DESTINY – TAENY FANFICTION [CHAPTER – 3]

Image

PS : Akhirnya berhasil publish ini juga. Akan berusaha melanjutkan ini secepat kilat. Setelah menamatkan perhaps jadi sedikit beban berkurang. Enjoy this, tinggalkan banyak jejak. Silent readers bertobatlah.

 

Tittle    : Destiny – Chapter 3

Author: Julay

Genre  : Fantasy, Romance, Comedy, Thriler

Cast     : Taeyeon, Tiffany, Seohyun SNSD

 

***

Author POV

 

Tok .. Tok .. Tok ..

“Masuk” gadis berwajah cantik yang sedang sibuk mengenakan kostum nya menjawab ketukan pintu tersebut.

“Aneyong Yura …” ucap seorang gadis memasuki ruang make – up setelah dipersilahkan sebelumnya. Gadis itu berambut hitam kelam sebahu, pawakanya kecil tetapi nampak begitu bersemangat dan matanya begitu ceria.

“Minah, waeyo? Apa terjadi sesuatu” Yura menoleh memberikan senyuman kecil di bibirnya.

“Ani, hanya saja aku ingin menyampaikan sesuatu” Minah menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal sama sekali. Dia hanya bingung saja berucap.

Yura mengangguk kecil, menaikan alisnya memberikan kesempatan untuk Minah melanjutkan kalimatnya.

“Hmm, Mianhe Yura. Aku harus memainkan peran yang seharusnya untukmu” Minah menunduk menyesal, Yura tersenyum dengan tenang dia kembali sibuk dengan kostumnya kali ini menggunakan rambut palsu.

“Sudalah, lagipula kau yang lebih cocok memerankan peran itu daripada aku” balas Yura.

“Jinjayo? Kau tidak apa apa kan?” Minah masih was – was. Yura menghentikan kesibukanya, dia menoleh ke Minah tersenyum dengan begitu hangatnya.

“Of course” dia meyakinkan. Minah tersenyum melihat reaksi Yura. Sepertinya hal ini memang tidak diambil pusing oleh Yura.

“Baiklah, kita mainkan drama yang bagus” ucap Minah bersemangat.

“Hm, kita berusaha bersama” Yura tersenyum. Minah terharu mendengarnya. Dia berlari memeluk Yura. Minah melepaskan pelukan itu setelah dirasa cukup kemudian meminta izin Yura untuk meninggalkan ruangan tersebut. Yura menyetujui.

KLAP …

Pintu tertutup. Senyuman hangat di wajah Yura mulai mengendur dan kini tatapan begitu mengerikan yang ditunjukan wajahnya.

“Dasar” umpatnya.

“Gadis munafik! Kau sengaja merebut peranku dengan uang dan sekarang bertingkah seperti itu dihadapanku” gigi Yura bergemeletuk.

“Tapi biarlah” Yura kembali tersenyum. Dia duduk disebuah kursi yang menghadap kaca besar dengan deretan lampu di bingkainya.

“Biarlah hari ini kuserahkan peran utama padamu. Tapi … hari ini yang terakhir Minah” Yura mendengus senang.

“Sebagai gantinya aku telah menyiapkan panggung yang terbaik. Yang terbaik untukmu”

“Panggung terakhir …”

 

***

Aku benar benar tidak mengerti dengan diriku sendiri. Biasanya aku tidak pernah melanggar ucapanku sendiri. I mean, setiap kali aku mengatakan akan mengirim hantu ke neraka aku pasti melakukanya. Tapi hantu ini, si nafas bau mayat. Siapa namanya? Kim Taeyeon? Yeah, dia! Berapa kali aku mengatakan akan mengirimnya ke neraka tapi tidak kulakukan. Apa yang sedang kau perbuat Tiff? Kau bahkan menurutinya kemarin. Memecahkan kasus pencurian. Yang membuatmu mendapat gelar ‘si detektif dari barat’ dan berada disini sekarang. Di depan sebuah bangunan yang kau tak tau namanya bersama Seohyun sebagai ucapan terimakasihnya karena kau membantu membersihkan nama baiknya. Apa kau tertarik denganya? Karena dia berbeda dengan hantu hantu yang kau temui. Oh God, Jesus! Aku mulai gila! Aku tidak tertarik sama sekali denganya. Hanya saja, aku sedang malas dan kasihan saja. Yeah, karena itu. Karena itu aku belum mengirimnya ke nereka walaupun dia dengan statement nya yang menyebalkan ‘tidak akan menjauh dariku’ (dan dia membuktikan itu).

“Tiffany, gwenchanayo? Kau seperti tidak enak badan” Seohyun berkata sesuatu membuyarkan pemikiran.

“Ani, aku baik baik saja” cepat kubalas ucapanya takutnya dia mengira aku sungguh sedang tidak enak badan.

Seohyun tersenyum membalasku. Dia memasang tampang bersyukur atas kondisi ku yang baik baik saja.

“Kau sungguh baik baik saja?”

Oh God, aku terkejut. Taeyeon si hantu itu tiba tiba muncul persis ketika aku menoleh ke sebelah kanan.

“Menurutmu?” kubalas dia bukan dengan ucapan melainkan sebuah pandangan dan aku cukup yakin dia mengerti maksudku.

Taeyeon hanya tertawa. Oh, aku benci melihat dia tertawa seperti itu. Entah kenapa dia seperti memikirkan sesuatu yang bukan bukan tentangku. Dan juga karena hantu menertawaiku seorang hunter! Garis bawahi itu, alasan utamaku membenci tertawa yang terdengar renyah di telingaku. Renyah? Aaah, ada apa dengan pendengaranku.

“Ayo kita masuk” Seohyun menarik tanganku dia kembali sukses membuyarkan pikiranku.

 

***

Author POV

 

“Oh Minah hebat sekali” seorang pria berkacamata memandang kagum melihat Minah berakting dalam televisi di ruang tunggu belakang panggung.

“Ya” Yura merespon

“Setelah ini giliranmu” kata pria itu. Yura mengangguk, bersiap meninggalkan ruangan untuk tampil di panggung.

 

***

“Hebat tubuhnya bercahaya padahal tidak ada sinar yang menyorotnya. Bagaimana bisa ya? Dia benar benar seperti hantu sungguhan saja” Taeyeon berceloteh.

Aku hanya bergidik mendengar ucapanya. Seperti hantu sungguhan saja? Lalu kau apa? Kau hantu sungguhan juga, tidak sadarkah. Kenapa juga kursi disebelahku harus kosong dan berakhir Taeyeon mendudukinya. Hantu ini benar benar, kenapa dia terus menempel di dekatku? Apa maksudnya mengikuti melihat drama musical seperti ini juga. Tiff, kau harus konsisten! Setelah drama musical ini berakhir kirim dia ke neraka. Yeah, seperti itu.

“Waah, Yura memang sangat cantik. Tapi sayang sekali dia depat peran hantu” aku tersadar Seohyun juga duduk disebelahku.

“Yeah, sayang sekali” aku mengomentari

“Tiffany, sebentar lagi adegan yang menarik dalam drama ini. Adegan Minah terbang melanjutkan peran solonya” Seohyun bersemangat, aku tersenyum simpul.

Aku sebenarnya sangat menikmati pergi keluar menonton musical dengan Seohyun. Yeah, saat di LA aku tidak punya teman akrab yang mengajaku hangout seperti ini. Karena cap ku sebagai wanita aneh yang berteman dengan hantu. Tapi karena Taeyeon, aku tidak bisa menikmati ini sama sekali. Aku takut tiba tiba saja keceploson dan Seohyun memandangku seperti yang mereka lakukan di LA.

“Tidak bisakah kau menghilang sebentar?” ucapku lirih ke Taeyeon

“Kalau kau mengijinkan ku kembali. Aku akan membiarkan mu menikmati pertunjukan ini sesaat dan tak mengganggumu” dia memberiku penawaran.

Aku mengangguk. Hanya karena ingin menikmati pertunjukan ini dengan Seohyun teman baruku. Tanpa alasan lain.

 

***

Author POV

 

“Yura, kau hebat. Memang peran ini cocok denganmu” Minah mengucapkan selamat setelah Yura menyelesaikan bagianya. Seorang pria sedang mengecek tali pengait yang dikaitkan di kostum Minah. Tali yang berfungsi untuk membantu Minah beradegan terbang.

“Yak, persiapan oke. Sukses ya” kata pria itu.

“Serahkan padaku” balas Minah berjalan ke tirai menuju panggung.

Yura menatap Minah yang menjauh dengan tatapan penuh nafsu membunuh.

“Penghinaan mu sudah cukup sampai disini Minah” katanya.

Minah kembali melanjutkan bagianya. Dia melakukan dengan baik sekali. Gerak geriknya sebagai seorang peri cantik yang ceria begitu bisa diperlihatkanya. Semua penonton menikmati akting dan suaranya. Minah menyanyi dengan sangat baik pula. Adegan berikutnya adalah adegan terbang. Minah memulainya. Dia berayun ke kanan ke kiri. Dia terbang mengitari panggung dan berhasil mendarat dengan sempurna.

“Hore, sukses!!” pria yang mengecek tali pengait Minah tadi berteriak senang melihat Minah berhasil dengan adegan terbangnya.

Disisi lain, Yura yang sejak Minah memulai adegan pada babak ini terlihat begitu cemas dengan keringat dingin muncul di kepalanya mengumpat kesal.

“Uh, dasar. Kali ini kau beruntung. Masih ada kesempatan” Yura tersenyum mengerikan.

“Yura, ayo kita menonton dari ruang tunggu saja. Kita lihat adegan solo Minah di Televisi saja” ajak pria pengecek tali pengait, Yura mengangguk.

“Baiklah” katanya.

Yura berjalan mengikuti pria pengecek tali memasuki ruang tunggu. Mereka bersama anggota team lainya akan melihat penampilan solo pemeran utama – Minah, melalu televisi. Ini sudah menjadi kebiasaan anggota musical menyaksikan melalui ruang tunggu.

“Jam 06.05 sejauh ini sesuai rencana” Yura melirik jam dinding yang tergantung di atas televisi. Dia kemudian mengembalikan pandanganya ke layar TV dimana Minah sedang beradegan solo.

“Yaa, benar. Seperti itu. Berbalik ke kanan disana” batin Yura

“Ambil setengah langkah”

“Berputar”

“Lalu ke tengah”

“Yaa, jangan sampai salah Minah”

“Seperti itu. Ya, lakukan dialog paling panjang dalam drama ini disana” mata Yura tak berpaling layar kaca lurus menatap Minah

“Kali ini pasti” mata Yura membulat dan sebutir keringat menetes

WUSHHHH…

SRRRR………

BRUAKKKKKK…….

KYYYAAAAA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Suara teriakan menggema di semua ruangan.

“Kecelakaan”

“Lightingnya jatuh”

“Tirai, tutup tirainya. Selamatkan Minah”

 

***

Aku tidak ingat betul yang terjadi. Yang ku ingat hanya gadis itu berdialog disana cukup lama dan tiba tiba saja lampu di atasnya jatuh menimpa tepat di kepalanya. Kemudian darah dan Seohyun berteriak memeluk ku.

“AAA, mengerikan” Seohyun mempererat pelukanya, dia terisak ketakutan.

Aku membalas pelukanya dan mengalihkan pandanganku jauh jauh dari panggung yang kacau. Menekuk muka ku dari sekumpulan manusia yang berteriak ketakutan karena kecelakaan yang terjadi barusan. Bagaimana ini bisa terjadi?

“Perhatian. Para penonton di harapkan jangan panik. Pintu keluar sudah kami buka. Silahkan keluar dengan perlahan. Kami mohon maaf sebesar besarnya pertunjukan hari ini terpaksa dihentikan sehubungan dengan adanya kecelakaan. Tiket pertunjukan hari ini akan kami bayar kembali dan ….”

Seohyun melepas pelukanya setelah pengumuman itu berakhir. Dia menarik tanganku, buru buru mengajaku meninggalkan tempat ini. Mungkin dia masih teringat kejadian mengerikan di atas panggung tadi. Yeah, itu mengerikan. Tapi masih ada satu kenangan di kepalaku yang lebih mengerikan daripada kecelakaan tadi.

“Palli, palli” Seohyun berteriak padaku

“Oh …” balasku

Kami berjalan atau bisa dibilang sedikit berlari menuju pintu keluar. Saat kusadari tanpa sengaja aku menoleh kembali ke arah panggung pertunjukan dan hey! Hantu itu, Kim Taeyeon? Mengapa dia bergerak menuju panggung? Apa yang mau dilakukanya?

“Tiffany, ayo!” Seohyun berteriak

“Yes” sudalah dia mungkin mau menemui gadis itu yang mungkin sudah menjadi hantu sekarang. Apa yang kau pikirkan Tiff, Oh God.

 

***

Author POV

 

“Tewas seketika” pria pengecek tali menatap jenazah Minah

Orang orang yang mengerubungi disana berteriak histeris. Pria pengecek tali itu mengambil kain dan menutup tubuh Minah.

“Hubungi polisi cepat. Katakan ada kecelakaan” perintahnya tidak tau pada siapa

“Sebelum polisi datang untuk menyelidiki sebaiknya jangan mendekati lokasi kejadian” lanjutnya.

Di tengah kerumunan orang itu Taeyeon berada salah satu di dalamnya. Dia menatap tubuh Minah.

“Ini bukan kecelakaan biasa” dia berkata

Taeyeon kemudian mengedarkan pandanganya keseluruh panggung.

“Gadis ini, mungkin dia sudah menjadi hantu” Taeyeon terus mencari cari arwah Minah tetapi tidak ditemukan.

“Kemana perginya?” Taeyeon bertanya tanya.

Taeyeon terus berusaha mencari arwah Minah. Ia ingin bertanya kronologis kejadian langsung pada korban. Baru mencari beberapa menit, perhatian Taeyeon tertuju pada teriakan pria pengecek tali.

“Sial, stoppernya ternyata longgar” umpat pria pengecek tali

“Stopper?” Taeyeon bertanya tanya

“Penahan lampu” seseorang menjawab pertanyaan Taeyeon.

“Tali itu untuk menaikan dan menurunkan lampu yang menyambung ke katrol di atas. Setelah posisinya ditentukan, tali ditahan dengan stopper. Jika stopper nya longgar lampunya akan jatuh”

Taeyeon menoleh dan mendapati Minah – arwahnya berdiri di hadapanya.

“Aku juga hantu sama seperti mu bukan?” tanya nya pada Taeyeon.

“Apa aku sudah mati?” lanjutnya, Taeyeon mengangguk.

“Maldo andwe. Aku tidak mungkin mati, aku tidak mau mati” Minah menangis terpukul dengan kenyataan bahwa dia sudah meninggal.

“Siapa yang memasang lampu ini” pria pengecek tali berteriak, dia berhasil mendapat perhatian Taeyeon lagi

“Aku” seorang pria gendut berambut cepak menjawab

“Tapi, Tapi aku sudah memasang kuat kuat lampunya kok. Sudah kuperiksa berkali kali juga” lanjutnya cepat cepat

“Tapi kenyataan nya stopper ini longgar?!” pria pengecek tali berteriak

“Sungguh, aku sudah mengecek nya berkali kali. Aku tidak tau kenapa bisa begini” pria gendut ini menunduk menangis ketakutan

Taeyeon merasa pria gendut itu tidak berbohong. Aura nya putih sama seperti Seohyun kemarin. Taeyeon kemudian menatap Minah, gadis itu masih sama menangisi kematianya. Dalam kondisi seperti ini Taeyeon tidak bisa mewawancarai gadis itu dan bertanya kronologis kejadian. Maka Taeyeon memutuskan untuk berkeliling mencari hal yang bisa dijadikan petunjuk. Taeyeon percaya ini bukan kecelakaan biasa.

“Apa ini?” Taeyeon memperhatikan kostum adegan terbang Minah dimana terdapat tali yang terkait di kostum itu

“Ini?” mata Taeyeon membulat. Setelah memperhatikan dengan seksama kostum tersebut ada sayatan aneh pada tali kabel, sepertinya dipotong dengan benda tajam.

“Jika tali ini putus pada waktu terbang, berarti … gadis itu, dia diincar seseorang. Ini bukan kecelakaan, ini pembunuhan!” simpul Taeyeon

Menyadari bahwa ini kasus pembunuhan, Taeyeon segera berlari ke arah stopper. Dia yakin ada jejak yang bisa dia temukan. Petunjuk untuk pemecahan kasus ini.

“Air” Taeyeon terkejut dengan hasil penemuanya

“Sudah kuduga, aku tau trik si pelaku” lanjut Taeyeon

“Tapi siapa? Apa pria pengecek tali tersebut? Dia bertindak terlalu mencurigakan?” ucap Taeyeon mempertimbangkan

“Bukan dia!”

Taeyeon menoleh, arwah Minah berdiri lagi dihadapanya. Menyatakan lantang bahwa pria pengecek tali yang diyakini Taeyeon sebagai pelaku bukan pelakunya.

“Kau sudah berhenti menangis?” tanya Taeyeon

“Lee Min Ki bukan pelakunya” tegas Minah

“Lee Min Ki?”

“Yang kau tuduh membunuhku, pria pengecek tali itu bukan pelakunya” Minah menunjuk Lee Min Ki

“Lalu, kau tau siapa yang membunuhmu?” tanya Taeyeon

“Tidak” Minah menunduk sedih

“Tapi aku yakin bukan Lee Min Ki pelakunya. Dia tidak mungkin melakukan itu padaku” lanjut Minah

“Karena?” Taeyeon bertanya lebih seduktif

“Karena kami saling menyukai. Jadi tidak mungkin dia membunuhku” jawab Minah

“Tapi aura pria itu abu abu. Jadi dia tidak seratus persen terbebas dari tuduhan” balas Taeyeon

Minah menatap Lee Min Ki. Yang dikatakan Taeyeon benar aura Min Ki abu abu.

“Aku bisa melihat aura?” Minah terperanjat.

“Ketika kita meninggal, kita bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang yang masih hidup. Tapi terkadang beberapa orang hidup juga bisa melihat hal hal seperti kita” Taeyeon memberi tahu.

“Jadi, kau seharusnya tau siapa yang membunuhku” kata Minah, Taeyeon menggeleng

“Beberapa saja. Beberapa hal yang diketahui orang mati tidak diketahui yang hidup, begitu pula sebaliknya. Orang mati juga tidak mengetahui semua hal, karena kita bukan Tuhan. Kita tidak tau bagaimana perasaan orang yang kita tinggal dan seperti kasus mu siapa yang membunuh kita”

“Tapi kita bisa melihat aura”

“Hanya itu, tapi aura bukan jaminan seratus persen ketepatan” jawab Taeyeon.

Minah terdiam. Dia sedang meresapi setiap kalimat yang diucapkan oleh Taeyeon. Minah menyadari betul sekarang kalau dia sudah mati. Dia mulai menerimanya sekarang.

“Kalau begitu aku mohon, cari tau siapa orang yang membunuhku” pinta Minah

“Tentu saja, kebenaran harus selalu diungkapkan” Taeyeon tersenyum

 

To be continued~

7 thoughts on “DESTINY – TAENY FANFICTION [CHAPTER – 3]

  1. annyeong…

    Taeng bener2 deh,jiwa detektive nya ga bisa diragukan😀 Apa semasa hidupnya dia adalah calon detektive? -yg tertunda- 0.o

    ‘Tapi masih ada satu kenangan di kepalaku yg lebih mengerikan daripada kecelakaan tadi’ « maksud ucapan mu Ppany? *ini pernyataan nya juga sedikit mengundang tanda tanya*

  2. wuah ini keren, dektektif hantu hihi, apakah tae akan menggunakan fany lagi untk mengungkap kasus ini, eiy tentu saja, fanykan sudah seperti kaki tangannya dalam setiap kasus.

    Yura aigo ada apa denganmu, jeruji telah menunggumu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s