PERHAPS – YULSIC FANFICTION CHAPTER 4

PS : Benar benar menyesal atas keterlambatanya, mianhe😦 Enjoy this please ^^

Tittle    : Perhaps – CHAPTER 4

Author : Julay

Genre  : Gender Bender, School Life, Romance

Cast     : Yuri, Jessica, Seohyun, Sooyoung, Sunny, Hyoyeon, Yoona SNSD

***

Jessica menangkap basah Hyunwoo yang tengah menguntit Yuri dan Seohyun. Hyunwoo mengatakan bahwa ia akan membuktikan ucapannya benar. Yuri dan Seohyun memang berkencan. Jessica tertawa mendengarnya, dia memberi tahu Hyunwoo bahwa yang dilakukannya itu sia sia dan sebaiknya Hyunwoo tidak perlu lagi memikirkan masalah ini. Hyunwoo menolak dan pertengkaran mulut antara Jessica dan Hyunwoo tak terhindarkan lagi. Percecokan itu berhenti setelah Sooyoung, Hyoyeon dan Sunny datang memisahkan mereka. Hyunwoo pergi meninggalkan Jessica dan semua niatanya memata matai Yuri setelah Sooyoung mengusirnya dengan kasar.

“Jadi, ada apa lagi? Kenapa kau selalu mencari masalah dengan dia Sica?” Sunny menatap Jessica dengan tatapan haus penjelasan

“Yeah, dialah yang mencari masalah denganku. Aku tidak mengganggunya” jawab Jessica

“Apa yang kalian ributkan kali ini?” Sunny mengajukan pertanyaan lagi

“Sudalah, aku tidak ingin membahasnya. Lagipula, kenapa kalian bisa muncul bertiga secara bersamaan disini?” Jessica menatap ketiga orang temannya itu

“Hmmm…….” Hyoyeon bergumam

“Kami mengikutimu” lanjutnya

“Mwo? Kenapa?” alis Jessica terangkat

“Kami menghawatirkan hal hal semacam ini” jawab Sunny

“Dan juga menghawatirkan Yuri” lanjutnya

“Memangnya Yuri kenapa?” Jessica tak mengerti

“Kami tau tentang Yuri dan Seo songsaenim” aku Sooyoung, Jessica mendengus tak menyangka dengan ucapan Sooyoung

“Jangan termakan gossip murahan” nasihat Jessica

“Tidak, aku melihatnya sendiri dan juga aku sudah menanyakan pada Yuri dan dia membenarkan” jawab Sooyoung

Mata Jessica membulat sesaat, kaget mendengar ucapan Sooyoung. Bahkan Yuri sudah mengakui hubungan nya dengan Seo Songsaenim di depan teman temanya. Jessica merasa kesempatan yang dia miliki sudah tidak ada.

“Kau tidak apa apa kan Jess?” Sunny bertanya ia merasa khawatir karena Jessica tak langsung merespon ucapan Sooyoung.

“Ani” Jessica menggeleng

“Kenapa aku harus kenapa kenapa?” katanya tersenyum palsu

Sunny mengetahui kalau senyum yang disunggingkan Jessica itu palsu. Dia menepuk bahu Jessica pelan tapi erat. Sunny tersenyum kemudian berkata.

“Kajja, kita pergi dari sini” ajaknya, Jessica mengangguk menyetujui

***

Yuri menghentikan langkahnya dan berpaling ke arah Seohyun. Dihembuskan nafasnya perlahan dan menatap Seohyun lebih seksama lagi dari sebelumnya. Memang wanita ini, gurunya cantik sekali. Bahkan Yuri jatuh hati padanya pada pandangan pertama. Dan saat ini karena perasaanya cinta nya itu Yuri berani melakukan hal apapun. Supaya dia tetap bersama dengan kekasih hati nya tersebut.

“Ada apa? Kenapa kau mengajaku kesini lagi?” tanya Seohyun

“Tidak ada apa apa. Aku hanya merindukanmu” Yuri menyunggingkan senyumnya, semantara Seohyun membalas nya dengan ekspresi tidak suka dan itu kentara sekali

“Ada apa? Kau tidak keberatan kan?” Yuri memastikan, Seohyun diam

“Kalau kau diam berarti itu tak masalah” kata Yuri

“Oya, aku sudah mengakui hubungan kita di depan teman temanku. Setidaknya aku tidak berpura pura mengacuhkan mu di depan mereka” lanjut Yuri

“Kwon Yuri kita putus saja …” Seohyun membalas cepat ucapan Yuri

“Kau malu? Kau tidak suka teman teman ku mengetahui hubungan kita?” tanya Yuri

“Dae, aku malu. Aku tidak menyukainya. Wanita macam apa aku ini jika berpacaran dengan murid nya sendiri”

“Kau tidak perlu khawatir, teman teman ku tidak akan berpikiran seperti itu. Akan kupastikan. Dan … jika mereka berpikiran seperti itu, aku akan meninggalkan mereka dan memilih …”

“Dengarkan aku! Aku ingin kita putus!” tegas Seohyun

“Aku tidak peduli tentang pikiran temanmu. Yang kupedulikan hanya aku. Bagaimana jika guru guru yang lainya mengetahui, bagaimana jika teman temanku tau. Mereka akan mengira ku tidak waras dan memandangku tak baik” jelas Seohyun

“Kau tak perlu mempedulikanya” saran Yuri

“Tak bisa, aku bukan dirimu. Aku tidak mungkin menutup telinga dan berlagak seakan tak tahu apapun” tolak Seohyun

“Dan juga … hubungan ini hanya permainan saja. Kau mungkin tertarik padaku karena aku berbeda dengan teman wanita mu yang lainya. Perasaanmu akan berubah, semakin lama kau akan bosan. Yang kau rasakan sekarang hanya sesaat dan aku tidak mau terbebani dengan perasaan remaja konyol seperti mu” lanjutnya

“Kau salah …” balas Yuri

“Ani, aku tidak mungkin salah. Kau tau apa memangnya?” tantang Seohyun

“Aku memang tidak tau apapun. Tapi ….. bagaimana denganmu? Bagaimana perasaanmu padaku?” tanya Yuri balik

“Kau hanya muridku. Kau tampan dan pintar olahraga karena itu kau menarik perhatianku. Dan hubungan ini hanya permainan buatku. Aku hanya ingin tau seperti apa rasanya berpacaran dengan pria yang jauh lebih muda dariku. Seperti itu saja” jawab Seohyun

“Tidak ada alasan lain?” tanya Yuri, Seohyun menggeleng

“Kukira kau menyukai ku karena wajahku mirip sekali dengan Yoona. Cinta pertama mu itu” ucap Yuri, Seohyun terpaku mendengarnya

“Kau pasti kaget aku mengetahuinya kan?” tanya Yuri balik

“Siapa yang memberitahu mu?”

“Aku tau sendiri. Karena kau sering memanggil ku ‘Yoona’ karena itu aku mencari tahu siapa Yoona itu” jawab Yuri

“Kalau begitu kau sudah tau alasan utama ku kan” kata Seohyun

“Hmm, dan aku tidak peduli. Sekalipun wajahku mirip dengan nya. Sekalipun yang kau cintai itu dia. Asal aku bersama mu, itu cukup” ungkap Yuri

“Tidak!!” mendadak Seohyun berteriak, menolak keras

“Kau tidak tau, tidak mengerti!!” lanjutnya mengggebu

“Karena wajahmu, kau hanya mengingatkan ku tentang dia. Dan itu menyakitkan …” Seohyun terisak

“Seo …” Yuri berusaha mendekat tapi Seohyun mengelak

“Kumohon, jebal” isakan Seohyun berubah menjadi suara tangis

“Kau selalu mengingatkan ku padanya, kau selalu membuat ku merindukan nya kembali dan saat aku merasakan nya aku teringat bahwa aku lah yang membunuhnya”

“Seohyun …”

“Jangan mendekat!! Pergilah, aku membenci mu. Kau mengingatkanku pada kenangan yang harus kulupakan. Pergi!!”

“Jebal …” lanjutnya terjatuh dan menangis sejadinya

Melihat Seohyun yang seperti itu Yuri ingin sekali menghampirinya. Mendekapnya dan menenangkan dalam pelukan. Tapi dia tidak bisa. Jika yang dikatakan Seohyun benar bahwa dialah yang membunuh Yoona. Maka kehadiranya hanya akan membebani Seohyun karena wajahnya.

“Kumohon jangan temui aku lagi, pergilah …” ucap Seohyun lirih

***

Krystal mengetuk pintu kamar Jessica. Tak lama kemudian Jessica membuka pintu kamar itu dan menemukan pandangan yang tak bersemangat dari mata Krystal.

“Krys, ada apa?” Jessica menghawatirkan adik perempuanya itu

Krystal diam tak menjawab. Dia hanya mengisyaratkan agar Jessica mengikutinya. Jessica menurut, dia mengikuti kemana adiknya itu melangkah. Krystal menghentikan langkahnya tepat di ruang keluarga dimana Appa dan Umma berada.

“Kenapa semua berkumpul disino. Ada apa?” Jessica bertanya lagi

“Duduklah” perintah Appa Jessica

Jessica menanggapi dengan duduk persis disebelah Umma nya. Dia menebarkan pandang dan menatap wajah keluarga nya tersebut. Jessica yakin terjadi sesuatu. Tapi sesuatu apa itu? Apakah ini masalah yang besar, pikirnya.

***

Jessica berjalan menunduk. Sesekali dia menendang batu batu kecil yang menghalangi jalan nya menuju taman. Jessica menghentikan langkahnya di depan taman yang selalu di datangi nya ketika dia merasa sedih. Jessica mengidarkan pandangan nya ke seluruh penjuru taman dan sebutir air mata menetes dari pelupuk matanya. Tak ingin menghabiskan waktu nya berdiri dan menangis, dengan sigap Jessica menyeka air matanya dan melanjutkan langkah nya lagi. Kali ini langkahnya terhenti lagi

“Yul …” panggil Jessica yang menemukan Yuri terduduk di salah satu ayunan

Tanpa menunggu balasan Yuri, Jessica berjalan menghampiri Yuri dan menempatkan diri duduk disebelahnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya nya

“Apa yang kau lakukan disini?” Yuri balik bertanya

“Aku hanya berjalan jalan saja” Jessica menjawab

Setelah itu hening cukup lama menjadi latar diantara mereka berdua. Hening itu baru hilang ketika Yuri bangkit berdiri dan menawarkan jasa nya untuk mendorong Jessica supaya dia bisa berayun pada ayunan yang sedang di duduki nya saat ini. Jessica tak menolak. Yuri mulai mengayunkan Jessica perlahan sehingga angin malam yang dingin menerka wajah Jessica.

“Aku mau mengatakan sesuatu” kata Yuri

“Katakan” balas Jessica enteng

“Aku putus dengan Seo Songsaenim” ucap Yuri membuat Jessica ingin berhenti berayun dan menatap wajah Yuri, menanyakan mengapa dan kenapa. Namun semua itu ia tahan. Jessica tau Yuri akan melanjutkan cerita nya ini.

“Dia mengatakan padaku. Karena wajahku mirip dengan kekasihnya itu membuatnya terus merindu …” Yuri berhenti

“Tapi pada saat dimana rindu itu ia rasakan, pada saat itu juga semua perasaan bersalah menghampirinya. Karena dia telah membunuh pria yang dicintainya” lanjut Yuri dan kali ini Jessica tidak bisa menahan diri untuk menatap Yuri dan menanyakan mengapa dan kenapa. Dia segera menghentikan berayun.

“Seo songsaenim membunuh cinta pertama nya?” Jessica terkejut bukan main

“Dia tidak sengaja, pria itu tertabrak saat hendak mengejar songsaenim menyebrang jalan” cerita Yuri, Jessica memasang tampang prihatin

“Lalu?” Jessica bertanya, menanyakan apa selanjutnya

“Aku tetap tidak ingin berpisah denganya” jawab Yuri

“Dan …” Jessica seperti menyuruh Yuri bercerita lebih lengkap lagi

“Pada akhirnya kami tetap berpisah, kami sudah berakhir” ungkap Yuri

Mendengar cerita Yuri ada suatu perasaan memasuki hati Jessica. Apakah ini senang, sedih ataupun haru Jessica tidak tau mana yang jelas. Yang dia tau semua akan sama saja.

“Kau ingin aku meminjamkan pundak ku?” Jessica menawarkan

“Untuk?” Yuri tak paham

“Menangis” jawab Jessica, Yuri hanya merespon dengan sebuah dengusan kecil

“Kau tidak ingin menangis?” tanya Jessica yang kini bingung

“Kau baru saja putus denganya. Bukankah kau bilang kau cinta songsaenim. Dan kau baru saja berpisah dengan wanita yang kau cintai” lanjutnya

“Jadi aku harus menangis karena nya?”

“Tentu saja. Jika kita mencintai seseorang dan orang itu akan berpisah dengan kita. Hati kita akan merasa sedih dan karena itu kita selayaknya akan menangis” terang Jessica

“Entalah” respon Yuri

“Aku kira juga akan menangis, tadinya sih. Tapi ternyata aku tidak” terangnya

“Hanya merasa kesal dan kecewa saja” akhiri Yuri

“Apakah aneh?” Yuri menoleh ke Jessica dan bertanya, Jessica menggeleng

“Ani” katanya

“Perhaps, she not the best one for your made in love. She wasn’t home that your heart was looking. Although you told me that you in love from first sight. Maybe that home your looking to be straight in your eyes. But I guess you never know it” lanjut Jessica, Yuri mengerutkan alisnya

“Yang artinya?” tanya Yuri, dia tidak pandai berbahasa Inggris

“Kau akan baik baik saja tanpa dia” Jessica berbohong

“Bagaimana bisa kalimat sepanjang itu berarti aku akan baik baik saja” Yuri meragu, Jessica tersenyum

“Kalau kau tak percaya padaku artikan sendiri” kata Jessica dengan sewotnya dan Yuri memutuskan untuk mempercayai nya karena dia tidak mau direpotkan mencari arti ucapan Jessica

“Sudalah, kita pulang” Yuri mengulurkan tanganya pada Jessica

“Seperti kita kecil, bergandengan” lanjut  Yuri

Jessica tersenyum dan menerima uluran tangan itu. Mereka bergandengan tangan dan bercanda sepanjang perjalanan pulang. Disisi lain suatu hal tertinggal di taman itu. Yang seharusnya Jessica utarakan tapi dia memilih untuk diam dan menunggu takdir yang mengungkapkan.

“Jika seseorang mengatakan padamu dia jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu, maka ia tidak benar benar mencintaimu. Dia mencintai penampilanmu. Karena yang digunakan menilai dalam cinta ini adalah mata bukan hati”

To be continued . . . . . 

15 thoughts on “PERHAPS – YULSIC FANFICTION CHAPTER 4

  1. Hai thor new reader….
    Apa tuh yg dibicarain sica sma orng tuax smpai dia jdi sdih gi2 n kya’x yul sbnerx nggak bner2 cinta deh sma seo.next chapt di tunggu…

  2. huh akhirnya apdet juga ini ff… lama banget nunggunya sampe hampir lupa alurnya hehe

    akhirnya seori putus juga…
    sica bakal pindah ya… yul bakal ngerasain bagaimana berartinya sica ntar huhuhu

    thor kenapa apdetnya lama baget hehe?? sibukkah??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s