Beautiful Stranger – Chapter 2

Image

Tittle    : Beautiful Stranger – Cayden, another soul (CHAPTER 2)

Author: JJyoung

Cast     : Sooyoung, Seohyun (SNSD), Kyuhyun (Super Junior), Shim Changmin (TVXQ), Lee Sungjong (Infinite), Jung Eun Ji (A Pink), Profesor Ji Hyun – Profesor Jin Young (OC)

Genre  : Action, Friendship, Romance

***

Mawar itu sudah layu.

Entah sejak kapan bunga mawar dalam vas itu bertengger disana. Airnya masih ada, tapi mawar itu sudah kusam dan kecoklatan. Deretan bingkai foto Sungjong bersama Sooyoung –hanya mereka berdua– berjajar rapi disebuah meja disudut ruangan yang dipenuhi dengan poster Beast –idol group yang sedang naik daun itu. Cat pink kamar itu juga sudah lusuh. Hanya ada tempat tidur berukuran sedang, meja belajar berisi buku-buku arsitektur –yang juga dimiliki Hyun eomma– yang tebalnya hampir tujuh senti, dan meja rias  sejajar dengan lemari berwarna peach.

“Berapa jam lagi dia akan bangun?” Tanya Kyuhyun meletakkan bingkai foto kecil Sooyoung kembali ketempatnya.

“Kita keluar saja.” Ujar Sungjong membuka pintu. Seohyun dan Kyuhyun mengikuti Sungjong keluar kamar. Mereka duduk disofa putih yang cukup nyaman untuk bersandar.

“Dia nunamu?” Seohyun memecah keheningan.

“Ani.” Sungjong menggeleng. “Dia eonniku.” Seohyun dan Kyuhyun saling pandang.

“Tapi kau tadi memanggilnya nuna, aku mendengarnya.” Ujar Seohyun. “Bukankah seharusnya kau memanggilnya nuna? Bukan eonni.”

Sungjong tersenyum. “Aku tidak ingin ada saat aku harus menyapanya dengan kata ‘nuna’ ” Pandangan Sungjong menerawang. “Aku selalu berharap dia menjadi eonniku.”

“Maksudmu?” Tanya Kyuhyun. Dia tidak berharap Sungjong akan menjawab bahwa dia ingin melakukan operasi plastik untuk menjadi seorang yeoja.

“Cayden nuna,” Ujarnya memandang foto dirinya bersama kakaknya –di dinding belakang Kyuhyun– saat wisuda SMA kakaknya. “Dan Sooyoung eonni, inilah kakakku yang sebenarnya.”

Seohyun menatap nanar kearah Sungjong, baru mengerti jalan hidup teman satu kelasnya. “Apa maksudmu?Aku tidak mengerti.” Tanya Seohyun.

“Choi Sooyoung, dia hidup dengan dua kepribadian dalam tubuhnya. Cayden dan Sooyoung. Mereka adalah dua orang yang berlawanan. Sooyoung adalah gadis yang ramah dan baik. Sedangkan Cayden, dia gadis yang brutal dan tak tahu etika.” Sungjong menarik napas.

“Aku benar-benar tidak mengerti.” Kata Kyuhyun bingung, sama sekali tidak ada nama Eun Ji dalam setiap perkataan Sungjong. “Aku mengenalnya sebagai Eun Ji bukan Sooyoung ataupun Cayden. Apa ini kepribadiannya yang lain?” Tambah Kyuhyun.

Sungjong menggelengkan kepalanya. “Memang, eonni hidup sebagai tiga orang yang berbeda. Tapi, saat dia menjadi Eun Ji, dia sadar sepenuhnya. Sadar bahwa Sooyoung menjadi Eun Ji.” Sungjong hampir meneteskan air matanya.

“Sungjong-ah,” Seohyun mencoba menenangkan Sungjong.

“Dia harus menjalani hidup sebagai Eun Ji demi kita bertahan hidup.” Ujar Sungjong memandang Kyuhyun. “Aku tidak bisa menceritakan lebih, tentang eonni sebagai Eun Ji. Maaf.”

“Kau memang tidak perlu menceritakan apapun.” Kata Kyuhyun.

“Orang tuamu?” Tanya Seohyun penasaran karena tidak ada satupun foto eomma-appanya

Sungjong menyeringai. “Aku tidak punya orang tua!” Kata Sungjong tegas. Air mukanya menampakkan kemarahan yang selama ini memenuhi rongga dadanya. Seohyun bergidik melihat Sungjong yang biasanya ceria dan lucu, berubah menjadi namja dewasa yang penuh kebencian.

“Bagaimana bisa?” Tanya Kyuhyun tidak mempedulikan suasana hati Sungjong.

Sungjong menggertakkan rahangnya kuat. “Eomma, dia bukan eommaku. Appa, dia appaku tapi sangat menjijikkan untuk menyebutnya appa.”

“Tidak boleh. Tidak boleh seperti itu.” Ujar Seohyun. Kyuhyun menahan lengan Seohyun agar berhenti bicara. Bukan saat yang tepat menasehati anak yang lama membenci orang tuanya.

“Aku Lee Sungjong putra dari Lee Kyu Jong. Dan Choi Sooyoung putri dari Choi Ji Young. Pengakuan itu yang ingin kau dengar? Tidak akan pernah, kami ditakdirkan hidup berdua tanpa seorang ayah ataupun ibu, meskipun kami bukan saudara kandung.”

Kyuhyun mengerti perasaan Sungjong. Begitu sakit memang menaruh kebencian kepada orang tua. “Lalu, apa orangtua kalian yang membuat kakakmu seperti itu?” Tanya Kyuhyun.

Sungjong menyeringai. “Jangan pernah sebut mereka sebagai orang tua kita. Lee Kyu Jong, orang itu yang membuat Sooyoung kecil yang berusia 7 tahun menderita fisik dan psikis.”

“Awalnya, kami bukan keluarga. Choi Ji Young menikah dengan Lee Kyu Jong. Mereka membawa kami ke dalam pernikahan mereka. Aku sangat membenci Sooyoung eonni. Tapi entah kenapa Sooyoung eonni sangat menyayangiku, meskipun aku jahat padanya. Dia gadis yang baik. Sungguh.” Sungjong menghela napas. Ini pertama kalinya dia menceritakannya pada orang lain.

“Dua bulan kemudian semuanya berubah. Lee Kyu Jong, pria ini menjadi pemabuk dan bertingkah kasar. Dia sering memukuli eonni dan eommanya setiap hari. Aku tidak peduli. Sampai suatu saat Choi Ji Young putus asa dan membalas dendam, dia mulai meyiksaku sama seperti appa menyiksa mereka. Tapi, Sooyoung eonni tidak, dia melindungiku. Selalu seperti itu, aku tidak pernah kesakitan. Selalu eonni yang kesakitan. Choi Ji Young marah karena eonni membelaku. Hingga akhirnya ia memukuli putrinya sendiri. Sooyoung eonni menerima perlakuan kasar dari keduanya. Kejam memang.” Bulir-bulir bening mulai membasahi pipi Sungjong.

“Akhirnya, Lee Kyu Jong tahu perbuatan Ji Young padaku. Dia marah besar dan mulai menyiksa Ji Young sejadi-jadinya. Hingga akhirnya dia meninggal. Eonni, sama sekali tidak marah padaku. Aku mulai bisa menerimanya.”

“Tanpa kehadiran Ji Young, Kyujong menganiaya eonni lagi, dan yang paling kubenci dari seorang ayah sepertinya adalah……” Sungjong tidak sanggup melanjutkan, tenggorokannya kaku, lidahnya tercekat.

Kyuhyun dan Seohyun saling memandang, berharap Sungjong meyelesaikan ceritanya.

“Sungjong-ah,” Ujar Kyuhyun perlahan.

“Lee Kyujong, dia memperkosa Sooyoung eonni.” Mata Seohyun membulat, terlampau terkejut, ia menutup mulutnya.

“Aku tidak bisa menerima itu. Dia bukan seorang ayah. Dia penjahat. Saat aku menghentikannya, aku malah didorong hingga kepalaku berdarah membentur meja. Apa ada ayah setega itu. Aku tidak tahan. Aku menelepon polisi.”

“Jadi,” Ujar Seohyun perlahan.”Ayahmu dikantor polisi?”

“Dia bukan ayahku.” Sungjong mengoreksi kalimat Seohyun. “Aku dengar dia depresi.” Sungjong tersenyum saat mengucapkan kalimat terakhir.

“Eonni, menderita kelainan otak karena itu. Dia menderita kepribadian ganda. Kepribadiannya sebagai Cayden sebenarnya muncul karena ingin melindungi kepribadian Sooyoung. Cayden tidak akan tahan melihat orang lain menangis ataupun ditindas. Kekuatannya muncul begitu saja. Dia orang yang ketus dan tak berperasaan. Tapi satu hal yang perlu kalian ingat,” Ujar Sungjong mengusap air matanya.

“Sooyoung maupun Cayden, kedua orang ini mengenal Sungjong dengan baik. Kedua hati ini menyayangi Sungjong dengan tulus. Dia tetap kakaku, entah itu eonni ataupun nuna.”

Semua terdiam. Ruangan itu hening. Seohyun mengagumi kisah hidup Sungjong.

Seohyun tiba-tiba menoleh saat ia mendengar suara isakan yang samar-samar.

“Waeyo??” Tanya Kyuhyun.

“Apa kau mendengar seseorang sesenggukan?” Ujar Seohyun.

Kyuhyun menyenggol lengan Seohyun. Tepat ditulangnya. “Bukankah itu Sungjong?”

“Oh,” Ujar Seohyun meringis saat Sungjong menatapnya.

“Ya! Sungjong-ah…” Ujar Sooyoung tiba-tiba muncul. “Omo!” Sooyoung terkesiap.

“Ada Kyuhyun-ssi disini??” Kata Sooyoung pada Kyuhyun. Kyuhyun dan Seohyun langsung berdiri karena terperanjat. Sedangkan Sungjong berusaha menyembunyikan wajahnya dan cepat-cepat mengusap bekas air matanya.

“Ah, ne.” Ujar Kyuhyun mengalihkan perhatian Sooyoung yang tertuju pada Sungjong. “Kebetulan tadi aku bertemu Sungjong, dan tak kusangka dia teman adikku.” Kata Kyuhyun menunjuk Seohyun yang sedang memandang Sooyoung lekat-lekat, mencari kebenaran perkataan Sungjong. Kyuhyun yang melihatnya, lagi-lagi menyiku lengan Seohyun.

“Ah,” Seohyun tersadar. “Annyeong, nan Seohyun imnida.”

“Wah, kau cantik juga.” Puji Sooyoung. “Nan Eun Ji imnida.” Sooyoung membungkuk.

Seohyun tercekat. Tidak ada kebohongan dalam perkataan Sungjong.

“Cham,” Ujar Sooyoung mengalihkan pandangannya ke Sungjong. “Kenapa matamu merah, apa kau menangis?” Tanya Sooyoung.

“Aniyo! Mana mungkin.” Sungjong mengerucutkan bibir cherry-nya.

“Ah, sudahlah. Sepertinya hari mulai gelap. Ada baiknya kalau Seohyun pulang.” Kata Sungjong yang disetujui Seohyun dan Kyuhyun.

***

“Kuliah hari ini selesai, kumpulkan tugas kalian.”

Sooyoung yang dari tadi menopang dagu, bangkit dari kursinya menghampiri Changmin.

“Ya! Eun Ji, mana tugasmu???!!!” Tanya Changmin dengan lengkingan khasnya.

“Tidak bisakah kau kecilkan volume suara tenormu itu??? Telingaku sangat sakit mendengar lengkinganmu itu.” Kata Eun Ji mengeluarkan kertas tugasnya dari tabung yang dapat dikenali Changmin. Sooyoung merentangkan kertasnya lalu menumpuk ditumpukan paling atas kertas-kertas yang dipegang Changmin.

“Eun Ji-ya, bukankah gambar ini milik Eun Ji yang waktu itu??” Sooyoung mengangguk.

“Ya! Ini curang namanya!” Protes Changmin.

“Tahu apa kau tentang curang??” Sooyoung merebut tumpukan tugas teman-temannya dari tangan Changmin.“Bongkar semua kecuranganku, kau akan tahu fakta yang mengejutkan.”

“Apa maksudmu bicara seperti itu?” Changmin mencoba merebut kembali kertas2 itu.

“Aniyo. Aku saja yang mengumpulkan pada professor Ji Hyun.” Sooyoung tersenyum sebentar lalu meninggalkan Changmin yang bengong memikirkan perkataan Sooyoung.

Sooyoung berdiri didepan ruang Profesor Song Ji Hyun, salah satu dosen yang dihormatinya. Dosen wanita yang cukup cantik diusianya yang sudah berkepala lima. Sooyoung mengetuk pintu dengan tangan kanannya, sedang tangan kirinya menyeimbangkan letak tugas teman-temannya.

“Masuk.”

“Profesor,” Sapa Sooyoung sambil membungkukkan badannya. Profesor Ji Hyun mengamati Sooyoung lewat kacamata silindernya, lalu tersenyum.

“Letakkan disini.” Profesor Ji Hyun menunjuk meja didepannya.

Sooyoung meletakkan kertas-kertas tugasnya lalu duduk didepan meja itu, bertatap muka dengan professor Ji Hyun. Mata Profesor Ji Hyun tidak menatap Sooyoung, sama sekali tidak.

“Whooaaa…” Profesor Ji Hyun mengambil kertas tugas ditumpukan yang paling atas. Mengamati tiap detailnya.“Aku sangat terkesan dengan pekerjaanmu, Eun Ji-ssi. Sangat indah.”

“Gamsahamnida, professor.” Ucap Sooyoung. Tidak ada kelegaan dalam hati Sooyoung, sebenarnya. Bukan dia yang mengerjakan desain bangunan itu. Sooyoung tersenyum kecut.

“Profesor,” Panggil Sooyoung. Sooyoung menunduk saat Profesor Ji Hyun menatapnya.

“Waeyo??” Profesor Song Ji Hyun menggenggam tangan Sooyoung yang sebentar lagi akan membeku kalau saja Ji Hyun tidak memeganggnya. Dingin. “Kau kenapa Eun Ji-ssi??”

“Profesor….” Sooyoung mengangkat kepalanya.

***

“Oppa, matikan tvnya. Jigeum!!” teriak Seohyun.

“Ani, pindah saja kekamarmu.”Jawab Kyuhyun asal, matanya fokus mengamati Park Yoo Chun dan Han Ji Min yang sedang berakting dalam serial dramanya.

Brak!! Seohyun membanting bukunya keras diatas meja. Ia merebut remote tv dan segera mematikannya. “Ya!! Seohyun-ah, kenapa kau matikan??”

“Kerjakan sesuatu yang lebih penting. Arra??!!” Ujar Seohyun kembali membaca bukunya.

“Seohyun-ah,” Kata Kyuhyun. “Bagaimana kalau kita tanyakan tentang Eun Ji pada eomma. Eomma kan dosen psikolog di Kyunghee.” Kyuhyun mengutarakan idenya.

“Eun Ji siapa??” Tanya Seohyun yang tetap menatap buku sejarah –bersampul salah satu pejuang Korea Selatan– yang hampir menutup seluruh wajahnya.

“Sudahlah, aku tanya sendiri saja.” Ujar Kyuhyun langsung melompat menapaki anak tangga.

“Siapa Eun Ji?” Ujar Seohyun menurunkan bukunya. Seohyun mengernyit. Mencoba membongkar seluruh ingatannya, mungkin saja dia menemukan siapa Eun Ji.

“Cayden?” Alis Seohyun bertautan. “Astaga!” Seohyun segera melompat, meniru gaya Kyu.

Seohyun berjalan cepat menaiki anak tangga menuju kamar eommanya, tidak ingin ketinggalan bahkan secuil informasi tentang kelainan kepribadian ganda. Seohyun memutar gagang pintu kamar eommanya.

“Kepribadian ganda, ini bukan penyakit.” Ujar Hyun eomma. Matanya beralih ke Seohyun yang baru saja masuk.“Ini adalah sebuah kelainan mental di mana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian yang masing-masing memiliki nama dan karakter yang berbeda. Kepribadian2 ini tidak saling mengenal meski dalam satu tubuh.”

Seohyun dan Kyuhyun memperhatikan eommanya dengan seksama. Melihat kedua anaknya sangat antusias dengan kasus yang jumlahnya tidak terlalu banyak diseluruh dunia ini, terpaksa eommanya melanjutkan. Takut menngecewakan putra-putrinya sebenarnya.

“Kepribadian ganda disebut dengan istilah Dissociative Identity Disorder atau DID. DID adalah bentuk parah dari sebuah proses mental yang terbelah, yang menghasilkan kurangnya koneksi dalam pikiran seseorang, ingatan, perasaan, tindakan atau identitas.”

“Lalu, apa yang menyebabkan kelainan ini?” Tanya Seohyun menopang dagunya dengan kedua telapak tangannya sendiri.

“Penyebab umum DID adalah karena trauma parah selama usia dini pada anak. Trauma tersebut biasanya sangat ekstrem seperti kekerasan fisik, seksual atau kekerasan emosional secara berulang. Biasanya, kepribadian yang lain muncul karena ingin melindungi kepribadian utama.”

“Hal ini disebabkan karena orang yang mengalami trauma ini ingin menciptakan jalan keluarnya sendiri, dengan menciptakan kepribadian lain yang sesuai dengan jalan pikirannya. Satu lagi, 90% DID mengalami amnesia ketika sebuah identitas lain muncul.”

“Oooo,” Kyuhyun menegakkan punggungnya.Seohyun memeluk bantal yang entah sejak kapan ada dalam dekapannya.

“Waeyo?? Kenapa kalian sangat tertarik dengan bahasan DID??” Tanya eomma Hyun meletakkan kacamata silindernya. “Apa kalian mengenal salah satu penderita DID?”

Seohyun melepaskan bantal dalam dekapannya. “Aniyo.” Ujar Seohyun. “Aku hanya ingin membuat sebuah FF tentang kepribadian ganda. Kyuhyun oppa tokoh utamanya.”

“Mwo??” Kyuhyun memelototi adiknya. Seohyun tersentak dan segera melarikan diri sebelum oppanya benar-benar memakannya hidup-hidup.

“Kyuhyun-ah,” kyuhyun kembali menatap eommanya. “Apa kau….”

“Ani. Ani.” Kyuhyun berdiri dari spring bed eommanya. “Eomma, selamat tidur.” Ucapnya sebelum pergi menuju pintu kamar eommanya.

“Eun Ji,” Kata Hyun eomma. Kyuhyun tercekat, ia menghentikan langkahnya.

“Yang kau tanyakan adalah Eun Ji kan??”

Kyuhyun membalikkan badannya cepat. Menatap eommanya tidak percaya. Bingung darimana eommanya tahu apa yang dipikirkannya. Apa eommanya bisa membaca pikiran orang lain? Sudahlah, jangan berkhayal.

“Bagaimana eomma tahu?” Kyuhyun mendekati kasur eommanya lagi.

“Tadi siang Eun Ji menemuiku.” Ujar eommanya mengamati tiap ekspresi diwajah putra kebanggaannya. “Dia menanyakan hal yang sama denganmu. Dia bahkan menceritakan detil peristiwa ketika kau dan Seohyun datang kerumahnya. Aku pikir dia tidak tahu kalau aku eomma kalian. Jadi, dia leluasa bercerita padaku.”

“Tapi, kenapa dia menceritakan masalahnya pada eomma?”

Hyun eomma mengangkat bahu. “Mungkin karena aku dosen psikologi. Jadi dia merasa tepat jika bertanya padaku. Karena aku memaksanya, dia akhirnya menceritakan apa yang dia dengar dari adiknya. Dia bingung waktu itu, dia benar-benar tidak tahu harus mempercayai adiknya atau tidak.”

‘Jadi, suara isakan itu..’Batin Kyuhyun, matanya menerawang.

“Kyuhyun-ah,” Eommanya menepuk pipi mulus putranya.

“Ye,” Kyuhyun tersadar. “Jadi, maksudmu Eun Ji sudah tahu semuanya?”

“Ya. Dia tahu kalau dirinya berkepribadian ganda. Dia tahu kalau kau dan Seohyun tahu. Dan dia juga tahu kalau selama ini adiknya menyembunyikannya darinya.”

“Eomma, apa kau bisa membantu menyembuhkan Eun Ji?”

“Penyakit ini sulit disembuhkan.” Jawab eommanya tidak begitu peduli.

“Sulit, bukan berarti tidak bisa.” Kyuhyun mencoba meyakinkan eommanya. Hyun eomma mentapa putranya lekat-lekat, dalam dan lama. Mencoba mencari apa yang tersembunyi dalam pikiran putranya.

Eommanya menggeleng. “Tidak bisa. Eomma ini akademisi bukan praktisi.” Kata eommanya menarik selimut dibawah kakinya lalu menyampirkan hingga bahunya.

“Eomma, bukan berarti kau lepas tangan pada orang yang mengadu tentang kelainannya pertama kalinya padamu.” Ujar Kyuhyun menggoyang-goyangkan lengan eommanya.

“Tetap saja, Kyuhyun aku hanya pandai dalam teori, tapi..”

“Eomma, kali ini bantulah…”

“Tidak!” Kyuhyun tersentak. Eommanya membentaknya. “Kau tidak boleh mempercayakan jiwa orang lain pada orang yang belum tentu bisa menanganinya. Jangan pernah memberikan harapan nol besar pada orang lain. Kau tidak tahu rasanya kecewa Kyuhyun. Jangan menentang lagi, kembali ke kamarmu dan tidur. Palli.” Hyun eomma meraih saklar lampu didekatnya dan dalam hitungan sepersekian detik ruangan menjadi gelap. Hanya lampu kecil yang menerangi.

Dengan langkahnya yang lemah, Kyuhyun keluar kamar eommanya.

***

Kyuhyun meletakkan setumpuk buku yang dipesan eommanya diatas meja. Sepertinya sudah menjadi profesi baginya sebagai tukang antar buku.Ya, sudah resikonya mejadi putra dari seorang dosen dan lagi, dia seorang pemilik toko buku. Jadi, kemana lagi eommanya membeli buku?

Tanpa sengaja Kyuhyun menjatuhkan tumpukan profil mahasiswa milik eommanya. “Ah, mianhae eomma.” Ujar Kyuhyun segera merapikan file-file terlampir yang berserakan di lantai.

Mata Kyuhyun terpaku pada selembar foto profil yang melekat kuat di pojok kiri atas kertas HVS yang kira-kira berukuran A4 itu. “Eun Ji,” ujar Kyuhyun. Dia menelusuri tiap kata dan deretan hurufnya yang membentuk sebuah kalimat berpola.

“Itu Jung Eun Ji yang kau maksud kemarin.” Kata eommanya.

Kyuhyun berdiri. “Apa dia putri Profesor Jin Young?” Tanyanya pada Hyun eomma.

“Ne. Tapi tidak ada yang tahu kalau dia putri Jin Young.” Kata eommanya mengetikkan beberapa huruf yang kemudian tertera dilayar laptopnya.

“Jinjja??!” Kyuhyun menyipitkan matanya. Eommanya mengangguk.

‘Putri Profesor Jin Young. Eun Ji? Apa ini??’ Batin Kyuhyun terus mengamati foto Eun Ji. Meneliti setiap lekuk wajahnya. Benar-benar tidak bisa mennyinkronkan mata dan otaknya. Mata dan otaknya berlainan pendapat. ‘Jung Eun Ji, putri professor Jin Young. Aku tahu, aku mengenalnya. Tapi ini, bukan wajah ini. Apa mungkin….’

“Mau kemana?” Tanya eommanya saat Kyuhyun tergesa-gesa keluar dari ruangannya.

“Kembali ke toko.”

***

“Eonni, akhirnya kau mengajakku juga.” Ujar Sungjong dengan senyum lebarnya.

“Kajja.” Sooyoung mendorong pintu kaca toko Sport Center yang dulu ia kunjungi. Saat ia masuk, semua mata karyawan toko itu memandangnya aneh. Sooyoung meneliti setiap inchi anggota tubuhnya, mungkin saja ia salah menggunakan sesuatu.

Tidak. Tidak ada yang salah.‘Apa mereka mengenalku sebagai Cayden?’ Batin Sooyoung.

Sungjong menyadari perubahan sikap kakaknya dan juga sikap para pekerja Sport Center milik Kyuhyun. “Choi Sooyoung, ayo kita pilih dan segera pulang. Aku lapar!”

Songjong mengelilingi berbagai model sepatu basket. Tidak satupun –dari tadi–ia menemukan sepatu yang cocok dengan seleranya.

“Pilih saja. Palli. Setelah ini ikut eonni bertemu Eun Ji nuna.” Ujar Sooyoung menyentuh sepatu basket berwarna kuning emas bertali kuning emas pula.

“Mwo??!!” Mata Sungjong melotot. “Tidak. Aku tidak mau bertemu yeoja sakit jiwa itu.”

“Kau mau membeli sepatu Sungjong-ah?”

Sungjong menoleh, Sooyoung juga. Kyuhyun menyunggingkan senyum terbaiknya. Senyum yang jarang dimiliki namja lain seumurannya. Kyuhyun mendekati kakak beradik tidak sedarah itu.

“Kyuhyun-ssi,” Sapa Sooyoung ramah, senyum tulang pipinya mengembang.

“Ah annyeong Eun Ji-ah.” Sapa Kyuhyun.

“Ah, eonni aku pilih ini.Mana kartu kreditmu??”Sungjong mengulurkan tangannya. Sooyoung merogoh tas coklat tuanya dan mencari-cari kartu kredit yang terselip rapi disaku dompetnya. Setelah menemukan kartu tipis bertuliskan deretan hangul itu, ia menyelipkannya ditangan Sungjong.

“Oh iya, Kyuhyun-ssi apa kau bisa menemani eonniku ke suatu tempat??” Sungjong memberikan kedipan matanya pada Kyuhyun.Kyuhyun mengerti.

“Ne. Kalau itu bisa membantu.”Jawab Kyuhyun memandang Sooyoung.

“Oh, tidak perlu.Aku bisa pergi bersama Sungjong.” Tolak Sooyoung.

“Shireo. Aku tidak mau!”Ujar Sungjong pergi meninggalkan Kyuhyun dan Sooyoung.

“Kajja, aku akan mengantarmu.”Tanpa aba-aba Kyuhyun menarik lengan Sooyoung dan menariknya mengikuti langkahnya yang panjang. Untung saja Sooyoung juga memiliki kaki yang panjang, jadi tidak terlalu repot mengikuti langkah kaki namja seperti Kyuhyun.

***

“Kyuhyun-ssi, sebenarnya kau tidak perlu melakukan ini.”

“Ssst! Diam, aku ingin mendengar hembusan angin disini.”Ujar Kyuhyun merapatkan jas hitamnya. Kyuhyun berjalan diikuti Sooyoung yang hanya mampu tersenyum  karena Kyuhyun.

“Maafkan aku, jadinya kita harus berjalan karena mobilmu tidak bisa masuk di jalan sekecil ini.” Ujar Sooyung menyejajarkan langkahnya dengan Kyuhyun.

“Ini menyenangkan, aku jarang berada ditempat seperti ini. Eun Ji-ah..”

Sooyoung terhenti. Ini pertama kalinya Kyuhyun menyebut namanya lebih akrab.

“Waeyo??” Kyuhyun ikut berhenti dan memandang Sooyoung dibelakangnya.

“Ani.” Sooyoung melangkahkan kakinya mendekati Kyuhyun. “Hanya saja aku senang kau memanggilku seperti itu. Bukan Eun Ji-ssi.” Sooyoung tersenyum menatap Kyuhyun.

“Cham,” Sooyoung menatap Kyuhyun yang berjalan disampingnya. “Sebenarnya aku punya nama favorit. Aku menyukai nama itu. Kalau saja aku bisa mengganti namaku…”

Kyuhyun memandang wajah Sooyoung dari samping. Hidung mancungnya memimpin wajahnya yang  putih. Sooyoung membuang napas lali beralih menatap wajah Kyuhyun, tepat di manik matanya. Kyuhyun memperlambat langkahnya, Sooyoung juga.

“Hm?” Kyuhyun menggerakkan kepalanya sedikit.

“Sooyoung, aku suka nama itu. Panggil aku Sooyoung, Kyuhyun-ssi…”

Kyuhyun menatap punggung Sooyoung yang semakin lama semakin jauh dalam pandangannya. Kyuhyun tahu benar, bahwa nama yeoja itu Sooyoung, bukan Eun Ji atau bahkan Cayden. Kyuhyun mengangkat sudut bibirnya, tersenyum walau tak diketahui Sooyoung.

Mata Kyuhyun berputar menjelajah seluruh ruangan. Tentu saja ini ruangan seorang arsitek, kalau tebakannya benar. Dari luar ia mengagumi bentuk piramidnya, dan didalamnya lebih anggun dari desain rumah yang pernah dibuat eommanya. Kyuhyun mengangumi rumah itu. Rumah itu bukan gayanya, tapi ia menyukainya, sangat menyukainya.

“Eun Ji-ah,” Kepala Kyuhyun berputar mengikuti asal suara. Ada seorang yeoja yang duduk disana. Bukan Sooyoung. Tentu bukan. Ia melihat sendiri Sooyoung berdiri disampingnya.

‘Eun Ji.’ Batin Kyuhyun. Ia menyipitkan matanya saat Sooyoung menghampiri yeoja yang dipanggil Eun Ji itu. Wajah itu, Kyuhyun pernah melihat wajah itu. Beberapa tahun yang lalu. Tentu saja, 7 tahun yang lalu. Mata itu, mata yang kian menyipit kalau ia sudah memegang pensil dan kertas putih. Dengan mata dan tangannya yang lentur, dalam sekejap bisa menghasilkan gambar yang begitu dikagumi teman sekelasnya.

‘Kali ini benar, inilah Jung Eun Ji putri Jung Jin Young. Lembar profil itu sengaja dipalsukan.’ Batin Kyuhyun. ‘Jadi, Sooyoung berpura-pura menjadi Eun Ji putri Jung Jin Young?’

“Eun Ji, aku membawa teman baru.” Sooyoung mendekati Eun Ji yang tetap fokus pada gambar pyramidnya. Terbalik, pyramid itu terbalik. Apa Eun Ji akan membalik rumahnya sendiri?

“Aku tidak punya teman.” Ujar Eun Ji berhati-hati mengarsir gambarnya.

“Lihat dulu, dia punya wajah yang tampan.” Bisik Sooyoung pada Eun Ji. Eun Ji menghentikan tangannya lalu menjatuhkannya di atas pahanya sendiri.

“Kau selalu membawa teman baru.” Ujar Eun Ji setengah berteriak. “Tahukah kau bahwa aku terganggu? Siapapun dia, aku tidak menyukainya! Bawa pergi sekarang juga.”

“Eun Ji-ssi.” Kyuhyun bersuara, ia mendekati kedua yeoja itu.

“Aku terkesan dengan seluruh karyamu.” Kyuhyun memutar kepalanya mengabsen satu per satu gambar hasil tangan Eun Ji, lalu mengangguk-angguk.

Eun Ji menoleh. Matanya terbelalak. Wajah tampan itu, dia tahu. Bagaimana bisa yeoja yang berpura-pura sebagai dirinya itu membawa Kyuhyun ke rumahnya.

“Aku teman Sooyoung.” Kyuhyun merangkul pundak Sooyoung. Sooyoung terkejut.

‘Dia bahkan tahu nama asli Sooyoung’ Ujar Eun Ji dalam hatinya. Ia memandang lengan Kyuhyun yang tersampir di pundak Sooyoung. Eun Ji tahu, tubuh Sooyoung agak bergetar menanggapi perlakuan Kyuhyun. Bukankah itu normal?

Tapi Eun Ji tidak menyukainya. “Apa yang kalian lakukan dirumahku??!!!”

Sooyoung, yang tadinya tersenyum, berubah terlonjak karena lengkingan suara Eun Ji yang memekakkan telinga. Kyuhyun juga, ia langsung menjatuhkan lengannya dari pundak Sooyoung sampai-sampai menyapu rambut panjang Sooyoung yang tergerai bebas dipunggungnya.

“Jangan pernah berpikir kalian berteman denganku!” Teriak Eun Ji sambil berdiri, kali ini tidak merusak gambarnya. Eun Ji mendekati Kyuhyun dan dan berkata tepat didepan wajahnya.

“Pergi, bawa gadis ini sekarang juga.” Ujar Eun Ji. Kyuhyun dapat merasakan napas Eun Ji yang menyapu seluruh wajahnya.

“Eun Ji-ah,” Sooyoung menyentuh pundak Eun Ji. Eun Ji menepisnya cepat dan keras.

Sooyoung terdiam. Memandang tangannya sendiri yang jatuh menyenggol salah satu gambar Eun Ji. Kyuhyun dan Eun Ji diam untuk beberapa saat. Sama-sama memandang Sooyoung.

“Ya! Kau tahu apa yang kau lakukan!” Teriak Sooyoung menghadapkan wajahnya tepat didepan wajah Eun Ji yang ada beberapa senti dibawahnya.

Sooyoung menangkup dagu Eun Ji dengan satu tangannya lalu membuatnya mendongak menatap wajahnya sendiri yang menyeringai. “Kau tahu apa yang kau lakukan??!!! Kau menyakiti harga diriku. Punya hak apa kau menyentuh tanganku!!!”

“Sooyoung-ah.” Ujar Kyuhyun memegang tangan Sooyoung. Sooyoung menoleh cepat. Ia memelototi Kyuhyun, mengisyaratkan untuk tidak ikut campur.

Eun Ji berusaha melepaskan tangan Sooyoung yang erat mencengkeram dagunya. Eun Ji meringis kesakitan. Cengkeraman itu penuh energi, sangat kuat.

“Lepaskan!” Teriak Kyuhyun dan Eun Ji bersamaan. Kyuhyun berusaha menjatuhkan tangan Sooyoung, ia melihat wajah Eun Ji yang memerah menahan sakit.

“Kau salah menantangku!!!” Teriak Sooyoung.

‘Astaga!’ Batin Kyuhyun. “Cayden, lepaskan tanganmu!!!” Teriak Kyuhyun.

Berhasil. Kyuhyun berhasil menjatuhkan tangan Sooyoung. Kyuhyun menyadari, Sooyoung yang ia kenal kini beralih menjadi Cayden yang bringas dan kasar. Kyuhyun masih memegangi tangan Sooyoung yang berhasil ia jauhkan dari dagu Eun Ji. Sooyoung memandang Kyuhyun tajam lalu berusaha melepaskan cengkeraman tangan Kyuhyun. Sooyoung memberontak. Terus melawan.

Karena Sooyoung terus memberontak, Kyuhyun beralih menahan tubuh Sooyoung, mendekapnya erat. Tidak membiarkan tubuh Sooyoung berjiwa Cayden itu lolos. Di sisi lain, Eun Ji mengambil penggarisnya yang panjang lalu memukul Sooyoung sekenanya. Situasi yang rumit. Kyuhyun jelas tidak akan sanggup menahan dua gadis kurang waras itu.

“Hentikan!” Teriak Kyuhyun memutar badannya melindungi Sooyoung. Punggungnya berkali-kali terkena sabetan penggaris Eun Ji. Situasi makin tak terkendali, karena Sooyoung sendiri terus memberontak dalam dekapan Kyuhyun. Kyuhyun mencoba bertahan. Tapi berapa lama lagi?

“Siapapun di bawah, tolong hentikan Eun Ji!” Teriak Kyuhyun tetap mendekap Sooyoung yang terus melawannya. Tubuh Kyuhyun kini menjadi bulan-bulanan Sooyoung dan Eun Ji. Kyuhyun meringis kesakitan. ‘Bagaimana bisa dua gadis kurang waras ini berkelahi?’

Dua orang berseragam datang. Yang satu yeoja dan satunya lagi namja bertubuh tegap. Dua orang itu segera menarik Eun Ji dan merebut penggaris ditangannya. Eun Ji juga memberontak, tapi setidaknya tdak sekuat dan sekasar Sooyoung yang memberontak dalam dekapan Kyuhyun.

“Gomawo. Aku akan membawa pergi Sooyoung.” Ujar Kyuhyun lalu menarik kasar Sooyoung turun hingga ke lantai bawah.

“Lepaskan aku!” teriak Sooyoung tak ditanggapi Kyuhyun. Kyuhyun memaksa Sooyoung mengikuti langkahnya. Kyuhyun menarik pergelangan tangan Sooyoung kuat. Cengkeraman itu membekas kemerahan kalau saja Kyuhyun mencoba melepaskannya dan melihatnya cermat.

Setelah beberapa meter jauhnya dari pyramid kaca yang isinya akan habis diobrak-abrik pemiliknya itu, Kyuhyun melepaskan cengkeramannya dilengan Sooyoung.

“Bisakah kau bertindak waras??!” Teriak Kyuhyun.

Sooyoung melihat pergelangan tangannya yang ada tanda kemerahan melingkar disana. Ia meringis kesakitan lalu meniup-niup lengannya sendiri, mencoba meredakan rasa sakitnya.

“Ini bukan urusanmu!!! Tidak seharusnya kau ikut campur!!” Teriak Sooyoung.

“Kalau aku melihat kau akan membunuh gadis itu, apa aku tidak boleh ikut campur??!”

“Oh, jadi kau berpikir aku akan membunuh yeoja itu??” Sooyoung menyeringai. “Gurae, aku memang ingin membunuh seseorang. Kalau Lee Kyujong tidak bisa aku bunuh, aku bisa melampiaskannya pada yeoja itu.”

“Cayden-ah!!!” Teriak Kyuhyun putus asa. “Apa kau pikir Sungjong akan senang jika tahu kakaknya seorang pembunuh? Aku yakin dia akan meninggalkanmu, dan membiarkan gadis tak berperasaan sepertimu hidup sendiri.” Ujar Kyuhyun menuyeka keringat di dahinya.

“Sungjong??” Ujar Sooyoung balik bertanya. “Tidak. Dia tidak boleh seperti itu.”

“Aissssh!!” Kyuhyun menghembuskan napas. Menatap sebal kearah Sooyoung. Bagaimana ia bisa bersabar menghadapi gadis berkepribadian ganda seperti ini.

Kyuhyun menarik lengan Sooyoung lagi, tapi tidak sekeras tadi. “Jangan memberontak lagi, jangan buat aku lelah. Atau aku akan mengadukanmu pada Sungjong.” Ujar Kyuhyun sebelum Sooyoung berjiwa Cayden itu membuatnya kehabisan energi dan mati mendadak saat menyetir.

To be continued . . .

10 thoughts on “Beautiful Stranger – Chapter 2

  1. annyeong…

    SooYoung punya kepribadian ganda?? 0.o
    Dan dia juga harus memerankan 3 karakter??? sebagai Choi Sooyoung-Jung Eun Ji-Cayden???
    Woooaahhh~
    Tapi rada serem2 juga yah kalo Sooyoung berubah jadi Cayden,sifat nya akan berubah drastis😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s