Genie part 12 – Taeny Fanfiction

Image

PS : Akhirnya chapter 12  ini release juga. Tinggal sebentar lagi berhasil menamatkan Genie. Fast published selalu jadi keinginan utama kami, tapi kendala selalu datang😦 Terimakasih readers sudah mau menunggu, happy reading dan tinggalkan banyak jejak ya ^^

 

Tittle    : Genie – Tell me your wish. Chapter 12

Author: Jullay + Frinsyo

Editor  : Jullay

Genre  : Gender Bender, Fantasy – Sad, Romance

Cast     : All SNSD members

 

Author POV

 

Mobil berwarna hitam itu melaju. Tiga orang manusia berada di dalamnya. Seorang laki laki duduk di kursi pengemudi, seorang perempuan disebelahnya dan seorang perempuan lagi pada kursi belakang. Sepanjang perjalanan mobil itu melaju, suasana kikuk memenuhi atmosfir nya. Sepasang manusia yang berada di barisan depan saling diam dan tak mau beradu pandang. Sementara perempuan dibelakang yang tak tau mengapa suasana seperti itu terjebak pada kekikukan yang sama karena tak tau mesti berucap apa. Berangsur angsur kemudian suasana itu berubah, suatu perubahan yang tidak bisa dikatakan baik memang. Karena pertengkaran lah yang terjadi. Pria yang memegang kemudi yang memulai nya dan wanita disebelahnya adalah rekan dalam pertengkaran nya itu.

“Kalau kau terus bersikap seperti ini, aku tak tau harus berbuat apa” wanita itu berkata

“Kau yang merespon terlalu berlebihan. Karena itu berlanjut seperti ini” pria itu mengelak

“Kita bahkan baru melakukan ini semalam, aku bosan bertengkar denganmu lagi” nafas panjang terdengar dari si wanita

“Aku tidak mengajak mu melakukan ini, tapi karena semua balasan mu memancingku melakukan nya” pria itu kesal

“Balasan ku yang seperti apa?” wanita itu tak habis pikir

“Kalau kau memang lebih senang melihatku pergi bersama Yuri ketempat Yoona, turunkan aku disini” wanita itu melepas sabuk pengaman nya

“Dengan begitu kau bisa berdua dengan nya” lanjut si wanita

“Kau tidak perlu melibatkan Jessica!” pria itu berkata, wanita itu tak membalas

“Berhentilah bertengkar ini membahayakan perjalanan. Taeyeon kau sedang menyetir” wanita di belakang ‘Jessica’ bersuara akhirnya

“Kau juga tidak perlu turun, Tiff. Biar aku saja” izin wanita itu

“Taeyeon hentikan mobilnya, biar aku turun disini” lanjut nya

“Kau tidak perlu turun Sica, kau tidak salah apa apa” pria itu tetap mengemudi tidak menggubris permintaan si wanita yang meminta menghentikan mobil

Tiffany, wanita yang duduk di sebelah pria itu tidak senang mendengar jawaban pria itu. Dia memancing kembali, dan kedua nya kembali bertengkar. Jessica, wanita yang duduk di bangku belakang memutuskan diam dan membiarkan saja pasangan suami istri dihadapan nya bertengkar. Karena sibuk nya bertengkar Taeyeon, pria pengemudi mobil itu tidak fokus pada kondisi jalan. Dia tidak melihat bahwa dari arah bersebrangan sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi lurus ke arahnya. Tak pelak kecelakaan tak dapat dihindari. Mobil mereka berbenturan sangat keras dan berputar seratus delapan puluh derajad ke arah timur. Akibat putaran mobil itu terjadi kecelakaan lainya, kecelakaan beruntut. Bagian sisi kanan mobil hitam itu terhantam keras oleh mobil lain yang semula melaju dibelakangnya, hal ini menyebabkan Tiffany yang duduk disisi kanan yang tadi melepaskan sabuk pengaman nya terpental keluar mobil dan terguling ke jalan. Mobil hitam dengan Taeyeon dan Jessica di dalamnya terus  berputar. Mobil itu barulah berhenti setelah bertabrakan dengan pembatas jalan.

Kekacauan terjadi di lokasi itu dengan mobil mobil yang berantakan akibat tabrakan. Orang yang berada disekitar lokasi segera menolong korban semaksimal mungkin. Kebanyakan dari korban berada dalam kondisi tak sadarkan diri dengan luka hampir pada sekujur tubuhnya. Tiffany salah satunya, dia tergeletak di jalan dengan kepala yang terluka. Dengan kondisi setengah sadar, dia menatap memandang mobil hitam yang tadi ditumpangi nya.

“Tae … Taeyeon” panggil nya lirih dengan tangan berusaha menggapai gapai

 “Taeyeon …” panggilnya lagi kali ini lebih kencang

Tiffany terus berusaha memanggil Taeyeon dengan tangan menggapai gapai dan darah yang terus mengalir. Sementara pria yang dipanggilnya itu sendiri, sedang sibuk berusaha menolong Jessica yang pingsan dengan kondisi terjepit di jok belakang. Dia mengabaikan darah yang terus mengucur dari kening nya yang luka juga mengabaikan panggilan Tiffany walau dia sayup sayup mendengar nama nya dipanggil.

“Taeyeon…” panggil Tiffany terakhir kali hingga ia jatuh tak sadarkan diri.

 

***

“Gwenchanayo?” Genie bertanya pada Yoona yang tertunduk lesu

“Apa yang kulihat tadi?” ucap Yoona dengan ekspresi ngeri di wajahnya

“Apa karena itu … mereka tidak datang ke pertunjukan ku” bibir dan tangan Yoona bergetar hebat

“Tapi mereka tidak mengatakan nya padaku” lanjut Yoona

“Jadi Kakek Sooyoung dia berbohong, itu juga alasan dia mengajak kami pergi. Supaya aku tidak mengetahui sebenarnya yang terjadi” kenang Yoona

 

Flashback

“Yoong” seorang anak kecil berkepang kuda berlari menghampiri Yoona yang tengah menangis, dibelakangnya tiga orang anak lainya mengikuti

“Sooyoung …” balas Yoona

“Kenapa kau menangis?” tanya Sooyoung

“Apa yang terjadi Yoong, kenapa kau tidak menyanyi dan malah menangis turun panggung” lanjut Sunny yang rambutnya diikat dua saat itu

“Ceritakan pada kami” Hyoyeon meminta

“Appa dan Umma mereka tidak datang” kata Yoona sesenggukan

“Mereka tidak datang, padahal aku sudah memberi tau mereka kemarin” lanjut Yoona

“Uljima, Appa dan Umma mu pasti punya alasan tidak datang. Mungkin mereka ada Show karena itu tidak bisa datang” hibur Seohyun kecil

“Kakek Sooyoung sibuk lebih daripada orang tuaku tapi dia datang” Yoona mengungkapkan rasa iri nya

“Jinja, bagaimana bisa kau bandingkan Kakek dengan orang tua mu? Kakek ku hanya seorang Kontraktor sementara orang tuamu mereka penyanyi terkenal, seluruh Korea tau siapa mereka” Sooyoung memberi penjelasan

“Tapi tetap saja, harusnya mereka datang walau sebentar” Yoona bersikukuh

“Mereka tidak peduli padaku, mereka hanya sibuk bertengkar” lanjutnya

“Yaak!! Kenapa kau mengatakan hal seperti itu” tegur Hyoyeon, Sunny mengangguk menyetujuinya

“Jeongmal, semalam aku melihat mereka bertengkar. Aku sangat takut” aku Yoona

“Tenanglah Yoong, kan ada kita. Orang tua bertengkar itu wajar, tapi kalau mereka bertengkar lagi telponlah kami. Kami akan datang menemani supaya kau tidak takut lagi” Sunny berjanji

“Hemp …” Yoona mengangguk

Menit berikutnya seorang pria paruh baya menghampiri kelima gadis cilik berusia 10 tahun ini. Dia berjalan dengan senyum mengambang sehingga menyisakan kesan yang hangat dan ramah.

“Kakek …” Sooyoung memanggil, kakek nya balas tersenyum

“Disini rupanya kalian” kata kakek itu

“Ada apa kek? Kenapa kakek kesini?” tanya Sooyoung dengan mimic penasaran yang tidak bisa ditutup tutupi

“Tentu saja Kakek mencari mu dan Yoona juga tentunya” jawab Kakek lembut

“Aku? Kenapa kakek juga mencari ku?” Yoona kaget mendengar jawaban Kakek Sooyoung

“Orang tua mu menelpon Kakek, mereka meminta Kakek menyampaikan bahwa mereka tidak bisa datang karena ada Show di Busan yang tidak bisa dibatalkan” jelas Kakek Sooyoung, tampak kecewa Yoona menjawab dengan setengah hati

“Ohh …” ucapnya singkat

“Kau nampak kecewa?” tebak Kakek Sooyoung, Yoona hanya tersenyum palsu

“Bagaimana kalau kita pergi berjalan jalan setelah acara ini?” Kakek Sooyoung menawarkan

“Jinjayo?!!??” mata Sooyoung membulat kesenangan, Kakek nya mengangguk

“Apa yang lainya boleh ikut?” Sooyoung bertanya

“Tentu saja mereka harus ikut.  Yoona, Sunkyu, Juhyun dan Hyoyeon wajib ikut” jawab si Kakek yang membuat Sooyoung melompat kegirangan

“Kita akan pergi kemana?” tanya Sooyoung lagi

“Bagaimana kalau kita pergi ke Jepang, ada Disneyland disana dan kita juga bisa makan Sushi serta kepiting di Saporo. Kita bisa pergi selama seminggu atau bahkan lebih” Kakek nya menawarkan pilihan yang sulit di tolak

“Jepang satu minggu?!!” pekik Seohyun

“Uuuhh… Disneyland” Sunny, Yoona dan Hyoyeon memekik bersama, kesenangan

“Sushi, Kepiting Saporo…” Sooyoung menyebutkan makanan makanan enak yang akan dimakan nya di Jepang nanti

“Ayo kita berangkat sekarang kek” Sooyoung menarik narik tangan Kakek nya dengan semangat menggebu gebu, begitu pula keempat gadis kecil lainya yang sepertinya sudah tidak sabar untuk terbang ke Jepang.

Flashback end

 

“Apa mungkin karena itu juga …” Yoona menerka

“Karena Umma melihat Appa lebih memilih menyelamatkan Jessica ajumma. Dia sakit hati dan merasa Appa lebih memilih Jessica ajumma daripada dirinya” terusnya

“Tapi kenapa?” Yoona bertanya tanya

“Kenapa mereka baru mengatakan bercerai sekarang? Sejak kecelakaan itu. 7 tahun sudah berlalu. Kenapa mereka baru bercerai sekarang?”

“Mereka menyayangimu. Mereka memikirkan perasaanmu. Kalau pada saat itu mereka bercerai, bagaimana denganmu?” Genie berusaha menghibur Yoona

“Saat itu kau masih kecil, mereka tidak ingin psikis mu terganggu. Mungkin mereka juga tidak ingin melihat kau tumbuh dengan cap gadis dari keluarga broken home” analisis Genie

“Apa itu masuk akal?” Yoona menentang

“Walau selama 7 tahun ini mereka tidak bercerai tapi mereka berpisah, mereka bertengkar setiap kali bertemu. Apa mereka mengira aku tidak sedih? Apa mereka mengira aku tidak sedih? Apa mereka kira secara mental aku baik? Tidak!! Aku terganggu, sangat” emosi Yoona meluap luap

“Apa mereka tau? Bagaimana iri nya aku melihat keluarga teman – teman ku yang harmonis, yang kedua orang tua nya hidup seatap seperti keluarga yang utuh. Aku benci mengetahui nya bahwa aku tidak bisa merasakan hal itu. Aku sangat ingin merasakan hal itu. Menjadi suatu keluarga utuh” cerita Yoona, dia menangis dan Genie hanya bisa diam melihat Yoona

“Kau tau Genie?” Yoona menghapus air mata nya, berusaha berhenti menangis

“Semua ini tak ubah nya aku sudah berada dalam keluarga yang berantakan” terang nya

Genie menghela, mencoba menemukan kata yang ingin diucapkan nya pada Yoona.

“Kim Yoona dengar” mulai Genie

“Kau tidak bisa menentukan yang terjadi di hidupmu sesuai kemauanmu. Itu sudah digariskan sejak semula. Seperti kau dan aku bertemu di tempat ini, itu mungkin karena kita berjodoh” nasihat Genie

“Kau tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi antara orang tua mu. Tapi apa mereka juga bisa?” kini giliran Genie mempertanyakan ke Yoona

“Apakah pernah kau memikirkan perasaan orang tuamu. Apa mereka ingin bahtera yang mereka bangun berakhir seperti ini? Bagaimana lelah nya mereka bertahan selama 7 tahun demi mu, bagaimana mereka ingin segera mengakhiri semua nya supaya perasaan mereka masing – masing tidak terluka” jelas Genie

“Kukira mereka masih saling mencintai” terka Yoona

“Itu perkiraanmu. Yoona, kita tidak pernah tau isi hati seseorang. Dan seandainya mereka masih mencintai, mereka sendiri tidak berusaha menyatukan cinta itu lagi”

“Kau tau kan terkadang cinta tak harus bersama?”

Yoona diam, tak merespon apapun setelah ucapan terakhir Genie.

“Semua terpecahkan” Genie memekik

“Puzzle nya! Appa dan Umma mu berpisah karena kesalahpahaman. Kesalahpahaman yang mereka tidak pernah luruskan karena ego masing – masing sehingga menimbulkan masalah – masalah baru. Dan sekarang setelah 7 tahun adalah puncaknya”

“Saat gunung meletus dan mengeluarkan larva, ini puncak penyelesaian masalah dengan bercerai dan memulai kehidupan baru” analogi Genie

“Aku tidak ingin mereka bercerai! Aku ingin mereka kembali seperti dulu” Yoona mengelak

“Kau tidak hidup di dalam masa lalu, Yoong” kata Genie

“Jika mereka bercerai, mereka hanya mengorbankan aku” bantah Yoona

“Jika mereka tidak bercerai karena ego mu. Kau yang mengorbankan mereka” Genie menangkis

“Tapi Tuhan tidak menghendaki apa yang dipersatukan dihadapan nya berpisah” Yoona tetap mengelak

“Pendek kata mereka berdosa. Tapi itu bukan masalahmu, itu urusan mereka dan dia Sang Pencipta” tegas Genie

“Yang ingin ku katakan padamu adalah belajar menerima kenyataan. Hidup tak selalu baik dan kau menerima kebaikan lebih banyak dibanding yang lain. Misalnya seperti kau berada disini dengan ku, jadi kau harus syukuri itu”

“Yoong, walau orang tua mu bercerai. Walau kau dan keluargamu tidak bisa kembali seperti dulu. Tidak berarti semua nya berakhir. Mereka tetap orang tuamu, mereka akan selalu menyayangi mu”

“Dan mungkin kalian bertiga, masing masing bisa memulai hidup lagi dari awal secara baik” akhiri Genie

Yoona memandang Genie lagi dan sel sel otaknya terus bergerak memikirkan setiap ucapan yang dikatakan Genie. Dia menyadari yang dikatakan Genie benar, walaupun kebenaran yang didengar nya itu menyakitkan dan tidak mampu diterima nya.

“Gomawo” kata Yoona

“Kau mengatakan hal yang baik padaku” lanjutnya, Genie tersenyum mengangguk

“Aku hanya mengungkapkan pikiran ku yang kurasa bisa sedikit membantu” katanya

“Tidak itu membantu banyak” tolak Yoona

“Aku …”

“Sekarang aku bisa memilih kapal mana yang akan kunaiki” lengkapi Yoona

Setelah kalimat Yoona terucap, sekeliling Yoona berubah. Yoona kembali ke tempat pertama dia berada di dunia ini, Sungai Persimpangan. Yoona membelalak sedikit kaget bagaimana bisa terjadi tapi Genie menunjukan ekspresi bahwa hal ini sudah biasa.

“Kau bisa pergi sekarang” kata Genie menunjuk dua perahu yang kini ada dihadapan mereka.

Yoona mengangguk, mengerti. Dia menyunggingkan senyum terima kasih kepada Genie lalu dengan perlahan dia melangkah kan kaki menuju kedua perahu meninggalkan Genie. Selangkah begitu dekatnya Yoona menuju perahu itu, Genie memanggil Yoona.

“Kim Yoona” panggil Genie membuat Yoona menengok kembali ke arah Genie

“Hidup memang tidak selalu baik dan kau sudah menerima banyak kebaikan. Tapi bukan berarti kau berhenti mendapatkan nya dan tidak bisa memperoleh lagi” kata Genie, Yoona bingung memahami nya

“Jika manusia mau berusaha dan percaya akan keajaiban. Tuhan akan luluh dn takdir akan berubah. Jadi lakukan yang terbaik” lanjut Genie

Yoona tersenyum, dia mengerti maksud Genie sekarang tapi susah sekali bagi nya untuk melakukan itu lagi. Yoona kini sudah pasrah, dia menyerah pada takdir bukan karena terlalu lelah dan tidak ingin bersusah payah lagi tapi karena dia berpikir mungkin takdir yang sudah disiapkan untuk nya memang yang terbaik.

“Terimakasih Genie” Yoona tersenyum

“Aku senang bisa bertemu dengan mu disini” lanjutnya

Genie tersenyum, melambai pada Yoona mengucapkan selamat jalan. Yoona membalas nya dan dia berpaling lagi. Dihadapan nya kini terpampang dua perahu. Kedua perahu yang masing masing akan membawa nya ketempat yang berbeda. Perahu disebelah kiri akan membawa nya kembali kepada kehidupan pada kenyataan yang harus dihadapi. Dimana dalam kenyataan itu ada empat orang sahabat nya yang pasti menunggu nya dan juga kedua orang tua nya yang akan bercerai. Disebelah kanan akan membawa nya kembali kepada Sang Pencipta, pemilik alam semesta yang diyakini nya. Atau mungkin perahu itu akan membawa nya menuju tempat dimana dia harus menebus dosanya Api Penyucian. Pertama kali berada disini, Yoona sangat sulit memilih keduanya. Tapi detik dimana dia berdiri saat ini, Yoona tau dimana yang harus dia pilih. Yoona melangkahkan kaki nya menaiki perahu, Genie kaget melihat pilihan Yoona. Tapi Yoona sudah memilih perahu nya itu.

To be continued . . . . .

46 thoughts on “Genie part 12 – Taeny Fanfiction

  1. pndk amat ya thor??nie msh flahsback taeny ya??
    yah thor kok ga ad moment taeny yg skrg??pa mrka jd cerai ato dtarik lg tuh kata cerai krna yoong sakit??
    semoga next chapna bnyk moment taeny….

  2. stresss .. yoong sedih banget .. sini yoong aku peluk ..

    kaget?? knapa kaget?? jangan blng kalau yoong memilih perahu agar dia kembali ke tuhan? andwaeee andwaee andwaeee ..

    okk lanjutt .. please jangan lama .. kalau nisa minggu depan harus update ..

  3. annyeong…

    hhuuaaaa aku harap yoong milih perahu yg kiri😦
    kata2 genie nya koq ngena bgt yah ke diriku,berasa kaya diri sendiri yg d nasehatin haha🙂

  4. Ugh harapan gue sih ya,Yoona milih tetep hidup terus dia ngejauhin Tiffany sama Taeyeon. Menghindar gitu lah. Terus bilang ke sang mama dan papa supaya cepet2 cerai. Biar Tiffany sama Taeyeon nya juga sadar.

  5. HUAAAA …THOR …
    Npa pendek amat …
    Hiks hiks …
    Q ttep sebel ma TAENy ..
    Dan q jga agak sebel ma Yulsic*walau Q Yulsic shipper#
    pran yulsic d sni ngompor2rin sie …
    TaeNy ibarat api sdangkan Yulsic ea minyak tanah ….
    Hsilnya Kebakaran dehh tuhh kluarga TaeNy+yoong …
    Xeexeexee…
    Untung ke 4 sahabat Yoong bner2 solid bgt …
    Yg pdli ma Yoong cma mereka ..
    Pokok ea q sebel abis Ma TaeNy …

  6. Apaa ,. Apaa,. ?? Mana mana yg yoong pilih?? Kenapa genie kaget ? Jgn bilng yoong mau ngerjain genie, dy kan jahil..
    Aaaahhggggrrrr @#$$$$ Knp tbc cpt sekaliii!!!
    Gw g sabar,. G sabrrr

  7. Pilih yang kiri .. Pilih yang kiri .. Pilih yang kiri .. Amin🙂
    Hh.. Moment taeny gak ada ah. Kurang deh:/
    Tapi, semoga next chap ada dan memberi kabar baik hehe ‘v’
    Next nya , semoga kagak lama :pp

  8. Hai author…
    Aq jga ngrasa part ini pndek thor.

    Aaa…h trz yoong plih prahu yg mna tuh.? Smoga bkan yg knan…

  9. Gw ttp yakin kalo yoong bakal idup lagi..
    Awas aja lu thor kalo taeny kgak balikan, gw jadi’n tempe penyet lu #plak -_-///

  10. Yoong plih perahu yg mna ya…smoga dia g nyerah buat hdup lg…:( yoong kuatkan hati mu nak ku kan sllu mndkung mu
    Taeny ku hrap dg kjadian ini kalian brsatu kmbali and kluarga kim utuh sprti dlu😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s