PERHAPS – YULSIC FANFICTION CHAPTER 3

Image

PS : Chapter 3 published. Lalalaa~ aku senang sekali dengan ide dasar Perhaps ini. Tapi karena terburu buru dan banyak nya pekerjaan kurasa feel dalam FF kali ini kurang sekali. Hahhaha, mianhe. But, please enjoy this story. Happy reading, tinggalkan banyak jejak ^^

Tittle    : Perhaps – CHAPTER 3

Author : Julay

Genre  : Gender Bender, School Life, Romance

Cast     : Yuri, Jessica, Seohyun, Sooyoung, Sunny, Hyoyeon, Yoona SNSD

***

Suara derit ayunan menghiasi taman di malam itu. Jessica duduk di atas ayunan tersebut. Raut wajahnya buruk. Sepertinya dia, baru saja menangis. Atau mungkin ada sesuatu yang terus berputar di pikiran nya. Hingga yang bisa di lakukan hanyalah diam, menatap taman dengan pandangan kosong sambil mengayun ayunkan tubuhnya itu. Jessica seperti orang tak berjiwa.

“Sudah kuduga kau disini” sebuah suara muncul disebelahnya, Jessica menoleh ke sumber suara itu

“Sedang apa kau disini?” Jessica bertanya balik

“Tentu saja mencarimu” jawab nya enteng, Jessica tersenyum kecut mendengar jawaban Yuri

“Jeongmaliyo?” tanya nya lagi

“Yaa, Soo Yeon. Lalu kau pikir kenapa aku harus ke taman malam malam seperti ini” omel Yuri

“Kenapa kau mencariku?” Jessica bertanya lagi

“Kau pikir kenapa? Eomma mu meminta ku mencarimu, katanya kau belum pulang dari pagi dan susah dihubungi”

“Ahh, begitu” Jessica kembali berayun kecil

“Ayo pulang. Kenapa kau malam malam di tempat seperti ini” ajak Yuri

“Yul, bisa kah kau dorong aku” Jessica meminta Yuri mendorong nya agar dia bisa berayun lebih tinggi

“Shiro” tolak Yuri

“Ayolah, kau sudah lama tidak mendorongku” pinta Jessica lagi

“Shiro, ayo pulang. Palli” Yuri menarik tangan Jessica

“Shiro” Jessica melepaskan tangan nya dari pegangan Yuri

“Yaa, Jessica” Yuri geram

“Ada apa denganmu. Kau aneh sekali hari ini” kata Yuri

“Ani, aku baik baik saja” jawab Jessica

“Kalau begitu ayo pulang” Yuri mengajak lagi

“Pulang lah dulu, nanti aku pulang sendiri. Katakan pada eomma kalau aku sedang berada di rumah Sunny mengerjakan tugas” Jessica berayun lagi

Mendengar jawaban Jessica, Yuri mengerti kalau teman nya sejak kecil itu sedang berada dalam keadaan yang buruk. Yuri memutuskan untuk memenuhi keinginan Jessica, mendorong tubuh Jessica.

“Kau sedang sedih?” tanya Yuri, mendorong perlahan tubuh Jessica sehingga Jessica hanya terayun pelan. Jessica menjawab Yuri dengan anggukan kecil.

“Karena?” tanya Yuri, Jessica diam

“Apa nilai ulangan mu buruk? Atau karena Appa mu memarahi mu kemarin?” tebak Yuri lagi

“Seseorang berbohong padaku” jawab Jessica akhirnya

“Nuguya?” tanya Yuri

“Seseorang” jawab Jessica, dia tidak ingin Yuri tau

“Karena itu kau sedih? Apa Sunny yang berbohong padamu? Apa kau bertengkar denganya?” Yuri menebak nebak lagi

“Ani”

“Lalu?”

“Aku tidak suka dia membohongiku, itu saja” jelas Jessica

“Baiklah, kalau kau tak mau menceritakan nya” Yuri mendorong Jessica lagi kali ini sedikit lebih keras dari sebelumnya

“Yul, kalau aku berbohong padamu bagaimana?” tanya Jessica

“Kau sering berbohong padaku”

“Bukan seperti itu, dalam kasus ini aku berbohong besar. Apa kau akan membenciku?”

“Molla. Aku tidak tau bisa membenci mu atau tidak. Kau sudah memperlakukan ku dengan buruk sejak kecil, jadi sepertinya itu tidak masalah buatku” jawab Yuri, Jessica tertawa

“Kenapa kau tertawa sekarang?” Yuri bingung

“Tidak apa apa. Yuri-aa, bagaimana kalau kita bertanding siapa yang bisa berayun lebih tinggi. Kalau kau menang, ayo kita pulang” tantang Jessica

“Dae, baiklah” Yuri menyambut tantangan Jessica

Kedua orang itu berlomba. Saling beradu siapa yang bisa berayun lebih tinggi. Jessica terlihat menikmati itu, sepertinya dia lupa akan yang dipikirkan nya sesaat lalu. Dia ingin menikmati waktu ini sebentar saja.

***

Sunny berlari tergesa gesa dengan nafas yang tak karuan. Dia sedang berlari menuju lapangan basket dimana Yuri, Sooyoung dan Hyoyeon berada.

“Yaakk kalian!!!!!!” teriaknya begitu melihat ketiga pria yang dicari nya

Merasa familiar dengan suara yang terdengar Sooyoung menoleh ke arah datangnya suara.

“Sunny” katanya kaget melihat Sunny dengan nafas terengah engahnya

“Yakk…” nafas Sunny tersengal sengal

“Ada apa?” tanya Sooyoung

“Jessica …” kalimat Sunny terpotong akibat usahanya mengatur detak jantung yang tak karuan

“Ada apa dengan Jessica?” tanya Hyoyeon, ucapan Sunny menarik perhatian nya

“Dia melabrak Hyunwoo” ungkap Sunny

“Hyunwoo? Hyunwoo siapa?” Hyoyeon bingung

“Masa kalian tidak tau. Hyunwoo anak kelas sebelah, yang menyebarkan berita Seo Songsaenim berkencan dengan murid” jelas Sunny

“Michi, apa yang Jessica pikirkan” komentar Sooyoung

“Ahh, sudalah. Palli, hentikan dia. Hyunwoo bisa memukulnya. Aaaa … bagaimana ini, dia tidak mendengar ucapanku” Sunny mengerutu kebingungan

Belum sempat Sunny menyelesaikan semua ucapan nya, Yuri segera berlari meninggalkan lapangan basket itu menemui Jessica.

“Apalagi yang dilakukan nya kali ini” pikir Yuri

***

Sementara itu, Jessica dan Hyunwoo tengah berada dalam adu mulut sengit di kelas. Semua anak bergerumbul melihat perdebatan mereka. Jessica menyuruh Hyunwoo meminta maaf pada Yuri dan Seo songsaenim akibat berita tidak benar yang disebarkan nya. Hyunwoo menolak, baginya dia tidak menyebarkan berita bohong. Jessica geram melihatnya, dia membentak Hyunwoo menyuruhnya tidak bersikap seperti seorang pria pengecut yang tidak berani meminta maaf. Mendengar cacian Jessica, Hyunwoo mulai emosi. Dia mengayunkan tangan nya ingin memukul Jessica muak dengan semua yang di ucapkan nya. Namun, tangan itu tak berhasil menyentuh Jessica karena ditahan oleh

“Yuri …” Jessica kaget melihat Yuri dengan nafas terengah nya berada disitu

“Biar aku saja yang mengurus hal ini” kata Yuri kepada Hyunwoo lalu sedetik kemudian dia membopong tubuh Jessica keluar dari kerumunan anak dalam kelas itu

“Yakk!! Yull, turunkan aku” Jessica meronta, Yuri tidak peduli

***

Yuri baru menurunkan Jessica setelah mereka berada di taman sekolah.

“Yakk!! Kau …” Yuri menyudul kepala Jessica

“Michoso? Apa yang kau pikirkan? Bagaimana kalau dia sampai memukul mu? Apa otak pintar mu itu hanya berguna saat pelajaran? Apa kau menggunakan lutut mu sekarang untuk berpikir” omel Yuri, Jessica hanya menatap Yuri kesal

“Ini semua karena kau!” teriaknya

“Naega?” Yuri mendengus tak percaya

“Harus nya kau berterima kasih atas tindakan ku. Aku sudah membantu mu membersihkan nama mu” balas Jessica

“Terimakasih karena kau membahayakan diri mu karena aku? Lalu Appa mu akan membunuhku melihat putri nya memar karena membela ku? Yaa, Soo Yeon michoso?”

“Dae, aku gila. Lalu kenapa? Kau hanya takut Appa ku memarahi mu, kau harus nya berterimakasih bukan menakut kan hal hal semacam itu”

“Soo Yeon …”

“Jessica!! aku tidak suka kau memanggil ku Soo Yeon!” teriak Jessica

“Dasar …” umpat nya lalu berpaling menjauhi Yuri

Namun langkah Jessica terhenti setelah melihat Seohyun berdiri tak jauh darinya. Seohyun sepertinya melihat Yuri dan Jessica lakukan.

“Mau apa dia disini?” batin Jessica

Seohyun tersenyum kepada Jessica, dia menghampiri nya kemudian berkata

“Aku ingin meminta bantuan mu Jung Soo Yeon” katanya

***

Jessica terus berjalan mengikuti Seohyun. Dia menatap wanita itu dengan banyak pikiran yang melintasi kepalanya.

“Apa yang dia mau?”

“Apa dia mau memintaku untuk tidak mendekati Yuri?”

“Apa dia mau berterimakasih padaku?”

“Yaa, apa saja yang kau pikirkan Jess” pikiran pikiran ini terus berputar di kepala Jessica

Seohyun menghentikan langkah tepat di meja nya yang berada di ruang guru.

“Ini …” dia menepuk pelan tumpukan buku yang ada di meja nya

“Tolong bantu aku membagikan nya pada teman sekelas mu” lanjut Seohyun meminta Jessica membagikan buku tugas ‘Seni Musik’ teman teman nya

“Songsaenim bisa menyuruh ketua kelas melakukan nya” kata Jessica

“Kau keberatan?” tanya Seohyun

“Ani” Jessica menggeleng

“Baguslah” Seohyun tersenyum, Jessica membalas Seohyun dengan tatapan menilai.

Merasa aneh dengan tatapan Jessica, Seohyun mempertanyakan.

“Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya nya

“Ani” Jessica menggeleng lagi

“Hanya saja Songsaenim begitu cantik” jawab Jessica, Seohyun tersenyum

“Kau juga cantik Soo Yeon. Sangat cantik” puji Seohyun, Jessica tersenyum.

Jessica lalu mengambil tumpukan buku itu. Bertepatan dengan Park Songsaenim yang muncul dan memberitakan kalau Kepala Sekolah memanggil Seohyun. Seohyun mengangguk berterimakasih pada Park Songsaenim, kemudian setelah berpamitan pada Jessica dia meninggalkan ruang guru dan Jessica yang sedang berusaha membawa tumpukan buku.

“Yaa!! Soo Yeon!! Kau belum merubah warna rambut mu?!?” hardik Park Songsaenim

“Mianhe …” Jessica menunduk meminta maaf

“Aigoo, kalau kau bukan juara umum di sekolah ini, aku sudah menggunduli rambutmu dari awal melihatnya. Besok ubah warna nya, mengerti!!”

“Dae” Jessica mengangguk

“Baiklah, kembali ke kelas mu. Jam istirahat sudah berakhir. Apa yang kau lakukan disini?” Park Songsaenim bertanya

“Seo Songsaenim menyuruh ku membagikan buku buku ini” jelas Jessica

“Kau bisa meminta ketua kelas membantumu” saran Park Songsaenim

“Dae …” Jessica mengangguk dan kembali menyibukan diri dengan tumpukan buku

“Soo Yeon, kau akrab dengan Seo songsaenim?” tanya Park Songsaenim mengagetkan Jessica

“Ani, ada apa?” tanya Jessica balik

“Tidak apa apa. Hanya saja, kukira kau dan Seohyun akrab. Seohyun pasti terkejut melihat teman mu” kata Park Songsaenim

“Teman ku siapa?” tanya Jessica

“Hmm, siapa nama nya … kalau tidak salah, kapten basket itu. Kwon Yuri” jawab Park Songsaenim

“Dia mirip sekali dengan cinta pertama Seohyun. Pasti Seohyun kaget melihatnya. Kukira kalian akan berteman akrab karena itu, hahahaa” Park Songsaenim tertawa, sementara Jessica membeku di tempat mendengarnya

“Sudalah, ini hanya bercanda” lanjut Park Songsaenim

“Songsaenim bilang Yuri mirip dengan cinta pertama Seo songsaenim, darimana songsaenim tau?” tanya Jessica

“Semua guru yang bekerja lama disini pasti tau. Seohyun dulunya murid di sekolah ini. Kalau kau tidak percaya lihat lah album kenangan di perpustakaan untuk angkatan Seohyun. Carilah orang bernama ‘Im Yoona’ kau pasti terkejut melihatnya” jawab Park Songsaenim

Tanpa mempedulikan tugas nya untuk membagikan buku dan keberadaan Park Songsaenim disitu. Jessica segera berlari meninggalkan ruang guru menuju perpustakan. Dia ingin mengecek sendiri seperti yang diucapkan songsaenim nya itu.

***

Jessica menunduk mencari cari sebuah buku yang ingin sekali dilihatnya. Buku kenangan angkatan 2005. Dimana Seohyun menjadi siswa SMA nya pada tahun itu. Setelah beberapa saat mencari akhirnya Jessica menemukan buku itu pada deret ketiga. Jessica segera membuka buku itu, matanya menelanjangi setiap halaman mencari foto seseorang yang bernama ‘Im Yoona’ dan dia berhasil menemukan. Foto pria bernama ‘Im Yoona’ itu. Foto itu adalah foto saat Yoona membawa piala atas kemenangan nya menjuarai festival basket dan persis seperti kata Park Songsaenim pria itu ‘Im Yoona’ mirip sekali dengan Yuri.

“Maldo andwe” kata Jessica, terkejut

***

Jessica membanting buku yang ditemukan nya dihadapan Seohyun. Seohyun kaget melihat yang di perbuat Jessica.

“Soo Yeon, ada apa? Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak membawa buku buku itu” tanya Seohyun

“Songsaenim harus menjelaskan” kata Jessica

“Menjelaskan apa?”

“Tentang ini” Jessica menggoyangkan buku yang dia pegang

“Aku sudah tau semuanya” ungkap Jessica

“Aku tau berita yang disebarkan Hyunwoo itu benar bukan? Songsaenim dan Yuri berkencan. Aku melihat kalian berpelukan kemarin di halte” kata Jessica

“Soo Yeon …” Seohyun berusaha menjelaskan, tapi Jessica tidak memberi nya kesempatan

“Songsaenim tidak perlu menyangkal lagi. Aku mengerti. Aku sudah memikirkan nya. Tidak apa apa kalau Songsaenim dan Yuri berkencan. Karena Yuri menyukai Songsaenim dan tidak ada yang tau kapan cinta itu datang, dengan siapa kita akan merasakan nya, dan tidak ada yang bisa mengingkari nya” jelas Jessica

“Tapi …” lanjutnya terputus

“Songsaenim tidak menyukai Yuri, songsaenim bersamanya karena dia mirip dengan Yoona cinta pertama Songsaenim. Benar seperti itu bukan?”

“Soo Yeon …”

“Kalau benar seperti itu…” Jessica menarik nafas

“Kalau yang ku katatakan benar …” ulang nya lagi

“Songsaenim benar benar tidak berperasaan! Kau benar benar Medusa!” umpat Jessica

“Mianhe…” ucap Seohyun

“Tidak perlu meminta maaf padaku, aku tidak peduli.Tapi Yuri, bagaimana jika dia tau??” emosi Jessica berada di ubun ubun

“Songsaenim harus memutuskan Yuri” perintah Jessica

“Mianhe, aku tidak bisa …” jawab Seohyun

“Aku sudah mencoba nya kemarin. Tapi aku tidak bisa. Aku masih membutuhkan nya” lanjut Seohyun

Jessica mendengus tak percaya mendengar ucapan Seohyun.

“Apa kau seorang guru? Kenapa kau begitu memuakan? Berpacaran dengan murid, menipunya. Kalau kau menyukai Yuri karena dia mirip dengan cinta pertama mu. Kenapa kau tidak bersama pria yang kau cintai saja. Tidak perlu mencari seseorang yang mirip dengan nya” ucap Jessica semakin kesal

“Aku tidak bisa …”

“Wae? Cinta mu bertepuk sebelah tangan? Karena itu kau buat Yuri sebagai pelampiasan?”

“Dia sudah pergi” kata Seohyun

“Mwo?” Jessica mengerutkan kedua alis nya

“Dia sudah meninggal. Dia tertabrak kendaraan, tujuh tahun lalu” jelas Seohyun

“Pria yang kucintai sudah tidak ada di dunia ini” lengkapi nya dengan senyum hambar

“Jadi, kau benar benar memanfaat kan Yuri?” Jessica tercekat dengan ucapan nya sendiri

“Dae, aku memanfaatkan nya” aku Seohyun

“Aku selalu merasa dia Yoona. Karena mereka begitu mirip. Semuanya …”

“Saat bersama nya aku seperti bersama Yoona”

“Aku hanya terlalu merindukan Yoona”

“karena itu …” Seohyun mengambil nafas dalam begitu berat, penuh kerinduan

“Aku terus menemui Yuri. Karena aku tidak pernah bisa menemui Yoona lagi, yang bisa kutemui hanya Yuri” Seohyun menghembuskan nafas itu sekarang

“Itu kejam, bagaimana jika Yuri mengetahui nya”

“Aku tau, karena itu aku mohon kau jangan beri tau Yuri dulu. Hanya sebentar saja” pinta Seohyun

“Eolmana?” tanya Jessica

“Sampai kau berhenti merindukan Yoona?” lanjut nya

“Kau tidak akan pernah bisa berhenti merindukan nya dan kau akan terus memanfaatkan Yuri”

“Aku tidak bisa diam melihat kau membohongi Yuri” ungkap Jessica

“Soo Yeon, jebal” Seohyun meminta lagi tapi Jessica tidak merespon nya kali ini.

Jessica memilih pergi meninggalkan Seohyun, baginya memberi tahu Yuri adalah satu satu hal yang harus dia lakukan daripada sekedar berurusan dengan seorang Medusa seperti Seo Songsaenim.

***

Malam itu Yuri berjalan menuju rumah nya sambil memainkan bola basket miliknya. Dia terkejut menemukan Jessica berjongkok di depan pagar rumah nya. Sepertinya Jessica sudah berada lama disitu.

“Yaa, Soo Yeon. Kenapa kau tidak masuk saja?” Yuri mengucapkan salam pada Jessica

“Aku menunggu mu” ungkap Jessica, Yuri tertawa kecil

“Kau bisa menunggu di dalam” katanya

“Yull …” panggil Jessica

“Hm?” respon Yuri

“Aku sudah tau rahasia mu” kata Jessica

“Rahasia, rahasia apa?” nada Yuri bergetar

“Kau berbohong padaku. Aku tidak suka kau membohongi ku” balas Jessica

“Jadi seseorang yang berbohong padamu itu aku?” tanya Yuri, Jessica mengangguk

“Kau orangnya” kata nya

“Aku tau sebenarnya kalau kau berkencan dengan Seo Songsaenim” lanjutnya, Yuri tertawa renyah

“Kau bercanda” ledeknya

“Udara malam pasti membuat otak mu salah berfungsi” katanya

“Sudalah, aku mau masuk” Yuri melangkahkan kaki nya berusaha membuka pagar rumah nya tapi kegiatanya berhasil terhenti karena perkataan Jessica

“Aku melihat kau dan songsaenim berpelukan di halte kemarin” katanya

“Kau mengejarnya lalu dia memelukmu dan kau membalasnya” lanjut Jessica

“Baguslah kalau kau tau” komentar Yuri enteng

“Yull!!” pekik Jessica emosi

“Kau harus memutuskan nya” ungkap nya

“Karena apa? Karena dia guru dan aku murid?” tanya Yuri

“Karena dia tidak menyukai mu” jawab Jessica

“Lalu?”

“Dia tidak menyukai mu” Jessica ragu melanjutkan kalimatnya

“Dia …”

“Songsaenim berkencan dengan mu karena wajah mu mirip dengan cinta pertama nya” akhirnya Jessica bisa menyelesaikan kalimatnya

“Aku sudah tau” Yuri menjawab dengan tenang

“Yul!!”

“Memangnya kenapa kalau dia berkencan dengan ku karena aku mirip dengan seseorang di masa lalu nya. Apa itu salah?” tanya Yuri

“Yul, kau …” ucapan Jessica terpotong

“Apa kau mengasihani ku? Kau merasa kasihan denganku!? Pria bodoh yang menyukai wanita yang ingin memanfaatkan nya, seperti itukah?” ungkap Yuri

“Yuri …”

“Jika memang seperti itu berhentilah untuk mengasihani ku dan urus saja urusan mu sendiri” nasihat Yuri

“Tapi Yul, kau tidak boleh bersikap seperti ini. Kau harus …”

“AKU TIDAK PEDULI !!!” bentak Yuri kasar

“Aku tidak peduli” katanya lagi keras

“Kalau memang sekarang dia bersama ku karena alasan itu. Aku akan membuatnya hanya melihatku. Hanya Yuri dan bukan Yoona” jelas Yuri dengan emosi meluap luap

“Jadi, lebih baik kau pulang sekarang!!”

“Aku tidak ingin kau berkomentar apapun tentang urusanku!” akhiri Yuri yang kemudian masuk ke dalam rumah dengan sebelumnya menutup pintu pagar nya dengan keras, kesal dengan Jessica.

Jessica tak bergeming melihat yang Yuri lakukan. Dia tetap berdiri tak bergeser pada tempat nya berpijak. Pandangan nya lurus ke depan, tapi pikiran nya berada di tempat lain. Kemudian seperti hujan yang turun di siang hari, tanpa permisi setetes air mata jatuh mengalir, membasahi pipinya. Semakin lama semakin deras. Jessica tidak bisa lagi menampungnya. Semua kesedihan nya keluar malam itu, isak tangis nya yang tertahan selama beberapa hari ini. Dia keluarkan semua nya. Jessica benar benar hancur malam itu.

“Karena cinta itu buta, setiap orang selalu pergi mencari segelas air putih tanpa mereka sadari bahwa sebotol anggur putih mahal ada di hadapan nya”

To be continued . . . .

PS :

Maaf kalau banyak typo disini dan lagu nya Jessica ‘The One Like You’ sepertinya bagus di dengarkan ^^

17 thoughts on “PERHAPS – YULSIC FANFICTION CHAPTER 3

  1. Feelx dpt kq thor ^^
    ..
    Ck! Yul bnr2 udh buta. Jauh dia brusaha spya seo bs liat dia sbgai yuri, bkn yoona. Tp yuri jstru g bs liat sica yg ada d’hadapn dia. Ksian bgt sica..T3T
    D’tunggu sgra next chapterx y..^^

  2. anjirr berkaca-kaca mata ini thor
    yuri batu banget dikasihtaunya, sica yg tabah yaaa
    gapapa lah thor nyari aer putih, soalnya kata bang haji anggur ha.. ram

  3. eh dasar namja gendeng, dikasih tau malah ngebentak aigo, sudah sica biarkan saja nanti juga kna btunya, thor jangan buat sica terus larut dalam cintanya yang tak unjung balesan

  4. Yakk seo jangan jadiin yuldad pelampiasan dongg!-_-
    Yuldad jangan buat jessmom nangis!! Jessmom banyak berkorban buat yuldad! Kenapa yuldad gak sadar sihh?!!?!!?!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s