Unchained Melody

Image

Ada beberapa cahaya yang kusukai di dunia ini. Pertama cahaya matahari karena itu menghangatkan ku. Berikutnya cahaya lampu di malam hari. Mampu menghipnotis ku, menahan ku begitu lama menatap dan enggan melepaskanya. Terakhir cahaya yang tidak berani aku tatap tapi itu adalah cahaya yang paling kusuka. Cahaya di matamu. Ketika kau tersenyum, tertawa lepas ataupun bercerita tentang bagaimana saham saham menari di bursa setiap harinya. Hal yang paling kau suka, sama seperti aku menyukai cahaya.

Selain cahaya, ada hal lain yang kusukai. Musik, aku menyukai sekaligus menikmatinya. Menikmati musik tak ubah seperti makan bagiku. Mengenyangkan jiwa yang terasa lapar karena sepi. Dengan musik lapar itu hilang, jiwa pun terisi penuh. Musik yang paling indah yang pernah ku dengar bukan berasal dari denting melodi piano klasik, bukan juga dari alunan merdu biola atau harpa berusia ratusan tahun. Musik indah itu berasal dari suara. Tentu saja bukan suara Celline Dion atau Mariah Carey. Bagiku suara musik terindah adalah ketika kau memanggil nama ku. Saat itu pula semua rasa lapar di jiwaku lenyap dan aku merasa penuh.

Aku sudah memikirkan beberapa hal yang kusuka. Ada cahaya, juga musik dan saat ini aku berada dimana kedua hal yang kusuka itu ada. Sayang nya bukan cahaya di matamu atau suara mu yang berada di dekatku. Aku harus cukup puas dengan cahaya lampu remang remang dari Restoran Steak Australia ini dan dengan alunan musik Unchained Melody yang mereka putar. Aku berusaha memuaskan diriku dengan itu semua sembari menunggumu datang. Menunggu melihat dua hal yang kusuka di dunia ini. Atau menunggu satu hal yang paling kusuka di dunia ini, dirimu.

“Taeyeon …”

Suara itu, musik kesukaanku. Aku akan melihat cahaya yang kurindukan sebentar lagi dan mendapatkan hal yang paling kuinginkan saat ini. Hadirnya dirimu.

“Maaf, membuatmu menunggu”

Aku tersenyum. Tak masalah untuk ku. Setengah jam lebih menunggu disini memikirkan apa yang kusukai dan akhirnya kudapatkan di depan mataku saat ini. Semuanya setimpal. Aku sama sekali tak keberatan.

“Kau sudah pesan sesuatu?”

Ku gerakan kepala ku kecil. Bagaimana bisa aku memesan sesuatu kalau semua perhatianku dan pikiranku melayang layang ke tempat lain. Aku tidak tertarik pada buku menu yang disodorkan di hadapanku oleh pelayan pria yang mengenakan kostum suku Aborigin setibanya aku di tempat ini. Aku lebih tertarik pada hatiku yang berdebar. Pada diriku yang memikirkan hal yang kusukai dan juga pikiranku yang memunculkan banyak spekulasi kenapa kau meminta mu menemuiku disini.

Mungkin. Kata itu berada di urutan paling atas dalam kosakata otak ku detik ini.

Mungkin, sekarang dia akan menyatakan alasan kenapa mengajakmu pergi, Taeyeon. Pertama tama dia meminta maaf sekali lagi atas keterlambatanya. Dia akan berkata teramat menyesal membuat mu menunggu lama dan dia berjanji tidak akan mengulangi nya disertai sumpah tidak akan pernah lagi membuatmu menunggu sendirian.
Mungkin, setelah itu dia akan diam sebentar lalu mengalihkan topik pembicaraan. Memulai berbicara basa basi kecil. Setelah kurang lebih lima belas menit dia akan berhenti bicara. Menarik nafas dalam kemudian tersenyum kikuk dan mengambil gelas minumanya. Minum dalam satu tegukan penuh. Dia akan malu sedikit melihat tingkahnya tapi kau tidak mempedulikan nya karena terlalu bingung dengan ekspresi nya. Dia akan memulai tujuan nya datang malam ini setelah berkutat cukup lama dengan waktu karena menunggu semesta menunjukan saat yang tepat. Tangan mu akan di genggam nya, dia menatap matamu lurus, dalam, penuh makna. Meminta kesediaanmu untuk menemani, bersama nya sampai akhir dimana cerita hidup ini berakhir.
Mungkin, bila disederhanakan dia akan melamarmu.

“Ada yang ingin aku katakan dan sebelumnya maaf sudah membuat mu menunggu lama”
Aku menggeleng. Tidak apa apa, sungguh. Aku tau hal ini akan berlanjut kemana. Mungkin tulisan tulisan kemungkinan yang memenuhi kamus otak ku sebentar lagi akan menjadi nyata.

“Aku tidak akan membuatmu berada di tempat ini lebih lama. Dan untunglah kau belum pesan sesuatu”
Dia berhenti sejenak. Aku merasa dia terlalu terburu buru. Dia melompati adegan pembicaraan basa basi kecil. Aaah, dia tipe yang tegas dan terus terang. Dalam hal ini dia juga akan menerapkan sikap yang sama. Harusnya aku memikirkan kemungkinan seperti itu.

“Kita berpisah saja …”

“Aku sudah memikirkan ini cukup lama. Selama kita menjalani hubungan ini, aku merasa banyak sekali perbedaan visi dan misi kita. Jadi, … kurasa jalan terbaik bagi kita adalah perpisahan”

“Dengar, kau jangan menatapku seperti ini. Aku tau aku membuat mu menunggu lama di tempat ini dan kau mungkin sudah berdandan susah payah memilih pakaian yang kau gunakan malam ini tapi ini memang harus ku ucapkan. Kau akan mendengar ini dariku cepat atau lambat tanpa basa basi sekalipun. Aku ingin kita akhiri ini …”

“Kau tau, aku tidak bisa bersama mu lagi. Kau selalu begitu, pasif sementara aku butuh seseorang yang merespon ucapanku. Kau ceroboh dan kikuk, dan aku tidak bisa lagi bersabar menghadapi tingkah mu yang masih seperti anak anak. Aku butuh wanita dewasa, yang mengerti aku dan yang kubutuhkan. Bukan seorang gadis kecil yang terjebak dalam tubuh wanita tua. Kau mengerti kan?”

“Demi Tuhan, kenapa kau masih memasang tatapan seperti itu. Taeyeon, kau bisa menerima nya kan? Jangan tatap aku seperti itu, katakan sesuatu! Jangan diam saja!”

“Huhh … sudalah. Kau yang seperti ini, membuatku tidak tahan”

Dia pergi. Berdiri, menatap ku sekilas dan pergi tak kembali sekedar untuk meminta maaf sekali lagi atau menanyakan apa aku dalam kondisi baik.

Apakah ini lelucon?

Apakah aku sedang bermimpi?

Ataukah yang kau katakan semua itu kenyataan?

Secara tak kuduga. Dia yang paling kusuka di dunia ini menghempaskan aku dari tebing curam jauh ke dalam jurang. Mencampakan aku saat aku berada di tempat dua hal yang kusakai begitu dekat. Membuatku tak bisa berkata kata, terlalu menyakitkan.

Bagaimana bisa?
Hal yang paling kusuka di dunia ini membunuhku seperti ini. Seburuk itukah aku?
Apa yang kudapat?
Sebuah lamaran, tidak hanya racun mati rasa hati ini.
Bagaimana dia bisa melakukan ini padaku? Kenapa dia begitu tega.?

Aku terisak, akhirnya pecah setelah kesunyiaan yang kuciptakan. Suara isak ini bertambah keras setiap berusaha kubendung. Sesak. Seluruh air mata memohon padaku untuk berlari keluar. Walau aku melarang, mereka tetap tak bisa kucegah untuk berlari seenaknya mengelilingi pipiku. Hancur adalah salah satu perasaan yang terlukiskan.

Tanpa perlu berkaca aku tau. Aku berantakan, rambut ku kacau dan make up ku rusak parah. Hidungku memerah. Kembang kempis dengan isak yang memilukan. Tangan yang berusaha menyeka air mata hanya memperburuk keadaan wajah ku. Sesenggukan yang kulakukan sesekali menyajikan tampilan diriku yang begitu memilukan. Kaki ku tak mampu kurasakan, Aku tak mampu bangkit berdiri dan berlari keluar. Menyelamatkan diri dari tatapan penuh penasaran semua pengunjung Restoran ini. Aku merasa sekelilingku mati. Saat ini bagiku hanya aku, tangisan dan lagu ini yang nyata.  Sampai, seseorang menyodorkan buku menu padaku.

Aku menengadah, menemukan pria yang sama menyodorkan buku menu sebelumnya hanya saja kali ini dia tidak memakai kostum Aborigin lagi. Tanpa menunggu izin ku, dia membuka buku menu itu. Aku melirik buku itu, tak tertarik pada awalnya namun tulisan tangan dalam kertas Note berwarna kuning yang tertempel di atasnya berbisik padaku. Mengatakan ini padaku.

“Ada dua hal yang kusuka dalam dunia ini cahaya dan musik. Lagu yang diputar saat ini adalah musik favoritku dan cahaya matamu yang tersenyum tadi cahaya indah yang baru kutemukan”

Pria itu tersenyum ketika aku memalingkan wajah dari buku menu dan menatapnya. Dengan enggan aku membalas senyum itu, terlalu malu menunjukan wajah frustasi secara dekat pada seseorang. Tanganku bergerak menyeka air mata yang ada dan hatiku mengintruksikan cukup sampai disini aku menangis. Semua perasaan terpuruk harus di akhiri.
Cahaya dan musik memberiku pertanda.
Ada hal yang baru datang menjemputku, untuk disukai.

7 thoughts on “Unchained Melody

  1. Jlebbbb dalem abis ni cerita pendek tp ngena…
    Mskpn identitas cewe sma pelayan nya gw ga bsa nebak..
    Good job thor

  2. Yaaa!! Ini ending ny gantung, siapa coba org yg nyodorin note sama taeyeon?? Gue suka ff ny. Thor, gue request ff taeny dong.. Tpi yg genre ny yuri. Jeball~ ^_~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s