RED

Image

Aku memenangkan kuis !!
Beberapa hari yang lalu aku melihat sebuah iklan di televisi.
Iklan Ice Cream.
Iklan itu mengisyaratkan jika kita membeli produk mereka, akan ada kemungkinan kita menemukan kode unik yang bisa ditukar tiket untuk menyaksikan konser ‘gadis country’. Dasar aku pecinta ‘Ice Cream’ dan kebetulan Ice Cream yang mereka promosikan adalah salah satu favoritku, aku membelinya. Bisa jadi aku menang tiket konsernya, pikir ku saat itu. Dan ternyata itu benar.
Aku memenangkan kuis, jika bisa dikatakan begitu.
Setidaknya aku bisa menyimpulkan satu hal. Peruntungan ku tengah baik. Terlalu baik malah. Sungguh. Alasanku mengatakan seperti itu adalah karena aku memenangkan dua tiket sekaligus. Dua tiket konser seharga ratusan ribu won yang ku dapat dengan membeli dua buah Ice Cream yang walaupun harganya digabungkan, tidak akan menyentuh angka seribu won.

***

“Kau tidak berpikiran untuk tidak pergi bukan?”
Adik perempuanku merespon ketika aku menceritakan bahwa aku berhasil mendapat dua tiket konser.

“Jika kau tidak mau pergi. Kau bisa memberi tiket itu padaku. Aku akan pergi dengan temanku”
Darimana dia berpikiran aku tidak akan pergi?
Hey, walaupun aku bukan salah satu pengagum ‘gadis country’ tapi menolak rezeki tidak tercantum dalam kamus ku.

“Baiklah, kalau kau tidak ingin memberikan keduanya padaku. Kau bisa memberikan satu padaku atau kau bisa memintaku menemani mu menyaksikan konser. Aku tau kau baru putus, jadi kurasa kau tidak punya seseorang untuk diajak pergi kan”
Semakin dia memaksa ku seperti ini, semakin aku tidak berniat memberikan hadiah ku. Sedari awal memang aku sudah tak berniat memberikan tiket ini pada adik perempuanku satu ini. Tapi rengekan paksanya membuat ku risih. Yang perlu dia catat. Kalaupun aku harus pergi nonton sendirian seperti katanya tadi, dia tetap tidak bisa mendapatkan tiket ini.
Lagipula,
Siapa bilang aku tidak punya seseorang untuk diajak pergi ? Aku punya. Dan asal kau tau walaupun aku baru putus dengan seseorang. Dengan mudah aku akan mendapat pengganti. Yeah aku percaya itu. Dan pengganti itu adalah pelayan yang kutemui di restoran steak tempo hari. Yang sekarang menjadi teman ku, teman dekat malah.
Kita sering mengobrol dan pergi ke beberapa tempat bersama. Kita menemukan kecocokan akan beberapa pandangan. Dia selalu bersikap baik, ramah dan tidak mempersalahkan sifat pasif dan kekanak – kanakan ku. Walaupun aku dan dia terkadang bertengkar karena menyukai hal yang berbeda, toh sampai saat ini kita masih akur – akur saja.

“Baiklah, semoga kau bersenang – senang”
Adiku melenggang pergi meninggalkan aku dengan memasang ekspresi cemberut paling jelek yang pernah kuliah dari wajahnya. Tapi siapa peduli, biar saja lah. Aku lebih suka mengingat kalimat terakhirnya padaku. Semoga kau bersenang – senang. Yeah, aku akan bersenang – senang.

***

Aku tipikal orang yang tak suka berdiri terlalu lama, karena itu aku benci upacara bendera. Kaki akan menjadi pegal dan rasanya begitu melelahkan. Karena itu pula, setiap menonton konser aku tidak pernah membeli standing festival. Aku tidak ingin rasa lelah menghalangi kegembiraan ku menyaksikan konser.
Tapi saat ini, keberuntungan ku ternyata menempatkan aku di bagian yang tidak kusuka.
Aku sedang berada di stadion indoor terbesal milik Seoul. Berdiri berdesakan diantara lautan umat manusia. Untuk menyaksikan konser si ‘gadis country’. Mengesalkan, aku menyesal pergi. Tapi yang ku heran kan, mengapa aku masih bisa bertahan untuk berdiri selama hampir satu setengah jam. Apa karena pria yang berada disampingku saat ini?
Kata orang, ketika kau menyukai seseorang bahkan hal yang paling tidak kau sukai akan menjadi baik – baik saja. Kurasa aku merasakan saat ini. Aku bisa menerima keadaan kalau aku sudah berdiri begitu lama, melakukan hal yang tak kusuka. Hanya karena dia berada disebelahku.
Apakah ini berarti aku menyukai pria in dan melupakan dia?
Tapi, apakah sungguh seperti itu.
Yeah, aku memikirkanya juga tadi. Tentang hubungan, kebersamaan, pandangan, masalah antara aku dan dia. Apa aku menyukai nya?
Secara teknis, sudah dapat dinyatakan aku menyukainya. Sejak bertemu denganya lima bulan lalu, menjadi penyelamat patah hatiku dengan mengatakan bahwa ia menyukai cahaya dimataku. Itu permulaan jantungku berdebar. Lalu, semakin jauh darahku selalu berdesir tiap bertemu denganya. Rasanya kupu – kupu dalam perutku bertebaran saat aku bahagia bersamanya. Ini semua bisa dikatakan teknis menyukai seseorang bukan.
Jadi apa aku menyukainya?

“Lagu apa dari si ‘gadis country’ yang merupakan favoritmu?” dia bertanya.
“RED” jawabku.
“Alasanya?”

Belum sempat aku membalas. Si ‘gadis country’ yang tadi berada di Backstage untuk mengganti kostum kembali menghentak ke atas panggung. Dan kali ini dia membawakan lagu yang tadi kusebutkan, RED.
Aku kembali mencurahkan perhatianku ke pertunjukan. Menikmati setiap sugguhan yang di tampilkan. Sementara disisi lain hatiku tanpa sadar meresapi lirik lagu tersebut. Teramat dalam makna lirik itu merasuki hatiku. Seperti lagu itu adalah diriku. Seakan – akan aku lah yang lirik itu ceritakan. Tentang gadis yang tidak bisa melupakan seorang pria yang ia cintai.

Lovin him was RED
Re eed, re ee ed, re ee ed ~

Tuhan, aku menemukan jawaban.
Pada saat yang tidak terduga hatiku menemukan jawaban yang tersembunyi jauh di dasar.
Tapi, jawaban ini. Mengapa seperti ini? Mengapa bukan dia?
Bukan dia yang berada di sebelahku saat ini. Melainkan dia yang mencampakanku saat itu. Ternyata aku masih menyukai nya.
Lalu, bagaimana dengan perasaanku selama ini terhadap pria disebelah ku selama ini?
Apa aku menyukai nya?

“Taeyeon, kau baik – baik saja kan?”

Dia membisikan kalimat itu di telingaku dan ku jawab dengan anggukan kecil. Aku tau alasan dia berbisik padaku, karena tidak mungkin bicara dengan normal saat berada dalam konser terutama ketika lagu utama konser itu ditampilkan dengan dentuman audio keras serta teriakan histeris para penonton.

“Jika kau merasa tidak sehat, kita bisa pulang lebih awal”
Aku menggeleng cepat – cepat. Aku dalam keadaan baik dan sehat, percayalah.

“Aku percaya padamu”
Tapi sayangnya aku tidak percaya pada diriku sendiri.
Ketika aku berpikiran untuk percaya, bahwa aku telah melupakan orang yang menyakiti ku. Ketika aku berpikiran bahwa mungkin aku menyukai mu sekarang, secara mengenaskan hatiku dibuat menyadari jika aku masih tidak bisa melupakan orang yang menyakiti ku. Dan, mungkin saja aku tidak menyukaimu.

“Terimakasih mengajaku kesini”
Dia berbisik sekali lagi, aku kembali mengangguk kecil.

“Kau tau, sebenarnya aku juga akan mengajakmu pergi kesini. Aku sudah membeli tiketnya tapi ternyata kau menerima hadiah tiket itu. Jadi, aku memberikan tiket yang kubeli itu pada adik mu tadi sore -saat aku menjemput mu dirumah”

“Tapi bukan itu masalahnya, bukan karena tiket. Aku hanya ingin mengatakan bahwa dari awal aku ingin pergi menonton konser ini bersamamu. Karena aku berpikiran mungkin konser ini adalah waktu yang tepat. Mungkin terlalu cepat sih, kita baru saja mengenal kurang lebih tiga bulan”

“Tapi, seperti yang ku katakan padamu tadi. Ini adalah waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan ku padamu. Perasaan yang muncul ketika aku pertama kali melihatmu di Restoran Steak itu. Kau bisa menyebutnya love at first sight, jika kau mau mempercayai nya sih”

“Kim Taeyeon, saranghae”

Ada jeda panjang.
Ada energi besar yang secara begitu saja menyerap semua suara di sekelilingku.
Menyisakan kehampaan yang tiba – tiba melapisi seluruh duniaku.
Kemudian, waktu berhenti.
Selama semenit aku tergugu.
Berharap yang kudengar tadi salah.
Ini bukan waktu yang tepat.
Kenapa disaat aku bingung akan perasaanku sendiri.
Kau menyatakan perasaan seperti ini?
Haruskah aku …
Berusaha untuk kembali pada seseorang yang mencampakanku tapi masih kucinta atau menerima seseorang yang mencintaiku tapi aku tidak yakin apakah aku menyukainya juga atau tidak.
Mana yang harus kupilih? Aku tidak tau. Tapi pasti aku akan memilih.
Mungkin bukan sekarang, Akan tiba waktu nya saat hatiku bisa menentukan, bukan lagi menemukan.
Waktu kembali berjalan.
Kehampaan lenyap dari dunia ku.

“Maaf …”

8 thoughts on “RED

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s