeyeon nampak kelelahan
“Yaak! Kim Taeyeon kau pria macam apa? Kita baru berjalan sekitar satu jam saja” Tiffany mencerca Taeyeon
“Dae, kita berjalan satu jam saja. Tapi dalam satu jam itu kita sudah melewati sepuluh kali tempat ini. Yaak, michoso? Kenapa kau menerima paket hadiah hiking tanpa ada pemandu dan hanya sebuah peta sebagai petunjuk. Tanah tempat kita berpijak saja bahkan tidak bertambah tinggi, kita tidak mendaki! Kita tersesat dihutan!” Taeyeon membalas semua cercaan Tiffany
“Kau menyalahkan ku sekarang?” Tiffany tidak terima
“Sudalah lupakan aku malas bertengkar lagi denganmu” Taeyeon berusaha mengakhiri
“Kalau begitu ayo kita lanjutkan jalan” ajak Tiffany
“Shiro” Taeyeon menolak
“Yaa, Kim Taeyeon” panggil Tiffany
“Shiro, kalau kau mau lanjutkan saja sendiri” usul Taeyeon
“Kim Taeyeon” panggil Tiffany
“Taeng-aah jebal” Tiffany memohon, tapi Taeyeon diam tak menjawab
Merasa kesal karena Taeyeon tak merespon nya Tiffany memutuskan menghampiri Taeyeon.
“Yaa, bangunlah. Ayo kita jalan” Tiffany memaksa
“Shiro” tolak Taeyeon
Tiffany mendengus kesal melihat tingkah Taeyeon yang bermalas malasan seperti saat ini. Dia akhirnya mengacak acak dan menjambak rambut Taeyeon sambil terus berteriak
“Ayo bangun, berdirilah” teriaknya sambil tak henti mengacak acak rambut Taeyeon
“Yaa, hentikan appo appo” rengek Taeyeon berusaha menghindar dari serangan Tiffany
“Berdirilah” Tiffany terus melakukan kegiatan menyiksa Taeyeon
“Appo!!!” akhirnya Taeyeon berhasil menampik Tiffany hingga menyebabkan Tiffany terjatuh
“Yaak!!!” Tiffany memekik marah atas perlakuan Taeyeon dan hendak membalas nya dengan sebuah pukulan tapi niat itu terhenti karena dia melihat Taeyeon sungguh kesakitan
Tiffany mendekatkan diri ke Taeyeon dan bertanya
“Yaa, kau benar benar sakit?” tanya nya, Taeyeon tak menjawab
Tiffany melepas sarung tangan nya dan menempelkan tanganya ke dahi Taeyeon.
“Yaa, Kim Taeyeon badan mu panas. Kau sakit” pekik Tiffany
Taeyeon menampik tangan Tiffany, memandang Tiffany kesal. Dia kemudian berkata
“Kka, lanjutkan perjalanan mu. Biarkan aku beristirahat” katanya mengusir Tiffany
“Bagaimana aku bisa pergi sementara kau sakit seperti ini” komentar Tiffany, Taeyeon terkejut mendengar kan nya
“Naiklah, aku akan menggendongmu” Tiffany menawari Taeyeon punggungnya
“Yaak, Panny ahh. Michoso?” teriak Taeyeon kesal
“Palli, naiklah aku akan menggendongmu” Tiffany terus memaksa
“Palli” teriak Tiffany
Tiffany sudah menunduk membelakangi Taeyeon supaya Taeyeon bisa melompat ke punggung nya dan dia akan menggendong Taeyeon. Taeyeon sebenarnya ragu Tiffany bisa menggendong nya tapi Tiffany terus berisik dan memaksa Taeyeon untuk naik ke punggung nya, hingga akhirnya Taeyeon menuruti nya.
HUP…
Taeyeon melompat ke punggung Tiffany. Tiffany menyangga Taeyeon dengan tangan nya dan berusaha bangkit berdiri.
“Apa kau bisa?” tanya Taeyeon ragu
“Tenanglah, ini semua salahku aku akan bertanggung jawab” jawab Tiffany
“Dae, ini salahmu” Taeyeon membenarkan.
Satu langkah, dua langkah, tiga empat lima dan enam langkah, Tiffany diluar dugaan bisa menggendong Taeyeon dengan baik. Tetapi menginjak langkah ke dua puluh Tiffany mulai kelelahan karena Taeyeon begitu berat dan
BRUGG …..
Tiffany terjatuh secara otomatis pula Taeyeon ikut terjatuh.
“Auw” Taeyeon merintih memeggangi sikutnya yang sakit
“Oh, mianhe” Tiffany menunduk menyesal
“Naiklah aku akan menggendong mu lagi” bujuk nya lagi
“Shiro!” Taeyeon menolak
“Yaa, Kim Taeyeon naiklah. Aku akan menggendongmu” Tiffany terus memaksa
Taeyeon menutup telinganya, kepalanya pusing mendengar Tiffany yang terus berteriak memaksa. Dia merasakan udara di sekitarnya semakin dingin.
“Yaa, Kim Taeyeon!!” teriak Tiffany
“Kalau kau terus menerus berteriak aku akan menciumu!” ancam Taeyeon, Tiffany membeku
“Berhentilah bicara, aku bisa jalan sendiri” kata Taeyeon melangkah lagi

Yoona POV

Aku menoleh ke Sooyoung. Menyipitkan mataku, menggigit bibir bawahku lalu mengangguk padanya. Sooyoung merespon baik, dia melakukan hal yang sama persis denganku. Aku menghembuskan nafas
“Kajja” ucapku
“Kita bisa melakukan ini” lanjutku
“Hmm…” jawabnya
Aku dan Sooyoung pun mulai melangkah. Berjalan menuju seseorang di seberang sana. Yuri ajjusshi. Aku sedang dalam misi untuk menyingkirkan Yuri ajusshi supaya dia bisa berhenti mendekati Umma dan mengganggunya dengan Appa.
“Yuri ajusshi” sapaku ketika kaki ku berhenti persis di depan meja yang di duduki nya saat ini
“Anneyong haseyo” aku membungkuk memberi salam dan tersenyum
“Oh, Yoona” katanya seperti nya kaget melihatku
“Apa kau sudah sehat? Kudengar perut mu sakit?” tanya nya
“Aah, aku sudah baikan” jawabku jujur
“Syukurlah” katanya tersenyum
“Ajusshi kau makan siang sendirian? Kau tidak bersama Umma ku?” tanya ku
“Ne, aku bahkan tidak melihat Umma mu seharian. Dia juga tidak berada di kamar nya. Kau tau dia dimana?” dia balik bertanya padaku
“Mollayo, aku baru saja keluar kamar. Perutku masih sakit tadi pagi” jawabku berpura pura, Yuri ajusshi hanya bisa mengangguk angguk
“Ajusshi, boleh kami duduk disini? Kami juga ingin makan siang” aku memohon
“Tentu saja” dia langsung mempersilahkan
Tanpa membuang waktu aku segera menarik kursi dan duduk di hadapan nya, sementara Sooyoung duduk disebelahku.
“Oya, ajusshi ini Sooyoung temanku” aku memperkenal kan Sooyoung pada Yuri ajusshi
“Anneyong haseyo, Choi Sooyoung imnida” kata Sooyoung memperkenalkan diri
“Anneyong haseyo, Kwon Yuri” balas Yuri ajusshi ramah
“Ajusshi kalau tidak salah perusahaan mu dibidang real estate kan?” tanyaku berusaha ingin tahu
“Dae” dia mengangguk
“Wah, kebetulan sekali. Kau pasti kenal Arsitek dan Kontraktor Choi bukan?” lanjutku
“Kontraktor Choi? Ahh, bukankah dia pemilik resort ini. Dia mendesain dan membangun tempat ini sendiri. Waeyo?” tanya nya balik
“Dia kakek Sooyoung” kataku sedikit berbisik memberi tau
“Jinjayo?” tanya Yuri ajusshi tak percaya dia menatap Sooyoung
“Dae, dia kakek ku” akui Sooyoung
“Jinjayo? Aku ingin sekali bertemu dengan nya dari dulu. Ada suatu proyek yang aku ingin dia yang menangani” Yuri ajusshi nampak bermanfaat
“Aah, maaf aku jadi membicara kan pekerjaan” katanya menyesal
“Tidak apa apa. Kakek juga ingin sekali bertemu dengan anda. Dia mengatakan anda salah satu pengusaha muda yang berbakat dan juga ingin menangani salah satu perumahaan anda” Sooyoung menjelaskan
“Jinjayo? Ini suatu kehormatan beliau mengatakan seperti itu” Yuri ajusshi berterimakasih
“Kalau paman mau aku bisa berbicara pada kakek supaya menemui anda atau anda bisa menemui kakek sekarang. Kebetulan dia baru tiba di hotel pagi ini. Dia ingin mengajak ku menemani nya melihat pameran di Nagoya. Kalau ajusshi punya waktu mungkin aku bisa mengatur pertemuan kalian” jelas Sooyoung panjang lebar
“Jinjayo? Tentu, tentu saja aku ada waktu sekarang” jawab Yuri
“Baiklah, aku akan menyuruh Kakek menemui anda. Jam 2 di 1st VVIP Room” Sooyoung tersenyum, Yuri ajusshi mengangguk menyanggupi.
Aku ikut tersenyum pula sepertinya rencana ku akan berjalan sangat mulus.

Author POV

Taeyeon dan Tiffany setelah berputar putar dalam hutan dan mengikuti petunjuk peta sebisa kemampuan mereka, tiba di sebuah pondok kecil dalam hutan.
“Mereka bilang ini pos peristirahatan, ternyata sebuah pondok” komentar Taeyeon
“Sudalah cepat masuk” Tiffany menerobos taeyeon memasuki pondok itu terlebih dahulu
Pondok kecil itu entah kenapa tidak terkunci, tempat nya bersih dan perapian nya menyala. Bahkan terdapat makanan dalam tempat itu.
“Jangan buat aku berpikir ini semua rencana Yoona” Tiffany berbicara seorang diri
“Tidak, dia sedang sakit perut. Dia tidak akan sempat mempersiapkan semua ini” kata Tiffany berusaha meyakinkan diri
“Benar begitu kan?” Tiffany menoleh ke Taeyeon berusaha mendengar kesetujuan atas pendapat yang dikeluarkan nya
“Kim Taeyeon?” panggil Tiffany memastikan karena sekarang Taeyeon nampak berbaring di sofa
“Apa kau sudah tidur?” tanya nya lagi dan tak ada jawaban
Tiffany memberanikan diri mendekat ke Taeyeon. Dia melihat Taeyeon telah menutup mata nampaknya tertidur tapi nafasnya sangat berat terdengar. Tiffany dengan ragu ragu meletakan tangan nya ke dahi Taeyeon untuk mengecek suhu tubuhnya.
“Dia panas sekali” komentar Tiffany cemas memandang Taeyeon

Yoona POV

Aku berhenti melangkah tepat di depan ruangan ini. Yuri ajusshi menoleh ke arahku dan berkata
“Apa kau tidak ingin masuk” tawarnya
“Tidak terimakasih. Aku cukup sering bertemu kakek Soo” jawabku cukup sopan
“Apa ajusshi canggung harus masuk sendirian?” tanyaku
“Apakah terlihat sekali?” tanya balik
Jelas sekali, ucapku dalam hati.
“Tidak aku hanya menebak” jawabku berbohong
“Ini suatu kehormatan bisa bertemu dengan nya. Dia sudah lama menekuni dunia seperti ini, namanya cukup terkenal dan seperti bertemu senior” Yuri ajusshi terus menerus bicara bagaimana senang nya akan bertemu dengan Kakek Sooyoung dan ini benar benar memuakan dan juga membosankan.
“Aah, maaf. Aku bicara seperti ini lagi” katanya
“Tidak apa, tidak masalah” aku berbohong lagi
“Oya, Sooyoung menyampaikan ucapan maaf nya karena tidak bisa menemani mu juga. Dia sakit perut seperti nya salah memesan menu makan siang. Ahh, jinja ada apa dengan makanan di tempat ini” aku memulai nya lagi berlagak berakting
“Tidak masalah, kalau begitu aku permisi” Yuri ajusshi akhirnya berjalan masuk
“Dae” kataku tersenyum
Yuri ajusshi membuka pintu nya, terbuka. Dia menoleh kepada ku tersenyum, aku membalas senyum nya. Lalu dia melangkah masuk ke dalam, menutup pintu dan tertutup. Aku tersenyum, lalu tertawa bahagia.
“Wellcome to the Game” kataku tersenyum lebar

Author POV

Yuri melangkah masuk ke dalam ruangan. Dia menebarkan pandangan mata nya berusaha mencari, menangkap bayangan seseorang yang ingin ditemuinya. Dan akhirnya dia mendapatkan nya. Dia bertemu dengan orang itu.

To be continued . . . . .

36 thoughts on “Genie Part 7 – Taeny Fanfiction

  1. annyeong…

    yeay taeny moment nya bejibun,asseeekkkk…
    tapi ttep ajj ego masing” msh tinggi selangit kkkkkk…
    taeny hiking tanpa ada gangguan dr yulsic *good
    mana ppany kuat lagi gendong taeng,minum vitamin apa sih ppany?
    mudah” an ajj dgn sakit nya taeng,hub. taeny bisa lebih membaik…cape lah masa duel triak mulu…u,u

  2. Jgn2 yg d temuin ma Yuri thi sica *plakk sox tw # …
    Ska ma scene TaeNy …
    Lanjut thor …
    Lgi enak2 ea bca ekh da Tlisan TBC ….

  3. salam kenal thor., reader baru nih. aku udah baca genie mulai dr part 1 sampai part ini, Hehehehe
    geregetan deh sama taeny! Kapan baikannya thor?
    Kira2 yuri ketemuan sama siapa ya?? Kok feelingku yuri ketemu sama jessica bukan sama kakeknya sooyoung hahaha sotoy
    Lanjut thorr

  4. akhirna update jg
    ppany kejam bgt ce taeng na kan lg sakit
    ayo thor bkn ppany khawatir trz bsa blk lg ma taeng
    thor klo bsa update ny dprcpt ya thor pnsaran bgt nie ma crt
    hwitaeng thor

  5. Hah koq tbc ganggu thor😥 belum puas nih :p
    Ng! Masih pengen taeny moment haha .. Semoga next chap hubungan mereka makin baek dari sakitnya tae *jadi ngerasa jahat manfaatin sakitnya tae* gak apalah #plakk
    Hmm,, yul udah masuk noh .. Terus sica? Haha
    Tapi yakin, gak bakalan ganggu tuh moment taeny *sangat berharap*
    Next nya ditunggu buanget nih thor haha

  6. Aih…taeny moment nya.
    Btw itu fany kuat ya gndong taetae.ckckck..

    Oh authorny yeoja, q kra namja coz klo d lhat dri nma authornya….
    Ya sdahlah author,ayo lanjut.!

  7. akhirnya…update juga…>,<

    TAENY moment…eh kirain di nih part bakal ada NC..haha lupa gue kalo yg jd main cast nya bocah jd ga mungkin dong yah…'0'

    masih penasaran gue kenapa taeny jd persng dingin gini u

  8. Fany “kdrt” -_-?
    Wow…! Semoga dengan sakitnya taeng, TaeNy banyak moment sweet nya.
    Ya thor… #ngarep ahahaha!

  9. Waah , taeny pasangan yg co cweet walaupun tippany sadis , haha
    Yoong km anak manis tetep smangat ya,
    d tunggu lanjutan nya ^^V

  10. Waaaaaaan tbc….. Greget bgt ngeliat TaeNy, btw maap yaak thor aku baru koment di part 7 soalnya baru 2 jam yg lalu aku baca ff mu ini hingga part 7 dan hanya comment di part7 mian :(author gak maraaah kaaaan ??

  11. anneyeong new reader imnida~

    mian karna gak komen di chapter sebelumnya jeongmal miane~

    sumpah thor greget tuh sma taeny, egonya gde bnget, kalau memang mash cinta omngn dong jangan bikin orng greget hm~

  12. Asyik taeny skrang brduaan g da pengganggu, and dg skitnya taeng pany psti ngrawat taeng dpondok itu dan smoga trjadi nananina disitu xixixi😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s