PERHAPS – YULSIC FANFICTION CHAPTER 2

Image

PS : Akhirnya bisa publish, setelah segala halangan karena kesibukan finally, wkwkk. Karena baru pertama menulis genre School Life mungkin penulisan dan bahasa ku berantakan serta tidak rapi. Tapi aku harap semua bisa menikmati. Yulsic shiper ayo merapat, happy reading dan tinggalkan banyak jejak ^^

 

Tittle    : Perhaps – CHAPTER 2

Author: Julay

Genre  : Gender Bender, School Life, Romance

Cast     : Yuri, Jessica, Seohyun, Sooyoung, Sunny, Hyoyeon, Yoona SNSD

 

***

Suasana kelas yang ricuh berubah menjadi sepi ketika Park songsaenim memasuki kelas. Semua siswa takut kepada wali kelas mereka ini karena pribadinya yang disiplin dan tegas.

            “Selamat pagi” sapanya

            “Semua pasti sudah mendengar berita mengenai Yoon songsaenim yang tidak bisa mengajar lagi di sekolah ini dan sudah hampir setengah tahun pelajaran seni musik kita diberikan oleh guru yang berbeda beda karena belum ada guru musik baru di sekolah kita” lanjutnya berbasa basi

            “Tapi mulai hari ini sekolah kita memiliki guru musik yang baru. Harap kalian semua bisa meningkatkan kemampuan musik dengan hadirnya guru baru tersebut. Nah saya akan perkenalkan guru nya. Seo songsaenim silahkan masuk” Park songsaenim mempersilahkan seorang wanita berparas elok dan berpenampilan anggun masuk ke dalam kelasnya

            “Anneyong haseyo. Joneun Seo Ju Hyun imnida. Kalian bisa memanggil saya Seo songsaenim atau Seohyun songsaenim” wanita itu memperkenalkan diri

Disudut belakang kelas, tiga orang lelaki membelalakan mata tak percaya. Mereka saling menatap satu sama lain memberikan maksud dalam tatapan nya.

            “Bukankah itu Nuna yang kemarin?” Hyoyeon berbisik ke Yuri

            “Aigoo, jadi dia guru” kata Sooyoung histeris namun tetap dengan volume suara rendah

            “Dae…” jawab Yuri singkat, dia sibuk memperhatikan guru baru nya itu sekarang

Park songsaenim kemudian menyampaikan kalimat kalimat petuah sebagai ungkapan basa basi sebelum akhirnya mohon diri untuk meninggalkan kelas karena saat ini waktu untuk Seo songsaenim mengajar.

            “Seo sosaengnim berapa usia mu?” seorang siswa lelaki berceletuk

            “Apa kau sudah menikah atau masih single” lanjut yang lain nya

            “Berapa nomor handphone mu?” yang satunya lagi berkata

Suasana kelas berubah seratus delapan puluh derajad setelah Park songsaenim meninggalkan kelas. Siswa pria berkomentar macam macam mengenai Seo songsaenim. Mereka senang melihat guru baru yang cantik dan dari penampilan nya seperti orang yang lemah lembut serta baik hati. Tapi mungkin cara mereka mengespresikan nya melalui perkataan tidak tepat. Hal ini membuat Yuri emosi melihat tingkah teman sekelasnya. Dalam pikiran Yuri mereka semua seakan tidak menghargai Seo songsaenim. Karena dia masih terlalu muda dan lebih terlihat seperti Nuna dan tak pantas menjadi seorang guru, itu alasan mereka pikir Yuri sehingga tidak menghargai Seo songsaenim. 

            “Yaak!! Kalian berhenti bersikap seperti itu!!” teriak keras Yuri menggebrak meja dan bangkit dari kursinya.

Sooyoung, Hyoyeon melihat dia dengan tatapan terkejut yang aneh begitu pula Jessica dan seluruh anak dalam kelas hanya Seohyun lah satu satu nya orang yang tersenyum melihat tingkah Yuri.

            “Kurasa pertanyaan dan komentar kalian tidak sepantasnya” kata Seohyun mengawali

“Usia 24 tahun, single tapi maaf aku tidak bisa memberi nomor handphone ku. Kalian akan mengetahuinya nanti jika kalian mempunyai masalah dalam pelajaranku” lanjut Seohyun

            “Apa karena aku masih muda dan mungkin tidak terlihat pantas menjadi seorang guru, kalian terus mengajukan pertanyaan yang tidak sopan seperti kataku tadi” dia meneruskan

            “Kalian perlu tau aku tipe orang yang tidak bisa bersuara keras, berteriak apalagi sampai membentak dan menghukum secara fisik. Tapi aku punya kemampuan yang jauh lebih menakutkan daripada yang bisa kalian bayangkan” katanya

            “Aku bisa tidak menggunakan hati dan hanya menilai kalian dengan mata. Dengan apa yang kalian perbuat, tindakan dan sikap. Sekecil apapun kesalahan kalian akan menjadi besar jika aku menggunakan mata sebagai penilaian ku. Tanpa memedulikan apa kau mengerti atau tidak dalam pelajaran ini, jika kalian buruk dimataku dan aku tidak menyukai kalian berarti buruk pula untuk nilai kalian”

“Singkat kata jika kalian tetap memperlakukan ku seperti ini dan tidak menghormati pelajaran ini, aku bisa memastikan hanya karena pelajaran ini kalian tidak akan bisa naik ke tingkat selanjutnya” Seohyun menebarkan pandangan serius ke semua siswa dalam kelas

            “Ini bukan sekedar ancaman atau gertakan semata, kalian bisa membuktikan nya dan aku dengan senang hati akan membuat kalian tetap tinggal di kelas ini. Jadi, kalian mengerti sekarang bukan?” Seohyun tersenyum cerah seakan dia baru saja menyampaikan berita bahagia dan semua yang mendengarnya turut bahagia pula.

 

***

Sooyoung, Hyoyeon dan Yuri ketiga lelaki itu nampak lahap memakan makan siang mereka. Hal  ini berbanding terbalik dengan kedua gadis dihadapan mereka yang memakan makanan nya dengan antusias yang kecil sekali.

            “Wae? Kau tidak suka menu nya?” tanya Hyoyeon melihat Jessica hanya memakan sedikit nasi

            “Aniyo, aku sedang diet” jawab Jessica jujur

            “Aigoo, kau tau banyak orang diluar sana tidak bisa makan tapi kau malah tidak mau makan hanya karena diet” Sooyoung dengan mulut penuh berkomentar

            “Apa itu urusanku?” jawab Jessica sinis

            “Kalau kau tidak suka makanan itu terbuang percuma. Kka, kau bisa mengambilnya” kata Jessica menyodorkan nampan makan siangnya ke Sooyoung.

Sooyoung melirik Jessica sesaat dan tanpa berkomentar apapun dia mengambil makanan yang disodorkan Jessica.

            “Kau juga bisa mengambil punyaku” kata Sunny menyodorkan nampan nya pula

            “Omo, gadis gadis ini. Jinja, ckckckk” Hyoyeon tak habis pikir

            “Yaa, kami melakukan ini bukan karena kami suka. Tapi kami harus menjaga penampilan. Kau tau kan masyarakat sekarang tidak pernah melihat apa yang di dalam nya, mereka melihat package – covernya saja” terang Sunny, Jessica mengangguk angguk setuju. Yuri mendengus tak percaya.

            “Ada apa dengan mu?” tanya Jessica tidak suka dengan respon Yuri

            “Kau mau berdiet. Wae? Sejak kapan kau melakukan nya. Kau makan banyak sepanjang hari selama ini dan sekarang tiba tiba saja kau mau melakukan diet. Apa karena kau mengecat rambut mu pikiran mu jadi aneh?” kata Yuri

Jessica menatap Yuri sinis. Alasan Jessica melakukan ini karena Yuri. Ini semua karena dia. Jessica ingat beberapa hari sebelum liburan musim panas Yuri berkata tipe ideal nya adalah wanita yang berukuran 36 – 24 – 32. Dia juga mengatakan lebih menyukai wanita barat dibanding wanita asia. Karena itu Jessica melakukan semua ini untuknya. Apa Yuri sebodoh itu tidak mengetahui maksud semua tindakanya?

            “Bukan urusanmu” putus Jessica akhirnya kesal

            “Oya, kau tau menurutku Seo songsaenim itu manusia berkepala dua” Hyoyeon mengganti topik pembicaraan

            “Dari luar dia seperti malaikat tapi di dalam nya dia hanya seorang medusa. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku tidak naik hanya karena pelajaran seni musik. Kau tau kan aku tidak mengerti pelajaran itu. Not balok dan sebagainya, bagiku menari dan bermain basket jauh lebih menyenangkan” lanjutnya panjang lebar

            “Kurasa dia hanya menggertak” komentar Sunny

            “Bagaimana jika tidak?” tanya Sooyoung masih dengan mulut penuh makan karena sedari tadi dia sibuk menghabiskan makanan pemberian Jessica dan Sunny

            “Hmm, entalah aku tidak tau lagi” jawab Sunny

            “Yaak Yul” kini Jessica berkata

            “Kenapa tadi kau menggebrak meja dan berteriak seperti tadi. Apa kau sedang cari muka?” lanjutnya bertanya

            “Benar, benar. Kau mau cari muka!” Hyoyeon setuju

            “Benar, kau kan sama sekali tidak mengerti musik hanya basket hidupmu. Kau mau jadi pahlawan dan mencari muka pada Seo songsaenim, ahh aku mengerti sekarang” Sooyoung mengangguk angguk

            “Yaak! Michoso? Aku tidak serendah yang kalian bayangkan” jawab Yuri membela diri

            “Lalu, karena apa?” tanya Sunny

            “Itu hanya … mereka semua sudah sangat keterlaluan! Karena itu aku hanya mencoba menyadarkan” jelas Yuri, teman teman nya menatap dengan tatapan curiga tak percaya

            “Ahh jeongmal!” Yuri memberi penegasan

            “Kalau tau Seo songsaenim bermulut pedas seperti itu aku juga tidak akan melakukan hal itu” tambah Yuri

            “Baiklah kita anggap saja itu benar” komentar Sunny, Yuri mengangguk angguk menyetujui ucapan Sunny.

Yuri bernafas lega melihat teman teman nya mencoba mempercayai ucapan nya. Dia memang tidak berbohong bahwa dia tidak ingin mencari muka, tapi alasan sebenarnya dia marah dan menggebrak meja seperti tadi karena dia kasihan pada Seo songsaenim yang saat itu ekspresinya tidak tau harus berbuat apa. Seandainya Yuri tau ternyata dia bermulut pedas, dia tidak akan melakukan hal konyol seperti tadi.

 

***

Seohyun berjalan dengan senyum tipis mengembang menuju sebuah bangunan di bagian belakang gedung sekolah. Senyuman itu memudar begitu ia menginjakan kaki tepat di depan tempat tersebut. Seohyun menatap aula basket sekolah dengan nafas berhembus. Dia kemudian memasuki aula itu dengan langkah perlahan. Aula itu sepi hanya ada seorang pria yang tengah bermain basket sendirian.

            “Yoona …” teriak Seohyun memanggil.

Sosok yang tengah bermain basket itu menghentikan aktifitasnya. Dia menoleh menatap Seohyun merasa dirinya dipanggil.

            “Seo songsaenim” katanya terkejut

            “Ahh, kau Kwon Yuri” kata Seohyun tersenyum hambar

            “Songsaenim mengingatku?” tanya Yuri

            “Tentu saja, kau murid ku. Mana mungkin aku tidak mengenalinya” jawab Seohyun bijak

            “Ani, bukan itu maksudnya” kata Yuri membuat alis kiri Seohyun terangkat

            “Sudalah tidak apa apa” Yuri tersenyum memutuskan tidak meneruskan perkataanya

            “Baiklah, kau lanjutkan permainan mu” Seohyun undur diri

            “Jhakamanyo” Yuri berhasil menghentikan langkah Seohyun, membuat Seohyun terpaksa berpaling kembali ke arah Yuri

            “Yoona, nuguya? Kenapa songsaenim selalu memanggil ku Yoona?” tanya Yuri penasaran

            “Dia temanku” jawab Seohyun singkat, Yuri mengangguk mencoba menerima jawaban Seohyun yang sesungguhnya tidak membuatnya merasa puas mengetahuinya

            “Kwon Yuri kudengar kau Kapten Basket sekolah?” tanya Seohyun

            “Dae, songsaenim” jawab Yuri penuh keyakinan

            “Kau berlatih hari ini untuk pertandingan?” Seohyun melanjutkan pertanyaannya

            “Dae, sebulan lagi akan dimulai” Yuri bercerita

            “Arraso” Seohyun mengangguk angguk tersenyum

            “Kwon Yuri …”

            “Dae”

            “Bagaimana jika aku melihat mu berlatih sepulang sekolah di aula setiap hari nya. Kau tidak keberatan bukan?”

 

***

Yuri yang berhasil menembakan bola ke ring di kagetkan dengan suara tepuk tangan. Dia menoleh mencari sumber suara dan menemukan seseorang berdiri dengan senyum kagum mengembang.

            “Seo songsaenim” pekiknya senang

            “Ini” Seohyun mengulurkan sebotol minuman penambah tenaga, dengan senyum terkembang Yuri menerima nya lalu meneguk habis setengahnya.

            “Kau berlatih keras” komentar Seohyun

            “Dae” Yuri mengangguk membenarkan

            “Pasti karena pertandingan semakin dekat” kata Seohyun

            “Dae, karena itu. Tapi aku juga berlatih keras untuk mengumpulkan 1000 point tembakan” cerita Yuri

            “1000 point?” Seohyun tertegun

            “Kau pasti akan mempersembahkan point ke seribu untuk yeojachingu mu” lanjut Seohyun

            “Ani” Yuri menggeleng

            “Point keseribu akan kupersembahkan untuk songsaenim” katanya

            “Untuku?”

            “Dae, untuk songsaenim. Karena selama seminggu lebih ini songsaenim mau menyemangati ku berlatih. Karena itu point keseribu nanti kupersembahkan untuk Seo songsaenim”

            “Yuri…”

            “Dae?” alis Yuri terangkat

            “Gomawo” Seohyun tersenyum begitu cantiknya

 

***

Jessica berjalan mondar mandir di depan gerbang sebuah rumah. Dia sedang menunggu si pemilik rumah itu pulang, Yuri. Sudah hampir satu jam dia menunggu tapi selama itu pula Yuri tidak menampakan batang hidungnya.

            “Ooh, Soo Yeon” pekik Yuri dari kejauhan ketika melihat Jessica berada di depan rumahnya

            “Sicaa!!” kata Jessica membenarkan sambil berlari kecil menuju Yuri

            “Dae, dae, dae Sicaa-aah” perbaiki Yuri, Jessica tersenyum senang

            “Ada apa? Kenapa kau tidak masuk saja?” tanya Yuri terheran melihat Jessica mondar mandir di depan rumahnya seakan segan memasuki rumahnya tidak seperti biasanya

            “Aku menunggumu” jawab Jessica jujur

            “Nan? Waeyo?” tanya Yuri

            “Darimana saja kau?” Jessica bertanya balik

            “Tentu saja dari berlatih basket” jawab Yuri

            “Di sekolah?” Jessica mengajukan pertanyaan lagi

            “Kau kira mau dimana lagi” Yuri menanggapi sekenanya, Jessica menghela nafas mendengarnya. Dia menggigit bibir bawahnya kemudian bertanya

            “Yul. Mungkinkah itu kau?” tanyanya

            “Aku? Aku apa?” Yuri terlihat bingung

            “Kau tidak mendengarnya? Berita itu” Jessica mencoba menjelaskan

            “Yaa, aku bukan tukang gossip sepertimu” Yuri menyundul pelan kepala Jessica membuat Jessica berdengit menatap kesal kearah nya

            “Dengar” kata Jessica merapikan poninya yang berantakan akibat ulah Yuri

            “Ada cerita bahwa si Medusa berkencan dengan murid sekolah kita” ungkapnya

            “Medusa?” alis Yuri berkedut tanda dia sedang berpikir

            “Seo Songsaenim!” pekik Jessica, membuat pupil mata Yuri membesar mendengarnya

            “Kau tau Hyunwo anak kelas sebelah, dia melihat Seo songsaenim di bus dengan seorang murid SMA yang mengenakan seragam kita. Sepertinya mereka pulang bersama. Dia mengatakan pula murid itu mirip denganmu” jelas Jessica membuat Yuri sedikit menahan nafas

            “Apa Hyunwo melihat dengan jelas murid itu?” tanya Yuri

            “Sepertinya tidak. Dia hanya melihat bagian belakangnya saja” jawab Jessica

            “Lalu kenapa kau berpikir itu aku?” tanya Yuri lagi

            “Aku tidak memikirkan nya. Itu karena Hyunwo mengatakan dia mirip dengan mu dan karena kau sering pulang terlambat jadi secara tidak langsung aku menduga itu kau” Jessica mengungkapkan pikiranya

            “Buang sana semua pikiran burukmu” komentar Yuri lalu berjalan meninggalkan Jessica

            “Sungguh itu bukan kau kan?” teriak Jessica, membuat Yuri menghentikan langkah dan berpaling ke arahnya

            “Jika itu bukan kau, itu melegakan. Berita yang tersebar sangat tidak baik. Semua membicarakan bahwa Seo songsaenim berkencan denganmu dan itu mengganggu. Tidak seharusnya kan seorang guru berkencan dengan murid nya sendiri. Itu tidak akan baik bagi keduanya” Jessica melanjutkan ucapanya

            “Jika itu bukan kau, akan kupastikan Hyunwo menarik ucapan nya dan menyebarkan berita yang sebenarnya bahwa itu bukan kau. Mungkin saja itu orang lain yang mirip denganmu dan dia salah melihat” akhiri Jessica nampak jelas dia cemas.

Yuri merespon semua ucapan Jessica dengan senyum simpul. Dia lalu kembali berjalan menuju Jessica. Yuri mengusap pelan poni Jessica begitu dia persis berada dihadapanya.

            “So Yeon” panggilnya

            “Jessica!” Jessica berkata

            “Dae, Sica” kata Yuri lembut, membuat Jessica tersenyum

            “Otak udang sepertimu sebaiknya pergi tidur dan jangan memikirkan hal yang membuatmu semakin bodoh lagi” lanjut Yuri, kali ini dengan nada kasar, cepat dan seenaknya membuat Jessica mendengus tak percaya mendengarnya.

            “Yaak, kau!! Aku selalu juara satu kau tau itu kan!?!!?” pekik Jessica kesal, Yuri tidak mempedulikanya. Dia memalingkan wajah dari Jessica dan berjalan kembali masuk ke dalam rumahnya.

            “Dan kau!! Karena kau teman ku sejak kecil, karena itu aku ingin kau mendengar berita ini. Supaya kau bisa waspada” Jessica berteriak, Yuri terus berjalan tak menghiraukan

“Kau tidak tau niat baik ku, haa?!?” lanjut Jessica berteriak

“Yaak, Yul!!” pekik Jessica bersamaan dengan Yuri yang berhasil menutup pintu pagar rumahnya.

Jessica mendengus, menghirup nafas dalam dalam dan menghembuskan nya dengan berat. Dia menatap pintu pagar Yuri lalu berkata dengan lirih.

            “Kau tidak tau aku menghawatirkan mu” katanya

 

***

Sudah tak terhitung berapa kali Yuri berhasil memasukan bola ke dalam ring dalam posisi three point shoot. Tapi sepertinya itu tidak membuatnya puas, dia terus dan terus menembakan bola ke arah ring.

            “Sekali lagi …” ucap Yuri lirih pada dirinya

            “Yes!!” pekik Yuri gembira melihat tembakan nya kali ini berhasil dengan mulus

Suara pintu terbuka dan langkah kaki mendekat setelah sedetik Yuri bersorak kesenangan.

            “Seo Songsaenim” Yuri menyunggingkan senyum, Seohyun membalas senyum itu

            “Kau berlatih keras” komentar Seohyun

            “Hmm” Yuri mengangguk

            “Seo Songsaenim ada yang ingin kutunjukan” sambungnya

Alis Seohyun terangkat, dia bingung sekaligus penasaran.

            “Perhatikan ini” kata Yuri lalu dia mulai menembakan bola ke dalam ring dan seperti sebelumnya bola itu berhasil menembus ring dengan sukses.

            “Ini point keseribu” kata Yuri setelahnya

Yuri menoleh ke arah Seohyun dan melanjutkan perkataanya.

            “Kupersembahkan untuk Songsaenim” lanjutnya tersenyum

Seohyun diam tak bicara. Tak bisa dipungkiri dia tersentuh mendengar perkataan Yuri, tapi jika terus berlanjut seperti ini akan menimbulkan masalah yang buruk. Dan karena itu Seohyun menemui Yuri, bukan untuk melihatnya berlatih basket dan menyemangati seperti biasa, tapi mengakhiri ini.

            “Terimakasih” kata Seohyun, Yuri kegirangan

            “Yuri …” ucap Seohyun

            “Dae?” respon Yuri

            “Hari ini terakhir kalinya Songsaenim akan melihatmu berlatih basket. Kurasa sudah cukup menyemangati mu 2 minggu bukan?” terang Seohyun

            “Jadi mulai besok, aku tidak akan menemui mu disini lagi” lengkapnya

            “Wae?” tanya Yuri

            “Bukan kah sudah ku katakan 2 minggu saja sudah cukup untuk menyemangati mu dan melihat perkembangan kapten TIM sekolah. Dalam 2 minggu aku sudah bisa memprediksi kemampuan TIM” Seohyun mengarang

            “Ani” kata Yuri tegas

            “2 minggu, 2 bulan atau 2 tahun pun Songsaenim tidak akan tahu apa apa jika hanya melihat dan menduga duga sendiri” lanjut Yuri

            “Bagiku cukup” jawab Seohyun

            “Ani, itu tidak cukup” tolak Yuri lagi

Seohyun mengambil nafas, dia tidak tahu mengapa Yuri terus menjawab seperti itu, membuatnya semakin susah mengakhiri ini.

            “Apa karena berita itu?” Yuri mengajukan pertanyaan yang membuat Seohyun terkejut

            “Berita Seo Songsaenim berkencan dengan seorang murid” lanjutnya

            “Kalau memang seperti itu, kita wujudkan saja berita itu. Bukankah murid yang dimaksud itu aku” akhiri Yuri

            “Kwon Yuri!” pekik Seohyun

            “Songsaenim, saranghae …” aku Yuri

            “Kwon Yuri kau salah paham terhadapku” Seohyun berusaha menjelaskan

            “Aku meminta izin mu supaya bisa melihatmu berlatih dan selama itu aku menyemangatimu karena aku guru mu” jelas Seohyun

            “Bohong” tebak Yuri

            “Songsaenim anda berbohong” lanjutnya

            “Yuri …” Seohyun bingung berucap

            “Apapun tujuan Songsaenim melihatku berlatih itu tidak jadi masalah. Aku sudah menyukai Songsaenim jauh sebelum itu hanya saja aku menyadarinya karena kebersamaan kita”

            “Kwon Yuri cukup!” Seohyun emosi

            “Apapun berita yang tersebar aku tidak peduli. Karena aku menyukai Songsaenim dan aku ingin berkencan dengan anda” ungkap Yuri

            “Tapi aku tidak menyukaimu, kau murid ku” kata Seohyun

            “Kalau begitu akan ku buat Songsaenim menyukai ku” jawab Yuri bersungguh sungguh

Seohyun tercekat mendengarnya, dia menghirup nafas dalam dan memutuskan keluar dari lapangan basket itu. Dia tidak tau lagi harus membalas apa ucapan Yuri.

 

***

Seohyun berjalan dengan cepat tidak menghiraukan Yuri yang berlari meneriakan nama nya. Dia melintasi zebra cross, mencoba pergi ke halte bus seberang    jalan sekaligus menjauhi Yuri.

            “Seo songsaenim!!” teriak Yuri

Seohyun sudah berada di seberang jalan ketika Yuri berteriak. Sikap Seohyun yang terus acuh membuat Yuri semakin ingin mendekat. Ketika lampu lalu lintas berwarna hijau dan kendaraan berlalu lalang, dengan keberanian serta tekad bulat Yuri memutuskan menyebrangi zebra cross menyusul Seohyun. Seohyun yang melihat tindakan Yuri merasa lemas seketika. Berkali kali Yuri hampir tertabrak dan suara klakson mobil yang di bunyikan terdengar gaduh.

            “Jangan menyebrang” ucap Seohyun, bibirnya bergetar

“Jangan menyebrang” kata itu terbata dengan wajah yang pucat

            “Jangan menyebrang!!!!” teriaknya lalu tersungkur jatuh ke tanah menutupi pandangan nya terhadap Yuri

Tubuh Seohyun bergetar, keringat menetes. Dia mulai terisak kemudian menangis.

            “Jangan menyebrang, jangan menyebarang….” isak nya

Seohyun mulai meronta. Isaknya semakin besar, dia memegangi kepalanya sambil terus berkata ‘jangan menyebrang’. Air matanya mulai menetes.

            “Akhirnya terkejar …” suara nafas yang terengah engah terdengar

Seohyun menengadah ke atas melihat Yuri yang berdiri dihadapanya. Dengan senyum dan nafas tersengal sengal nya.

            “Aku tidak tertabrak bukan? Songsaenim tidak perlu khawatir berlebihan seperti ini” ucap Yuri bercanda

Dan tanpa diduga, Seohyun bangkit berdiri dan langsung memeluk Yuri sebagai respon perkataan Yuri. Yuri terkejut pada awalnya, tapi kemudian dia membalas pelukan Seohyun.

            “Mulai sekarang aku akan memanggilmu Seohyun, bukan songsaenim lagi” kata Yuri mengelus rambut Seohyun.

Sementara itu diseberang jalan. Ada seorang gadis yang berdiri membeku. Gadis itu menyaksikan apa yang Seohyun dan Yuri lakukan.

            “Pembohong…” umpatnya

 

“Pada suatu perjalanan yang disebut reinkarnasi, jiwa manusia terbelah menjadi dua. Sebagian akan menjadi pria dan sisanya akan menjadi wanita. Inilah alasan mengapa pasangan jiwa itu ada.

Tapi, dalam reinkarnasi tertentu jiwa manusia tidak hanya terbelah menjadi dua bagian. Ini bisa menjadi tiga atau bahkan empat bagian. Namun, diantara semua itu hanya ada satu pasangan jiwa sesungguhnya.

Dan untuk menemukan pasangan jiwa sesnungguhnya itu harus mealalui sebuah proses yang dinamakan, cinta…”

 

To be continued . . . .

14 thoughts on “PERHAPS – YULSIC FANFICTION CHAPTER 2

  1. we gue telat mampir.. gile ko notif update di wepe ini ga nyampe ke gue nyebelin nyebelin TT____TT

    ah kan gitu ih.. sica gue.. ah bakal gimana tuh entar buntu buntu.. jadi yoong udah mati gitu.. ckck

  2. huaaa sica yg sabar ya… T-T
    apa cuma aku yg nangis baca part ini? T-T tuh kan yul suka sama seo huaaaaa kasian sica…

    Seo suka sama yul itu cuma karna mirip Yoong kan? Ayo dong thor munculin Yoong

  3. Finally niy ff posting jg. Udh aq tunggu2 lnjtnx…
    Hmm…jd pairingx YulSeoSica…
    Kyk yuna dh mninggal y? Trz seo brasa liat wujud yuna dlm diri yuri?
    Critax keren….
    Sica, yg sbr y….
    D’tunggu next chapterx y thor ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s