Genie part 9 – Taeny Fanfiction

Image

Tittle    : Genie – Tell me your wish. Chapter 9

Author : Jullay + Frinsyo

Editor  : Jullay

Genre  : Gender Bender, Romance

Cast     : All SNSD members

Author POV

Taeyeon setelah lama tak merespon akhirnya menanggapi ucapan Tiffany. Kim Taeyeon dia merespon dengan memberikan sebuah anggukan kecil. Anggukan yang ditangkap baik oleh Tiffany. Yang berarti ‘Tidak’. Mereka tidak bisa kembali, Taeyeon dan Tiffany mereka berakhir.

Yoona POV

Kami bertepuk tangan meriah setelah menyelesaikan nyanyian kami. Hatiku terasa sangat senang dan bersemangat. Bersenang senang seperti ini dengan teman teman ku dan terutama memikirkan Appa dan Umma yang kuyakin saat ini sedang bermasraan di pondok tengah hutan sana. Semoga mereka memberiku kabar baik sepulang nya dari sana. Amin🙂

Author POV

Jessica berjalan ke kanan dan ke kiri dengan kegelisahan melingkupi. Dia tidak bisa berhenti menggigiti kuku nya, hal yang biasa dia lakukan ketika gugup atau pun gelisah. Sudah melebihi pukul 7 malam sementara Yoona tak menampakan sedikit pertanda akan muncul dan mengeluarkan dirinya dari ruangan itu. Disisi lain Yuri yang pada awalnya menginginkan segera bebas dari ruangan yang mengurung nya itu, mulai menikmati keadaan sebagai tawanan dan tak terlalu banyak berharap Yoona muncul melepaskan nya.

“Kau terlihat gelisah?” tanya Yuri bosan melihat tingkah Jessica

“Jelas, ini pukul 7 lebih” jawab Jessica

“Duduk dan tenang lah, yang kau lakukan tidak akan mengurangi rasa gelisah mu” saran Yuri

“Aku sudah terbiasa melakukan ini” tolak Jessica

“Tidak ada salah nya mencoba cara baru” Yuri memberi saran lain

Jessica berhenti berjalan, dia menoleh ke Yuri menatap nya. Yuri memainkan ekspresi wajah nya, memberi kesan bahwa Jessica patut mencoba saran dari nya. Dan Jessica melakukan nya. Dia menuruti saran Yuri. Jessica duduk kembali di kursi sebelah Yuri membuat Yuri tersenyum karena Jessica mau menerima saran yang diberikan nya.

“Tarik nafas” kata Yuri begitu Jessica menempelkan badan nya di kursi, Jessica menuruti

“Kau melakukan hal yang benar” Yuri tersenyum

“Tapi aku tetap tidak bisa berhenti gelisah” terang Jessica

“Karena apa?” tanya Yuri

“Karena kita masih disini. Sementara di luar, aku harus ….” Jessica memotong ucapan nya, lalu meneruskan kalimat nya dengan berkata

“Sudalah lupakan” katanya

“Kau memikirkan pesta ulang tahun mu?” tebak Yuri, Jessica menoleh kaget mendengar tebakan Yuri yang tepat

“Itu mudah ditebak” jawab Yuri melihat Jessica memunculkan mimik keingintahuan darimana Yuri bisa mengetahui alasan mengapa dia gelisah

“Yeah, pesta ku” kata Jessica

“Teman teman ku pasti sudah menyiapkan itu dengan susah payah” jelas Jessica

“Kau datang ke Jeju untuk pesta itu” tanya Yuri ingin tau

“Bukan, aku sedang menjalani pemotretan” jawab Jessica

“Kau model? Kau tidak terlihat seperti itu” komentar Yuri

“Bukan, aku fashion design” jawab Jessica, Yuri mengangguk angguk

“Kau sedang mencari tau tentang ku?” tanya Jessica sedetik setelah sadar Yuri mewawancarai tentang dirinya begitu intens

“Apa itu salah?” tanya Yuri

“Tidak” Jessica menggeleng kecil

“Kalau kau, kenapa kau ke Jeju?” giliran Jessica bertanya

“Sekarang kau mencoba menyelidiki ku” komentar Yuri

“Apa itu salah?” Jessica mengulangi ucapan Yuri

“Tidak” jawab Yuri tertawa

“Lalu? Kenapa kau ke Jeju?” tanya Jessica mengulangi

“Aku menyusul Tiffany” jawab Yuri jujur

“Kau menyusulnya?” tanya Jessica kaget

“Kau mengatakan tak menyukai nya tetapi kenapa kau merepotkan diri untuk menyusul nya kesini?” selidik Jessica

“Karena aku kesepian dan aku butuh teman” jawab Yuri

“Kau tidak punya teman lain selain dia? Atau kau membohongi ku sebelum nya, kau menyukai nya. Benar bukan?” Jessica menyudutkan Yuri

“Kenapa kau terkesan ingin mendengar bahwa aku menyukai nya” Yuri membalik keadaan

“Karena aku ingin tau. Hubungan mu dengan dia, selama ini. Kau tidak menyukai nya. Itu tidak mungkin” Jessica menerangkan spekulasi otaknya

“Kau ingin mendengar aku menyukai Tiffany supaya kau tenang mengejar Taeyeon bukan?” Yuri menebak lagi

“Kau bisa menyebutnya seperti itu. Lalu apa alasan mu? Kau dan Tiffany, jika kau tidak menyukai nya dan kalian tidak terlibat hubungan. Jika kau tidak bersama dan kau tidak menginginkan nya, untuk apa kau mengejarnya ke Jeju? Kenapa kau tidak menjelaskan semua nya pada Taeyeon. Sehingga dia tidak salah paham selama ini” Jessica mengutarakan pertanyaan bertumpuk

“Baiklah aku buat pengakuan” kata Yuri

“Apa itu?” Jessica menyipitkan mata nya

“Aku …” kata Yuri

“Aku gay” lanjutnya, Jessica terperanjat kaget

“Kau bercanda” komentarnya, Yuri tertawa terbahak bahak

“Kau tau aku bercanda. Itu artinya kau seharusnya bisa membedakan aku berkata jujur atau tidak” kata Yuri

“Sudah kubilang aku tidak menyukai Tiffany dan aku menyusul nya kesini karena aku kesepian dan butuh teman. Bukan berarti aku tidak punya teman, hanya saja Tiffany dan aku sudah mengenal begitu lama. Hubungan kami begitu akrab, kau memandang nya diluar seperti mesra tapi tidak ada apapun di dalam nya selain pertemanan” lanjut Yuri

“Dan yah, salah ku memang tidak pernah menjelaskan ke Taeyeon selama ini. Aku bahkan tercengang melihat sudah begitu banyak waktu berjalan sementara aku masih diam dan tidak menjelaskan kesalahpahaman nya tentang hubungan ku dan Tiffany” Yuri menelan ludah

“Tapi semua itu didasari alasan dari pemikiran ku kalau Tiffany pasti sudah menjelaskan sendiri ke Taeyeon. Tapi kurasa aku salah. Pria itu terlalu bodoh untuk memahami sesuatu. Sampai sampai Yoona melakukan hal hal seperti ini” Yuri menjelaskan panjang lebar

“Dan seharusnya kau berterima kasih padaku. Jika bukan karena aksi diam ku. Kau tidak akan mempunyai banyak waktu bersama Taeyeon” Yuri tersenyum bangga ke arah Jessica

“Sudalah, jangan bicara mengenai ini” perintah Jessica

“Kau yang memulai” komentar Yuri

Setelah kalimat terakhir Yuri terjadi keheningan diantara mereka berdua. Yang dapat didengar hanyalah detak jarum jam.

“Kau melupakan pesta mu” Yuri memulai pembicaraan lagi

“Tidak” jawab Jessica singkat

“Kau sangat ingin pergi ke pesta itu?” tanya Yuri, tak ada jawaban

“Kita bisa membuat pesta disini” kata Yuri lagi, Jessica merespon dengan langsung menoleh ke Yuri dan Yuri pun tersenyum

“Saengil chukae hamnida, saengil chukae hamnida, saengil chukae …” Yuri bernyanyi, nyanyian yang terhenti karena Jessica berkata dengan sedikit kencang

“Diam lah, kau berisik sekali Yuri sshi” katanya

“Kau serius ingin pergi ke pesta itu?” tanya Yuri, Jessica malas menanggapi

“Kau bisa menunggu, beberapa jam lagi atau mungkin besok pagi Yoona pasti mengeluarkan kita” lanjut nya

“Diamlah” sentak Jessica emosi

“Kau mengganggu, membuat nya semakin kacau” komentar Jessica

Yuri diam tak membalas Jessica. Sepertinya dia menuruti Jessica atau justru tidak. Karena Yuri justru berdiri menghampiri Jessica, berdiri di hadapan nya kemudian berkata.

“Berdirilah” katanya

“Shiro” tolak Jessica

“Aku butuh kursi mu” kata Yuri, Jessica mengerutkan dahi bingung atas ucapan Yuri. Tapi karena kebingungan nya itu Jessica akhirnya menurut. Dia bangun berdiri.

“Berlindung lah ke belakangku” perintah Yuri, Jessica menurut lagi

Yuri tersenyum menatap Jessica. Dia lalu memegang kedua lengan kursi, berusaha mengangkat nya.

“Ini akan mengeluarkan kita” katanya, lalu

PRAKK ………….

CEMPRIANG !!!!

TUING, TUING, TUING ……….

Yuri mengangkat kursi yang ditempati Jessica sebelumnya, dia melemparkan dengan sekuat tenaga kursi itu ke jendela kaca besar yang ada persis di hadapan nya. Menyebabkan kaca jendela pecah berkeping keeping menyisakan lubang besar yang memungkinkan Yuri dan Jessica keluar dari kamar terkunci itu. Tak lupa alaram yang berbunyi dengan kerasnya.

“Berhasil” pekik Yuri

Dia lalu berjalan ke arah jendela, menginjak serpihan kaca, mengecek kondisi. Apakah sudah cukup lubang yang diciptakan nya. Yuri tersenyum setelah memastikan bahwa lubang jendela itu cukup untuk mengeluarkan nya.

“Ayo kita keluar” Yuri mengulurkan tangan nya ke Jessica

Jessica dengan kikuk berjalan ke arah Yuri lalu menerima uluran tangan itu. Yuri menggenggam tangan Jessica, tersenyum. Lalu bersama sama mereka melewati lubang jendela dan berhasil keluar dari perangkap Yoona.

Yoona POV

“Sekarang lagu apa?” tanya ku masih bersemangat

“Aah, aku istirahat dulu. Suaraku” keluh Sooyoung, dia duduk meratapi suara nya yang perlahan menjadi serak karena tadi dia menyanyikan semua nada tinggi dengan  terlalu bersemangat

Sunny menyusul duduk di sebelah Sooyoung yang sedang meneguk minuman.

“Lebih baik kita nyanyikan lagu yang tidak menguras tenaga habis ini” saran Sooyoung

“Setuju” teriak Hyoyeon

“Baiklah” kataku ikut duduk dan menikmati makanan

Kami berlima sibuk memulihkan tenaga dengan iringan percakapan kecil sebelum Sunny akhirnya berkata

“Kau dengar suara alaram?” tanya nya

Aku menggeleng

“Tidak” jawabku

“Mungkin kau salah dengar” komentar Hyoyeon

“Tidak, pendengaran ku peka. Aku bisa mendengarnya” elak Sunny

“Kau mendengar nya juga kan Seo?” kali ini Sunny meminta dukungan Seohyun

“Tidak” jawab Seohyun polos

“Itu jelas telinga mu bermasalah” ledek Sooyoung

“Tidak, sungguh” Sunny tetap pada pendirian nya

“Sudalah, jangan pusingkan itu. Mungkin itu suara alaram mobil atau bel mobil. Jangan kau pusingkan” aku tersenyum mencoba menengahi

“Baiklah” jawab Sunny akhirnya

Author POV

Yuri masih menggenggam tangan Jessica setelah mereka berhasil dari kamar yang mengurung mereka seharian itu. Disudut wajah milik Jessica mulai timbul seberkas kesemuan merah. Masih terbayang dengan jelas kejadian sedetik lalu itu. Ketika Yuri melempar kursi dan kaca jendela pecah berkeping keeping, lalu bagai seorang pangeran Yuri mengulurkan tangan nya pada Jessica. That’s cool.

“Kita berhasil” pekik Yuri kesenangan memecahkan lamunan Jessica

“Dae” Jessica mengangguk kecil

Mereka berdua kini telah berhasil tiba di lobi hotel. Setelah berjalan cukup jauh dari kamar tempat mereka terkunci.

“Kau bisa ke pesta mu sekarang” kata Yuri, Jessica menyipitkan mata nya lalu berkata

“Apa yang coba kaulakukan?” tanya nya

“Haa? Maksudmu?” Yuri jelas sekali bingung

“Bagaimana bisa kau memecahkan kaca jendela itu? Kenapa kau melakukanya?” tanya Jessica

“Aaah …” Yuri mengangguk angguk

“Akan kuganti kaca jendela itu” jawabnya

“Bukan itu saja, kenapa kau melakukanya?” Jessica masih belum puas atas jawaban Yuri

“Karena kau bilang ingin keluar dan menghadiri pestamu. Lagipula aku juga ingin keluar” terang Yuri

“Memangnya kenapa?” Yuri bertanya balik

“Aku hanya ingin tau” balas Jessica

Hening sesaat.

“Yuri sshi …” panggil Jessica

“Dae” jawab Yuri

“Aku …” Jessica berusaha menyelesaikan kalimatnya

“Kau kenapa?” tanya Yuri seduktif dengan mata yang menatap Jessica

Jessica menunduk berusaha menghindar tatapan mata Yuri. Dia mengambil nafas lalu mendangak kembali, memandang Yuri. Jessica ingin melengkapi kalimat nya, tetapi perhatian nya kini beralih pada seseorang dibelakang Yuri yang ia kenal.

“Taeyeon …” seru Jessica, reflek Yuri menoleh

Yuri mendapati Taeyeon yang saat ini sedang berjalan memasuki lobi hotel disusul Tiffany beberapa langkah dibelakangnya. Dia dan Tiffany baru saja kembali dari perjalanan hiking yang melelahkan.

“Ohh, Sica …” balas Taeyeon menghampiri Jessica

“Tiff …” Yuri memanggil Tiffany

“Yuri ahh” panggil Tiffany balik, berjalan menghampiri Yuri pula.

Ketika jarak antara dirinya dan Yuri semakin dekat, perhatian Tiffany tertuju pada lengan kanan Yuri.

“Yul, lenganmu berdarah” Tiffany mempercepat langkah dan segera menarik lengan Yuri memperhatikan lukanya

“Apa yang terjadi?” tanya Tiffany khawatir

“Aaa, ini karena …” Yuri berusaha untuk menjelaskan tetapi susah sekali melakukan nya

“Itu karena Yoona” Jessica menyahut

“Yoona?” Taeyeon kaget, Jessica mengangguk

“Apa yang dilakukan nya?” lanjut Taeyeon bertanya

“Dia mengurung kami, aku dan Yuri. Kami terpaksa memecahkan kaca jendela untuk keluar. Mungkin lengan Yuri tak sengaja tergores saat berusaha keluar” jelas Jessica

“Yoong” reaksi Tiffany kaget

“Dia sudah kelewatan” lanjut Taeyeon

Yoona POV

Sunny memekik menyetujui pilihan lagu Hyoyeon, sedangkan Sooyoung terus berusaha agar kita tidak menyanyikan lagu ini.

“Why the world like this. Shin Shin Ae. Heol~” keluh Sooyoung

“Yang benar saja. Kau kira kita sedang mengikuti tour bus. Shiro, cari yang lain saja” lanjut Sooyoung memprotes

“Aihs, ini cocok untuk seru seruan” Hyoyeon meyakinkan, Sooyoung tetap menolak dan mulai lah perdebatan itu.

Ketika Sooyoung dan Hyoyeon tengah berada dalam perdebatan sengit untuk pemilihan lagu. Bel pintu kamar ku berbunyi.

“Nuguya?” tanya Sunny, aku mengangkat bahu menyampaikan ke tidak tahuan ku

“Seo, buka pintu nya” perintah Sooyoung mencuri celah ditengah perdebatan nya

“Dae” Seohyun menuruti

Seohyun lalu berdiri dan berjalan membuka pintu nya. Baru sebentar kualihkan perhatian ku dari Seohyun tiba tiba saja dia memekik dan berjalan cepat ke arahku.

“Yoong!!” pekik nya keras

Aku menoleh ke Seohyun dan langsung membelalakan mata karena persis dibelakang ku ada empat orang yang membuatku sangat terguncang. Appa, Umma, Yuri ajusshi dan Jessica ajumma.

“Appa …” kataku gemetaran

Author POV

PLAKKK!!

Taeyeon menampar Yoona dengan keras setalah kalimat terakhir Yoona. Meninggalkan bekas pada pipi Yoona.

“Kim Taeyeon!!!” Tiffany memekik saat taeyeon menampar Yoona

Semua orang diruangan itu tercengang kaget. Sooyoung dan Hyoyeon seketika berhenti berdebat dan Yoona sendiri tak pelik merasakan hal yang sama. Dia kaget melihat Appa nya yang memperlakukan dirinya seperti itu. Yoona tertunduk merasakan sakit.

“Lihat Appa, Yoong!” perintah Taeyeon

Yoona berpaling menatap Appa nya sambil memeggangi pipinya yang berubah merah dan sakit itu.

“Kau sudah kelewatan Yoong” hardik Taeyeon

“Appa masih bisa memaafkan mu saat kau berulah merencanakan semua ini di Jeju. Tapi membuat kami tersesat di hutan, mengurung Jessica ajumma dan Yuri. Dimana pikiranmu? Apa yang ingin kau coba lakukan” bentak Taeyeon

Yoona diam, dia terlalu bingung untuk menjawab. Terlalu takut untuk membuka mulutnya. Kakinya melemah, tubuhnya bergetar dan jantung Yoona berdetak sangat cepat. Dia belum pernah melihat Appa nya marah seperti ini sebelumnya.

“Jangan hanya diam saja, jelaskan yang kau bisa Yoong” lanjut Taeyeon, tapi Yoona masih diam membeku

“Kim Taeyeon cukup, hentikan!” sergah Tiffany

“Kau tidak perlu berteriak seperti itu pada Yoona” bela Tiffany

“Aku sedang mendidiknya” jelas Taeyeon

“Tidak seperti ini. Bukan seperti itu caranya!” tegas Tiffany

“Kau tidak mendidiknya! Kau memarahinya, menyudutkan nya! Ini tidak menyelesaikan apapun” lanjut Tiffany, Taeyeon mendengus

“Kau berbicara seakan kau pernah melakukan hal itu dengan baik sebelumnya?” sindir Taeyeon

“Apa maksudmu berbicara seperti itu?” suara Tiffany meninggi

“Appa Umma hentikan!!” teriak Yoona begitu menyadari bahwa sebentar lagi perang mulut kedua orang tua nya akan dimulai

“Aku melakukan nya …” Yoona berhenti mengambil nafas

“Aku merencanakan semua ini supaya kalian tidak melakukan hal ini lagi” sambung Yoona

“Aku ingin melihat kalian berhenti bertengkar, aku ingin kalian berhenti saling menyalahkan. Aku ingin kita kembali seperti dulu. Aku ingin Appa dan Umma kembali bersama. Karena itu aku melakukan semua ini” katanya

Semua orang diruangan itu diam tak berkomentar apapun setelah pengakuan Yoona. Taeyeon dan Tiffany pun tak mengeluarkan sepatah kata pun.

“Yoong” kata Taeyeon akhirnya mengakhiri kesunyian. Dia menghela nafas sebelum melanjutkan kalimat nya.

“Appa dan Umma akan bercerai” lanjutnya memberi tau

Kalimat Taeyeon tak pelak membuat semua orang ditempat itu kaget. Begitu pula dengan Yoona. Tubuhnya membeku seperti setiap sel pada dirinya telah mati. Ucapan Taeyeon meluncur dari telingan nya menerjang hati dan membuat bekas di tempat itu.

“Kalian mau bercerai?” tanya Yoona, nada nya bergetar tanganya mengepal erat menahan diri supaya terlihat kuat

“Appa dan Umma akan bercerai?” Yoona mengulangi lagi pertanyaan nya, pada matanya seberkas kebeningan menyeruak ingin keluar

“Kalian bercerai” Yoona menyatakan, air mata nya jatuh tak tertahan

Yoona menunduk dalam, berusaha supaya air matanya tak kembali jatuh. Tapi hal tersebut sia sia, air matanya tak terbendung begitu pula isaknya.

“Yoona …” Tiffany menghampiri Yoona, ingin memeluknya menenangkan putri nya itu tapi Yoona menolak.

Yoona menampik tangan Tiffany dengan kasar. Dia memandang Taeyeon dan Tiffany bergantian seraya menyeka air mata nya. Yoona menghembuskan nafas begitu berat penuh kesesakan. Yoona kemudian memutuskan untuk berlari keluar. Dia tidak tahan berada diruangan itu, melihat orang tuanya yang membuat nya kecewa, terluka dengan pernyataan perceraian mereka.

Yoona POV

Sia sia, semua yang kulakukan sia sia.

Seharusnya aku tau segalanya akan berakhir seperti ini.

Seharusnya aku tau.

Author POV

Yoona berlari keluar dari kamar. Teman teman nya menyusul, mengejar nya. Detik berikutnya Taeyeon ikut berpartisipasi menyusul Yoona dan terakhir Tiffany pun ikut bergabung.

Yoona berlari berusaha keluar dari semua masalah yang menyerang nya. Berusaha menghindar dari kenyataan yang di dengarnya. Dia berlari dengan terus berisak, air mata nya tak bisa berhenti mengalir. Yoona menghentikan langkah nya setelah dia merasa telah bisa melarikan diri cukup jauh. Salju turun hari itu dan jatuh menimpa nya. Yoona kembali tertunduk sedih dan menangis sejadi jadinya. Hatinya benar benar sakit, bahkan salju yang begitu dingin tidak bisa membekukan lukanya. Sesaat berikutnya Yoona merasakan sebuah cahaya terang muncul. Cahaya itu terus bergerak, semakin cepat dan dekat menghampirinya. Yoona menyipitkan matanya, mencoba mengenali cahaya apa itu. Dan begitu dia mengenalinya, Yoona tersenyum. Tersenyum menyambut cahaya itu datang.

“YOONAAA!!!!” teriak Sooyoung, Sunny, Seohyun dan Hyoyeon.

To be continued . . . . .

45 thoughts on “Genie part 9 – Taeny Fanfiction

  1. aaahhhh tidakk .. jangan blang yoong tertabrak mobill .. ahhh andwaee andwaee ..

    taeny makasih karena kalian yoong jadi kaya gini .. kalian udah puas liat yoong yang mungkin tertabrakk??

    yul appa sica eomma kenapa ngga jadian aja sihh supata penderitaan yoong berakhir ?? ahh yoong bertahann lahh ..

    okk .. lanjutkan thorr .. jangn lama please

  2. Huaaaa hiks hiks …
    Q bner2 nangis bca bgian yoong d tampar ma taeng …
    Sia sia perjuangan yoong nglakuin smwa rencana ea itu …
    Q bner2 ksel ma TaeNy yg egois ea mnta ampun …
    Yoong uljima …
    Hiks hiks …
    Maff thor lngsung koment d chapter 9 td bru bca yg chapter 8 ..
    Lanjut thor …
    D tnggu bgt2 lnjutan ea ..

  3. annyeong…

    ini mah part nya mewek u,u
    taeny bakalan bercerai…
    yoong d tampar taeng n (akan) tertabrak huhu..
    lengkap sudah penderitaan Kim Family..😦
    cuma manis d scene yulsic doang🙂

  4. huwaa.. gw nangis bca ff ini,yoong.. sbar ya. tae appa ama fany umma pasti gk bkl cerai.. lanjut ya thor ! itu yoong ketabrak mobil kah ?

  5. Huaaaaaaaa kenapa nih chap 9 nya jadi sedih gini u,u
    Thor. Please *again* jangan buat beneran taeny pisah + jangan bikin yoong ketabrak😥
    Hh.. Semoga bener bener next chap gak lama dilanjutnya. Yah boleh-boleh saja entar lusa thor #plakk

  6. parah parah~

    andai ajah taeny ga mentingin ego sendiri2…

    remuk banget rasanya najis CERAI itu kata2 ah ck…

    lanjut thor >,<

  7. Cie cie, yul mulai beraksi nihh, pake mecahin kaca segala,.
    Taeny makin suram, tapi Tenang yoong, semua enggk sia sia kog. Kan ada tante peri disini, pasti dibantu #tunjukgw
    Hufttt nunggu lagiii,.. Kpn update yahh ???

  8. aish thorrr bkn pnsaran aj..
    taeny ga bklan cerai kan??
    ap yg trjdi ma yoong???please thor cpt update tpi nie dah trmsk cpt c kan biasana 2 mggu sekali#plaak#

  9. Anyeong,,
    It yoong knpa?dia gk trtabrakkan?
    Mudah2an taeny gk jd brcerai..

    D tunggu klnjutannya..
    Jngn lma2 thor,,,!!

  10. Lho kq mlah bgini jdiny,,yoong usahamu sia2.
    Huaaa… mewek deh gw pas bca part yoona di tmpar,tega deh tae appa#peluk yoong.
    Itu apa yg trjdi ma yoong slnjtny,,ah pnsaraaa….n. Ayo author lnjut,jgn lma2 yah…!
    Part ini bner bkin gregetaaa…n#gigitdokongnyataeyeon*loh.

  11. Sebel nih sama taeny, dua2nya pada egois. Lihat tuh akibat perbuatan kalian yoong jadi kayak gitu -.- andwae yoong jangan tinggalin aku ;_;
    Author apdet part selanjuntnya jangan lama2 ya hehehe

  12. Haaaaaaaahh. . .
    Jiaaaaaaaahh jng blg yoon a ketabrak. . .aduh2. . .jngn. .
    Ckckck. . .taeny knpa sich. . .rujuk napa. . .haiiss. . .bnrn deh mewek z. . .kasian yoong. . .mana dia ditampar lagiii. . .aaaahh

    hufff. . .ttp smng thor. . .lnjuuutt

    mksh. . .

  13. Makin galau ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)Ʃ sma critanya knpa taeny egois bnget sih…knpa mreka g mau nglah stu sma lain, kan ksian yoongi dia psti sdih bnget udah ngrencanain sdemkian rupa tp taeny mlah mntingin ego msing2 yoong yg sbar ya unnie ku jg sedih ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)Ʃ
    Thor tnggung jwb kau udah bkin ku glau kyak gni😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s