Genie part 10 – Taeny Fanfiction

Image

Tittle    : Genie – Tell me your wish. Chapter 10

Author: Jullay + Frinsyo

Editor  : Jullay

Genre  : Gender Bender, Fantasy – Sad, Romance – Comedy

Cast     : All SNSD members

 

Author POV

 

***

Yoona membuka matanya. Di hadapan nya sebuah sungai tak berujung dengan air tenang yang begitu bening terpapar jelas. Dua buah perahu kayu di seberang kanan dan seberang kiri menghiasi sungai. Yoona memandang sekitar, sepi. Dia menengadah, sunyi. Hanya ada langit berwarna senja dan kabut tipis.

“Yoona” sebuah suara memanggil nama nya, tapi dia tidak mengenali suara itu.

Yoona menoleh, menghadap seseorang yang memanggil nya tapi dia tak mengenali orang yang berdiri di hadapan nya itu.

“Nuguya?” tanya nya

 

***

Suara roda berputar terdengar melintas lorong panjang. Derap langkah kaki setengah berlari kini mengikuti. Berikutnya yaitu suara detakan jantung kecemasan, ketakutan, kesedihan.

“Yoona, Yoona …” Tiffany memanggil manggil nama Yoona

“Maaf semuanya harap menunggu diluar” kata wanita berbaju putih dengan seragam Suster nya, dia lalu menutup pintu. Pintu yang diatasnya bertuliskan ICU.

“Yoona, Yoona!! Yoona!!!” Tiffany berteriak teriak mengetuk ngetuk pintu itu

“Sudah, tenanglah Tiff” Yuri berusaha menenangkan Tiffany

“Yoona ….” Tiffany menjerit dia menangis, Yuri langsung memeluk Tiffany berusaha menenangkan wanita yang sedih itu

Taeyeon menatap kejadian itu dan hanya berdiri membeku. Dia lalu mengalihkan pandangan nya pada pintu itu, pada tulisan di atas nya. Taeyeon semakin membeku.

“Yoona, Yoonaa …” suara isak tangis Sooyoung terdengar

“Yoong…” isak Sunny

“Yoona ….” Seohyun meneteskan air matanya lagi

Hyoyeon menepuk pundak Sooyoung menguatkan dia walau dia sendiri menangis.

Semua orang yang berada di tempat itu tampak sedih. Mereka semua tidak bisa menahan rasa yang menghampiri melihat Yoona berada dalam ruangan ICU akibat kecelakaan yang menimpa nya.

 

***

Pria tampan itu hanya tersenyum ketika Yoona mengajukan pertanyaan. Yoona semakin merasa heran. Dia memejamkan mata mencoba mengingat dan yang terlintas di ingatanya adalah sebuah cahaya yang mendekat kepadanya. Cahaya lampu mobil yang melaju kearah nya.

“Aku tertabrak” katanya sadar

“Ya begitulah” jawab orang itu

“Jadi kau malaikat maut?” tanya Yoona pada orang itu

“Bukan aku Genie” jawab orang itu

“Genie?” ulang Yoona

“Dimana ini?” tanya Yoona lagi

“Sungai persimpangan” jawab Genie

“Sungai persimpangan? Jadi aku sudah mati” Yoona nampak kaget dengan ucapan nya sendiri

“Belum, saat mu belum tiba” kata si Genie memberi tau

“Lalu apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus mengikuti perjalanan 49 hari? Apa aku harus mencari tiga tetes air mata murni?” Yoona bertanya lebih seduktif

“Aigoo, kau terlalu banyak melihat drama Yoong” kata Genie tak habis pikir

“Jadi perjalanan 49 hari itu tidak ada?” Yoona membelalakan matanya penasaran

“Tidak bukan seperti itu, perjalanan 49 hari hanya bisa di ikuti seseorang yang belum waktunya pergi tapi karena kesalahan orang lain dia terpaksa pergi. Sedangkan kau sampai disini karena kau yang memilih, bukan karena sebab orang lain” jelas Genie panjang lebar

“Maksudnya?” Yoona nampak sekali tak mengerti

“Aigoo, kenapa kau bodoh sekali! Kau disini karena tertabrak mobil. Saat itu kau mempunyai kesempatan untuk menghindar tapi kau memilih mobil itu menabrak mu” terang Genie lagi

“Benarkah?” Yoona tak percaya

“Tanyakan pada dirimu sendiri” ucap Genie

Yoona diam dan berpikir. Saat cahaya itu datang, dia menyadari itu lampu mobil dan dia bisa mendengar suara klakson serta suara teriakan teman nya. Tapi dia memilih menutup matanya dan membiarkan mobil itu menabrak nya.

“Kau benar” kata Yoona mengakui akhirnya

“Jadi apa yang harus aku lakukan?” tanya Yoona

“Kau lihat dua perahu itu. Perahu di sisi kiri akan membawa mu kembali ke dunia fana sedangkan di sebelah kanan dia akan membawa mu ke dunia yang kekal” jelas Genie

“Jadi kalau aku menaiki perahu kiri aku akan kembali ke tubuhku dan perahu yang kanan akan membawa ku ke surga” perjelas Yoona

“Bukan surga, bisa saja membawa mu ke api penyucian atau neraka. Tergantung yang kau perbuat di dunia” Genie meluruskan

“Tapi sepertinya perahu itu akan mengantarmu ke api penyucian. Kau melakukan banyak sekali perbuatan di dunia” terka Genie

Yoona merunduk, menekuk mukanya. Membayangkan apa saja yang dia lakukan di dunia dan dirinya berada dalam api penyucian.

“Sudah lupakan ucapakan ku tadi” lanjutnya, melihat ekspresi Yoona yang jelas berubah drastis penuh kecemasan

“Jadi pilihlah, kau harus memilih” perintah Genie

“Aku tidak tau harus memilih yang mana” jawab Yoona jujur

“Aigoo, kau memilih mobil itu menabrak mu. Kau bisa memilih dengan mudah disaat seperti itu tetapi tidak bisa disaat seperti ini” Genie terheran heran

“Saat itu aku tidak bisa memikirkan apa pun” ungkap Yoona

“Inilah manusia, mereka memilih hal yang bodoh tanpa mereka pikirkan” ledek Genie

“Yaa!! Jangan seperti itu, bantulah aku” rengek Yoona

“Shiro” Genie menolak

“Ayolah dalam drama diceritakan bahwa malaikat maut membantu para pengelana” Yoona memohon

“Itu dalam drama kenyataan nya tidak seperti itu. Lagipula aku Genie bukan malaikat maut” kata Genie tegas

“Sungguh kau tidak bisa menolongku?” Yoona bertanya kembali

“Yang harus kau lakukan itu mudah. Kau hanya perlu memilih” jawab Genie

“Itu tidak semudah yang kau pikirkan. Aku tidak bisa memilih karena aku terlalu bingung. Aku tidak ingin pergi secepat ini dan meninggalkan teman teman ku dan semua hal yang kucintai, tapi aku juga tidak ingin kembali dan menghadapi kenyataan kalau orang tua ku akan bercerai” Yoona kembali bersedih mengenangnya

Genie menatap Yoona. Dia menghela nafas kemudian berkata.

“Ada satu pilihan bantuan” kata Genie

“Benarkah? Apa itu?” Yoona bersemangat

“Time Travel – Perjalanan Waktu” Genie memberi tau

“Aku akan membawa mu melihat sebuah kejadian di hidup mu. Kau bisa melihat dan mempertimbangkan, setelah itu kau wajib menentukan pilihanmu. Bagaimana?” tawar Genie

“Hanya satu?” tanya Yoona menawar

“Kau mau tidak?” Genie menanyakan lagi

“Baiklah, aku menerima itu” Yoona dengan mantap menyanggupi

 

***

Pintu itu terbuka. Seorang dokter keluar dari dalamnya. Semua orang yang berkumpul disitu segera menghampiri sang dokter yang menangani Yoona.

“Bagaimana keadaan putri saya dok?” tanya Tiffany dibalik wajahnya yang berantakan karena air mata nampak jelas kekhawatiran besar yang melingkupi

“Kami bisa menyelamatkan nya” jawab sang dokter, raut wajah Tiffany berubah melega

“Hanya saja …” lanjut si dokter

“Hanya saja apa dok?” dalam sekejap raut wajah Tiffany kembali meneggang

“Putri nyonya, koma” lengkapi dokter itu

Tiffany seperti ditampar begitu keras mendengarnya.

“Kami akan memindahkan putri anda ke kamar perawatan” kata dokter itu kemudian pergi

Tiffany masih tidak bisa mengeluarkan kata apa pun. Dia masih terlalu syok mendengarnya. Yang bereaksi begitu cepat adalah Sooyoung yang langsung menangis keras begitu pula Seohyun yang berhambur memeluk Hyoyeon menangis. Sementara Sunny membeku di tempat. Di sisi lain Taeyeon langsung tersungkur lemas begitu mendengar ucapan dokter mengenai Yoona. Dia seperti orang yang kehilangan jiwanya.

“Taeyeon …” Jessica menepuk pundaknya berusaha mengecek keadaan Taeyeon, tapi Taeyeon tak bergeming

Tangis Sooyoung semakin keras, begitupula Seohyun. Hyoyeonn berkali kali menyeka air mata yang jatuh dan Sunny pula.

“Yoona dia tidak koma, dia baik baik saja …” Tiffany menyangkal

“Putri ku, dia baik baik saja” Tiffany terus menyangkal

“Panny ahh” Yuri khawatir melihat tingkah Tiffany

“Yul, Yoona dia tidak koma. Dia baik baik saja” Tiffany menipu dirinya sendiri

“Tiff, tenanglah sadarkan dirimu. Yoona memang koma” Yuri berusaha mengembalikan pikiran Tiffany

“Ani!! Dia tidak koma!! Putri ku baik baik saja, dia tidak koma!!” Tiffany terus menyangkal

Sooyoung melihat Tiffany terus menyangkal mengatakan bahwa Yoona baik baik saja dan tidak koma. Kemudian dilihatnya Taeyeon yang duduk membeku tak bereaksi.

“Ini karena kalian!” teriak Sooyoung mengagetkan semua

“Karena Tiffany ajumma dan Taeyeon ajusshi! Yoona seperti ini, dia koma karena kalian!!” Sooyoung terus berteriak menyalahkan

“Sooyoung tenanglah” Sunny berusaha menenangkan

“Shiro!!” tolak Sooyoung

“Yaa!! Sunkyu, bagaimana aku bisa tenang? Yoona disana, dia koma. Aku melihat nya tertabrak dengan mataku sendiri. Bagaimana aku bisa tenang!!?!?” teriak Sooyoung kemudian dia kembali menangis histeris, Sunny segera memeluk Sooyoung, menenangkan nya.

Suasana berlanjut dengan diselimuti kekacauan dan kesedihan seiring pernyataan dokter bahwa Yoona, dia koma.

 

***

Tiffany duduk di sebuah bangku yang berada di taman rumah sakit. Pandangan nya nanar dan pikiran nya menerawang kemana mana. Bahkan keberadaan Yuri yang datang dan duduk disamping nya pun tidak disadari oleh Tiffany. Dia terlalu sibuk dengan dunia nya, dengan pikiran nya.

“Tiff …” Yuri memanggil

Tiffany menoleh ke arah Yuri. Sekejap, lalu kembali ke dunia nya.

“Tenanglah, kau harus mencoba menerima keadaan” bujuk Yuri supaya Tiffany keluar dari dunia nya itu, tapi tak ada tanggapan

“Kau tidak mau melihat Yoona?” Yuri tidak putus asa

“Yoona?” Tiffany akhirnya tertarik setelah Yuri menyebut nama Yoona

“Ya, dia sudah dipindahkan ke kamar perawatan” sambung Yuri

Tiffany menoleh ke arah Yuri lagi, kali ini bertahan cukup lama

“Yuri-aa” katanya masih menatap Yuri

“Apa aku begitu buruk? Seburuk apakah diriku?” tanya Tiffany air mata nya menetes

“Panny ahh, jangan berpikiran seperti itu. Kau tidak buruk, sama sekali” Yuri menenangkan, Tiffany menggeleng

“Ani, aku buruk. Sangat buruk” jawabnya

“Aku bukan hanya tidak bisa menjadi istri yang baik. Tapi aku juga tidak bisa menjadi baik untuk anak ku sendiri” jeda sebentar

“Bagaimana aku bisa seburuk ini?” Tiffany mempertanyakan, air matanya menetes lagi

“Apakah karena semua keburukan yang kulakukan, Yoona harus seperti ini. Kenapa harus dia yang menanggungnya?” tanya nya

“Wae, Yul?? Wae?!?!?!!” lanjut berteriak, Yuri langsung memeluk Tiffany.

“Tenanglah, Tiff” ucap Yuri menepuk nepuk punggung Tiffany. Dalam pelukan Yuri, Tiffany menangis. Sekeras yang dia bisa.

“Yoona… Yoonaa …” isaknya meraung

 

***

Sunny memberanikan diri memegang ganggang pintu kamar bernomor 279 itu. Dia menarik nafas dan menahan nya, bersamaan dengan geraknya menarik ganggang pintu itu. Pintu itu berdecit lalu terbuka perlahan. Sunny melepaskan nafasnya begitu pintu yang di bukanya terbuka cukup lebar untuk bisa melihat apa yang ada di dalam ruangan itu.

“Yoong!!!” Sooyoung berlari melalui dirinya menuju Yoona.

Yoona yang terbaring di kasur. Kaku tidak berekasi. Hanya gerakan perut nya yang naik turun tanda dia masih hidup dan bernafas, itupun berkat bantuan selang selang yang terpasang pada hidung dan mulutnya.

“Dia seperti sedang tidur” Hyoyeon melangkah memasuki kamar itu. Seohyun menyusulnya.

Kamar yang dingin, dindingnya yang bewarna cerah pun tidak bisa menutupi suasana dingin yang  timbul. Suara alat alat medis didalamnya satu satunya hal lain yang bisa dirasakan selain dingin itu.

“Dia memang tidur” jawab Sooyoung

“Yaa!! Yoong …” Sooyoung menepuk nepuk pelan pundak Yoona

“Apa yang kaulakukan?” tanya Sunny khawatir

“Dia sedang mengelabui kita. Dia sedang berakting. Aku akan membangun kan nya” jawab Sooyoung kembali menepuk pundak Yoona

“Yoong, bangunlah. Tidak usah berakting lagi” Sooyoung kali ini menambahkan tenaga mengguncang pundak Yoona

“Yaa!! Kim Yoona, bangun!! Palli kka, aku tau kau hanya berakting!!” Sooyoung mengguncang pundak Yoona lagi lebih keras

“Yoong …” panggil Sooyoung

PLAKKK

Sooyoung menampar pipi Yoona

“Yoong ….” panggilnya, Yoona tetap tidak bereaksi

“Soo, hentikan!!” teriak Hyoyeon memperingati

“Yoong, bangunlah. Yoong, bangun ….” Sooyoung mulai mengisak lagi

“Yoona ….” tangisnya tak terbendung

Melihat Sooyoung yang menangis dan segala tingkahnya tadi membuat Sunny, Hyoyeon dan Seohyun tak kuasa menitikan air mata juga. Sooyoung terus menangis menjadi, Hyoyeon menghampiri nya menenangkan begitu pula Sunny. Hanya Seohyun yang tersisa disitu berdiri dan menatap Yoona seakan masih tak percaya.

“Yoong ….” panggilnya

“Kau belum berkata padaku ‘Hyunnie, hari ini indah bukan’” lanjut Seohyun

“Jadi bangunlah dan katakan itu padaku” kata Seohyun

“Selama 7 tahun aku mengenalmu. Kim Yoona yang ku kenal adalah orang yang ceria. Dia akan datang dan membuatku tertawa jika aku menangis. Dia akan memarahi semua orang yang datang menggangguku” ungkap Seohyun

“Tapi kenapa sekarang kau seperti ini? Bangunlah Yoong, kumohon kembali lah” pinta Seohyun tulus

“Aku akan membencimu. Aku akan teramat sangat membencimu. Kalau kau tidak kembali dan pergi begitu saja karena keegoisan orang tuamu” ancam Seohyun

“Bangunlah Yoong!!” nada suara Seohyun meninggi dan dia menangis

“Apa kami semua disini tidak cukup menjadi sebuah alasan bagimu kembali? Apakah harus orang tua mu? Lupakan mereka Yoong! Lupakan semua tentang dan bagaimana orang tua mu. Mereka hanya dua orang dewasa yang terlalu egois untuk ketulusanmu” Seohyun berkata kata dengan kerasnya tanpa berhenti menangis

“Hanya kembali dan bangunlah untuk kami, Yoong. Jebal” akhiri Seohyun dengan isak sangat keras

Sooyoung langsung berlari memeluk Seohyun dan ikut bergabung bersamanya menangisi keadaan sahabatnya yang seperti ini. Hyoyeon menepuk nepuk pundak Seohyun sementara Sunny hanya berdiri ditempat dan berusaha menghentikan air matanya jatuh lagi.

“Dia pasti kembali, demi kita” Hyoyeon meyakinkan Seohyun.

Keempat orang sahabat itu lalu mengusap air matanya, menguatkan satu sama lain. Mereka tidak ingin menangisi Yoona lagi karena mereka yakin Yoona akan kembali dan bersama mereka lagi.

Disisi lain, seorang pria berdiri di ambang pintu. Kim Taeyeon sedari tadi melihat yang dilakukan empat orang sahabat putrinya. Dia mendengar pula apa yang mereka ucapkan. Semua kejadian yang berlangsung di depan nya akhirnya menembus dinding pertahanan nya. Air matanya menetes setelah sebelumnya dia hanya bisa menangis dalam diam.

“Kembali lah demi mereka Yoong” pinta Taeyeon tulus, dan air mata nya menetes sekali lagi

 

***

(Theme song : Jung Yeop – There was nothing)

Ada sebuah kapel kecil di rumah sakit tempat Yoona dirawat. Kapel itu gelap, lampu lampu nya telah dipadamkan. Hanya ada beberapa cahaya lilin dan lampu kecil di dekat altar karena jarum jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Taeyeon berada di dalam kapel itu. Dia terduduk diam cukup lama dengan mata yang tak lepas menatap salib Yesus yang tergantung di atas altar.

“Yesus …” ucap Taeyeon lirih setelah lama tak bersuara

“Maaf karena aku langsung meminta sesuatu di doa pertama ku” kata Taeyeon, dia mengambil jeda

“Aku tau kau akan mengerti karena kau penuh kasih” lanjut Taeyeon tersenyum

“Bapa, sebenarnya aku mempunyai seorang putri. Dia baru berusia 17 tahun beberapa hari yang lalu. Dia anak yang ceria, teman teman nya mengatakan seperti itu pula. Tapi putri ku sesungguhnya dia masih bersikap seperti bayi. Dia tidak bisa berpikir dengan benar, masih sangat ke kanak kanakan” cerita Taeyeon

“Aku tau aku tak punya hak untuk meminta sesuatu” Taeyeon menghirup udara banyak banyak

“Tapi seperti yang kau ajarkan, mintalah maka kau akan diberi. Karena itu, aku mohon Bapa …” Taeyeon tak kuasa melanjutkan kalimat nya

“Aku mohon ….” pintanya dengan air muka kesakitan berusaha menahan hati nya yang sakit

“Kembalikan putri ku” lengkapinya, air mata Taeyeon jatuh mengalir membasahi pipi nya

“Dia masih sangat muda untuk pergi. Dia harus hidup lebih lama lagi. Dia masih perlu pergi ke Universitas. Dia masih perlu bermain dengan teman nya. Dia masih perlu melakukan banyak hal” Taeyeon terisak

“Dia tidak boleh pergi sebelum memperkenalkan pria yang dia suka padaku. Aku harus melihat nya menikah, menggandeng nya menuju altar” Taeyeon melanjutkan keinginan nya

“Jika dia pergi, bagaimana dengan diriku? Aku belum sempat menyampaikan penyesalan ku. Permintaan maaf ku karena telah menjadi Ayah yang buruk untuk nya” Taeyeon menghapus air matanya.

Kim Taeyeon berusaha untuk melanjutkan kalimatnya tetapi sejauh ini semakin berat baginya. Bibir nya terus bergetar, dan hatinya menusuk semakin sakit. Air matanya tak bisa berhenti lagi mengalir.

“Aku mohon Yesus, kembalikan dia” doa nya setulus mungkin, sekuat yang bisa dia ucapkan

“Jebal” tangis nya tak berbendung

“Jebal …”

 

***

Yoona memegang tangan Genie dan sedetik kemudian dia seperti terseret kelubang arus besar yang terus berputar dan ketika dia sadar, kaki nya telah menginjak suatu tempat.

“Kita sampai” kata Genie

Yoona mengidarkan pandangan nya. Dia melahap habis sekelilingnya dengan satu putaran penuh. Kini Yoona diam, mencoba mengenali dan mencari dari ingatan ingatan dalam dirinya dimana ini sekarang.

“Aahh ….” dia menemukan nya

“Tempat ini” kata Yoona

 

To be continued . . . . .

 

PS : Happy reading. Tinggalkan banyak jejak untuk part selanjutnya. Tinggal beberapa part lagi dan Genie berakhir😀

Readers kalau mau bisa follow author, hehehee

@angelaleronita          : Jullay

@fransiscarisny           : Frinsyo         

 

53 thoughts on “Genie part 10 – Taeny Fanfiction

  1. Yaahh !! sooyoung benar .. semua ini gara2 Tiffany dan Taeyeon .. kalau bukan karena keegoisan mereka .. yoong pasti tidak akan koma seperti ini ..

    Hwaaaa .. yoong bangunn .. jangan ninggalin aku (?) dan ke 4 sahabatmu .. yoong jeball .. T^T

    suka banget sama 4 sahabat yoong itu .. terutama sama sooyoung .. hwaaa .. sooyoung begitu sangat menyayangi yoong ..

    thor .. please update cepat .. bener2 sakit liat yoong terkulai lemah ..

  2. sedih bgt cey bnran aq ampe nangis loh pas kta2 soo n hyunie..dalem bgttt
    tolong kabulkan doa my taeng ya semoga yoona kembali
    padahal yoong dksih pilihan tuk kmbli knp dy ga milih??
    indah bgt persahabatan mrka ber5
    update soon again ya thor…gomawo

  3. Author gue paling ga bisa baca ff taeng yg kaya gini T_T *mewek*

    parah kata2 SooSeo keren banget >,<

    itu yoong di bawa kemana…o,O

  4. annyeong…

    mewek dulu sebelum leave comment😥
    yoong koma huhuhu😦
    suka bgt sama sikap sooyoung d sini🙂 you’re the best!!
    nyesek sumpah pas taeng berdo’a,berasa kaya ikut berdo’a juga..
    apakah yoong d bawa k rumah sakit lagi ole tu genie?

  5. Lanjut. Lanjut lanjut #plak
    semoga taeny bersatuuu TaeNy ayolah,,, knpa pda ego egoan sich?
    Demi yoong. Ayoooooo..

  6. spertinya sdkt ya thorr, ato gw yg keasikan baca ?
    hiksz* gw sedih pas bagian taeyeon, T_T
    soo, klau nangis kagak usah terlalu histeris,. ntar laper lhoo,.

  7. Huaaa …
    Akhirnya update juga nie ..
    Sedih bgt nie liat shbat ea yoong,soo,seo,sunny dan Hyo ..
    Apalagi soo ma seo ..
    Hiks hiks …
    Bner apa yg d ktkan seo …
    Setuju bgt2 …
    Taeny klu dah gni bru tw rasa khan …
    Lanjut thor …

  8. Wah bneran apdet cepet lu thor.asee…k #cipok author.
    Ada yg krg nih di part ini,,krg pnjaaa….ng *digetok author.
    Bner2 pnempatan TBC yg tpat..di sa’at seru2 ny yoong mlntasi waktu,,eh itu kta tiba2 nngol.
    Emg brapa part lgi ni thor??

    Kembali ke ff.
    Huhuhu…nyesek bgt deh,,bneran Q nympe k bwa suasana ny.

    Udah ah thor moga cpet lgi nih apdetnya.

  9. huwaa.. gw nyesek bcanya. yoong,kmu yg sbar ya ngadepin papah mamah (?), lanjut ye thor aku tunggu..

  10. Aku udah follow koq thor hehe

    Setuju buat ucapan sooyoung juga ucapanya seo tuh ckck. Emang keegoisan itu lebih diutamakan ternyata sama ortunya yoong u,u
    Hmm.. Ini bener bener penasaran tingkat akut huaaaaaaaaa D:
    Cepet dilanjut yeah? U,u

  11. Anneyong, reader baru imnida. Bru nemu linknya neh. Gabung yak!
    Mianhae c0mentnya q b0rong dcini. Repot kan l0w satu2.
    Huah, prmazalahan org dwasa emg sngat rumit. & yoona ga bza u/ mmikirkn xmua itu. Dya cma gdis pl0s yg menginginkn ortunya kmbali. Tp taeny bgitu bnyk hal yg berzelisih. Spertinya cinta sja ga ckup bwt mmperzatukn mreka kmbali. Truz gmna dunk? Lnjt th0r!

  12. Awalnya ketawa baca percakapan yoong sama genie, lucu banget tapi pas kebawah boro boro bisa ketawa ini mah senyum aja ga bisa
    Sooseo badas banget kata katanya, apalagi soo langsung hajar depan orangnya

  13. Annyeong new reader .. Slam knal *bow
    Mian bru bisa coment+bca d chap ini ,,
    coz bru nemu ini WP ..

    Sumpah thor aku nangis bacanya apalagi pas SooSunHyoSeo nangis sma pas tae berdo’a ,, d tambah theme song nya jung yeop there was nothing T_T ,, dua jempol buat chap ini ^_^

  14. Yoong jebal!! Ceptlah sdar T^T yoong, ni smua gargara Taeny knpa sih klian egois bnget liat skrng anak klian yg mnanggungnya huahahua…Yoongie bngunlah dmi qt smua eh -_-”
    Trharu nget sma doa taeng yg sngat mnyesal krna jd appa yg bruk buat yoong, wlau ku kcewa sma taeng tp ku jg ikut mrskan kedihan and pnyeslan taengo and pany ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)Ʃ yoona unnie jebal cpatlah sdar😥 galau bnget hari ini😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s