Perhaps – Yulsic Fanfiction CHAPTER 1

Image

PS : Ini FF Yulsic ku yang pertama. Sebenarnya aku sudah ingin menulis Yulsic sejak lama tapi baru terealisasi sekarang. Untuk next FF Taeny akan dilanjutkan author Frinsyo. Ayo Yulsic shiper merapat. Happy reading dan tinggalkan banyak komentar kalian yaa ^^

 

Tittle    : Perhaps – CHAPTER 1

Author: Julay

Genre  : Gender Bender, School Life, Romance

Cast     : Yuri, Jessica, Seohyun, Sooyoung, Sunny, Hyoyeon, Yoona SNSD

 

***

Gadis itu tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin. Rambutnya tertata rapi, make up yang digunakan nampak natural. Dia terlihat sempurna.

            “Ahh, neomu yeoppotta” pujinya

Setelah berputar dua kali, ke kanan kemudian ke arah kiri. Gadis itu mengangguk yakin. Dengan bersenandung kecil dia berjalan menuju pintu untuk keluar dari ruangan tempat dia berada saat ini.

            “Tada …..” teriaknya ceria

            “Surprise!!” lanjutnya merentangkan tangan mengembangkan senyum termanis yang dia bisa berikan saat bahagia

Berikut yang terdengar setelah teriakan riang gadis itu adalah suara sumpit terjatuh disusul dengan piring pecah.

            “Eonnie !!” gadis lain yang lebih kecil usia nya berteriak

            “Wae?”  jawab gadis pemberi kejutan kebingungan

Detik berikutnya suara derit pintu terbuka. Seorang pria muda melangkahkan kaki masuk dan dia terkejut.

            “Omo” katanya

            “Rambutmu?!?” lanjutnya membelalakan mata nya menatap gadis berambut pirang itu tak habis pikir.

 

***

Gadis berambut pirang itu bernama Jung Soo Yeon. Tapi dia lebih suka dipanggil Jessica. Katanya nama itu lebih mencerminkan dirinya sesungguh nya.

PRAK!!!

Suara meja digebrak terdengar. Gadis itu berdengit kaget.

            “Aigoo” pria tua itu mendengus

            “Michoso? Kau mau mati? Apa yang kau lakukan dengan rambut mu? Memberi warna seperti warna rambut kuda!!” suara nya memburu, emosi nya menggebu gebu

            “Appa, ini bukan rambut kuda. Ini blonde, pirang”

            “Bolden bolden, pirang?! Yaa!! Michoso!! Kau kira dirimu siapa? Kau lahir dimana, darah apa yang mengalir di darahmu? Korea! Kau orang Korea. Kenapa merubah warna rambutmu seperti orang orang tak tahu tata krama di barat sana!!” Appa Jessica terus saja mengamuk

Jessica mendengus tak percaya mendengar ucapan Appa nya. Jalan pikiran Appa nya sungguh tak terselami.

            “Appa, aku tidak melupakan aku siapa. Oh my god. I just wanna transformed to someone new. That’s wrong?”

BRAK!!!

Suara meja di gebrak terdengar lagi.

            “Lihat itu, lihat!!” Appa Jessica menunjuk nunjuk Jessica

            “Kau berbicara bahasa itu sekarang!!” lanjut appa nya

            “Yeobbo, sudah tenanglah” istri nya, Jessica Umma mencoba menurunkan emosi sang suami

            “Tenang? Kau bilang aku harus tenang yeobbo? Bagaimana aku bisa tenang?!!? Lihat dia! Rambutnya, penampilanya! Benar benar membuatku malu” nampak jelas rasa itu di raut wajah Appa Jessica

            “Appa, jebal. Kumohon jangan berlebihan. Aku hanya mengikuti perkembangan jaman. Penampilan seperti ini sedang update sekarang. Jadi Appa tak perlu khawatir. Putri mu ini sangat cantik, Appa tidak usah malu karena nya. Benar kan Krys?” Jessica meminta persetujuan pada adiknya, Jung Soo Jung, tapi dia lebih suka memanggilnya Krystal

            “Dae, eonnie benar. Appa tak usah khawatir dan berhentilah berteriak seperti itu” Krystal berusaha menghalangi Appa nya untuk berteriak lagi.

            “Tidak perlu malu katamu?!” Appa nya menggeletukan gigi

            “JUNG SOO YEON” teriak nya marah

Dengan segera seperti ombak yang terhempas ke pantai, Appa Jessica menghampiri Jessica kemudian langsung menarik rambut anak nya. Memberi pelajaran.

            “Ahh, appo appo…” rintih Jessica kesakitan saat Appa nya menarik kencang rambutnya

            “Rubah atau aku cukur habis rambutmu!” sentak Appa nya menarik lebih kencang lagi

            “Appa, ahh appo..appo!!” Jessica berusaha melepaskan cengkraman tangan ayah nya dari rambut nya

            “Ubah kembali” akhirnya Appa Jessica melepaskan tanganya

Sambil merapikan rambutnya dan menahan sakitnya, Jessica menatap Appa nya dengan mata kesal lalu berteriak

            “Shiro!!”

            “Kau!!!” geram Appa nya

Dan dalam hitungan detik sebelum terjadi kejadian yang salah untuk kedua kalinya. Jessica bergegas lari terbirit keluar rumah meninggalkan Appa nya yang meneriakan nama nya tak berhenti.

 

***

Jessica berlari dengan kepala terus menoleh ke belakang. Dia tidak memperhatikan jalan di depan nya sehingga dia menabrak seseorang dan berhasil membuatnya terjatuh.

            “Auw…” rintihnya

Pria yang bertabrakan dengan nya tadi mengulurkan tangan. Jessica menengadah ke atas, mencoba mengenali siapa yang ditabraknya. Ternyata Yuri, teman yang selalu bersama nya sejak dia datang ke dunia ini.

            “Thanks” kata Jessica sambil menerima uluran tangan itu

Yuri membantunya berdiri sambil berkata

            “Kau benar benar, jinjayo” katanya menggelengkan kepala

Jessica yang sudah berdiri seutuhnya membersihkan seragam sekolahnya dari debu.

            “Aku cantik bukan?” tanya nya pada Yuri

Yuri mendengus, terkekeh kecil lalu berkata

            “Apa yang kau lakukan selama liburan musim panas ini. Bukan nya melakukan hal yang benar. Kau malah ….”

            “Rambut di cat pirang, softlens biru. Yaa!! Soo Yeon michoso?!!” katanya

            “Jessica!!” Jessica tidak senang Yuri memanggilnya Soo Yeon

            “Dae, Sica-aahh” perbaiki Yuri dibuat buat

Jessica tersenyum, lalu memukul pelan pipi Yuri gemas

            “Itu baru benar anjing manis” katanya yang langsung direspon Yuri dengan menepis tangan Jessica dari pipinya. Dia tidak suka Jessica memanggilnya ‘anjing manis’

            “Waeyo? Apa anjing ku sedang kesal?” goda Jessica menahan tawa

            “Yaa!! Sica, berhentilah memanggilku seperti itu!!” perintah Yuri

            “Wae? Dulu kau tidak keberatan dipanggil seperti itu” jawab Jessica

            “Itu dulu saat kita kelas 4 SD. Sekarang kita sudah 2 SMA!!”

            “Aahh, anjing pintar” Jessica merubah ekspresi nya menjadi kagum yang tak wajar

            “Sudalah, susah sekali bicara dengan orang seperti mu” Yuri menahan emosi nya

            “Kita lihat apa kau selamat dengan penampilan seperti itu di sekolah. Park songsaenim akan menghukumu berdiri di koridor kelas sepanjang hari dengan satu kaki saja. Murid nya baru saja menyelesaikan liburan musim panas dan kembali ke sekolah dengan penampilan seperti itu” Yuri menakut nakuti

            “Maldo andwe. Kalau pun iya kau akan menemani ku, anjingku sayang” balas Jessica

            “Michoso? Kau kira aku mau?” Yuri menatap Jessica tak sudi

            “Tentu saja, karena kau belum mengerjakan tugas Song songsaenim”

            “Song songsaenim?” Yuri nampak berpikir

            “300 kata menyalin kalimat mandarin” beri tau Jessica

Seperti petir yang menyambar keras pada saat hujan. Kata kata Jessica seperti air hujan tadi yang turun dengan deras nya dan meresap masuk dengan kecepatan penuh ke kepala Yuri. Yuri segera berpaling menatap Jessica dengan memasang tampang paling kaget dan paling bodoh yang dia miliki.

            “Sica-aah…” panggilnya

            “Nan…” baru saja dia mau melanjutkan kalimatnya Jessica menghentikan

            “Shiro, aku tidak mau membantu mu” Jessica tersenyum meledek, dia tau yang di inginkan Yuri. Jessica kini justru berjalan riang meninggalkan Yuri yang masih kebingungan

            “Yaa!! Sica!!!” Yuri berteriak mengejar Jessica

            “Ayolah kumohon, kau tau kan selama liburan musim panas ini aku ke Busan bersama Sooyoung dan Hyoyeon mengikuti pertandingan basket. Ayolah kumohon bantu aku. Jebal ne?”

            “Kenapa tadi kau pergi keluar rumah setelah melihat ku mengganti rambut? Kau tidak mau berangkat bersama ku lagi? Baiklah aku bisa berangkat sendiri” Jessica mengalihkan topik  

            “Aniya, bukan seperti itu. Kau tiba tiba saja rambutmu dan Appa mu berteriak seperti itu jadi aku menunggumu di luar rumah saja. Dan mana mungkin aku tak mau berangkat bersama lagi. Kita selalu berangkat sekolah bersama bahkan sejak TK. Ayolah bantu aku, aku benar benar tidak bisa menulis mandarin” Yuri memohon seperti anak kecil

            “Kau suka dengan rambut baru ku? Penampilan ku?”

            “Yaa, sicaa. Apapun yang kau lakukan, kau selalu terlihat seperti itu”

            “Seperti itu bagaimana?” alis Jessica terangkat, dia ingin tau

            “Yaa!! Sudalah. Bantu aku, aku belum sama sekali. Aku bahkan melupakan tugas itu” Yuri terus memohon tak menjawab pertanyaan Jessica

            “Shiro” tolak Jessica

            “Sicaa…” Yuri terus merengek

            “Shiro! Aku tidak mau. Aku tidak bisa. Aku menyuruh Krystal mengerjakan tugas itu” terang Jessica

            “Yaa, kau jangan berbohong” Yuri tak percaya, tapi Jessica tak menjawab.

Jessica hanya menghentikan langkah lalu menatap Yuri kesal dan detik kemudian menginjak keras kaki Yuri lalu berlari meninggalkanya.

            “Ah!! Appo….” Jerit Yuri kesakitan

            “Yaa!! Jessica kau menginjak asset pemain basket yang berharga!!” teriak nya ke Jessica

Jessica tak membalas dia hanya menoleh sekali menjulurkan lidah lalu berlari lagi menjauhi Yuri.

 

***

Jessica tidak peduli dengan tatapan kaget ataupun aneh dan juga kagum yang diterima nya sesampai nya di sekolah. Dia hanya melangkah dan terus melaju menuju kelas nya. Setibanya di kelas dia segera membanting tas di bangku nya kemudian membuang nafas kesal.

            “Aku melakukan semua ini demi dia” gerutu Jessica

            “Aigoo, rambutmu!! Yaa, Barbie” Sunny yang memasuki kelas tertawa tak habis pikir melihat penampilan baru Jessica

            “Jinjayo, kau benar benar jjang. Kau serius dengan ucapan mu di telepon” kata Sunny menaruh tas nya di bangku sebelah Jessica

            “Apa ini terlihat buruk?” tanya Jessica

Sunny menatap Jessica dengan tatapan menilai lalu menjawab

            “Sama sekali tidak, jinja. Kau terlihat cantik dengan penampilan seperti itu” kata Sunny jujur

            “Kau tau aku hanya mencat rambut ku dan menggunakan softlens biru, tapi Appa ku sudah menjambak rambutku habis habisan. Bagaimana bila aku memotong pendek rambut ku seperti pergi wamil atau meniru gaya Lady Gaga, mungkin Appa ku akan mengusir ku dari rumah dan tidak menganggapku anak” cerita Jessica, membuat Sunny tertawa terbahak

Tepat ketika itu Yuri memasuki kelas. Dia berjalan ke arah bangku nya dimana Sooyoung dan Hyoyeon berada saat ini. Yuri berjalan tanpa menoleh sedikit pun ke Jessica, disisi lain Jessica menatap nya dengan tatapan penuh kekesalan.

            “Kalian bertengkar? Lagi?” tanya Sunny menerka dari atmosfir yang timbul

            “Aku sudah bertengkar dengan nya sepanjang hidupku” tegas Jessica

 

***

Seperti perkataan Yuri, Jessica tidak bisa menghindar dari hukuman berdiri di koridor dengan satu kaki terangkat. Tapi bukan Park songsaenim yang menghukum nya melainkan Song songsaenim. Beliau langsung terkejut dan menyuruh Jessica berdiri di koridor. Untung saja Jessica sempat mengumpulkan tugas dan lebih beruntung lagi karena Song songsaenim tidak menolaknya. Sementara Jessica tertimpa hukuman, Yuri saat ini berada di ruang musik untuk menghindar dari hukuman Song songsaenim karena tidak mengerjakan tugas. Dia sengaja memilih ruang musik. Karena sudah setengah tahun ini ruangan itu tidak digunakan dan dibiarkan begitu saja. Guru musik mereka, Yoon songsaenim sedang cuti hamil dan nampaknya beliau tidak akan kembali lagi ke sekolah walau masa cuti nya telah usai.

            “Apa Jessica sedang berdiri di koridor?” Yuri bertanya tanya mengenai nasib Jessica

            “Sudalah, kenapa aku memikirkan dia” nampaknya Yuri masih kesal karena Jessica tak mau membantu nya

Pada detik yang sama setelah Yuri bergumam pada dirinya sendiri. Yuri mendengar suara pintu terbuka dan suara langkah kaki memasuki ruangan. Dari pojok ruangan, diantara sela kecil batas lemari dan tembok tempat Yuri duduk dan bersembunyi dia memperhatikan orang yang memasuki ruang musik itu. Dia seorang wanita, berwajah cantik dan dari cara berjalan serta model pakaian yang dia kenakan wanita itu nampak begitu anggun. Wanita yang kira kira berusia tujuh tahun lebih tua dari Yuri itu berhenti di tengah ruangan dan tersenyum.

            “Nuguya?” pikir Yuri

Wanita anggun yang menghentikan langkahnya beberapa detik ditengah ruangan untuk tersenyum kini melangkah maju lagi. Tanpa menyadari ada orang  lain di ruangan itu selain dirinya, dia begitu saja menggerakan kaki menuju sebuah piano hitam besar pada sudut lain ruangan. Dengan lembut wanita itu mengelus halus piano itu. Raut nya seakan gembira tapi tak lepas. Dia kemudian duduk dengan hati hati pada kursi piano dan menekan perlahan tuts piano itu. Wanita itu tersenyum. Lagi, entah sudah untuk ke berapa kalinya. Seperti menari jari jarinya menekan tuts piano memainkan sebuah melodi. Irama nya terus terdengar jelas, sebuah penggalan lagu. Wanita itu lalu bersenandung mengiringi melodi indah dari suara piano tersebut.

Geudaega boineyo

(melihat dirimu)

 

Nae mam sok dan han saram

(satu-satunya orang di dalam hatiku)

 

Geu dorok geuriweo han

(satu-satunya yang ku rindukan)

 

Geudaega boyeoyo

(apakah kau melihatnya)

 

Yuri pernah melihat seorang wanita bermain piano dalam adegan sebuah film. Wanita di film itu lebih cantik dan suara nya lebih merdu daripada wanita yang bermain piano di hadapan nya kini. Tapi sepertinya ada yang salah dengan dirinya saat ini.

Boiji anhayo nan

(tidak dapatkah kau melihatku)

 

Deulliji anhayo, nae mam

(tidak dapatkah kau mendengar hatiku)

 

Na yeogi isseoyo, na gidarilgeyo

(aku di sini, aku menunggumu)

 

Na geudaeyo yaman haeyo

(karena kau satu-satunya bagiku)

 

Cuplikan film wanita bermain piano yang dia lihat tidak menimbulkan sesuatu seperti yang dirasakan nya saat ini. Seakan seseorang melakukan hipnotis pada dirinya. Yuri terseret pada suatu arus. Arus perasaan yang berputar yang tak bisa digambarkan apalagi dituliskan dengan kata kata.

Aphado useumi, nayo

(walaupun sakit, aku tersenyum)

 

Useodo nunmuri, nayo

(walau tersenyum, sesungguhnya aku menangis)

 

Geudae-eui gieogi meomeuneun geu gose

(kenangan tentangmu selalu muncul di tempat itu)

 

Dia seperti tersesat. Yuri seperti merasuk ke dalam bait bait kata yang dinyanyikan wanita itu. Hanyut dalam emosi lagu itu dan menjadi begitu peka akan makna sedih yang terkandung dalam lagu itu.

Na isseoyo

(aku di sini)

 

Yuri, dia terpesona untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia merasa seakan waktu berhenti berputar sepersekian detik.

Semua kesadaran Yuri kembali setelah wanita itu mengakhiri lagunya dengan denting piano yang begitu pelan. Dan kembali mempertanyakan pada dirinya sendiri, Yuri keluar dari tempat persembunyian nya. Maju mendekat ke wanita itu dengan bertepuk tangan begitu keras. Reaksinya menyebabkan wanita itu kaget dan dengan reflek cepat dia menoleh ke arah suara tepukan tangan dan mengucapkan kata yang membuat Yuri kebingungan.

            “Yoona …” bibir wanita itu bergetar mengucapkan nya

            “Yoona?” ulang Yuri kebingungan, tapi wanita itu tak menjawab hanya menatap Yuri semakin dalam dengan seksama

            “Ahh, Nuna anda salah. Nan, Kwon Yuri imnida” Yuri mengenalkan diri

Kemudian terjadi lagi, suara pintu terbuka dan menghentikan suatu moment. Sooyoung dan Hyoyeon, dua pria itu yang membuka pintu ruang musik. Sambil tetap menjaga langkah tidak masuk ke dalam ruangan dan tetap berdiri di ambang pintu, mereka berteriak

            “Yuri-aa” teriak Sooyoung

            “Sudah kuduga kau disini” kata Hyoyeon

            “Oh, kalian?!” Yuri terkejut

            “Jam Song songsaenim sudah berakhir. Palli, kembali ke kelas” Hyoyeon menyambung kalimatnya

            “Kau bisa dihukum seperti Sica kalau Park songsaenim menemukan mu disini” beritau Sooyoung

            “Sica dihukum?” Yuri kaget

            “Aigoo, itu sudah jelas. Kau tau kan rambutnya” kata Hyoyeon

            “Oya, siapa Nuna itu?” tanya Sooyoung menyadari bahwa ada seorang wanita di ruangan tersebut yang sedari tadi tak bergerak karena matanya tak lepas memperhatikan Yuri

            “Mollayo” Yuri mengangkat bahu

            “Nuna, apa kau siswa? Atau kau guru?” tanya Sooyoung dan masih wanita itu tak merespon. Dia masih terus menatap Yuri tak bergeming.

            “Kurasa di gila” bisik Hyoyeon ke Sooyoung melihat tingkah wanita tersebut

            “Yaa, Yul!! Palli!!” teriak Hyoyeon lagi kemudian melenggang pergi

Yuri menatap kepergian Hyoyeon, Sooyoung berikutnya menoleh ke wanita itu. Dia memasang ekspresi yang menurut Yuri aneh.

“Nuna, aku pergi dulu” pamit Yuri dan dengan enggan dia lalu melangkah menyusul Sooyoung dan Hyoyeon yang sudah terlebih dulu pergi dari ruang musik.

 

***

Jessica terduduk dan memukul kaki nya yang keram berkali kali. Dia tidak mengira berdiri dengan satu kaki di koridor membuat kaki nya serasa mau patah seperti ini.

            “Oh, kau belum pulang?” suara muncul di belakang Jessica

            “Aku menunggu mu” jawab Jessica mengenali suara itu, suara Yuri

            “Kenapa kau lama sekali” protes Jessica ketika Yuri mengambil tempat di sebelah nya

            “Kau tak perlu menunggu jika tak suka” balas Yuri

            “Shiro, aku harus menunggu” tolak Jessica

            “Wae?”

            “Kalau aku tidak menunggu mu pulang, tidak ada orang lain yang mau menggendong ku pulang” jelas Jessica

            “Yaa, Sica! Michoso, menggendong mu? Kau kira berapa beratmu sekarang. Dan juga, aku sudah cukup lelah berlatih basket” Yuri enggan

            “Kalau begitu jangan berlatih basket sepulang sekolah lagi” protes Jessica, Yuri hanya memanyunkan bibir kesal

            “Ayo cepat pulang” Yuri bangkit berdiri lalu menarik tangan Jessica menyuruh nya ikut bangkit pula

            “Yaa, Yul aku tidak bisa jalan. Kaki ku serasa mau patah berdiri di koridor sepanjang hari dengan satu kaki” keluh Jessica

            “Siapa suruh mengecat rambut mu seperti itu” ledek Yuri

            “Yaa!! Ini karena mu tau?!” sentak Jessica

            “Aku ..?” Yuri kebingungan

            “Ckk, kalau tau kau tak menggendong ku seperti ini. Aku tidak perlu susah susah mengerjakan tugas untuk mu” sesal Jessica

            “Tugas? Tugas apa?” tanya Yuri

            “Apalagi. Tentu saja tugas Song songsaenim. Aku sudah mengira kau tidak akan mengerjakan nya sepanjang liburan karena itu aku mengerjakan nya untukmu” aku Jessica

            “Tapi tadi kau bilang ….” Kalimat Yuri terpotong ucapan Jessica lagi

            “Aku tidak akan memberi tau semudah itu” katanya

Yuri menggelutukan gigi kemudian mendengus.

            “Aigoo…” katanya

            “Aku tidak akan bersembunyi di ruang musik kalau tau kau sudah mengerjakan nya” lanjut Yuri, Jessica tak mempedulikan ucapan Yuri dan terus menerus memijat kaki nya

            “Baiklah” putus Yuri

            “Ayo naik, aku akan menggendong mu pulang” lanjutnya

Jessica gembira mendengar ucapan Yuri. Dia segera berdiri dengan perlahan tentunya dan lompat ke punggung Yuri.

            “Kau berat sekali” keluh Yuri saat dia sudah berhasil menggendong Jessica

            “Kau yang lemah” balas Jessica

            “Ahh, jinja. Ini terakhir kali nya aku mau menggendong mu seperti ini” Yuri menegaskan keputusan nya. Jessica hanya tersenyum mendengarnya. Kalau pun ini yang terakhir dia sudah cukup senang menikmati nya saat ini.

 

“Hukum alam selalu berlaku. Jika seorang gadis dan lelaki tumbuh bersama. Suatu ketika si gadis akan berubah menjadi wanita dan si lelaki akan berubah menjadi pria. Tapi ketika si gadis lebih dulu mencapai kedewasaan nya, dia harus cukup bersabar menunggu si lelaki menjadi seorang pria. Dengan begitu mereka akan bisa berbagi perasaan yang mereka rasakan masing masing”

 

To be continued . . . .

 

15 thoughts on “Perhaps – Yulsic Fanfiction CHAPTER 1

  1. Annyeong…

    Yah rmbutnya sica di blg rmbut kuda,,tga bgt appa nya.

    Pke nanya ke yul lgi dy cntik gak,,ya psti iya lah.seobangny gto lho.

    Mreka be2 manis ya…

    Author Jullay, TaeNy g’ msuk cast bner nih.tpi mau di buatin epep sndri?bneran?.aseeek.hwaitaeng.

  2. annyeong…

    hhhuuaaahh~ orang yg bernyanyi itu,Seohyun kah?
    Jessica suka yah ma Yul,ampe dia rela nge-cat rambut nya dan juga ngerjain tugas nya Yul😀

  3. Aduuhhh telat nie ….
    Huaaa yulsic sweeet bgt akhhh …
    Suka bgt moment yulsic ea ..
    Cwe yg main piano psti Seohyun …
    Sica kyak ea dah mulai suka ma yul tpi yul ea lum nrasain prasaan yg sma ma sica …
    Huhhhh …
    Lanjut thor …

  4. Waah… Suka suka suka! Yul pzti l0m nydar deh tuh. L0w sica uda kliatan bgt pnya prazaan lbih bwt yul. Eh, cpa tuh noona yg ktmu ma yul? Kuq manggilnya yoona?

  5. Annyeong. Author-si.
    Gw sbnrx udh ckup lama baca ff ini, tp kmrn blm smpt komen. Tp pas cek lg kq chapter 2 na blm posting jg ea. Pdhl critax dh bgs bgt n bikin pnasaran.
    .
    Anw, d’tunggu ea next chapx ^^

  6. Wahh jessmom agak kejam ya ke yulldad masak orang setampan(?) Itu di bilang “anjing” harusnya itu di bilang “sayang” hahahahhhahahhahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s