DESTINY – TAENY FANFICTION [CHAPTER – 4]

Image

PS : Enjoy this, tinggalkan banyak jejak ^^

 

Tittle    : Destiny – Chapter 4

Author: Julay

Genre  : Fantasy, Romance, Comedy, Thriler

Cast     : Taeyeon, Tiffany, Seohyun SNSD

 

***

Author POV

 

Polisi datang bersamaan dengan Ketua Pertunjukan sesaat setelah Taeyeon mengatakan kesediaanya membantu Minah mencari pelaku pembunuhanya. Polisi mengecek keadaan jenazah Minah dan segera membawanya keluar untuk dilakukan otopsi di rumah sakit terdekat. Sementara ini polisi menyimpulkan bahwa kasus ini adalah kecelakaan tapi akan dilakukan investigasi selanjutnya.

“Silahkan hubungi pihak keluarga korban untuk izin persetujuan otopsi” ujar Inspektur Polisi kepada Ketua Pertunjukan. Ketua Pertunjukan mengangguk mantap

“Baiklah” katanya.

“Semuanya tolong dengarkan ini” Ketua Pertunjukan memberi pengumuman kepada seluruh pemain, staff dan team dari pertunjukan tersebut.

“Karena kecelakaan ini, pertunjukan tak bisa dilanjutkan. Drama ini akan dihentikan” lanjutnya.

Para pemain, staff dan team hanya mengangguk pasrah. Apa boleh buat, pikir mereka. Tidak mungkin melanjutkan pertunjukan setelah kecelakaan seperti ini.

“Tunggu dulu” suara seseorang berteriak.

“Yura …” kata Ketua.

“Jangan hentikan pentas ini” cegah Yura.

“’THE TAIL OF THE METEOR’ ini pernah disaksikan Minah di Broadway lima tahun lalu. Dia menjadi artis karena menginginkan peran dalam drama ini. Drama ini adalah impianya” cerita Yura.

“Kita tidak boleh mengakhirinya begitu saja. Demi Minah tolong lanjutkan pertunjukan ini” lengkapinya.

“Tapi, kalau pemeran utamanya sudah tidak ada …” ucapan Ketua terpotong dengan perkataan Yura

“Biar aku yang menggantikan Minah. Aku hafal semua dialog dalam drama ini. Walau tidak sebaik Minah, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin” Yura meyakinkan Ketua

“Ayo kita lanjutkan!” salah seorang staff berteriak, kemudian para staff serta pemain lain pun ikut menyetujui ide Yura.

“Baiklah kita lanjutkan pertunjukan ini demi Minah” putus Ketua.

Semua pemain dan staff terharu mendengar keputusan Ketua. Arwah Minah yang berada disitu pun ikut terharu mendengar anggota musical ini masih menghargainya bahkan melanjutkan pertunjukan demi dirinya.

“Mereka baik sekali” Minah terharu

“Minah, siapa nama gadis itu?” Taeyeon menunjuk seseorang

“Yura. Waeyo?” jawab Minah

“Kau lihat auranya” Taeyeon menoleh ke Minah memberi perintah supaya Minah melihat Aura milik Yura.

Dan …

Minah tercekat. Aura Yura hitam sangat pekat. Penuh kebencian dan kejahatan. Bagaimana mungkin orang sebaik Yura memiliki aura seperti itu.

“Apakah kau berpikir Yura adalah orang yang membunuhku?” tanya Minah pada Taeyeon. Taeyeon mengangguk

“Kurasa dia orangnya” ungkap Taeyeon.

“Tidak! Yura sangat baik. Dia bahkan tidak marah saat aku merebut peran ini darinya. Padahal dia tau aku menyuruh Appa ku menyogok Ketua. Dia tidak mungkin membunuhku” elak Minah

“Kau merebut peran utama darinya?” Taeyeon kaget atas pernyataan Minah. Minah menjawab dengan anggukan kecil.

Taeyeon membekap mulutnya sendiri. Hal yang selalu dilakukanya saat dia sedang berpikir keras.

“Gadis itu Yura, dialah pelakunya. Motif dan gelagatnya sempurna. Dengan trik yang dilakukanya dia bisa membunuh walaupun berada di ruangan lain. Tapi, apa buktinya? Apa bukti otentik gadis itu pelakunya? Aku harus mencarinya!” batin Taeyeon.

Taeyeon lalu bergerak dari sisi Minah mulai mencari bukti. Pasti ada bukti yang tertinggal. Taeyeon meyakini itu. Taeyeon kembali mengecek ke sekitar stoppler. Dia berjongkok mencari ke sudut sudut sekitar stoppler mungkin ada kancing baju, rambut atau hal lain yang tidak sengaja tertinggal. Saat tengah mencari tanpa sengaja Taeyeon menyenggol sebuah papan lampu dan mengakibatkan lampu yang tadinya mati menjadi menyala. Cahaya yang dikeluarkan lampu tersebut kemudian memunculkan bukti yang dicari Taeyeon.

“Ini …” kata Taeyeon melihat sebuah tetesan cat di dekat stoppler yang bercahaya putih karena sorotan lampu.

 “Cahaya ini” Taeyeon membulatkan mata.

“Bukankah, ini cahaya waktu itu” ucap Taeyeon seorang diri.

Menyadari suatu hal bahwa dia sudah menemukan bukti otentik Taeyeon terkekeh.

“Baiklah, sekarang hanya perlu mencari Tiffany” katanya

 

***

Baru saja aku menikmati kebebasan dengan tidak ada seekor hantu yang menguntitku. Kim Taeyeon dia kembali. Bahkan lebih buruknya dia membawa seorang pengikut, hantu baru. Arwah si gadis yang meninggal kejatuhan lighting pemeran utama musical yang tidak selesai kutonton.

“Bukankah tadi kau bilang mengijinkanku untuk kembali” Taeyeon berucap padaku. Mungkin dia paham dengan makna tatapan mataku.

Yeah, aku membiarkan dia kembali kesisiku tapi tidak untuk selamanya dan bukan berarti dia membawa hantu baru, arwah orang yang baru saja meninggal menjadi pengikutinya dan menempel kepadaku. Apa yang dipikirkan pria pendek itu sih.

“Kau harus membantuku. Gadis ini, maksudku dia meninggal bukan karena kecelakaan tapi seseorang membunuhnya. Jadi …” ucapan Taeyeon terhenti karena aku melotinya

“Maksudmu, aku harus menjadi penerjemah, perantara kepada mereka dalam mengungkapkan kenapa gadis ini dibunuh seperti yang aku lakukan kemarin di sekolah ha?!!?” sentaku mengerti tujuanya, tanpa sadar aku keceplosan.

“Kau kenapa?” Seohyun yang sedari tadi diam merasa kaget. Jelas aku berteriak secara mendadak.

“Hehehe, aku sedang berakting. Kau tau kan?” alasan yang sama ku ucapkan. Entalah seperti apa diriku dimata Seohyun.

“Kau aneh” Seohyun tertawa kecil.

“Selalu berbicara sendiri dan mengatakan berakting. Lucu sekali” lengkapi Seohyun. Baiklah dia mengatakan ku aneh dan lucu. Memangnya aku apa? Minions. Aneh tapi lucu, begitu.

“Kalau kau tidak mau menolongku akan kubuat teman mu itu menganggapmu aneh dan jauh dari kata lucu” ancam Taeyeon.

Kau berani mengancamku? Lagi? Oh Jesus! Aku benar benar harus mengirim hantu satu ini ke neraka secepatnya setelah pulang dari sini, setelah tidak ada Seohyun disisiku.

“Kau mau tidak?” tanya nya, aku menggeleng.

“Memangnya sapa kau mengancam Hunter seperti ku” aku berkata lirih membalasnya.

“Eonnie, aku mohon bantu kami. Hanya kau yang bisa membantu mengungkapkan kalau yang terjadi padaku bukan kecelakaan. Seseorang membunuhku. Jebal” sekarang hantu baru itu ikut merengek padaku. Eonnie? Memangnya aku kakak mu apa? Kau bahkan lebih tua.

“No” ucapku menegaskan.

“Baiklah kalau kau tetap tidak mau” ucap Taeyeon. Yeah dia sadar juga akhirnya.

Tapi, tidak seperti yang kumaksud. Taeyeon dia. Sekarang sedang memainkan rambut Seohyun. Dia menarik rambutnya ke atas. What? Apa sih yang hantu pendek ini mau? Bagaimana kalau Seohyun sadar dan kaget melihat rambut nya yang tiba tiba berdiri semua. Karena dijahili hantu pendek udik. Apa ini caramu menggertaku?

“Baiklah” cepat cepat ku setujui permintaanya sebelum Seohyun sadar apa yang terjadi pada rambutnya.

Gadis yang baru saja jadi hantu disebelahku bersingut kesenangan mendengar aku setuju menolongnya. Mereka membuatku tidak punya pilihan.

“Seo …” panggilku. Seohyun menaikan alisnya, menanti kalimatku selanjutnya.

“Sepertinya dompetku tertinggal di dalam” aku berbohong padanya.

“Apa? Terus bagaimana?” Seohyun bingung.

“Aku harus mengambilnya” jawabku.

“Tapi bukankah kita dilarang masuk kedalam” Seohyun mengingatkan ku suatu hal penting.

“Yeah, aku akan mengatakan kalau dompetku tertinggal. Dan, aku harus mengambilnya supaya bisa pulang” aku mulai mengarang – ngarang.

“Kau tunggu disini saja atau lebih baik kau pulang duluan saja” lanjutku memberi saran pada Seohyun. Seohyun menggelengkan kepalanya, dia menolak.

“Tidak, aku akan menemanimu. Kita datang bersama sama, pulang pun harus bersama” katanya tersenyum.

Yeah, dia benar. Tapi ini akan semakin menyusahkan ku menyusup kembali ke panggung. Huhf, apa boleh buat. Sepertinya aku memang tidak punya banyak pilihan.

 

***

Author POV

 

Tiffany menemui salah satu petugas dengan Seohyun bersamanya. Dia mengatakan bahwa dompet miliknya tertinggal di dalam dan ia harus mengambilnya supaya dia bisa pulang ke rumah. Petugas itu mengijinkan Tiffany serta Seohyun masuk kembali ke dalam gedung pertunjukan. Tapi dia akan menemani mereka masuk dan mengambil dompet tersebut. Sepanjang perjalanan menuju tempat duduknya tadi. Tiffany memikirkan cara agar dia bisa kabur dari pengawasan penjaga di belakangnya dan pergi ke belakang panggung. Memberitahukan kalau yang terjadi pada Minah bukan kecelakaan tapi pembunuhan.

“Seo …” Tiffany berbisik.

“Hmm …”

“Saat kuhitung 1, 2, 3 . Pada hitungan ke tiga segera lari secepat mungkin naik menuju panggung dan pergi ke belakang tirai” perintah Tiffany.

“Tapi untuk apa?” Seohyun bingung.

“Satu”

“Tiff, kenapa aku harus?”

“Dua”

“Jelaskan kenapa kita harus lari kesana”

“Tiga!!” Tiffany segera berlari secepat yang dia bisa. Seohyun yang bingung melihat Tiffany berlari serta merta menyusul Tiffany.

“Heyy kalian!!” teriak petugas yang mengikuti mereka dari belakang.

Tiffany tidak mempedulikan teriakan petugas. Dia terus berlari menuruni tangga kursi penonton menuju panggung. Di belakangnya Seohyun mengikuti tanpa tau alasan mengapa dia harus berlari mengikuti Tiffany seperti ini.

“Hey!!!” teriak petugas semakin keras sambil berusaha mengejar Tiffany dan Seohyun. Tapi petugas itu gagal. Tiffany dan Seohyun berhasil menuju panggung. Mengagetkan semua orang dengan kedatangan mereka berdua.

“Siapa kalian?” Lee Min Ki, pria pengecek tali bertanya kepada Tiffany dan Seohyun.

“Detektif dari barat” jawab Tiffany terengah engah.

“Aku temanya” sambung Seohyun, membuat semua orang yang berada disitu bingung dan bertanya tanya.

“Dasar kalian, berani sekali menipu seperti tadi! Ayo tinggalkan panggung ini” petugas yang mengejar Tiffany dan Seohyun tiba pula di panggung. Dia membentak kasar pada kedua gadis tersebut.

“Tunggu, sebenarnya siapa kalian? Kenapa kalian disini?” Lee Min Ki menanyakan sekali lagi.

“Tiffany Hwang, imnida” jawab Tiffany.

“Tiffany?” salah satu orang dari kerumunan itu berteriak.

“Appa … “ Tiffany kaget, ternyata Appa nya yang memanggil namanya. Appa Tiffany adalah Inspektur Polisi yang bertugas menangani kasus ini.

“Sedang apa kau disini?” tanya Appa nya.

Tiffany bingung menjawab pertanyaan Appa nya. Kenapa Appa nya harus berada disini? Kenapa harus Appa nya yang menangani kasus ini? Tidak mungkin Tiffany mengatakan kalau dia disini karena seorang hantu mengancam nya. Bahkan Appa nya masih tidak percaya Tiffany bisa melihat hantu. Semakin runyam.

“Gadis pemeran utama itu, Minah. Yang terjadi padanya bukan kecelakaan, dia dibunuh seseorang” kata Tiffany yang langsung mendapat sambutan ricuh dari semua orang disitu.

“Apa kau bilang? Jangan berkata sembarangan!” bentak Lee Min Ki emosi

“Tidak, aku …” kalimat Tiffany terputus oleh ucapan Appa nya.

“Tiffany sebaiknya kau pulang. Biar Appa yang mengurus ini” kata Appa Tiffany.

“Tidak Appa! Kau harus percaya ucapan ku Shin Minah dia dibunuh”

“Tiffany dengar Appa mu!”

“Tidak Appa yang dengar, gadis itu benar benar dibunuh. Aku tau siapa pelakunya, kau harus mengijinkan aku memberi tau semua. Jika tidak arwah gadis itu tidak tenang” ucapan Tiffany ini semakin memancing keributan antara pemain serta staff yang berada disitu.

“Ajusshi, kemarin Tiffany menyelamatkan nama baik ku dari tuduhan pencurian di sekolah. Aku yakin Tiffany juga bisa membantu disini” Seohyun yang awalnya tidak mengerti apapun kini turut ambil suara. Dia paham sekarang tujuan Tiffany mengajaknya kembali ke tempat ini sekarang.

“Kami bahkan memanggilnya ‘detektif dari barat’” Seohyun menambahi keteranganya untuk lebih meyakinkan Appa Tiffany.

“Appa, kumohon. Aku tau siapa pelakunya” Tiffany merengek.

Appa Tiffany menghela nafas. Dia tidak ingin putri nya terlibat dalam urusan seperti ini. Dia juga tidak yakin betul yang dikatakan Tiffany benar atau tidak. Walaupun teman Tiffany sudah memberikan kesaksian. Tapi kasus ini jauh lebih berat.

“Biarkan saja dia” tanpa ada yang menduga Ketua Pertunjukan berkata.

“Ketua, kita tidak mengenal gadis itu dan …” ucapan Yura tak tersampaikan dengan baik.

“Aku juga punya keyakinan kalau kasus ini bukan kecelakaan biasa” terang Ketua.

“Tapi ketua …” Lee Min Ki protes.

“Inspektur Hwang, biarkan putri mu menjelaskan pada kita disini. Semuanya yang dia ketahui”

 

***

Baiklah, pria itu sudah memberiku kesempatan mengungkapkan ini semua. Aku menoleh ke arah Taeyeon, dia mengangguk kecil, meyakinkan ku. Sungguh, aku ingin sekali menonjok wajahnya karena sudah membuatku terjebak dalam situasi seperti ini. Kenapa hanya karena ancaman seperti itu aku menjadi lemah. Kau Hunter Tiff, ingat itu.

“Jadi bagaimana?” Ketua itu berkata, membuat ku merangkak keluar dari lamunanku.

Kuhirup udara sebanyak yang aku bisa. Aku melihat Taeyeon, tanganya menunjuk salah seorang gadis dan dia berkata padaku

“Yang terjadi pada Shin Minah bukan kecelakaan, dia dibunuh. Dan orang itu adalah dia, Yura”

 

***

Author POV

 

Semua orang terkejut bukan main saat Tiffany menudingkan tangan nya dan berkata bahwa Yura adalah pelaku pembunuhan Minah.

“Kau jangan bicara sembarangan, dia ada bersama ku dan staff lain di ruang tunggu saat lighting itu jatuh menimpa Minah” Lee Min Ki mencela Tiffany.

“Tentu saja dia harus bersama mu dan yang lainya. Dia sudah mempersiapkan itu sebagai alibi”

“Yaak! Kau jangan berkata sembarangan. Bagaimana bisa aku menjatuhkan lampu itu kalau aku berada di ruang tunggu bersama yang lainya” Yura membela dirinya dengan emosi yang menggebu gebu.

“Tentu saja bisa kau hanya perlu melonggarkan stoppler nya dan lampu nya akan jatuh” jawab Tiffany.

“Stoppler nya memang longgar, tapi bagaimana bisa Yura melonggarkan stoppler nya sementara dia ada bersama kami menyaksikan adegan solo Minah di ruang tunggu. Apa kau mau bilang Yura ada di dua tempat sekaligus” Lee Min Ki beragumen.

“Aniya, dia memang berada di ruang tunggu dan aku tidak mengatakan Yura ada di dua tempat sekaligus” balas Tiffany.

“Jadi maksudmu?”

“Dia menggunakan trik sederhana pada stoppler itu” jelas Tiffany.

“Trik macam apa maksudmu?” Ketua Pertunjukan ikut penasaran.

“Es Batu. Dia memanfaatkan balok es untuk melaksanakan trik ini” kata Tiffany.

“Yura, dia menempatkan kedua balok es pada kedua sisi stoppler sebagai penahan stoppler yang memang sengaja sudah di longgarkan dari awal. Yura sudah memperhitungkan kalau balok es itu akan mencair saat adegan solo Minah. Jika es mencair, maka penahan stoppler yang longgar sudah tidak ada. Akibatnya brugg … lampu itu akan jatuh, dan menimpa Minah” lanjutnya.

“Dengan menggunakan trik ini dia bisa membunuh Minah sambil tetap berada di ruang tunggu” akhiri Tiffany.

“Apa maksudmu? Jangan mengatakan hal aneh. Kau bahkan tak punya bukti aku pelakunya” elak Yura dengan emosi semakin menjadi.

“Kau bisa mengeceknya stoppler nya kalau tak percaya, ada air sisa dari es yang sudah mencair” tantang Tiffany.

“Dan juga, bukti lain yang otentik. Cat yang dilumurkan ke badan mu itu. Cat itu dilumurkan supaya jika terkena sorot lampu dengan sinar ultra violet kau bisa bercahaya saat pertunjukan. Cat itu juga berada di dekat stoppler” Tiffany menyambung lagi.

“Jika memang kau tidak kesana untuk menaruh balok es, mengapa ada sisa cat seperti milikmu berceceran disana. Kau tidak percaya ucapanku? Kau bisa mengeceknya sendiri” Tiffany menelan ludah mengakhiri ucapanya. Dilihatnya Taeyeon tersenyum disudut bibir seperti seorang yang puas.

“Huh, benar. Aku yang melakukanya” Yura mendengus.

“Yura, kenapa kau?” Ketua pertunjukan tak menyangka.

“Aku bahkan menyiapkan dua rencana untuk membunuhnya” aku Yura.

“Jadi kau yang mengiris tali kabel di kostum terbang Minah?” Lee Min Ki bertanya. Yura menatapnya seperti bertanya ‘dari mana kau tau’ .

“Aku melihat irisan itu pada saat mengecek tali Minah” aku Lee Min Ki.

“Kau tau juga?” Ketua kaget mendengar pengakuan Min Ki.

“Aku hanya tau tali itu teriris, tapi aku tidak tau pelakunya siapa. Ternyata itu kau!” Lee Min Ki membentak Yura.

“Kenapa kau melakukan itu pada Minah? Kenapa kau membunuhnya? Dia tidak mempunyai kesalahan apapun. Kau wanita iblis!!” umpat Lee Min Ki.

“Kau bilang dia tidak punya kesalahan? Dia punya banyak! Dia menyogok mu, Ketua. Dengan uang nya supaya dia bisa memerankan pemeran utama. Peran yang seharusnya untuk ku. Hanya karena dia punya uang lebih banyak daripada aku dia bisa mendapatkan peran yang seharusnya untuk ku. Dia bahkan masih bersikap munafik dengan pura pura meminta maaf padaku!” Yura bercerita seperti orang kesetanan.

“Aku tidak berpura pura. Aku tulus! Kau jahat, kau kejam!” arwah Minah disitu membalas teriakan Yura, tapi tak ada yang bisa mendengarnya kecuali Taeyeon dan Tiffany.

“Kau juga Lee Min Ki. Kau tidak memberi tau tentang irisan di tali itu karena kau juga menginginkan dia mati kan? Kau senang gadis itu mati kan? Kau hanya mendekatinya karena menginginkan uang nya aku tau itu”

PLAK …

Lee Min Ki menampar Yura dengan keras.

“Kau keterlaluan! Aku tidak memberi tau irisan itu karena aku takut semua orang menuduhku” jelas Lee Min Ki.

“Aku sungguh menyukainya, aku menyukai Shin Minah. Kau tau itu” tegas Lee Min Ki dengan sebulir air mata menetes dari pelupuk matanya.

 

***

Selama ini ku kira hantu adalah hal paling mengerikan tetapi manusia itu jauh lebih mengerinkan. Karena beberapa alasan sederhana manusia bisa membunuh dan kemarin teman sendiri bisa saling menjatuhkan.

“Tiffany”

Aku menoleh menemukan Appa ku memanggil namaku.

“Dae, Appa” jawabku.

“Appa akan membawa pelaku itu ke kantor. Kau pulanglah dulu nanti Appa akan memasak makanan favoritmu” jelas Appa.

“Appa bangga padamu” Appa menepuk pundak ku pelan dan tersenyum. Setelah itu Appa pamit padaku dan juga Seohyun yang berada di sebelahku.

“Tiffany, kau benar benar daebak!!” Seohyun meluapkan kekaguman nya berlebihan.

“Bagaimana bisa kau mengetahui itu semua? Kau bahkan tidak mengecek di tempat itu”

Kalau kau kuberitau bagaimana aku bisa mengetahui semuanya. Kau tidak akan percaya pada ucapanku.

“Aku hanya memikirkanya, kau perlu tau aku sering membaca cerita detektif dan juga Appa ku seorang polisi jadi itu bakat warisan” ucapku sembarangan dan bisa kutebak dari sinar matanya dia mempercayai ucapanku. Bagaimana bisa ada gadis sepolos kau sih?

“Kau hebat Tiffany” Seohyun memeluk ku erat, berjingkak jingkak kesenangan.

“Kau terlalu melebihkan” balasku.

Seohyun melepas pelukanya. Lalu dia menatapku dengan matanya yang berbinar dan wajah yang menyunggingkan senyuman. Apa ini? Kenapa aku merasa dia mempunyai suatu ide konyol.

“Tiffany, bagaimana kalau aku membuat membuat blog detektif jadi kau menerima jasa penyelesaian kasus. Aku bisa jadi tangan kanan mu” tepat sekali seperti dugaanku.

“Jangan konyol deh” ucapku.

“Ayolah, kau bisa terkenal kalau memecahkan banyak kasus. Semua orang akan mengenal Tiffany si detektif dari barat. Kau juga akan mendapat uang imbalan atas jasa penanganan kasus mu dan juga …….” dan Seohyun pun terus mengoceh seputar ide gilanya.

 

***

Author POV

 

“Terimakasih” Minah menundukan kepala kepada Taeyeon.

“Bantuan ku tidak ada artinya tanpa Tiffany” balas Taeyeon. Minah tersenyum setuju dengan ucapan Taeyeon.

“Aku akan mengucapkan terimakasih padanya juga” ungkap Minah.

“Kedua gadis itu mempunyai aura yang putih bersih” mata Minah kini menatap Seohyun dan Tiffany yang berada disebrangnya sibuk berbincang bincang.

“Tapi gadis yang bernama Tiffany, cahaya dari aura nya sangat terang. Seperti cahaya surga” kata Minah tersenyum.

“Mungkin karena dia seorang Hunter” Taeyeon memberi tau.

“Hunter?”

“Seseorang yang bisa melihat hal hal seperti kita. Mereka bahkan bisa mengirim kita kembali kesana jika mereka mau” Taeyeon menunjuk langit dalam penjelasanya.

“Semacam dukun atau paranormal?”

“Sebut saja seperti itu” Taeyeon mengangguk.

“Tapi dia tidak mengirimu kembali kesana” kata Minah.

“Jangan salah. Dia sering membentaku, mengancam akan mengirimku ke neraka karena aku terus menerus mengganggunya” cerita Taeyeon.

“Dan kau tidak takut?”

“Untuk apa, kita bahkan sudah pernah merasakan kematian. Apa yang perlu ditakuti” jawab Taeyeon enteng.

“Tapi Taeyeon sshi, kenapa dia tidak mengirimu kesana”

“Maksudmu?” Taeyeon tidak mengerti maksud Minah.

“Bukankah dia sering berkata akan mengirimu ke neraka. Tapi tidak sekalipun dia melakukanya, bahkan karena gertakan sepelemu dia mau menuruti mu. Kau tidak merasa ada yang aneh dengan itu?”

Taeyeon tak membalas pertanyan terakhir Minah. Dia baru menyadari hal itu saat Minah mengatakanya. Dia sendiri pun tak tahu. Kenapa Tiffany tidak segera mengirim nya ke neraka? Padahal ada banyak waktu dimana Tiffany bisa merealisasikan ucapan nya. Kenapa Tiffany menuruti nya dengan gertakan kecil padahal dengan kemampuan nya sebagai Hunter dia bisa melawan dan menaklukan Taeyeon kapan saja. Taeyeon tak mengerti.

 

***

Aku membuka pintu kamarku dan mendapati hantu pendek joseon, Kim Taeyeon berdiri di dekat jendela kamarku menatapku dengan tatapan yang tak kusuka. Aku baru saja selesai makan malam dengan Appa ku. Memakan masakan favoritku dengan rasa yang sungguh payah. Aku juga baru saja melakukan upacara untuk mengirim Minah kembali ke langit. Dan sekarang berniat istirahat setelah seharian ini penuh ke kacauan. Tapi dia sepertinya akan menggagalkan niat ku ini.

“Apa kau sudah selesai dengan Minah?” tanyanya, aku malas menanggapi.

“Kau harus menjawab” paksanya.

“Sudah” aku bersuara pula akhirnya.

“Dia sudah pergi?” pertanyaan bodoh.

“Hmm” kujawab pendek.

“Ada yang mau aku tanyakan” katanya.

Aku menatap Taeyeon dengan kesal. Ada apa lagi sih? Apa dia tidak tau aku sangat capek.

“Katakan” aku mengiyakan.

 

***

Author POV

 

Taeyeon melepaskan sandaran nya di dinding. Dia mengambil langkah, berjalan ke arah Tiffany sedikit mendekatinya. Dia menatap Tiffany lurus, mempersiapkan kata kata yang ingin di ucapkanya.

“Tiffany …”

“Hmm ..” sahut Tiffany asal.

“Apa kau mengijinkan aku tetap disisimu?”

“Apa kau tertarik padaku?”

“Apa kau menyukaiku?”

 

To be continued~

 

12 thoughts on “DESTINY – TAENY FANFICTION [CHAPTER – 4]

  1. wew…. ahhh pas akhir akhir momentnya taeny bikin aku senyum senyum gaje hihi

    oh dan sekarang author apdetnya cepet (^o^)/ ye ye ye oke di tunggu apdetannya lagi thor

  2. annyeong…

    Hmm…. Bisa aja omongan Taeng itu bener,kalo Ppany menaruh hati sama Taeng. Cuma Ppany belum nyadar aja,karena ke tutup sama rasa kesel dia ke itu Hantu *lirik Taeng* :p

  3. akhirnya kasus sudah terungkap.

    Eiy seohyun, idemu mungkin sangat konyol untk fany, karna bukan dia yg melakukannya, jika kau membuatnya dan tae sdh pergi apa yg akn fany lakukan.

    Fany mungkin dia mulai merasakan sesuatu pada taeyeon hmm, menarik.

  4. nah loh? Tiffany ditembak Taeng (?) haha .. ^_^
    suka bgt sama ff satu ini. ditunggu lanjutan ny y, thor .. salam reader baru, maaf baru coment disini .. ditunggu cerita selanjutny ..🙂

  5. tertarik bgt ama cerita ff ini…. bikin penasaran, karena alurnya detective gt…. di tunggu kelanjutannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s