DESTINY – TAENY FANFICTION [CHAPTER – 6]

Image

PS : Finally! Ini chapter publish juga. Sebenarnya aku sudah menulis chapter ini lama hanya kurang sedikit di part akhir tapi baru sekarang bisa di publish. Ada beberapa hambatan sih, hehehe. Jeongmal Mianhe, tetap tinggalkan banyak jejak. Enjoy it ^^

Tittle : Destiny – Chapter 6
Author : Julay
Genre : Fantasy, Romance, Comedy
Cast : Taeyeon, Tiffany, Seohyun, Jessica SNSD

***
Apa aku tidak salah lihat? Apa aku sedang bermimpi? Ahh, tidak Tiffany. Kau tidak bermimpi. Lihat wajahnya, itu wajah yang sama. Sangat mirip. Pria yang dihadapan mu ini benar si hantu joseon pendek Kim Taeyeon itu. Tapi hey, kenapa setelah dia merubah penampilan seperti ini dia terlihat, hmm seperti apa yah. Rambut brown mahgony nya yang hangat serta jeans, kaos putih dan jaket denim hitam nya. Dia terlihat tampan. Aah, tidak. Dia sedikit lebih baik, yah seperti itu. Tidak lebih dari ‘sedikit terlihat lebih baik’.
“Ada apa?” dia bertanya lagi, dan baru kusadari kalau dia punya mata bulat sempurna yang indah. Shit, jangan mulai lagi Tiffany.
“Kau merubah penampilanmu?” entalah, tanpa kusadari ucapan itu terlontar dari mulutku.
Taeyeon hanya tersenyum dengan tangan yang menggaruk garuk kepala. Dia sedang berpikir untuk membalasku, aku tau itu.
“Ada yang memaksaku merubah penampilan” jawabnya.
“Baguslah, orang itu punya selera yang baik” kusampaikan pendapatku dengan jujur. Bukan berarti aku senang dengan penampilan baru Taeyeon hanya berpendapat itu lebih baik. Tidak ada salahnya kan berpendapat?
“Jadi ada apa? Kenapa kau mencariku dan berteriak teriak seperti itu?”
Aku mengunci mulut rapat mendengar pertanyaan Taeyeon. Memikirkan alasan yang tepat dan cara menyampaikan yang baik. Supaya aku tak terkesan menyuruh dia kembali setelah kemarin aku mengusirnya.
“Aku tak menyangka kau pergi mencari ku. Aku kira kau senang melihat aku pergi” dia melanjutkan ucapanya. Yeah, aku senang kau pergi tapi untuk beberapa saat saja. Dan sekarang aku membutuhkan bantuan mu, tidak lebih.
“Aku ingin meminta bantuan mu” jelasku.
“Bantuanku? Dalam hal apa?” alisnya terangkat menanti ceritaku lebih lanjut.
“Ada seorang anak yang keluarganya diculik. Aku ingin kau membantu menemukan korban penculikan itu” terangku.
Taeyeon berpikir, dia diam cukup lama membuatku harus menahan nafas sejenak. Terlalu tak sabar menunggu ia membalas.
“Aku kira setelah kau mengusirku, kau tidak ingin menemuiku lagi. Kau bilang tak suka melihat wajahku” dia membalas seperti itu.
“Yeah, memang. Tapi ini dalam situasi berbeda. Coba mengertilah. Aku tak mungkin repot repot pergi mencarimu, meneriakan nama mu setelah sebelumya aku mengusirmu. Apalagi kau tau aku senang jika kau pergi dan tak muncul di hadapanmu” aku berhenti sejenak.
“Jika aku melakukan ini semua, itu karena ada masalah penting dan hanya kau yang bisa menyelesaikan nya. Aku bukan tipe orang yang memungut kembali sesuatu yang sudah dibuang jika tidak terjadi sesuatu yang mengharuskan aku melakukan itu” akhiriku.
“Jadi bagimu aku barang yang ingin kau pungut kembali setelah kau buang” dia membalas.
Oh God, apa yang dipikirkan nya saat ini? Apa maksudnya dia berkata seperti itu? Kenapa dia menyimpulkan seakan aku melakukan hal yang jahat? Aku hanya membutuhkan bantuan nya, itu saja. Dan itu terpaksa.
“Aku hanya perlu kau membantuku” perjelasku.
“Karena terpaksa …” tebaknya, darimana dia tau kalau ini terpaksa? Apa dia bisa membaca pikiran?
“Darimana kau tau?” tanyaku.
“Hanya menduga, dan ternyata benar” jawabnya enteng.
Aku masih ragu atas jawabanya. Tapi kurasa itu jujur. Tidak mungkin kan dia punya kemampuan membaca pikiran. Ini hanya pikiranku yang mengada – ada.
“Jadi kau mau membantuku?”
Dia diam kembali. Kali ini lebih lama dari sebelumnya. Kenapa dia selalu melakukan ini. Apa tidak bisa menjawab dengan cepat. Kenapa suka membuat orang menunggu.
“Maaf, aku tidak bisa” Taeyeon berucap akhirnya.
Apa? Apa yang dia bilang? Tidak bisa.
“Yaak!!” aku merutukinya.
“Kau tidak bisa memaksaku, aku tidak ingin membantumu” dia menolak.
Aku mendengus mendengarnya, bahkan gigiku bergemeletuk. Bagaimana bisa dia menolak begitu saja?
“Kenapa kau tak mau? Selama ini kau memaksaku bahkan mengancamku untuk menuruti perintahmu. Menjadi boneka penerjemah. Sekarang aku hanya membutuhkan bantuan kecil kau keberatan? Setelah semua yang kau lakukan padaku?” aku menghujani nya dengan kata kata.
“Setelah semua yang kulakukan apa?” dia seakan tak mengerti maksudku.
“Yaah, menjadi boneka penerjemahmu. Dengan kasus kasus itu” kubuat dia mengerti.
“Aku tetap tidak bisa” Taeyeon menegaskan lagi.
“Why?”
Again, dia berpikir dalam diam cukup lama. Aku sudah muak dengan kelakuan nya ini.
“Katakan kenapa!?” tuntut ku.
“Karena aku bukan barang yang kau buang lalu kau pungut lagi” jawabnya.
“Kim Taeyeon ssi, kumohon jangan buat aku frustasi. Aku tidak menilaimu seperti itu” aku menghela nafas berat.
“Tidakah kau mengerti? Walau aku mengatakan bukan tipe orang yang memungut sesuatu yang sudah dibuang dan membutuhkan bantuanmu karena terpaksa. Tapi setidaknya kau tau. Kalau sekarang aku sedang memohon, dan … aku sudah membuang harga diriku. Sebagai Hunter karena memohon pada seorang hantu untuk membantunya” kulanjutkan kalimatku semampu yang bisa aku ungkapkan.
“Pada intinya, aku memintamu kembali lagi padaku. Aku batal mengusirmu” terucap sudah semua yang seharusnya tak ku ucapkan.
“Aku sungguh membutuhkan bantuanmu. Kau harus menolong anak itu, kumohon”

***
Author POV

Taeyeon membaca sekali lagi surat petunjuk yang sengaja ditinggal si pelaku untuk keluarga korban.
Untuk Park Myung Soo istrimu Jung Hae Ra kuculik. Kalau ingin menolongnya, bawa uang tebusan 1 juta Won ke tempat dalam foto ini.
Kalau kau tidak datang tanggal 3 Agustus sebelum matahari tenggelam, nyawa istrimu melayang!
Jangan lapor polisi! Kalau tidak, aku tidak menjamin nyawa istrimu selamat.
“Apa kau dapat sesuatu?” Tiffany berbisik lirih pada Taeyeon.
“Ya, tapi kurasa belum semuanya” balas Taeyeon.
Tiffany mengangguk kecil, mencoba bersabar menunggu jawaban kejelasan kasus ini dari analisa Taeyeon. Saat ini Taeyeon, Tiffany, Seohyun dan Park Soo Ra (gadis kecil yang mengadu pada Seohyun bahwa Ibu nya diculik) tengah berada di apartemen keluarga nya.
Hari itu, Park Soo Ra pulang lebih awal dari jadwal studi wisata yang diadakan sekolahnya. Gadis 9 tahun itu terpaksa pulang lebih awal karena salah satu gurunya mengalami musibah. Soo Ra pulang ke rumah dan menemukan sepucuk surat yang menyatakan bahwa Ibu nya diculik. Ayah Soo Ra, Park Myung Soo saat ini sedang berada diluar kota dan baru pulang sekitar tanggal 4 Agustus. Karena takut menghubungi polisi, Soo Ra akhirnya meminta bantuan pada Seohyun. Kakak penjaga Toko Mainan langganan nya. Soo Ra tau bahwa Seohyun sedang menerima jasa dalam kasus kriminal karena Seohyun sering bercerita tentang kegiatanya mengurus blog.
“Disurat ancaman nya tidak tertulis alamat tempat uang harus dibawa. Yang ada cuma foto. Berarti Ayah Soo Ra tau tempat ini. Bukan kah seperti itu?” Tiffany menanyakan pendapat Taeyeon atas analisis nya. Taeyeon mengangguk.
“Kurasa juga seperti itu” jawabnya.
“Baiklah akan kuselidiki tempat dinas Ayah nya dan menghubunginya” lanjut Tiffany bersemangat.
Tiffany berlari kecil menuju meja telepon. Dia membalik beberapa halaman buku telepon dan berikutnya menekan beberapa angka. Tiffany menutup telepon itu setelah pembicaraan singkat berlangsung.
“Kau sedang apa?” Seohyun heran melihat Tiffany yang mendadak menggunakan telepon.
“Aku mencoba menghubungi kantor dinas Ayah Soo Ra. Mereka mengatakan Ayah nya dalam perjalanan pulang dan susah dihubungi” jelas Tiffany.
“Lalu?” Seohyun mengerutkan alisnya tak mengerti.
“Kalau begini susah menanyakan tempat itu pada Ayah nya. Handphone Ayah nya pun susah dihubungi. Padahal waktu kita tak banyak lagi” Tiffany mencerna ucapan nya sendiri. Peluangnya semakin kecil.
“Kau bilang Ayah Soo Ra tau tempat itu, apa dirumah ini tidak ada petunjuk?” Seohyun berpendapat.
“Kau benar” Tiffany membenarkan.
“Soo Ra, apa kau bisa menunjukan Album Foto milik keluargamu pada kami?” Tiffany meminta izin pada Soo Ra, gadis itu mengangguk lalu mengantarkan Tiffany dan Seohyun ke kamar Mama nya tempat dimana Album Foto itu berada.
“Ranjang nya cuma satu dan kecil? Apa kamar Mama dan Papa mu pisah?” selidik Tiffany begitu melihat kondisi kamar yang di datanginya itu.
“Yaa! Tiffany, kenapa kau bicara seperti itu!?!” Seohyun merutuki Tiffany karena tak bisa menjaga ucapan.
“Gwenchana eonni, memang seperti itu keadaanya. Papa sibuk kerja, sering pulang terlambat. Katanya tidak baik membangunkan Mama atau menganggu Mama malam – malam. Itu sebabnya kamar tidur dibuat terpisah. Tapi aku tahu Mama tidak tidur, dia selalu menunggu Papa sampai pulang. Mama selalu kesepian, mungkin mereka akan bercerai …” cerita Soo Ra.
“Ani, Soo Ra. Kau tidak boleh berpikiran seperti itu” Seohyun tersenyum pada Soo Ra karena gadis itu terlihat mulai sedih.
“Yang penting kita harus menolong Mama mu” lanjut Seohyun, Soo Ra mengangguk bersemangat.
“Dae” jawabnya.
Soo Ra lalu mengambilkan beberapa Album Foto yang disimpan dalam lemari pakaian Mama nya. Sementara Seohyun dan Tiffany sibuk mencari cari foto yang bisa menunjukan tempat dimana Ibu Soo Ra disekap. Taeyeon berkeliling ruangan dan mulai melakukan penyelidikan nya sendiri. Perhatian Taeyeon terhenti pada sebuah buku. Buku jadwal pemberangkatan kereta.
“Ketemu!!!” pekik Seohyun.
“Lihat tempat nya sama kan? Baca tulisan nya “Di Busan bersama Myung Soo dan lainya” Pasti benar, Mama mu berada di Busan sekarang!” Seohyun menggebu gebu dengan penemuanya.
“Ayo cepat kita susul Mama kesana Eonni!” rengek Soo Ra. Tiffany merespon dengan anggukan pelan.
“Tulislah Memo untuk Ayah anak ini. Kalau pun kita salah arah, pasti Ayah nya bisa menemukan jalan yang benar” kata Taeyeon.

***
Kami tiba di Busan sore hari. Matahari belum tenggelam, aku merasa lega karena nya. Seohyun menanyakan foto yang ada pada surat petunjuk pada petugas stasiun dan untunglah petugas itu mengenali tempatnya. Tempat itu cukup terkenal, itu katanya.
Tanpa membuang waktu aku, Seohyun dan Soo Ra segera menuju tempat itu. Aku sedikit kesal dalam perjalanan ini. Apalagi kalau bukan karena Kim Taeyeon. Yeah, kau tau. Dia tidak terlihat exicted sama sekali. Bahkan dia nampak enggan. Apa dia tidak ikhlas menolongku? Aku meminta bantuan nya tanpa memaksa dia sama sekali. Sementara dia selalu memaksa ku menuruti keinginan nya menjadi penerjemah. Dia bahkan mengancamku. Hantu itu sungguh menyebalkan!
“Kita sampai. Lihat itu, tempat itu mirip sekali dengan di foto!” Seohyun menunjuk sebuah bangunan kecil bercat hijau tosca.
“Sama dalam foto, tidak salah lagi. Pasti itu tempatnya” dia melanjutkan.
“Ayo kita kesana” Soo Ra merengek kembali.
“Ani, kita tunggu disini. Bahaya jika kita kesana. Penjahat nya bisa melukai kita Soo Ra” Seohyun mencoba menjelaskan pada Soo Ra, tapi gadis itu seperti tidak peduli. Dia terus merengek dan meminta menemui Mama nya secepatnya. Dia harus menolong Mama nya, katanya terus terusan.
“Biarkan dia pergi” kata Taeyeon.
Setelah seharian ini dia diam dan tak bersemangat sama sekali. Sekarang ia menyuruh seorang gadis kecil pergi menuju sarang penjahat. Apa yang ada dipikiranya coba? Apa dia sudah gila, oh God!
“Kau gila?” sentaku masih dengan nada yang lirih.
“Percayalah, tidak akan terjadi bahaya” katanya.
Dia, dengan teramat yakin sekali mengatakan itu. Bagaimana bisa? Aku sudah tidak tau jalan pikiranya lagi.
“Ayo, kuantar” aku mengajak Soo Ra menuju bangunan itu.
“Yaa! Tiffany!!” sontak Seohyun menyerangku dengan nasihat nasihat nya. Tapi aku tak mempedulikan. Aku tak tau kenapa. Mungkin aku sudah gila, sangat gila karena menuruti dan mempercayai ucapan si hantu gila.
“Kita kesana” ucapku seraya mengulur tangan agar Soo Ra bisa mengenggamnya. Soo Ra mengangguk, memegang tanganku erat dan kami pun berjalan menuju bangunan itu.

To be continued~

 

18 thoughts on “DESTINY – TAENY FANFICTION [CHAPTER – 6]

  1. annyeong…

    Taeng jadi dingin sama Ppany sekarang😦 apa gara” ucapan nya ppany yah? Tapi keren ih,sekarang Taeng udah merubah penampilan nya.
    SeoFany cocok banget kalo udah bersatu -dan jangan lupakan Tae-

  2. Annyeong…

    Oo… Jdi Taeyeon bkan brbah jdi manusia, tpi cma mrbah pnampilan aja…
    Duh Ppany tga bnget deh,,nyri Taeyeon trz mnta bntuan,tpi cma trpaksa…
    Kpan mreka sweet2an nya…

  3. Kyaknya pelakunya itu ayahnya Soo Ra deh, Taeyeon itu gak cuek tapi krna dia tahu kasus ini kasus yg bisa bkin hati Soora jadi sedih.. Ini cuma spekulasi aja wkwkwk chaptter selnjutnyabpsti bkal seru jdi gak sabar nunggu Taeny bersatu

  4. Hallo thor.. Gw reader baru… Sbnernya bkn juga sih heuheu
    Gw pernah baca ff ini yg chap 1ama 2 trus pas gw mu nyari chap 3 nya gw kehilangan jejak hiks hiks padahal gw suuukkkkaaa bgt ni ff.. Bru skrg gw nemu lagi… Hadehhh seneng nya bkn main daaahhh
    Btw maaf bru comment skrg ya.. Krn bru nemu lagi wp kamu ^^
    D tunggu lanjutan nya thor..
    Gomawo ^^

  5. hi thor reader baru nih ._. ketemu blog ini pas lagi nyari2 di google ff taeny dan ketemu ff destiny ini :3 keren nih thor ceritanya penuh dengan misteri hehe❤ fany cepetan sadar kalo kamu suka sama taeyeon meskipun kedepannya gak bakalan jalan mulus (karena taeyeon hantu) :')
    update soon thor :3

  6. Annyeong,saya new reader,slam knal thor^^,saya cuma mau kira2 aja thor,moga2 bnr,Kyknya pelakunya mamanya Soora sendiri deh,dia pura2 blng dirinya di culik,mngkn biar papanya soora jd sdkt memperhatikan mamanya,ayo dnk update lg ,seru nih ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s